
MASIH OBROLAN ALIKA DAN KANIA....
"Kamu harus minta maaf kepada tuan Carlos, mengakui kesalahan atas ucapan mu itu, bila perlu minta maaf nya di depan orang banyak, atau di depan orang yang telah menjadi saksi atas ucapan mu tempo hari" Saran dari alika.
"Apa itu harus kak?" Kania merasa tidak yakin dengan apa yang di ucapkan oleh alika.
"Ya itu sih terserah pada diri mu, aku cuma sekedar menyarankan, saja jika keberatan ya tidak apa-apa...!" Jawab alika.
"Aku sih tidak keberatan jika sekedar minta maaf, tapi aku malu harus mengakui semuanya didepan semua orang, mereka bisa berpendapat seperti kak Lika, bahwa aku menjilati ludahku sendiri" gumam Kania
"Kenapa harus malu, justru bagus doang kamu telah menyadari kesalahan mu dalam berucap, dan kamu telah menyadari juga perasaanmu kepada tuan Carlos, jadi dia nanti makin sayang ,sama kamu....!" alika meyakinkan Kania.
Setelah Kania berpikir sejenak, kemudian iya mengangguk kan kepala nya, sebagai isyarat bahwa iya setuju dengan usul dari alika.
"Aku harus sekarang nih ngomong nya...!"Kania meminta pendapat alika lagi untuk meyakinkan dirinya.
"Ya , kenapa tidak! mumpung semua sedang berkumpul, menurutku ini kesempatan bagus untuk kamu menarik semua ucapan mu dulu di depan semua saksi yang mendengar ucapan mu itu." Alika memberi dukungan.
"Oke!" kemudian seru Kania sudah merasa yakin untuk melakukan hal yang di sarankan oleh Alika.
Lalu Kania mengajak alika untuk keluar agar ikut mendengarkan apa yang akan iya sampaikan kepada seluruh keluarga.
Dengan perlahan alika berusaha bangkit dari tempat tidurnya di bantu oleh Kania, sebenarnya alika pun sungguh jenuh harus berdiam diri, pergerakannya di batasi tapi apalah daya nya.
Demi kesehatannya dan bayi yang ada dalam kandungannya Alika harus mengikuti semua sarana dari dokter dan dari neneknya.
Alika keluar dari kamar berjalan perlahan dan di papah oleh Kania yang membantu keseimbangan Alika, karena memang masih sedikit terasa sakit tapi alika masih bisa menahannya.
"Kak Lika apa masih sangat sakit, sebaiknya jangan di paksakan, biar aku panggil kak Romi agar membawa mu keluar." ucap Kania merasa tidak tega.
"Tidak apa-apa Kania aku bisa kok makanya bantu aku...!" alika yakin bahwa ia bisa, tanpa harus selalu mengandalkan suaminya.
Namun ketika Romi melihat alika berjalan keluar dari kamarnya.
Romi sungguh terkejut dan segera menghampiri alika dan lalu membopongnya, dan membawanya duduk bersama keluarganya.
Romi sungguh kesal melihat, Alika berjalan seperti itu, pikir Romi, Alika tida menghiraukan saran dari dokter dan juga neneknya agar alika lebih hati-hati dan jangan di paksakan dulu untuk berjalan.
" Kamu tuh dengan gak sih saran dari dokter, dan juga nenek, ingat ya! ini menyangkut kesehatan mu dan nyawa seorang bayi di dalam kandungan mu...!" Romi mengingatkan alika dengan nada yang begitu kesal.
Alika memahami kekhawatiran Romi
__ADS_1
"Ya m'y honey,,, maaf tapi gak papa juga kok..." alika menimpali ucapan Romi.
Tapi mendengar itu Romi makin kesal.
"Oo jadi kamu nunggu sampai terjadi sesuatu gitu !"
" Loh,, kok kamu kok sewot kaya gitu sih...!" alika tidak terima Mendengar Romi bicara dengan nada sedikit ketus.
"Aku tuh khawatir sama kamu dan bayi kita..!" Romi kembali melunak.
Kania merasa tidak enak hati melihat dan mendengar perdebatan suami istri itu, lalu Kania menengahinya.
"Oke, aku yang minta maaf... sebab aku yang membiarkan kak Lika tetap memaksa ingin berjalan sendiri keluar...!" Kania mengalah.
"Tidak, Kania ini salah ku, Aku terlalu egois, maaf kan aku m'y honey! aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi." Kemudian alika menyadari kesalahannya.
