Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 194


__ADS_3

Romi langsung melarikan alika ke rumah sakit.


....


Setelah berhasil menolong Bu sari, nenek Diah Langsung berlari mengejar Romi, dan untungnya Romi belum sempat pergi karena harus menidurkan alika terlebih dahulu di mobilnya dengan sangat hati-hati.


Nenek Diah Langsung masuk kedalam mobil Romi dengan menidurkan kepala alika di pangkuan nya.


Lalu Romi segera melajukan mobil.


Romi dan nenek diah sungguh sangat khawatir dan cemas dengan keadaan alika.


Lalu Romi bertanya kepada nenek Diah, mengapa mereka berdua ( nenek Diah dan alika) bisa berada di sana.


Nenek pun menceritakannya bahwa Bu sari yang menghubungi alika meminta bantuan untuk menolongnya.


Romi juga bertanya mengapa kondisi alika bisa seperti itu "Kenapa alika bisa seperti ini nek!" Tanya Romi ingin tau apa yang telah terjadi kepada istrinya.


Nenek menceritakan awal mula mengapa alika sampai bisa tidak sadarkan diri.


Romi benar - benar merasa kaget setelah mendengar semua cerita dari nenek Diah


"Ya Tuhan nek,,, lalu bagaimana dengan kondisi alika dan bayinya?" Romi sungguh sangat khawatir.


"Entahlah,,, yang jelas alika dan bayinya tidak baik-baik saja, sebab alika sampai tak sadarkan diri karena menahan rasa sakit yang ia rasakan..." Nenek diah pun tidak bisa memastikan tentang kondisi alika yang sebenarnya.


"Semoga Alika dan bayinya baik-baik saja" Harapan nenek Diah.


Dan tentu saja harapan Romi pun seperti itu "Aamiin!" Seru Romi mengamini ucapan nenek diah.


"Romi untung kamu segera datang, nenek tidak tau apa yang akan terjadi pada alika jika kamu tidak segera membawa alika dari sana" kekhawatiran nenek Diah, mengingat kebetulan Fitri yang makin menjadi.


"Aku di beri taukan oleh Tasya kalau kondisi Fitri makin parah" Ucap Romi.


"Tasya,,,!" Gumam nenek Diah, merasa heran mengapa Tasya yang lebih tau akan kondisi Fitri


"Ya,,,!" Jawab Romi.


Kemudian Romi menceritakan apa yang sebenarnya, kejadian bahwa Fitri pun sebenarnya telah menyerang Romi sebelumnya, ketika ia ingin mengambil berkas-berkas pekerjaan di villanya, dan kebetulan Tasya pun sedang berkunjung ke sana untuk menemuinya, Romi menceritakan semuanya agar nenek Diah tidak memiliki kecurigaan.


"Tadi saya kesana untuk menemui Bu sari, dan melihat kondisi Fitri, sebab setelah penyerangan yang di lakukan oleh Fitri, saya segera pergi dari sana, sedangkan Tasya masih berada di sana" Terang Romi.

__ADS_1


" Tapi apa yang terjadi di sana saya malah melihat alika terkapar di sana" Romi menjelaskan maksud kedatangan Romi ke villa.


"Sungguh mengerikan kondisi Fitri saat ini, tadi ia pun sempat menyerang ibunya!" Gumam Nenek diah mengingat kondisi Fitri..


.


.


Setelah beberapa waktu mereka pun sampai di rumah sakit, alika Langsung di bawa ke ruang IGD dan langsung di tangani oleh Dokter.


Kebetulan Tasya sedang di ruangan itu dan melihat alika yang membutuhkan penanganan, di ikut Romi dan nenek diah yang terlihat sangat cemas terlihat dari ekspresi wajah mereka berdua (Romi dan nenek diah).


Setelah masuk ke ruang IGD, Romi dan nenek diah di minta untuk menunggu di luar ruangan, sebab dokter akan segera menangani alika.


Melihat itu Tasya segera menghampiri Romi dan nenek diah, karena alika akan di tangani oleh rekan dokter Tasya.


"Kak Romi ada apa ini,,,, alika kenapa?" Tanya Tasya penasaran.


Kemudian nenek Diah yang menjelaskan semua kejadian.


Tasya sungguh tidak menyangka semua itu bisa terjadi kapan alika "Ya tuhan...!"Seru Tasya setelah mendengar semua cerita nenek Diah.


