Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 154


__ADS_3

Masih tentang orang-orang yang minim akhlak seperti Andi, Nina dan Kania.


Andi dan Kania terus saja melakukan hal yang sama menekan tombol bel pintu kamar Kania dan menggedor nya.


Itu sungguh mengganggu bagi Kania, dan akhirnya Kania menghubungi langsung layan pengaduan keamanan dan kenyamanan dari pihak hotel, untuk mengadukan ketidak nyamanannya, agar pihak ke aman hotel menegur dan memperingati Andi dan Nina


yang menggangu kenyamanannya untuk beristirahat.


Ya, tak lama pihak hotel datang dan langsung menegur andi dan Nina. agar tidak membuat keributan mengganggu pengunjung lain.


Andi mencoba berkali-kali menghubungi kania agar membukakan pintu.


tapi sama sekali tak di restoran oleh kania.


"Sial,,,,!" Andi merasa kesal.


"lagian kamu sih mas ngapain coba pake narik-narik aku segala, ngelarang aku nginep di kamar Kania, kalau gak kan aku dah tidur sekarang bersama Kania" Nina menyalahkan Andi.


"Aku takut tidur sendirian, kebayang omong aku sendiri yang nakut-nakutin kamu aku malah gak bisa tidur, makanya aku mau tidur bareng kania" Andi memberi tau alasan nya.


"Terus sekarang kita gimana ni!" Nina menanyakan bagaimana nasib nya, tidur sendiri takut, tidur bersama Kania gak mungkin, karena Kania tidak membukakan pintu untuk mereka.


"Ya sudah kamu sekarang ikut saya ke kamar saya!" Andi mengajak Nina untuk tidur di kamar nya.


" Ogah aku tidur sama mas Andi, bisa-bisa kesucian ku hilang" Nina menolak.


"Ya sudah kalau tidak mau, lagi ya kamu Sadar diri dong, kamu tuh siapa! gak mungkin aku suka sama kamu, kamu tuh bukan tipe aku, nggak banget!" Ucap Andi tersenyum sinis lalu meninggalkan Nina


Dan semua itu membuat hati Nina terasa sangat sakit, padahal mereka sering berguyon dengan nada sindiran yang lebih kasar dari pada kata-kata yang baru saja Andi ucapkan.


Nina mematung merasakan sakit hatinya.


"Serendah itu kah aku di mata mu mas?" Tanya Nina dalam batin nya.


Kemudian Nina kembali ke kamarnya untuk tidur.


.


.


.

__ADS_1


Kondisi Cherry....


Setelah di bujuk dan di rayu oleh nenek nely, Cherry tetap saja murung tak bergairah.


Cherry tak mau makan dan tak melakukan kegiatan apa pun, selain berdiam diri di kamarnya.


Tuan Carlos sudah kembali ke apartemen.


kali ini tuan Carlos berencana akan lebih lama menetap di kota itu karena urusan pekerjaannya.


Dan memilih tinggal di apartemen miliknya tidak menginap di hotel.


Nenek Nely begitu mengkhawatirkan kondisi cucunya yang berubah drastis.


membuat nya pun tak nyenyak tidur, ia selalu memikirkan Cherry yang belum makan apa pun sepulang dari Bali bersama papinya.


Sekitar tengah malam nenek Nely beranjak dari tempat tidur nya dan menemui Cherry di kamar Cherry, dan alangkah terkejut ia mendapati cucu semata wayangnya tertidur dalam keadaan demam tinggi.


"Astaga Cherry badan mu panas sekali nak" Seru nenek ketika mengecek suhu tubuh cucunya.


Kemudian nenek ngambil makanan dan meminta Cherry untuk makan dulu sebelum minum obat tapi Cherry menolak untuk makan dan minum obat.


"Cherry gak mau nek, biarin aja Cherry seprti ini, Cherry mau bertemu mami, Cherry pengen main bersama mami di surga" Gumam Cherry lemah.


Nenek pun menangis, dan curiga ada suatu hal yang membuat Cherry begitu membatin.


kemudian nenek menghubungi tuan Carlos dan meminta tuan Carlos untuk segera datang menemuinya saat itu juga karena kondisi Cherry sangat menghawatirkan.


