
"APA" pekik Nina kaget
"hiks, hiks... tuan apa salah saya, kenapa saya di usir dari rumah, jangan usir saya tuan saya sangat membutuhkan pekerjaan ini, saya mohon tuan" Ucap Nina memotong ucapan Romi, dengan terus menangis
"Di usir, Nina siapa yang mengusir mu,,?" Tanya Romi bingung
Andi malah mengulum senyum karena merasa telah berhasil mengerjai Nina.
Mendengar pertanyaan Romi Nina menghentikan tangisnya.
"Kata mas Andi, saya di suruh membereskan barang-barang saya, dia juga bilang saya harus segera pergi! Dan tuan juga bertanya apa saya sudah pergi, apa itu tandanya saya Beneran di usir dari rumah tuan?" Tanya Nina masih dalam sambungan telepon.
"Ya... " Ucap Romi terhenti lagi
" Tuh kan... Hiks, hiks!" Nina malah tambah histeris sebelum mendengar penjelasan Romi lebih lanjut.
"Nina! Dengarkan saya dulu!" Seru Romi terdengar sangat kesal.
Mendengar seruan Romi Nina pun terdiam.
"Iya tuan" kemudian jawab nya.
"Saya memang menyuruhmu agar cepat pergi untuk menyusul saya ke sini...!" Ucap Romi terhenti lagi
"Apa! Maksudnya Saya di ajak liburan tuan !" Seru Nina memotong ucapan Romi dengan penuh semangat.
"Iya" Jawab Romi
"Oalah,,, dari tadi ke, ngomongnya kaya gitu, jadi sayang kan saya buang-buang air mata" Nina malah kegirangan membuat Romi sedikit kesal dengan tingkah asisten barunya itu.
"Terserah lah... udah cepetan berangkat, istri saya sudah menunggu mu" Balas Romi dengan nada suara kesal.
"Okeh!" Seru Nina penuh semangat.
Lalu Romi menutup sambungan telepon nya.
.....
"Sialan lu mas, ngerjain aku" perotes Nina kepada Andi yang sedang cengengesan.
Hubungan Nina dengan Andi lebih dekat dari pada hubungan Nina dengan Romi, karena sifat Andi humble dan sifat Nina yang receh, mereka menjadi lebih dekat sering berguyon tak jarang mereka saling mencela, beda dengan Romi yang lebih tegas membuat Nina segan untuk berkomunikasi lebih akrab dengan nya, jadi berbicara hanya seperlunya saja.
__ADS_1
Tapi tak jarang sikap receh Nina bisa berhasil membuat Romi terhibur dengan kerecehannya, apa lagi jika sudah bergabung dengan alika dan Kania, tingkah kerecehan nina bisa 10 kali meningkat.
"Siapa juga yang ngerjain kamu!" Andi tak terima dengan tuduhan Nina.
"Kamu nya aja yang gak teliti, gak sabaran!" Seru Andi.
"Kok begitu" Nina tak mengerti dengan maksud Andi
"Ya gak teliti gak dengerin ucapan ku, aku bilang kan tadi kita harus segera pergi, bukan kamu doang berarti kan sama aku, pikir dong! masa aku ngusir diri aku sendiri. terus gak sabarannya main potong ucapan orang, gak mau dengerin dulu penjelasan orang sampe selesai, makanya kamu salah paham sendiri" Andi menjelaskan kesalahan Nina.
"Iya juga ya" Nina baru menyadari kesalahannya.
Kemudian Nina segera bergegas menyiapkan semua keperluan nya untuk bekal selama di sana, tidak banyak membawa barang, hanya beberapa pakaian saja, dan makeup sederhana yang biasa Nina pakai.
Setelah semua siap, Nina langsung menemui Andi yang sedari tadi menunggunya.
"Lama amat sih kamu!" Andi meras bosan menunggu Nina sedari tadi.
"Ya namanya juga dadakan jadi aku mikir dulu apa aja yang harus aku bawa" Terang Nina
" Ciik Alah " Andi mencibir Nina.
.
.
.
Setelah kurang lebih 2 jam menempuh perjalanan udara akhirnya mereka sampai di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Denpasar Bali.
