Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 163


__ADS_3

"Jadi begini,,, pernikahan harus tetap sah di mata hukum dan agama, untuk apa,,,,! untuk ke Keuntungan kania,,, sebab kedepannya kita tidak tau apa yang akan terjadi, sebuah perasaan dan hasrat bisa tumbuh kapan saja, bisa saja kalian khilaf melakukan kewajiban yang seharusnya dalam rumah tangga..." Ucapan Romi terhenti.


....


Karena andai dan Kania sudah tenang Romi memulai pembicaraannya lagi. melanjutkan yang tadi terpotong oleh Kania.


"pernikahan harus sah secara hukum dan agama, untuk mencegah hal-hal yang tidak di inginkan, selain yang sudah saya jelaskan tadi, mencegah saat terjadinya perpisahan..."


"Bukan nya itu bagus, pas ingin berpisah ya berpisah aja,,, tidak ada yang memberatkan" Batin Kania ingin sekali mengucapkan itu, tapi ia takut Romi benar-benar marah, lalu Kania memilih untuk tetap diam.


Romi masih menjelaskan.


"Mencegah saat terjadinya perpisahan, jika menikah di bawah tangan, setatus Kania akan tetap menjadi janda meskipun tidak terjadi hubungan intim selama pernikahan sebab sudah ada kesepakatan, apa lagi sampai kalian khilaf terjadinya hubungan badan di antara kalian dan Kania hamil,,, Kania akan rugi besar,,, berpisah begitu saja Kania tidak bisa menuntut apa-apa..." Itu penjelasan Romi tentang kerugian jika Kania melakukan pernikahan di bawah tangan.


Semua baru mengerti dengan apa yang di jelaskan oleh Romi.


Tapi penjelasan Romi belum selesai, dan akan memulai menjelaskan kembali.


"Tapi jik Kania menikah sah secara hukum dan agama, ketika terjadi perpisahan Kania bisa menuntut hak nya selama terjadinya pernikahan, seprti harta gono-gini,, meskipun tidak terjadi hubungan suami istri selama pernikahan,,, dan jika terjadipun lalu kania hamil itu tidak jadi masalah kania bisa menuntut hak-hak anaknya...." penjelasan Romi


Itu maksud Romi karena memberi pilihan untuk menikah secara legal atau tidak sama sekali dengan tuan Carlos


"Tapi jika boleh aku lebih memilih tidak ada pernikahan sama sekali" Jawab Kania dengan lesu dan dengan tatapan kosong.


Kania seperti sangat menyesakan nasibnya harus yang harus menikah dengan tuan Carlos yang sangat menyebalkan bagi Kania.


"Andai saja aku bisa egois, tidak perlu memperdulikan kondisi Cherry,,, kenapa juga sih aku harus kasihan dan sayang sama anak itu,,,," Gumam Kania. masih dengan ekspresi yang sama


"Mungkin sudah jadi takdirmu dek..." Andi menjawab Gumaman Kania.


"Menurut mama, sama papa gimana?" Romi meminta pendapat dari kedua orang tuanya.


"Kalau mama sih terserah Kania, mama tidak pernah memaksa masalah hati anak-anak Mama yang penting kalian bahagia" Mama Rantai menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada Kania sendiri.


"Lalu papa gimana pah?" Kemudian Romi meminta pendapat dari papanya setelah mendengar apa yang telah di sampaikan oleh mamanya.


"Ya kalau papa, setuju denganmu Romi, tapi jika ingin menolak pun tetap akan mendukung Kania, karena ini menyangkut kebahagiaan dan masa depan Kania, jika terjadi pernikahan secara sah di mata hukum dan agama papa tetap berharap dan mendoakan semoga langgeng dan bahagia. Pendapat papa Bagas, dan harapannya.


Mendengar ucapan papanya Kania langsung mendelik kearah papanya dengan raut wajah yang tak suka.


Kania pun langsung perotes dengan ucapan papanya.


"Apaan sih papa,,, dari tadi diem aja, sekalinya ngomong nyerocos kaya kereta api" perotes Kania

__ADS_1


semua tersenyum mendengar ucapan Kania yang terdengar sangat kesal.


"Sekarang keputusan ada di kamu, nanti kami akan menyampaikannya kepada tuan Carlos!" Seru Romi.


