
Karena tidak di pungkiri Romi pun merasakan sesak yang luar biasa menahan perasaan nya melihat alika seperti itu, belum lagi si Otong yang merona ronta, membuat Romi tambahan merasakan sesak yang lumayan nyeri.
....
Kemudian Romi menghampiri keluarga nya yang sedang berada di ruang makan, untuk mencari nina.
Papa bagas dan semua keluarga menanyakan kondisi alika saat Romi menghampiri mereka, tapi Romi tidak menjawab nya malah ia memanggil Nina dan memerintahkan Nini membereskan pakaian alika di kamar Bu sari,
Sontak semua yang mendengar nya heran dan bertanya apa yang terjadi, terutama mama Ranti.
"Apa tadi alika menolak nya, sampai Romi mengatur emosi saat keluar dari kamarnya, dan mengambil keputusan mengusir alika saking ia emosinya kepada alika,,," dalam batin mama Ranti.
" Romi,,, jangan emosi,,, pikir kan dulu jangan usir alika... Mungkin karena dia sedang sakit jadi dia menolak mu..." Ucap mama Ranti sok tau atau salah pengertian.
Membuat Romi bingung dengan ucapan mama nya.
"Apa maksudnya...?" Tanya Romi bingung
Mama Ranti menjelaskan bahwa ia melihat adegan Romi yang hendak mencumbu alika, dan melihat Romi keluar kamar dengan penuh emosi,
" Oo... Jadi mama pikir, karena aku di tolak terus aku marah dan ingin mengusirnya begitu..." Romi menebak pikiran mama nya
Lalu mama Ranti mengangguk kan kepala membenarkan ucapan Romi...
Romi tersenyum sinis sambil menggelengkan kepalanya.
" Mama salah, saya menyuruh Nina membereskan pakaian alika untuk di pindahkan ke kamar saya, sekarang alika tinggal di kamar saya" Romi menyangkal sangkaan mama nya.
" Ya... syukurlah kalau begitu" mama Ranti merasa lega.
Kemudian datang Yunus bersama dokter untuk memeriksa keadaan alika.
Lalu Romi segera mengantar dokter ke kamar nya dan yunas pun ingin ikut bersama Romi
Namun Romi menghentikan langkahnya dan berbicara.
" Sekarang alika tinggal di kamar saya, jadi untuk privasi tidak ijinkan masuk Semarang orang," ucap Romi, mengingat Mama Ranti yang memergoki adegan dirinya dengan alika.
Sekaligus memberi kode kepada yunas untuk tidak mengikuti Romi dan dokter menuju kamar nya, mengingat alika juga belum berganti pakaian, kebetulan dokter keluarga mereka perempuan jadi tidak masalah melihat Alika belum berganti baju.
Yunas pun mengerti dengan maksud Romi, dan memilih untuk tetap tinggal bersama keluarga Romi dan menunggu untuk melaporkan informasi informasi yang ia dapat kan.
....
Terlihat Alika duduk mematung di bibir ranjang menunggu yang membawakan
Baju ganti untuk nya.
Dan tiba-tiba pintu di buka, ternyata Romi dan dokter yang masuk.
Alika terlihat begitu terkejut melihatnya, ia langsung bangkit dari duduk nya,
" Hay nona alika... Selamat pagi " sapa dokter
" Pagi...!" Jawab alika.
Romi pun mengenalkan dokter Erika, adalah dokter keluarga dan yang menangani nya tadi malam,
" Dokter Erika,,, mo mengecek keadaan kamu,,," Romi menjelaskan.
" Seperti nya nona alika terlihat sudah lebih segar ya,,," ucap dokter Erika yang melihat rambut alika basah,
Alika hanya tersenyum tipis menimpali ucapan dokter Erika,
" Mari saya periksa dulu,,,! Nona tolong anda rebahan dulu,,,!" Dokter Erika mengintruksi.
Alika malah menatap wajah Romi, seakan meminta izin, Romi pun mengerti maksud alika kemudian Romi memejamkan dan mengangguk pelan memberi isyarat bahwa ia mengizinkan nya.
