Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 234


__ADS_3

Romi mengingat saat masa-masa bersama Bu sari.


Oleh karena itu Romi mengikuti apa yang di bisikan oleh istrinya, tanpa berkata Romi menarik tubuh Fitri dan mendekapnya.


Seketika itu juga emosi Fitri langsung mereda, tapi ia tetap menangis dalam dekapan Romi.


Melihat itu, tidak di pungkiri hati alika sungguh terasa sangat sakit, pasalnya walau bagaimana pun setatus Fitri tetap istri Romi.


Tapi sesuai janjinya, Alika akan berusaha ikhlas dan mengalah.


Saat itu Alika mundur perlahan dengan maksud untuk memberikan waktu dan ruang bagi Romi dan Fitri.


Namun Romi langsung mencekal tangan Alika dan menggenggamnya


dengan maksud meminta Alika tetap tinggal di sampingnya.


Dan akhirnya Alika tetap terpaku di samping suaminya, menyaksikan prosesi pemakaman, dan melihat suaminya memeluk Madunya.


Sakit sungguh sakit hati alika ' Apa aku sanggup seperti selamanya.' batin Alika bertanya kepada dirinya sendiri.


...


Kini prosesi pemakaman telah usai berjalan dengan lancar.


Semua orang telah meninggal tempat untuk kembali.


Tapi Romi masih di posisinya, sebab Fitri tidak mau beranjak dari pelukan Romi, meskipun sudah banyak orang yang membujuknya, termasuk Romi sendiri dan alika pun ikut membujuk.


Agar Fitri mau melepaskan pelukannya.


Lalu Faisal menghampirinya, dan mencoba untuk membujuk Fitri.


"Dek Fitri, ayo kita pulang semuanya sudah meninggal pemakaman kasihan tuan Romi nya, nanti malah sakit jika kamu terus seperti ini, kamu tidak mau kan tuan Romi sakit?"


Fitri menggelengkan kepalanya.


"Ya, makanya Ayo lepaskan tuan Rominya." Faisal masih membujuk Fitri.


Dan akhirnya Fitri pun mengurai pelukannya.


Kemudian Faisal menggiring fitri untuk pergi meninggalkan lokasi pemakaman, tapi sebelum itu Faisal menoleh ke arah Romi yang berada di belakangnya.


Faisal berucap, "Maafkan saya tuan!" Sebab Faisal merasa tidak enak hati kepada Romi.


Romi hanya mengangguk, mengiyakan ucapan maaf Faisal.


Setelah Fitri berlalu bersama Faisal,


Romi melihat ke arah alika yang masih setia mendampinginya di sampingnya.


"Kamu tidak apa-apa honey." Ucap Romi.


Alika menggelengkan kepalanya sambil tersenyum terpaksa untuk menyembunyikan perasaannya.


Namun Romi mengerti apa yang di rasakan oleh istrinya.


Romi pun memeluk istrinya, Dan bergumam " Maafkan aku honey."


Alika ingin sekali menangis, tapi alika berusaha untuk menahan tangisnya, agar perasaan Romi tidak makin merasa bersalah, tapi Romi sungguh tau apa yang alika rasakan.


"Menangislah honey jika ingin menangis agar perasaan mu merasa lebih baik."


Mendengar ucapan suaminya Alika terisak pilu, dan tangisan Alika pun pecah begitu saja dalam pelukan Romi.


Setelah merasa lebih tenang Alika mengurai pelukannya. "ayo kita pulang kasihan putra kita, dari semalam kita telah mengabaikannya." Ucap alika membangun semangat dirinya dan semangat suaminya, agar jangan berlarut-larut dalam kesedihan.


Kemudian mereka berdua bergegas pergi dari sana.


...


Sesampainya di rumah, Fitri terlihat masih terlihat sendu dengan menyandarkan kepalanya di bahu Faisal.


Romi menghampiri Faisal, dan memberi isyarat kepada yunas agar memberikan imbalan kepada Faisal atas bantuannya.


Tapi sebelumnya Romi berbasa-basi terlebih dahulu kepada Faisal.

__ADS_1


"Maaf mas kami sudah sangat merepotkan mu, terutama dengan tingkah Fitri." Ucap Romi.


"Tidak apa-apa tuan, saya tidak merasa di repotkan saya sungguh senang bisa membantu, saya merasa di butuhkan." Ucap Faisal.


Kemudian yunas menyodorkan amplop coklat yang berisi sejumlah uang.


"Apa ini?" Tanya Faisal bingung mengapa mereka memberikan itu kepadanya.


