Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 90


__ADS_3

...🌚🌚🌚🌚🌚...


Sesampainya di apartemen, ternyata yunas sudah menunggu mereka di depan pintu apartemen Romi, dengan menenteng paper bag yang berisi baju ganti untuk alika.


Yunas membuka pintu, dengan memencet kode husus yang hanya ia dan Romi yang tau kodenya.


Kemudian Romi masuk bersama alika yang ia pangku.


Romi langsung membawa alika ke kamarnya, lalu membaringkannya di tempat tidur, keadaan alika masih setengah sadar, kepalanya masih terasa pusing alika pun muntah di jas Romi yang alika kenakan.


Romi mengambil air putih untuk alika minum, ke dapur.


Meski jarang ke apartemennya, namun secara rutin yunas akan menyuruh petugas untuk memberikan apartemen itu sesuai perintah Romi,


Selain membawakan baju ganti untuk alika, yunas juga membawakan makanan ringan dan minuman kaleng untuk persediaan Romi dan alika, seperti kebiasaan Romi jika ingin ke apartemennya selalu membawa bekal makanan terlebih dahulu.


Sembari mengambil air putih, Romi sekalian mengambil paper bag yang di bawa yunas di ruang tamu karena Yunas menunggu di sana. untuk mengganti pakaian alika yang sobek dan kotor karena muntahannya sendiri.


Romi kembali ke kamar dengan membawa air putih dan baju ganti untuk alika, dilihatnya alika masih terkulai lemas, Romi langsung membersihkan tubuh alika membuka satu persatu pakaian alika.


Tidak ada perlawanan sama sekali dari alika,


Alika seperti pasrah, karena tidak berdaya.


" Ooh tuhan ini benar-benar ujian untuk ku...! bisa-bisanya si bajingan itu (Robert) mengatai ku gay,,, dia gak tau kalau lagi begini si Otong selalu berontak,,, alangkah tersiksanya aku tuhan....!" gumam Romi.


Tidak di pungkiri Romi terangsang saat menanggalkan satu persatu pakaian alika, Romi melihat langsung dan jelas mulus dan moleknya tubuh alika. sebagai lelaki normal Romi sudah pasti merasakan hal itu.


Romi sampai berkali-kali menelan ludah kasar karena merasa gugup, menahan hawa nafsunya, sampai keringat dingin bercucuran.


Saat romi membuka baju ganti yang di bawakan oleh yunas, mata Romi terbelalak.


" Sial ini jebakan...! kurang ajar si botol mau menyiksa ku sepanjang malam,,,!" gumam Romi.


Bagaimana tidak baju itu ternyata gaun malam yang transparan dan kurang bahan.


Pandangan Romi bisa menerawang melihat seluruh isi tubuh alika saat romi sudah memakaikannya.


Karena hanya ada baju itu yang bisa alika kenakan.


Setelah selesai membersihkan tubuh alika dan mengganti pakaiannya, Romi hendak beranjak keluar untuk menemui yunas yang menunggunya di ruang tamu.


Namun alika menarik tangan Romi , alika menahan Romi yang hendak keluar.


" Tuan...!" suara alika lirih, dan romi langsung terhenti


" Jangan alika jangan meminta itu sekarang,,,, walaupun aku sangat menginginkannya, tapi aku tidak mungkin melakukannya dengan keadaan mu seperti ini, aku tidak tega, di tambah kamu sedang setengah sadar begini, pengecut jika aku melakukannya dengan keadaan mu yang seperti ini....!" batin Romi


" tuan...!" lirih alika lagi karena tidak mendapat respon

__ADS_1


" Jangan goyahkan pendirian ku alika...! karena iman dan Imin ku sedang bertarung saat ini...!" Romi masih membatin.


"Tuaaan apa anda tidak mendengarku ...!" seru alika kesal dengan gaya manjanya.


" Iya,,, iya,,, honey aku mendengar mu,,,! kenapa...?" jawab Romi penuh kasih sayang.


" Tolong aku,,,! ambilkan obat di tas ku,,, kepala ku pusing sekali...!" ternyata alika meminta tolong kepada Romi, bukan meminta haknya sebagai istri.


Romi pun bernafas lega...


"Oo.. ya tentu saja...!" jawab Romi.


lalu mengambil tas alika dan mencari obat yang alika maksud.


Romi menemukannya. dan merasa tidak asing dengan obat itu... sepertinya ini obatku yang nenek diah kasih tempo hari.


" Ada gak tuan...!" tanya alika karena sudah tidak sabar ingin segera minum obat sebab tidak tahan lagi menahan rasa sakit kepala.


" Iya ada...! tapi beneran ini obatnya, apa gak salah, tapi cuma ada obat ini di tas mu...!" Romi kurang yakin.


" Iya tuan,, saya yakin itu, saya tau kok khasiat dari obat itu...!" jawab alika meyakinkan Romi.


Lalu Romi memberikannya kepada alika dan membantu meminumkannya.


...


Semtara yunas di ruang tamu sungguh merasa kesal kepada romi karena dirinya di biarkan menunggu begitu saja.


Tak lama Romi keluar dengan bercucur keringat... dengan ekspresi wajah di tekuk.