Setelah alika berbaring dokter Erika langsung memeriksa detak jantung alika,
__ADS_1
" Kenapa nona...! Seperti nya anda tegangan sekali sampei detak jantung anda tidak beraturan, coba tenangkan dulu,,,,! Ambil nafas panjang,,,, ya,,,, terus,,,,!!!, lalu keluarkan perlahan... Ya bagus,! " Dokter mengintruksi dengan di ikuti oleh alika,
Setelah di rasa alika cukup tenang, detak jantung nya kembali normal
Dokter memeriksa tekanan darah nya...
" Masih rendah ya,,, tapi tidak apa apa jangan kawatir, cukup banyak istirahat, minum obat nya, makan makanan bergizi dan teratur, banyakin minum air putih ya nona,,," saran dokter.
Alika hanya mengangguk kan kepala...
" Nona alika memang nya sering jantung berdebar kencang, tidak karuan seperti tadi?" Tanya dokter perihal jantung alika
Alika menggelengkan kepalanya...
" Ya kalau sering kaya gitu, tanpa melakukan aktivitas berat itu ga baik, apa lagi terasa sesak dan nyeri, itu harus di periksakan ke dokter jantung untuk penanganan lebih detail."
" Ya Dok,,,!" Jawab alika
" Gawat nih,,,, kalau lama lama sering begini aku bisa beneran sakit jantung" batin alika dengan ekspresi wajah datar.
Karena dokter pun sudah selesai memeriksa nya, kemudian alika bangkit dengan posisi duduk, lalu Romi menggenggam tangan alika yang berada di pangkuan nya,
" Kamu gak papa kan sayang " ucap Romi sambil menggenggam tangan alika karena melihat ekspresi wajah alika.
Alika gugup dan menarik tangan nya...
" Tuh kan di mulai lagi bikin jantung saya berdebar kencang" batin Alika.
Dokter Erika tertawa kecil melihat sikap alika yang terkesan malu-malu menurut dokter Erika
"Seperti nya nona alika tidak nyaman dengan keberadaan saya, tenang nona saya sudah bisa melihat hal hal seperti ini, bahkan yang lebih parah dari ini juga saya sering melihat nya, jadi bisa aja " dokter Erika mencari kan suasana.
" Oo ya tuan Romi !!!, Ini saya bawakan obat untuk anda sekalian salep nya supaya luka lebam nya cepat sembuh, karena kan semalam anda tidak ingin saya periksa, dan tidak mau di buatkan resep jadi saya inisiatif sendiri bawakan obat untuk anda, di minum ya, di pakai juga salepnya," ucap dokter Erika kepada Romi.
" Tidak perlu repot-repot dok,,,!" Jawab Romi
"Ya terimakasih banyak,,, 🙏" Romi
Setelah selesai semua urusan nya, dokter Erika pun pamit kepada alika dan romi lalu segera meninggalkan mereka.
Lalu Nina pun masuk membawakan pakaian alika,
" Kenapa lama sekali...!" Tanya alika kepada Nina.
" Ya aku kan beresin dulu semuanya,,,, " jawab Nina
" Kenapa semua nya,,, pantesan lama, mestinya kan satu dulu, biar aku bisa cepat ganti baju,,,!" Alika kesal
" Ya aku kan cuma ngikutin perintah...!" Jawab Nina sambil melirik kearah Romi.
Alika pun mengerti maksud alika, bahwa Romi yang memerintah kan nya seperti itu.
Alika segera membawa pakaian pakaian nya untuk segera berganti pakaian.
" Pantesan lama...!" Ucap alika menatap sinis kepada Romi sambil berlalu.
Romi tetap diam tidak memperdulikan obrolan dua orang itu.
Nina pun kembali ke dapur, di ikuti Romi yang juga keluar kamar menemui Yunas yang memang menunggu nya.
Kemudian yunas melaporkan semua informasi yang ia dapatkan kepada romi
" Oke,,, kamu urus semua nya, kita ketemu lagi nanti siang...!" Interuksi Romi kepada Yunas.
" Baik tuan,,,!" Jawab patuh yunas. Lalu bergegas pergi.
Romi pun kembali ke kamarnya dan melihat alika sudah berganti pakaian dengan setelan rumahan, terlihat sangat sederhana namun tetap cantik dan berkelas.
Romi duduk di sebelah alika, dan mengajak nya untuk sarapan, yang sudah di sediakan sedari tadi.