"Aku juga minta maaf sudah membuat mu kesal dan khawatir m'y honey..." sambung Alika
Romi menatap alika lalu menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kemudian berucap "Aku juga minta maaf ya honey! "
Alika pun tersenyum membalas senyuman Romi.
Lalu Romi menarik alika kedalam pelukannya "Aku sangat menyayangi mu honey" gumam Romi.
Orang-orang di sana merasa lega melihat nya setelah sebelumnya suasana sempat menegang karena perdebatan Romi dan Alika.
...
Setelah semua membaik kembali kemudian Kania mulai membuka pembicaraan sesuai rencana semula.
"Semuanya! boleh minta waktunya ya sebentar!" Seru Kania mengalihkan perhatian semua orang di sana.
"Ada apa yang, kok seperti nya serius sekali..." Tanya tuan Carlos penasaran.
Kania tersenyum kepada tuan Carlos dan menghampiri suaminya tersebut.
"Ya, sayang... aku mau minta maaf kepada mu...!" ucap Kania.
"Kepadaku...?" tuan Carlos mengulang ucap Kania.
"Ya,,,!" jawab Kania menegaskan.
__ADS_1
Tuan Carlos mengerutkan dahinya merasa bingung dengan apa yang di ucapkan istri nya " kamu gak salah apa-apa kok yang! kenapa harus minta maaf...!" ucap tuan Carlos.
"Ya, dengarin dulu...!" Kania protes dan meminta tuan Carlos untuk diam.
"Oke...!" Kemudian ucap tuan Carlos mengerti.
Kania mulai bicara ke intinya,
"Jadi dulu aku pernah sangat membenci tuan Carlos, dan saat itu dua kakak ku selalu menjodoh-jodohkan ku dengan tuan Carlos, sengaja untuk mengolok ku, dan ketika itu aku menolak mentah-mentah hal itu"
"Jangan kan sampai berjodoh dengan tuan Carlos, melihat dan mengingat nya saja aku tidak Sudi ketika itu, dan sampai keluar ucapan dari mulut ku, jika aku menikah dan aku sampai menyukai atau mencintai tuan Carlos, berarti itu aku sedang kena kutukan, saking benci nya aku terhadap tuan Carlos saat itu, jadi mustahil bagi ku bisa menikah dengan tuan Carlos, namun tuhan berkata lain, ternyata tuhan benar-benar menjadikan tuan Carlos sebagai jodoh ku..." Kania menerangkan.
"Sekarang aku ingin menarik semua perkataan ku ketika itu, mohon maaf kan aku sayang atas ucapan ku, sekarang dengan sadar, sehat tanpa pengaruh apapun, dan dari siapa pun aku benar-benar telah jatuh cinta kepada mu, dan merasa bahagia telah di miliki oleh mu...!" ucap Kania kepada tuan Carlos.
Tuan Carlos sungguh sangat bahagia mendengar apa yang di ucapkan oleh Kania.
Tapi tuan Carlos pun memahami mengapa Kania bersikap seperti itu dulu padanya, itu karena atas sikapnya sendiri terhadap Kania.
Tuan Carlos juga meminta maaf atas kesalahannya kepada Kania.
Dengan lapang dada Kania telah memaafkan semua kesahan tuan Carlos, maka dari itu Kania mau menjadi istri tuan Carlos yang sesungguhnya. dan hidup bahagia bersamanya.
.
.
.
Waktu semakin malam setelah beberapa waktu keluarga Romi berada di rumah nenek Diah, kini waktunya mereka kembali ke villa milik Romi.
Mereka semua berpamitan kepada semua orang yang ada di sana.
Terutama kepada alika.
"Lika,,, kami pulang dulu ya nak, besok kami akan kembali pulang, sebab kasihan Yunas mengurus pekerjaan di kantor sendiri..." Ucap mama Ranti memberi tau bahwa mereka akan kembali ke kota di mana mereka tinggal.
"Iya mah,,," Jawab Alika
Kemudian Alika meneruskan ucapannya
"Terimakasih kalian semua sudah mengkhawatirkan ku, dan maaf sudah merepotkan kalian semua!" Alika merasa tak enak hati.
__ADS_1
"Ya memang sudah seharusnya seperti ini nak..." Kali ini papa Bagas yang berbicara.
Dan tak hanya Alika yang berterima seluruh keluarga alika pun ikut memohon maaf dan berterima kasih kepada keluarga besarnya.