Selang beberapa waktu tuan Carlos pun sampai di kediaman nenek Nely.


ia bergegas masuk dan melihat kondisi Cherry.


"mom seperti nya kita harus membawa Cherry ke rumah sakit jika di biarkan seperti ini kondisinya akan makin memburuk" Tuan Carlos sangat mengkhawatirkan kondisi putri semata wayangnya.


Nenek Nely menyetujui usulan dari tuan Carlos.


Mereka segera membawa Cherry ke rumah sakit untuk diperiksa dan di obati.


Di sepanjang perjalanan menuju rumah sakit Cherry terus saja menggumam dengan menyebut nama Kania.


"Siap Kania Carlos?" Tanya nenek tua yang terus saja menangis sedari tadi.

__ADS_1


bagaimana tidak ia menangis setelah 4 tahun kepergian putrinya di susul oleh suaminya meninggalkannya, kini telah lima tahun kepergian putrinya, dan satu tahun kepergian suaminya.


Nenek Nely begitu takut akan kehilangan Cherry, karena Cherry satu-satunya alasan mengapa ia tetap semangat menjalani hidup meski dalam duka yang teramat dalam di tinggalkan oleh orang-orang terkasih nya.


Tuan Carlos enggan menjelaskan apa yang sebenarnya telah terjadi sewaktu di Bali.


"Carlos Jawa saya, siapa itu Kania, mengapa Cherry menyebut-nyebut namanya?" Nenek Nely mendesak jawaban dari tuan Carlos.


"Ya mom nanti saya jelaskan, siapa itu Kania" Tuan Carlos mencari waktu yang tepat untuk menceritakan semuanya kepada nenek Nely.


Sesampainya di rumah sakit Cherry langsung di tangani oleh Dokter.


karena kondisi Cherry yang sangat lemah dan demam yang sangat tinggi di haruskan Cherry di rawat di rumah sakit.


meskipun sudah mendapatkan penanganan dari dokter, Cherry sesekali masih saja menggumam menyebabkan nama Kania.


Nenek Nely begitu penasaran tentang siapa itu Kania.


Kini di ruang rawat inap, tuan Carlos sedang duduk termenung memperhatikan kondisi putrinya. dan pikiran yang melayang ke mana-mana.


Seperti hal nya nenek Nely tuan Carlos pun sangat takut kemungkinan terburuk akan terjadi kepada putri semata wayangnya.


Yang menjadi beban pikiran tuan Carlos adalah karena Cherry selalu menggumam menyebut nama Kania.


sudahlah pasti itu yang mengganggu pikirannya, karena rasa bersalahnya, tuan Carlos merasa ialah penyebab apa yang terjadi kepada Cherry saat ini.


"Ya Tuhan jangan ambil putri ku, aku mau melakukan apapun untuk kesembuhan nya,


hukum saja aku tuhan, aku rela kau tak memberi ku jodoh lagi di sisa umur ku asalkan Cherry sehat kembali dan bahagia" Batin tuan Carlos.


Nenek Nely sudah lebih tenang karena Cherry sudah di tangani oleh Dokter.


"Carlos tolong jelaskan siapa itu Kania?" Nenek Nely begitu penasaran.


"Deg" jantung tuan Carlos berdetak Kencangan ketika nenek Nely bertanya kembali tentang siapa itu Kania.


tuan Carlos menarik nafas panjang untuk mengatur emosi nya.


"Ya mom saya akan menceritakan semuanya, apa yang sebenarnya terjadi di Bali kemarin, dan karena itulah penyebab saya dan Cherry kembali lebih awal dari jadwal liburan yang telah kami rencanakan" tuan Carlos mulai menceritakannya.


Dan nenek fokus untuk mendengarkan cerita tuan Carlos yang terdengar begitu pilu dari awal cerita, seperti ada sesuatu yang membebani pikiran Cherry dan tuan Carlos tentang sosok kania, membuat nenek Nely begitu penasaran dengan siapa itu Kania.

__ADS_1


...


Hay para reader mohon dukungannya, tinggalkan jejakmu dengan cara like, vote, komen di kolom komentar di setiap bab nya kawan....


__ADS_2