__ADS_1
" Ayo,,, sarapan dulu,,, lalu minum obat nya!" Ajak Romi
Alika mengagumkan kepalanya tanda mengiakan ajakan Romi,
Dengan tenang dan dalam kebisuan merek menikmati sarapan mereka.
Sebenarnya alika merasa sangat canggung sarapan berdua dengan Romi, tapi memang tidak ada pilihan lagi, beda dengan Romi yang sudah biasa sarapan, atau pun apa yang di lakukan nya di temani alika, tapi beda nya kali ini alika ikut serta menikmati hidangan, biasanya alika selalu menolak jika di ajak makan bersama oleh Romi, namun kali ini alika bersedia, karena ia pun merasa sangat lapar dan tidak punya tenaga lagi untuk menghadapi sikap Romi yang membuat jantung nya selalu berdebar kencang.
Kemudian keluarga Romi masuk untuk melihat keadaan alika dan sekaligus pamit karena mereka akan pergi beraktifitas seperti biasa.
Saat mereka masuk, alika hendak bangkit dari duduknya untuk menghormati mereka, tapi Romi menahan nya menarik tangan alika agar tetap duduk.
Semua keluarga pun melihat gerakan mereka berdua, dan memahami nya.
Kemudian mereka pun ikut duduk.
" Selamat pagi,,, nak,,,! bagaimana keadaan mu,,, ?" Sapa mama Ranti kepada alika.
" Alhamdulilah saya sudah baikan Bu,,,!" Jawab alika
Mama Rantai pun meminta maaf atas sikap nya belakang ini kepada alika,
" Mama bersikap seperti itu karena mama tidak ingin kalian melakukan dosa, yang bisa merugikan semua...!" Alasan mama Ranti
" Ya Bu saya mengerti, saya pun mohon maaf kepada semua nya atas kejadian ini, tidak ada maksud saya untuk membohongi semuanya..." Jawab alika
Mama Rantai dan papa Baga memberikan pesan pesan atau menasehati mereka berdua supaya rumah tangga mereka langgeng dan bahagia, sampai kakek, nenek,
Tentu saja Romi mengamininya. Alika pun ikut mengamini.
Lalu mereka semua berpamitan untuk segera pergi beraktifitas masing masing.
" Istirahat ya, jangan lupa minum obat nya," ucap mereka Sabil memberi pelukan kepada romi dan alika secara bergantian.
" Ciyee kakak ipar...!" Goda Kania saat mendapat giliran memeluk alika.
Alika pun hanya tersenyum tipis membalas godaan Kania
" Semoga bahagia ..." Ucap anda kepada alika dan romi.
" Jagain ya kakak ipar aku...!" Seru Kania kepada romi dengan nada jutek sembari menggoda nya.
" Dasar pokemon...!" Romi menimpali candaan Kania
Kemudian semua berlalu sambil tertawa.
Kini tinggal lah mereka berdua ( Romi dan alika) kembali hanya ada keheningan.
" Ayo minum obat mu" ucap Romi memecah suasana canggung di antara mereka.
" Saya,,,! Anda juga kali tuan...!" Jawab alika
" Aku ga papa...! Kamu tuh yang harus minum obat nanti pingsan lagi...!" Romi mengingatkan.
" Saya mau minum obat kalau tuan Juga mau minum obat,,," ucap Alika, sengaja agar Romi mau minum obat, karena dari awal Romi memang menolak untuk di obat.
" Oke... Saya minum obat saya, asal kamu mau minum obat kamu,,,!" Romi menyetujuinya karena tidak mau berdebat dengan alika
Alika pun menyediakan obat mereka masing masing lalu meminumnya. Begitu juga dengan Romi selah di sediakan oleh alika langsung meminum obat nya.
Alika pun mengoleskan salep yang di berikan dokter untuk Romi.
Romi hanya pasrah menerima perlakuan alika, yang sangat hati-hati mengleskan salep itu di wajah nya.
" Apa sakit tuan...?" Tanya alika
" Ya lumayan,,, tapi tidak sesakit pukul mu ya langsung mengenai hati saya...!" Ucap Romi...
Deg... Jantung alika kembali merasakan debaran yang tidak karuan mengingat kejadian itu.
__ADS_1