"Maaf mas, ini tidak seberapa dengan apa yang telah mas lakukan kepada Bu sari dan Fitri, ini sebagai ucapan terimakasih kami kepada anda, kami sungguh merasa sangat terbantu dengan kehadiran anda dan bantuannya."


Faisal menoleh amplop yang di berikan oleh Romi.


"Maaf tuan, saya hanya ingin menolong karena itu memang sudah kewajiban saya sebagai sesama, tidak perlu memberikan apapun kepada saya." Ucap Faisal tulus


"Tapi keluarga anda butuh nafkah dari mu, karena hal ini anda tidak bekerja dan tidak mendapat penghasilan." Ucap Romi, bahwa Romi peduli kepada Faisal.


Faisal malah tersenyum kecut, "ya memang tuan saya tidak mendapat penghasilan selama bersama kalian, tapi saya sungguh ikhlas tuan ingin membantu, untuk nafkah saya hanya membiayai hidup saya sendiri, sebab saya hidup sebatang kara, orang tua saya sudah meninggal sejak saya kecil, saya hidup berdua dengan adik saya sampai kami dewasa, tapi duka kembali hadir dalam hidup saya."


"Adik perempuan saya satu-satunya, enam bulan yang lalu baru saja meninggal dunia, dengan cara bunuh diri, sebab ia merasa depresi, karena suaminya telah menduakannya dengan menikahi wanita lain yang telah mengandung anaknya."


"Di usia pernikahan adik saya selama tiga tahun, mereka belum saja mendapat keturunan, dan ternyata suaminya selingkuh dan telah menghamili selingkuhannya, akhirnya dia lebih memilih selingkuhanya dari pada adik saya, betapa hancur hidup adik saya sampai ia depresi dan memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan sengaja menabrakkan dirinya ketika kendaraan sedang melaju kencang."


"Itu lah mengapa saya begitu kasihan melihat kondisi Fitri yang sepert ini."


Faisal menceritakan kisah hidupnya yang sangat teragis.


"Astaga mengenaskan sekali nasib adik mu?" alika begitu syok mendengar cerita Faisal menceritakan tentang adiknya.


"Kamu belum punya pasangan?" bertanya Nenek Diah untuk meyakinkan semua orang.


"Belum nek " Jawab Faisal tegas


Romi mengganti amplop coklat dengan cek, yang bertuliskan nominal 10 juta lalu memberikannya kepada Faisal


"Untuk apa ini tuan sudah saya bilang tidak usah." Faisal kembali menolak.


"Simpan saja, jika nanti kamu memerlukannya bisa kamu cairkan." Romi tetap memaksa.


"Tuan jika saya ingin menemui Fitri apa boleh saya berkunjung kemari." Faisal meminta izin kepada Romi.


'Ya, silahkan saja, asal niat mu baik." Romi mempersilahkan, tapi juga mengingatkan agar Faisal tidak macam-macam kepada Fitri, atau tidak memanfaatkan kondisi Fitri yang seperti itu.


"Tidak tuan saya tidak punya niat jahat sedikit pun." Jawab Faisal meyakinkan Romi dan yang lainnya.


....


Hari demi hari berlalu begitu cepat sehingga sudah tak terasa lagi kini sudah berlalu sekitar enam bulan lamanya semenjak kepergian Bu sari.


Fitri pun tinggal bersama Nenek Diah, di rumah nenek Diah, bahkan Nenek diah telah menganggap Fitri seperti cucunya sendiri.


Kini kepribadian Fitri berubah menjadi sosok Fitri yang periang, kondisi kejiwaan nya pun berangsur membaik.


Hubungannya dengan Alika pun cukup baik.


Alika sering mengunjunginya di rumah nenek Diah, bahkan Alika sering mengajaknya berbelanja sesuai kebutuhan Fitri.


Tapi sikap Romi kepada Fitri tetap dingin, bahkan Romi tidak pernah menganggapnya sebagai seorang istri, Romi juga jarang sekali menemuinya, jika Romi bertemu dengan Fitri itu pun secara tidak Sengaja, atau karena paksaan dari alika dengan alasan untuk berkunjung menemui nenek Diah.


Tapi cinta Fitri kepada Romi tidak pernah luntur sedikit pun, ia selalu bahagia ketika bertemu dengan Romi yang katanya suaminya.


Sampai pada suatu hari, Romi dan alika sengaja berkunjung ke rumah nenek Diah, untuk menemui nenek Diah, yang cukup lama tidak mereka jumpai.


Ketika sampai di rumah nenek Diah, Alika mengucapkan salam, "Assalamualaikum...."


"Walaikumsalam...!" Fitri yang menjawab dan menghampiri Alika dan Romi beserta anaknya.


