Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 119


__ADS_3

Dua Minggu berlalu, semenjak Romi mengantarkan alika pulang mereka tidak pernah bertemu lagi, dan hubungan mereka pun makin merenggang karena jarak dan ego masing-masing, meski saling merindukan tapi tak ada salah satu pun di antara mereka yang mau menurunkan egonya, bertanya kabar meski lewat chat whatshApp pun tidak, padahal sebelumnya Romi selalu melakukan itu, tapi semenjak mendapat penolakan dari alika Romi merasa harga dirinya tak di hargai dan timbul lah ego jual mahal nya Romi.


Meski begitu Romi selalu menghubungi keluarga alika untuk menanyakan kabar alika.


Dan waktu untuk acara pernikahan Fahri dan Rani pun telah tiba. sesuai rencana keluarga Romi dan keluarga alika akan menghadiri acara bersama - sama.


Pagi itu keluarga Romi telah stand by di kediaman nenek Diah, untuk menghadiri acara bersama, namun Romi tak nampak bersama mereka, membuat hati alika bertanya - tanya.


"Kemana dia, apa semarah itu kah dia kepada ku, sehingga dia tidak mau bertemu dengan ku, tapi baguslah kalau begitu,,,!" Batin alika berusaha untuk menenangkan pikirannya sendiri. yang resah gelisah.


mereka telah bersiap dengan dandan masing - masing dengan konsep pesta pernikahan.


begitu juga dengan alika terlihat sangat cantik dan elegan tapi aura yang terpancar di wajah nya terlihat sendu, tak bergairah seperti memiliki beban pikiran.


Keluarga alika terutama nenek Diah sangat mengerti dengan apa yang alika rasakan, mereka selalu berusaha untuk menghibur nya.


keluarga Romi pun memberi tau semua nya,


mengapa Romi tidak bersama mereka, Romi sedang di luar kota mengurus bisnis nya tapi ia akan mengusahakan agar bisa hadir di acara pernikahan Fahri, tapi entah kenapa ia akan tiba.


setelah semua siap dan memang sudah waktunya untuk berangkat kemudian mereka semua berangkat ke tempat acara.


selang beberapa waktu mereka tiba di tempat acara, mereka di sambut dengan hormat oleh keluarga Abi Husein... mereka di persilahkan masuk dan duduk di tempat yang sudah di sediakan karena acara akad nikah akan segera di mulai.


Fahri sudah standby di duduk di kursi di tempat ijab qobul akan di laksanakan, tak lama iringan pengantin wanita pun tiba, terlihat Rani sangat anggun dengan kebaya pengantin nya, terlihat seulas senyum di bibirnya Rani, ia terlihat bahagia dan telah siap dengan pernikahan itu, tetapi tidak untuk Fahri, ia berekspresi datar tidak menunjukkan kebahagian sedikit pun, ia malah terkesan murung di tambah saat ia melihat rombongan alika dan keluarga beserta keluarga Romi.

__ADS_1


Fahri pun bertanya - tanya kemana Romi mengapa tidak ikut serta bersama rombongan keluarga.


...


sepasang pengantin telah duduk bersanding di depan penghulu, Fahri pun telah di berikan pengarahan kapan saat ijab qobul harus di ucapkan, Fahri hanya mengangguk tanda mengerti. dan kemudian pak penghulu segera memulai acara nya.


Dan saat Fahri di beri aba - aba untuk mengucapkan apa yang telah di beri tau kan sesuai arahan.


Dengan lantang Fahri mengucapkan " saya terima nikah dan kawin nya alika tri habsari binti almarhum Bayu Nugraha..." terhenti karena semua menghentikan nya.


"Fahri ingat wanita yang akan kamu nikahi adalah Rani " Bisik Abi Husein.


Rani menatap Fahri dan tersenyum, ia paham betul mengapa Fahri menyebut nama alika bukan namanya.


"Aku paham betul apa yang kamu rasakan, dari jauh jauh hari kamu telah mempersiapkan ini semua bersama alika, bahkan hanya nama nya yang kamu hafalan, tapi takdir berkata lain Fahri, ternyata semua ini harus di lalui bersama ku...!" Batin Rani.


Dan apa yang di ucapkan Fahri membuat alika syok tak menyangka Fahri akan menyebutkan namanya, ia mengingat kembali, bagaimana mereka telah merancang pernikahan nya, berandai-andai jika setelah mereka menikah dan berumah tangga, dalam bayangan mereka begitu bahagia, tapi apa? pada kenyataannya, mereka terpisah begitu saja tanpa kesalahan apapun yang mereka lakukan untuk sengaja berpisah.