"Aku gak ada pilihan lagi kak selain setuju denganmu" Ucap Kania pasrah.


"Jadi....?" Romi meminta jawaban yang jelas dari Kania


"Jadi apa...?" Kania emosi.


" Jawaban mu apa?" Romi menegaskan.


"Iya,,!'" Jawab singkat Kania


"Iya, apa...!" Romi ingin jawaban lebih detail


"Iya Aku Mau Menikah Dengan Tuan Carlos Secara Sah Di Mata Hukum Dan Agar... PUAS!" Kania memberikan jawaban dengan lantang.


Semua bersorak Sorai gembira...


"Hore...!" Seru semua orang sambil bertepuk tangan.


Sementara kania sendiri malah terisak...


namun kali ini Kania tak menjawabnya ia malah diam seribu bahasa.


"Ga usah murung Nia semua pasti akan banyak-baik aja" Kania mencoba menghibur Kania.


Kania hanya mengangguk sebagai jawaban.


mama Ranti mengintruksi untuk mereka beristirahat terlebih dahulu dan sore nanti rencananya mereka semua akan ke rumah sakit bersama, untuk menjenguk Kania sekaligus akan menyampaikan keputusan yang sudah di sepakati oleh kania dan keluarga.


"Ayok honey kita istirahat dulu! pasti kamu sangat lelah...!" Romi merangkul pinggang alika yang sudah agak melebar akibat ulah dari pembuatnya


Romi menggiring alika ke kamar mereka.


"kamu makin seksi aja honey..." sambungan Romi begitu gemas nya melihat alika yang mulai berubah bentuk, pipi nya mulai cabi dan perutnya yang mulai membuncit


"Kamu lagi ngeledek aku ya,,,!" Alika merasa tersinggung dengan ucapan Romi


"loh,,, kok ngeledek sih.." Romi


"Mana ada wanita hamil seksi,,, yang ada tuh kayak badut kali..." Alika kesal

__ADS_1


Alika berjalan cepat meninggalkan Romi dan langsung masuk kedalam kamarnya


Romi malah terkekeh karena berhasil menggoda isterinya yang makin hari makin menggemaskan.


Lalu berlari mengejar alika yang sudah menjauh dari nya.


sementara semua keluarganya menyaksikan aksi Romi berlari mengejar alika Sabil tertawa


"Honey tunggu aku...?" Seru Romi


"Lihat tuh Romeo and Juliet,, lagi main kerja-kejaran kaya adegan di film India..." Andi seprti sedang iri melihat kakaknya.


"Duh kok nasibku ngenes banget ya mah!" Ucapan Andi kepada mama nya


karena mereka masih duduk di posisi sebelumnya.


"Kenapa nasibmu?" Tanya mama Ranti heran mengapa Andi tiba-tiba berucap seprti itu.


"Ya,,, kakak dan adikku sudah punya pasangan semtara aku masih saja jadi jomblo ngenes (JONES)" Andi meneguhkan nasibnya kepada sang mama.


Kania yang sedari tadi hanya duduk terpaku mendengar kakaknya langsung ikut menimpali "DL !!! Derita Lo..." Ucap Kania sambil bangkit dari duduknya dan melempar bantal sofa yang jatuh tepat di wajah Andi.


Sontak membuat Andi terkejut karena ia tak dapat menghindar dari serangan Kania


"Kampret lu dek... awas ya lu!" pekik Andi memakai Kania.


Sedangkan Kania berlari menjauh darinya, ia sudah siaga menghindari serangan dari kakaknya.


setelah di rasa jauh dari jangkauan Kania berbalik ke arah Andi dan menjulurkan lidahnya "Weee..." Kania meledek Andi dari kejauhan, tapi Andi masih jelas melihat nya


Andi hanya mengepalkan tangan dan mengacungkannya dan memperlihatkan nya kepada Kania sebagai balasannya.


mama Ranti dan pada Bagas hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak-anaknya.


Kini hanya Andi yang tertinggi bersama kedua orang tuanya.


"Kamu gak istirahat Andi?" Tanya mama kepada putra ketiganya.


Ya, putri ketiga sebagai yang pertama Erdytha, Romi, Andi, lalu Kania.


Mama Ranti tidak pernah melupakan putra pertamanya ia pun sangat menyayanginya.


.....

__ADS_1


__ADS_2