Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 232


__ADS_3

Romi langsung menyapa yunas.


"Yunas...!" Seru Romi.


Tapi tak hanya yunas yang merespon seruan Romi, Fitri dan Faisal pun ikut menoleh dan bangkit dari duduknya.


Ketika melihat kedatangan Romi.


Dengan bergegas Fitri langsung menyambar tubuh Romi dengan pelukan.


Fitri menangis mengadu kepada Romi.


"Tuan lihat ibu ku sakit, ibu ku tidak mau menjawab ku, dan dia tidak mau makan dan minum dia hanya tidur saja dari siang...!" Ucap Fitri mengadu di sela Isak tangisnya.


Romi begitu kaget mendapat perlakuan dari Fitri, Romi berusaha untuk melepaskan diri.


Dengan mendorong kedua bahu Fitri agar menjauh darinya.


Tapi Alika mengelus pergelangan tangan Romi, memberi isyarat kepadanya untuk membiarkan Fitri seperti itu, agar Fitri merasa mendapat dukungan kepada Fitri.


Sedangkan nenek Diah segera menghampiri Bu sari.


Alika mengelus punggung Fitri yang masih memeluk suaminya, untuk menenangkan Fitri.


"Yang sabar ya Fitri, kita doakan saja semoga Bu sari cepat sembuh ya."


Fitri langsung berbalik melihat ke arah alika, kemudian alika merentangkan tangannya lalu memeluk Fitri.


Setelah terlepas dari Fitri, Romi segera menyusul nenek diah untuk menghampiri Bu sari.


"Ya tuhan, Bu sari kenapa bisa seperti ini Bu." Romi menyesali apa yang telah terjadi kepada Bu sari.


Sebab Bu sari sempat menghubungi Romi, tapi Romi tidak memperdulikannya.


"Maaf kan saya Bu,,, Saya sudah mengabaikan mu." Ucap Romi sambil terisak, Romi sangat menyesal perbuatannya, yang tidak mengangkat panggilan telepon dari Bu sari.


Alika mendekati Romi dan mengelus punggung suaminya, untuk menenangkannya agar tidak menyalahkan dirinya sendiri.


Sedangkan nenek diah, sedang berikhtiar untuk menyadarkan Bu sari, dengan meraba-raba tubuh Bu sari untuk mencari urat syaraf Bu sari, kemudian nenek diah sedikit memberi tekanan di bagian yang menurut nenek diah bisa mendapatkan respon dari Bu sari.


Dan akhirnya usaha nenek diah berhasil.


Sebab ketika nenek diah menekan salah satu bagian titik syaraf tubuh Bu sari, seketika itu Bu sari memberi reaksi seakan tubuhnya Bu sari tersentak.


Melihat itu Romi dan alika langsung sedikit senang karena Bu sari memberikan respon.

__ADS_1


"Bu sari, apa ibu bisa mendengar saya?" Romi mencoba berinteraksi dengan Bu sari.


Bu sari sedikit mengerakkan tangannya.


Lalu terlihat membuka matanya, dengan pandangan remang-remang Bu sari melihat sosok Romi.


"Tuan, apa ini benar anda, atau malaikat maut yang akan menjemput saya."Ucap Bu sari lirih.


"Ini saya Bu, Romi! apa penampilan saya Sangat menyeramkan sampai ibu menyangka saya malaikat maut!" Romi menimpali ucapan Bu sari.


Bu sari telah mengulum senyum ketika mendengar jawaban Romi.


"Ya syukurlah jika ini memang dirimu." Bu sari merasa lega.


Kemudian Romi bertanya, "Ibu kenapa ibu bisa seperti ini!?".


"Kepala saya sangat pusing tuan."


"Bu maafkan saya ya, karena tidak menjawab panggilan telepon dari ibu."


Bu sari tersenyum, "tidak apa-apa nak."


Lalu Bu sari menyambung ucapannya, "Tuan, saya sudah tidak kuat lagi, mohon maafkan semua kesalahan saya."


"Tidak Bu, ibu tidak boleh bicara seperti itu, ibu harus kuat."


"Apa itu Bu?" Tanya Romi memastikan.


"Tapi saya mohon tuan berjanji akan memenuhinya." Bu sari ingin Romi berjanji terlebih dahulu sebelum Bu sari mengutarakan apa permohonannya.


"Saya berjanji akan memenuhinya jika saya mampu untuk melakukannya." Jawab Romi.


"Tuan, ada hal yang mengganjal di hati saya, yang sangat memberatkan saya untuk pergi..."