Sebab nenek Diah sedang beristirahat di kamarnya karena merasa kurang enak badan.


"Selamat siang fit!" Seru Alika.


"Siang juga...!" Fitri menjawab tapi tatapan matanya hanya fokus menatap wajah Romi.


Sehingga membuat Romi merasa risih dengan tatapan mata Fitri.


Alika menyadari tatapan mata Fitri dan perasaan suaminya, sehingga suasana menjadi sangat canggung.

__ADS_1


Kemudian Alika menanyakan keberadaan neneknya, untuk memecah suasana, " Fitri!" seru alika


Seketika seruan Alika membuat Fitri terhenyak karena pikiran Fitri sedang fokus kepada Romi.


"Eeh, iya..." Kemudian jawab Fitri.


"Kamu baik-baik saja?" Alika bertanya untuk memastikan kondisi Fitri.


"Iya saya baik kok."


"Apa nenek ada?"


"Iya nenek ada sedang beristirahat di kamarnya."


Sementara Romi di ruang tamu, Alika berlalu mengendong putranya menuju kamar nenek Diah untuk menemuinya, dan ingin memastikan kondisi nenek Diah.


Fitri sendiri berlalu ke dapur akan membuatkan minuman untuk Alika dan Romi.


Tapi saat Fitri Kembali dari dapur Fitri melihat Romi masih duduk sendiri di ruang tamu sambil memainkan handphonenya.


Fitri segera menyuguhkan minuman yang ia buat kepada Romi.


"Silahkan di minum tuan," Ucap Fitri mempersilahkan.


"Ya, terimakasih" Sahut Romi, tanpa melihat ke arah Fitri, ia tetap fokus kepada layar handphonenya.


Tapi tiba-tiba Fitri duduk di pangkuan Romi dengan bergelayutan manja.


Dan berbisik dengan genitnya di telinga Romi, "Aku sangat merindukan mu suamiku...".


Romi sungguh syok menerima perlakuan Fitri yang seperti itu.


"Apa, apaan kamu Fitri! " Seru Romi, Sambil berusaha menghindari, berusaha melepaskan rangkulan tangan Fitri di lehernya.


Tapi Fitri dengan kuatnya mengalungkan tangannya di leher Romi membuat Romi kesulitan untuk melepaskan diri.


Romi tidak bertindak kasar mengingat kejiwaan Fitri, yang Romi Fikri belum sepenuhnya sembuh.


Romi berusaha bersikap baik berbicara dengan lembut.


tapi itu semua membuat Fitri merasa tersanjung dan makin menggila.


Fitri berusaha untuk mengecup bibir Romi.


Tapi Romi tidak tinggal diam ia pun tetap berusaha untuk melepaskan Fitri.


Dan ketika itu juga Alik keluar dari kamar nenek Diah dan bermaksud untuk menghampiri suaminya.


Tapi alangkah terkejutnya Alika menyaksikan adegan Fitri dengan suaminya.


"Astaga...!" Gumam Alika.


Gumam Alika mampu menghentikan aksi Fitri, namun Fitri tetap duduk di pangkuan Romi.


"Honey, ini tidak seperti yang kamu duga." Romi mencoba untuk menjelaskan.


Alika tau setatus Fitri istri Romi, tapi mengapa hatinya terasa begitu sakit, ketika menyaksikan semua itu,


Romi bangun dari duduknya tidak memperdulikan Fitri yang masih duduk di pangkuannya, sehingga sampai membuat Fitri jatuh dan terduduk di lantai.


Romi menghampiri Alika yang hanya berdiri mematung.


Romi berusaha untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


"Honey Aku tidak melakukan apapun, Fitri yang berusaha untuk menggoda ku, percayalah padaku honey." Romi mencoba menjelaskan yang sebenarnya.


Tapi Fitri malah memekik dengan penuh emosi.


"Ya Alika, aku yang memulai semuanya, aku ingin meminta hak ku sebagai seorang istri, kenapa? kamu marah, kamu tidak terima?" Fitri seakan menantang Alika.


Tapi tidak sampai di situ, sebab Fitri terus saja meracaw.


"Dasar ya kamu perempuan munafik, egois, tampilannya saja seperti wanita alim, baik hati tapi hati mu busuk penuh iri dengan kepadaku."


"Di depan semua orang berlaga balik, terutama di depan suamimu hanya untuk mencari simpati orang, dengan bersandiwara mengizinkan suamimu menikah lagi, tapi kamu hanya membuat suamimu berbuat dosa, karena tidak berlaku adil kepada ku, dasar munafik." Fitri mencaci maki Alika.

__ADS_1


__ADS_2