Keduanya (Romi dan nenek diah) hanya menganggukkan kepalanya memberi respon akan ucapan Tasya.


Kemudian setelah beberapa waktu Romi dan yang lainnya di persilahkan masuk untuk melihat kondisi alika, yang belum sadarkan diri.


Dan ada sesuatu hal yang ingin di sampaikan oleh dokter kepda keluarga alika.


Ketika sudah melihat alika yang berbaring masih terkulai lemah, Romi menghampirinya, menggenggam tangannya lalu menciumi tangan Alika.


"Honey, sadarlah honey!" Gumam Romi lirih.


Tapi alika belum bisa memberikan respon kepada Romi.


"Bagaimana kondisinya dok!" Kemudian nenek diah bertanya. Di balik tirai yang menjadi pembatas antara alika dengan pasien lain.


"O,,, ya nek! ada suatu hal yang harus saya sampaikan kepada keluarga pasien?" Ucap dokter yang menangani alika.


Mendengar hal itu Romi langsung menyibakkan tirai pembatas. Dengan rasa penasaran nya Romi Bertanya " Ada apa dok, apa yang terjadi kepada istri dan anak saya" Romi curiga telah terjadi sesuatu kepada istri dan calon anaknya.


"Ya tuan, dengan sangat berat hati saya harus menyampaikan hal ini,!" Dengan sangat terpaksa dokter harus menyampaikan kebenaran tentang kondisi alika dan calon anaknya.

__ADS_1


Mendengar ucap dokter yang seperti itu, Romi sudah merasa berkecil hati karena sudah pasti ada hal buruk yang telah terjadi.


Dokter melanjutkan pembicaraannya.


"Kami harus segera mengambil tindakan untuk keselamatan nona alika,,,?" Ucapan dokter Terpotong


"Lakukan dok, apa pun itu lakukan asal demi keselamatan istri saya" Ucap Romi memotong pembicaraan dokter.


"Ya, tapi jalan satu-satunya harus mengorbankan bayinya!" Sambung dokter.


"Apa!" Ucap Romi lemah, sebab ia sudah menduga akan hal itu.


Tapi nenek Diah tidak mengiyakan begitu saja, nenek Diah menanyakan lebih detail tentang kondisi alika dan bayinya.


"Mengapa harus di lakukan tindakan seperti itu dok?" Tanya nenek Diah.


"Sebab posisi bayi tidak pada tempatnya, janin bergeser terjepit tulang pinggul dan itu yang membuat nona alika merasakan sakit luar biasa, untuk janin pun akan sulit berkembang jika dalam posisi seperti itu" dokter menjelaskan.


"Apa tidak ada cara lain untuk menyelamatkan ke duanya?" Nenek diah menegaskan.


Dokter menggelengkan kepalanya sebagai jawaban tidak ada.


Romi sudah pasrah dengan apa yang telah di sarankan oleh dokter asal istrinya bisa terselamatkan.


"Baik, jika sudah mendapatkan persetujuan dari pihak keluarga kami akan segera melakukan tindakan.


Tapi tiba-tiba terdengar suara "Tidak,,,, jangan lakukan hal itu !" Suara itu lirih, tapi terdengar jelas, sehingga Semua menoleh ke arah sumber suara.


Yang berasal dari balik tirai, Romi melihat ke arah alika, dokter dan nenek pun segera menghampiri alika.


Sebab alikalah yang berucap seperti itu.


"Honey kamu sudah sadar...!" Gumam Romi.


"Nak apa yang kamu rasakan sayang " ucap nenek diah.


"Aku tidak apa-apa m'y honey, nenek, jadi jangan lakukan tindakan apa pun untuk melenyapkan anakku, aku mohon!" Ucap alika, sebab alika sempat mendengar obrolan dokter dengan suami dan neneknya.


"Tapi nona alika, itu akan membahayakan kesehatan anda, anda akan kesulitan bergerak karena rasa sakit yang anda rasakan akibat, hal itu!" Dokter berusaha memberikan pengertian kepada alika.


"Lagi pula percuma anda bertahan untuk merasakan sakit, janin anda tidak akan berkembang sempurna dengan posisi seperti itu, kemungkinan untuk selamat pun sangat tipis, jika itu terjadi pun anak itu tidak akan lahir dengan sempurna" Dokter masih berusaha memberi pengertian.

__ADS_1


__ADS_2