"maaf Fahri, aku tau ini tidak mudah bagimu, begitu pun aku sesungguhnya aku tidak menginginkan ini semua, untuk merasa adil bagi semua nya, aku akan memilih menjauh dari kalian berdua, biar adil untuk kita semua, kita akan sama sama terluka dan tersakiti, tapi seiring waktu aku yakin semua akan baik-baik saja...!" Batin alika, meyakinkan diri nya atas keputusan yang akan ia ambil


tapi tidak di pungkiri hati alika sangat berharap kehadiran Romi, namun ia tak kunjung datang sampai acara ijab qobul selesai.


setelah mengulang ijab qobul nya, kini Fahri telah sah memperistri Rani sebagai pendamping hidup nya.


Kemudian acara langsung di lanjutkan ke acara resepsi, masih di hari yang sama di tempat yang sama pula, setelah sepasang pengantin berada di pelaminan, semua tamu di perkenankan untuk memberi ucapan selamat kepada pengantin. begitu juga dengan alika dan rombongan nya, saat di rasa semua sudah selesai mereka pun hendak pamit dan menyambangi pengantin satu persatu untuk mengucapkan selamat.

__ADS_1


karena Romi tak kunjung datang sampai saat mereka memutuskan untuk pulang, alika terus saja di dampingi kakak nya yaitu Gani.


saat giliran alika yang harus mengucapkan selamat kepada pengantin, berhadapan tepat di depan Fahri, sekuat mereka menahan tangis yang ingin pecah saat itu, tak ada satu kata pun yang mampu alika katakan kepada Fahri hanya seulas senyum yang penuh kegetiran, Gani selalu siaga menemani alika mengelus pundak adiknya untuk menguatkan nya.


"Ini yang kamu mau alika, apa kamu bahagia dengan melihat ini? sakit bukan? itu yang aku rasakan saat tau kau telah jadi istri orang tanpa ada alasan apapun dari mu, tapi bodoh nya aku tetap saja mengharapkan mu walaupun sudah jelas-jelas kau telah mencampakan ku, membuang ku, dan karena sikap mu yang telah sangat menyakiti ku, aku akan buktikan kepada mu aku akan bahagia tanpa mu, meski pun perlu banyak waktu....!" Fahri membuka pembicaraan dan itu jadi satu tamparan keras bagi alika hingga ia tak bisa lagi menahan tangisnya dan menangis tersedu-sedu, Gani merangkul pundak adik nya.


"Kamu mau kan menemani ku menyembuhkan semua lukaku, menghapuskan semua tentang nya (alika) dalam hidup ku, mengganti semua nya menjadi hanya tentang mu, dengan cinta kasih sayang dan ketulusan mu,,,!" Fahri sengaja bicara seperti itu pada Rani istrinya di depan alika.


"Kamu tau alika, ketulusan Rani telah menyadarkan ku arti dari sebuah ketulusan, lihat dia begitu tulus kepada ku, walaupun dia tau ini tidak adil bagi nya, tapi karena itu aku berjanji akan membuat nya bahagia bersama ku,,,!" Sambungan Fahri.


Alika mengangguk dan menarik nafas panjang untuk menahan emosi nya lalu berucap " Ya bagus lah jika begitu, itu yang saya harapkan semoga kalian berdua bahagia, saya cukup lega mendengar janjimu,,,!"


"Kamu memang harus bahagia Rani dengan apa yang telah kamu korban, aku percaya ketulusan mu, sekali lagi selamat, dan semoga selalu berbahagia...!" Ucap alika kepada Rani dan memeluknya, Rani pun tak sanggup menahan derai air mata nya. karena Rani tau apa yang di rasakan oleh Fahri dan alika, sebab dia saksi dari perjalanan cinta Farhat dan alika yang begitu besarnya seakan takan terpisahkan.


Tapi takdir berkata lain.


Alika berlalu meninggalkan pasangan pengantin tersebut di ikuti Gani yang telah memberi ucapan selamat pula.


keluarga alika dan keluarga Romi menunggu di parkiran, mereka sangat menyayangkan Romi belum kunjung datang sampai mereka semua akan pulang.


Dan kemudian merek berpisah di parkiran, untuk pulang masing-masing keluarga.


Tapi alika dan keluarga memutuskan untuk berziarah ke makam ayahnya terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah.


bersambung....

__ADS_1


....


__ADS_2