" Waah kayanya seru sekali ya tuan...!" pertanyaan yunas membuat Romi bingung.


"Apanya yang seru...!" Romi balik bertanya.


" Ya itu main kuda kudaan...! sampai mandi keringat begitu, apa AC di kamar mu rusak tuan...!" yunas menyindir Romi sambil menggodanya.


" Sialan lu botol...!" jawab Romi kesal sambil memukul kepala yunas.


" AAww sakit tuan,,,!" yunas merintis kesakitan.


" Rasakan itu...!" ucap Romi kesal.


" Apa salah saya,,,?" tanya yunas tidak mengerti.


Mendengar pertanyaan yunas, Romi menatap yunas dengan tatapan yang mengerikan.


" Kamu tidak tau apa kesalahan mu...!" tanya Romi.


Yunas menggelengkan kepalanya karena memang tidak merasa melakukan kesalahan.

__ADS_1


" Kenapa kamu bawa baju ganti buat alika baju seperti itu,,,?" Romi mengintrogasi yunas.


" Memangnya baju apaan tuan...!" jawab Yunas masih belum mengerti.


" Memang baju itu dari mana, siapa yang kasih baju itu sama kamu...!" Romi malah merasa tidak mengerti mendengar ucapan yunas yang sepertinya kebingungan.


" Tuan kan suruh saya tanya istri saya, jadi ya saya tanya dia, baju ganti apa yang cocok buat nona alika malam-malam begini, dia langsung paham dan mengambilnya, dia bilang kebetulan bajunya masih baru. katanya sih gitu tuan...! saya malah tidak tau baju seperti apa yang istri saya kasih...!" yunas menjelaskan


" Dasar botol, harusnya kamu cek dulu, bagai mana kalau ada ranjau di dalam nya...!" Romi geregetan dengan sikap yunas.


"Haah... !!! ranjau...? gak mungkin...! saya percaya sama istri saya, tidak mungkin dia akan menyakiti nona alika...!" Yunas tidak yakin ada ranjau di baju itu


" Dasar botol...!" Romi memukul kepala yunas lagi


" Hukum saya tuan jika begitu, karena saya sudah teledor membuat anda dan nona alika dalam bahaya...!" Yunas pasrah karena yunas tau Romi tidak akan semarah itu jika tidak ada alasan.


" Kamu tau baju apa yang kamu bawa... ( Yunas menggelengkan kepalanya) gaun malam, yang transparan dan kurang bahan, kamu tau itu penyebab saya bisa mandi keringat dingin, iman dan Imin saya bertarung... melawan hawa nafsu.... karena baju sialan itu...!" Romi menjelaskan dengan penuh emosi.


" Terus siapa yang menang iman, apa Imin, atau hawa nafsu...?" pertanyaan Yunas membuat Romi geram.


" Botol...!" seru Romi hendak memukul yunas lagi. tapi kali ini yunas berhasil mengelak karena sudah tau pergerakan Romi.


Kemudian yunas melaporkan informasi yang telah ia dapatkan dari para bodyguardnya.


" Anak buah saya tadi sudah menghubungi saya, mereka sudah mendapatkan bukti-bukti yang akurat, dan saksi mata yang bersedia memberikan kesaksiannya, untuk memperkarakan Robert, mereka juga mengirimkan semua rekaman-rekaman dari awal kejadian. saya juga sudah melihatnya, dan memang tindakan Robert sudah melecehkan nona alika patut di beri pelajaran !" yunas melaporkan pekerjaan anak buahnya.


" Ya bagus kalau begitu...! tuntut Robert seberat-beratnya jangan biarkan dia lolos... dan Melly juga harus mendapatkan ganjarannya...!" perintah Romi


" Baik tua...!" tapi yunas menampilkan ekspresi wajah yang menahan tawa karena teringat hal gaun malam yang membuat Romi tersiksa.


" Kenapa kamu ngtawain saya,,,! berani-beraninya kamu,,,!" Romi tidak suka melihat ekspresi wajah yunas yang sakan meledeknya.


" Maaf tuan biarkan saya tertawa dulu...!" yunas terkekeh sendiri.


" Nerengsek ya lu,,,, malah di sengajain,,,!" dan Romi malah semakin mengelitik yunas, membuat yunas makin histeris tertawa, dan jadi hiburan buat Romi.


"Ampun tuan ... ampun...!!!" teriak yunas


" Anda payah tuan... payah sekali...!" masih teriak yunas meledek Romi.


Dan mereka malah tertawa bersama.


Ya,, walaupun sebagai atasan Romi terkesan tegas, dan kadang kejam, suka berkata kasar, tapi sebenarnya Romi baik hati dan menyayangi yunas, karena yunas orang terdekat Romi dari kecil, sudah Romi anggap yunas sebagai sodaranya sendiri. Yunas pun sudah tau betul bagaimana menghadapi Romi di berbagai moodnya Romi.


....


**Hay para ALrs jangan lupa ritual nya ya, tinggal kan jejak mu dengan cara like, vote, komen.


othor tunggu ya...

__ADS_1


terimakasih atas dukungan nya 🙏🙏🙏


love you para ALrs 😘😘😘**


__ADS_2