Romi pun telah mengintruksikan bahwa sudah ada orang suruhan Romi yang sudah menunggu mereka di bandara dan akan mengantarkan mereka berdua ke hotel di mana Romi dan yang lainnya menginap.
Setelah bertemu dengan orang yang Romi maksud, Andi dan Nina langsung di antarakan menuju hotel.
Sesampai nya di hotel mereka berdua langsung menemui Romi di restoran hotel, dengan konsep pinggir pantai, karen kebetulan Romi dan yang lain nya sedang makan malam.
"Selamat malam tuan, nona" Sapa nina ketika menghampiri Romi dan yang lainnya
"Hay Nina,,, selamat datang" Alika membalas sapaan Nina
Kemudian Romi mempersilahkan Andi dan Nina untuk duduk ikut bergabung makan malam bersama mereka.
__ADS_1
Nina sempat menolak dan ingin segera menuju ke kamar nya
"Maaf tuan, di mana kamar saya, sebaiknya saya langsung kekamar saja" Tanya Nina yang ingin segera ke kamarnya
Sebenarnya Nina menolak ikut bergabung dengan mereka, karena merasa minder, sebab peropesi Nina hanya sebagai ART pribadi Romi, mana pantas ia ikut makan malam bersama orang-orang kaya seperti mereka pikir Nina.
Apa lagi tuan Carlos pun ikut bergabung di sana bersama Romi dan yang lainnya, membuat Nina makin segan.
"Tunggu dulu dong Nina, ayok makan dulu! Tenang jangan khawatir saya sudah pesan kan kamar untuk mu,!" Ucap Romi yang memaksa Nina untuk ikut makan malam bersama mereka.
Alika mengeti dengan sikap Nina mengapa ia seperti enggan ikut bergabung.
Alika pun bangkit dari duduknya untuk mempersilahkan Nina untuk duduk di samping nya, meski Romi menarik tangan alika untuk tatap duduk
"Sebentar my honey" Alika berucap kepada Romi, ketika Romi memberi isyarat agar alika tetap duduk.
"Ayok Nina, sini duduk dekat aku!" Alika mempersilahkan Nina untuk duduk.
Setelah itu baru lah Nina bersedia untuk duduk karena memang sudah tidak ada pilihan bagi, meski pun rasanya ingin menghindar tapi mau pergi kemana.
Akhirnya mereka semua makanan malam bersama, dengan santai dan penuh canda tawa, yang tadi nya Nina pikir bergabung bersama mereka akan sangat memalukan bagi nya. Namun ternyata tidak begitu.
Sikap Romi maupun tuan Carlos tak memandang Nina dengan rendah, semua berbaur layaknya keluarga dan sahabat, di tambah celotehan-celotehan Cherry yang menggemaskan, tingkah minim akhlak nya Kania di gabungkan dengan tingkah receh nya Nina selalu mengundang gelak tawa di antara mereka.
Suasana pinggir pantai yang menenangkan, ditambah sepoi-sepoi hembusan angin pantai, suara deru ombak yang bergemuruh menambah suasana semakin sahdu bagi mereka terutama bagi alika, tak henti-hentinya alika tersenyum dan tertawa karena candaan dan guyonan dari mereka semua mencerminkan suasana hatinya sedang berbahagia.
Disaat semua orang begitu menikmati suasana pantai. tapi Lain halnya bagi romi iya lebih menikmati senyuman manis alika dan tawa renyah alika, Karen itu lah Romi merasa sangat bahagia melebihi kebahagiaan yang lainnya.
Romi sedikit melupakan kegetiran di hati nya karena rasa bersalah nya kepada alika begitu dalam. dengan melihat kebahagiaan alika Romi pun ikut bahagia,
"tuhan tolong aku, agar bisa selalu melihat senyum dan tawa ini aku sungguh sangat merasa bahagia melihatnya" Batin Romi , sambil terus saja memperhatikan alika.
sesekali alika menoleh ke arah Romi lalu tersenyum manis yang khusus alika berikan untuk Romi.
....
mohon dukungan nya kawan tinggalkan jejak mu dengan cara like, vote, komen di kolom komentar ya!
mohon sertakan juga bintang lima nya kawan!
Terimakasih 🙏🙏🙏
__ADS_1