"Apa itu Bu?"


"Fitri tuan, saya ingin anda menikahi Fitri dan bimbingan dia untuk sembuh, saya yakin tuan, hanya anda yang bisa menyembuhkan Fitri."


"Apa... ini tidak mungkin Bu, ibu tau sendirikan saya sudah punya istri, dan saya sangat mencintai istri saya, tidak ada sedikit pun niat di Hati saya untuk menduakannya."


"Tapi saya yakin tuan hanya anda yang bisa menyembuhkan Fitri, dan bertanggung jawab kepadanya."


"Baik Bu saya akan menjaga dan bertanggung jawab kepada Fitri, saya berjanji akan melakukan hal itu, tapi saya tidak harus menikahnya." Jawab Romi menegaskan.


"Tapi hati saya tidak akan tenang tuan, sebelum melihat Fitri menikah dengan mu tuan." Bu sari tetep meminta agar Romi mau menikahi putrinya.

__ADS_1


"Maaf Bu sari, saya tidak bisa melakukannya." Ucap Romi lalu pergi meninggalkan ruangan.


Bu sari menangis tersedu-sedu, sebab Romi menolak permintaannya.


Alika dan nenek diah mencoba menenangkan Bu sari dengan mengelus-elus bahu Bu sari.


harusnya Alika marah, dan membenci Bu sari, karena telah meminta suaminya untuk menduakannya, dengan meminta Romi untuk menikah putrinya.


Tapi Bu sari malah memohon kepada Alika, agar Alika mau merelakan atau mengizinkan Romi untuk menikahi Fitri.


"Saya mohon nona Alika izinkan dan bujuk lah tuan Romi agar mau menikahi Fitri, anggap saja ini permintaan terakhir dari saya."


Alika hanya mematung mendengar permintaan Bu sari, Alika bingung harus bagaimana, di sisi lain ia mengerti tentang apa yang di pikirkan oleh Bu sari dan apa alasannya.


Tapi Alika juga sadar betul, bahwa ia Bukanlah wanita yang berhati malaikat, dalam hatinya, alika sungguh tidak rela ada orang ketiga dalam pernikahannya.


Bu sari kembali memohon, "Nona Alika, saya tau ini tidak mudah bagi anda, tapi tolong kabulkan lah permohonan terakhir saya."


Bu sari masih saja merengek, memohon dan meminta.


Faisal dan Fitri sendiri hanya memaku di sudut ruangan, melihat dan menyaksikan Bu sari yang sedang memohon belas kasih dari majikannya.


Sedangkan yunas ikut keluar bersama Romi.


"Ini gila yunas! permintaan Bu sari sungguh di luar nalar." Umpat Romi.


"Ya saya mengerti tuan apa yang anda rasakan dan apa yang anda pikirkan." Yunas seakan merasakan ada di posisi Romi.


"Tapi menurut saya, hal inilah yang membuat Bu sari jatuh sakit, sepertinya dari sejak dulu Bu sari menginginkan anda untuk menikahi Fitri." Menurut penilaian Yunas.


"Entahlah yunas tapi ini tidak mungkin terjadi."


Dan setelah beberapa waktu, Alika datang menghampiri Romi.


Dan meminta Romi untuk menikahi Fitri sesuai dengan apa yang di minta Bu sari kepadanya.


Sontak seketika itu Romi marah dan memekik, ketika mendengar apa yang di ucapkan oleh istrinya, "Apa! jangan gila kamu honey, jangan ikut-ikutan gila seperti Bu sari dan Fitri."


Alika mencoba memberikan pengertian kepada Romi agar mau menuruti apa yang Bu sari inginkan.


"M'y honey kamu akan menyesal jika terjadi sesuatu kepada Bu sari, pasalnya tidak bisa memenuhi ke inginnya."


" Tapi aku akan menyakitimu honey jika melakukan hal gila itu, aku akan terjebak dalam dosa honey, Karen menikah bukan hanya sekedar ijab qobul, tanggung jawabnya besar honey, saya harus bersikap adil kepada mu dan kepada dia (Fitri), saya tidak akan bisa melakukan hal itu, karena saya manusia biasa." Romi kukuh dengan pendiriannya.


"Jangan naif kamu honey, mengikuti kemauan dan keinginan orang lain sementara diri kita sendiri tersakiti dan menderita." Sambung Romi mengingatkan alika.

__ADS_1


Alika hanya tertunduk karena apa yang di ucapkan Romi benar adanya, hati kecilnya tidak rela Romi menikahi Fitri.


__ADS_2