Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 177


__ADS_3

Lama terjadi perselisihan antara Romi dan Robert menimbulkan suara kericuhan di ruang tamu, membuat mama Ranti, papa Bagas dan yang lainnya dan seluruh penghuni rumah curiga telah terjadi sesuatu.


Mama Ranti, dan papa Bagas menghampiri mereka yang berada di ruang tamu, dan begitu syok melihat Romi yang hampir menghajar Robert.


"Romi... ada apa nak" Pekik mama Ranti


"Robert,,, kamu ngapain sih pagi-pagi sudah bikin keributan di rumah orang, gak ada kerjaan apa" Papa Bagas pun ikut geram melihatnya.


pasalnya tidak mungkin Romi semarah itu jika Robert tidak memancing emosinya.


"Justru saya sangat sibuk, makanya saya menyempatkan diri untuk datang kemari sepagi ini" Robert menimpali ucapan papa Bagas.


"Tapi tindakan mu sangat mengganggu" Mama Ranti sangat tidak suka kepada Robert.


"Kebetulan kamu sudah di sini Robert saya ingin membicarakan tentang perusahaan..." Ucap papa Bagas.


Ingin menyampaikan pembagian saham, papa Bagas pun telah memanggil pengacara peribadinya untuk membahas tentang pembagian saham yang seharusnya seperti apa, dan bagaimana mana cara pembagiannya.


Tapi tak semudah itu, butuh waktu untuk mempelajari semuanya.


Robert pun tidak akan dengan mudah menerima usulan dari papa Bagas, untuk pembagian saham karena Robert ingin menguasai semuanya.


Dan Robert tetap kekeuh ingin seluruh aset yang dimiliki oleh Romi di serahkan kepadanya, kalau tidak Robert akan tetap menggugat tanah kepemilikan yayasan Nurul iman.


Tapi itu hanya sebuah alasan atau gertakan saja, untuk menakuti Romi agar supaya Romi menyerahkan semua miliknya, dan sebenarnya Robert ingin tetap memenjarakan Romi.


Romi tak ingin ambil pusing, dan akhirnya ia bersedia untuk menyerahkan apa yang di inginkan oleh Robert, asalkan Robert tidak mengusik yayasan Nurul iman.


"Oke, saya akan serahkan apa yang kamu inginkan, tapi jangan coba-coba kamu mengusik yayasan Nurul iman" Tegas Romi menyanggupi apa yang di inginkan oleh Robert.


Demi untuk menyelamatkan yayasan Nurul iman, karena bagi Romi yayasan Nurul iman adalah investasinya dalam beramal, dari sejak pertama yayasan Nurul iman itu di bangun.


Karena yayasan Nurul iman itulah Romi mendapatkan banyak keuntungan pembelajaran hidup, Hinga ia bisa sesukses sekarang ini.


Sebab itu Romi akan mempertahankan yayasan Nurul iman, apapun taruhannya, apapun yang berkaitan dengan almarhum ayah Bayu akan Romi pertahankan dan akan Romi perjuangkan.


"Bagus sekali tuan Romi, saya sungguh suka sekali dengan permainan ini Haha..." Robert merasa sangat puas dengan apa yang ia dapatkan.


Robert sudah bisa menduganya, Romi akan menyerahkan semua miliknya demi yayasan Nurul iman.


Robert tau itu semua, karena ia telah menggali semua informasi tentang apa saja yang menjadi kelemahan Romi.


Tapi keluarga Romi merasa tidak rela dengan semua itu.


"Romi kamu jangan bodoh nak,,, pertahankan apa yang sudah seharusnya menjadi milikmu..." Mama Ranti berusaha untuk mencegah Romi, untuk menyerah begitu saja apa yang telah menjadi milik nya.


Romi tidak bisa berkutik lagi, selain hanya bisa pasrah. mengingat ambisi Robert, yang bisa melakukan apa saja, apa lagi ia sedang di kuasai rasa dendam kepada Romi.


Setelah merasa puas dengan apa yang telah ia dapatkan, Robert pun berniat untuk pergi dari kediaman keluarga Rahardian.


"Oke, saya permisi dulu" Ucap Robert pamit.


"o'ya terimakasih tuan Romi anda telah mempermudah semua urusan saya!" sambung Robert basa-basi.


"Ayok tuan yunas,,,!" Tak lupa Robert mengajak yunas untuk ikut bersamanya.

__ADS_1


Sebenarnya sedari tadi yunas tak berkata apa pun ia hanya tertunduk, karena perasaan bersalahnya kepada Romi yang telah mengkhianatinya.


Saat akan berlalu dihadapan Romi yunas sempat meminta maaf kepada Romi, tapi Romi sudah tak Sudi lagi melihat wajah yunas mengingat penghianatannya.


"Maafkan saya tuan..." Ucap yunas menghentikan langkahnya saat di hadapan Romi.


"Jangan panggil aku tuan,,, aku tak lagi beruang, dan bukan lagi tuan mu, Karana aku mungkin tak akan sanggup untuk membayarmu, jika kau memanggil ku tuan!" Seru Romi penuh penekanan, tanpa melihat ke arah yunas.


"Ini tidak seperti yang Anda kira tuan..." Ucap yunas terhenti karena Robert memekik untuk menghentikan ucapan yunas.


"Yunas!!! sekarang tuan mu adalah aku, maka ikuti semua perintahku" pekik Robert untuk menghentikan ucapan yunas.


"Baik tuan...!" Kemudian jawab yunas patuh lalu mengekor di belakang Robert mengikuti langkahnya.


"Apa salah ku yunas sehingga kau tega mengkhianati ku, apa karena perlakuan ku selama ini begitu menyakiti mu, sehingga kau tega mengkhianati persahabatan dan kedekatan yang telah kita jalin sedari kecil..." Gumam Romi setelah kepergian Yunas.


"Ternyata kesetiaan mu hanya sebatas uang" lanjut gumaman Romi lirih.


semua keluarga mendengar gumaman Romi dan ikut merasakan apa yang di rasakan oleh Romi.


Terutama alika begitu sedihnya melihat keadaan Romi saat ini.


Alika menggenggam erat tangan Romi sebagai isyarat bahwa Romi tak sendiri.


"M'y honey,,, sabarlah! inilah kehidupan yang harus kita lalu, tidak ada perjalanan yang berjalan lancar, akan selalu ada hambatan dan kerikil tajam, sebagai ujian untuk Kita. untuk melalui perjalanan itu sendiri" Alika berusaha untuk menenangkan Romi.


Romi menarik tangan alika dan menciumnya


"Terimakasih honey" Kemudian ucap Romi karena alika tetap setia menemaninya.


mama Ranti merasa haru melihat pemandangan antara Romi dan alika, lalu menghampiri kedua nya dan memeluk mereka berdua secara bersamaan.


.


.


Di apartemen tuan Carlos.


Pagi ini, Kania membuka mata nya dan melihat sekitarnya.


netranya menangkap tuan Carlos yang masih terlelap di sofa. dengan kepala yang di tekuk. sebab tubunnya lebih tinggi dari pada panjang sofa sehingga ukuran sofa tidak cukup untuk menampung tubuh tuan Carlos.


kemudian Kania bangkit dari tidurnya lalu menghampiri tuan Carlos.


"Tuan,,,!" Seru kania membangunkan tuan Carlos, tapi tidak mendapat respon dari nya.


Kemudian Kania mengoyak tubuh tuan Carlos, agar tuan Carlos meresponnya.


"Tuan Carlos, ayok bangun ini sudah siang" Ucap Kania membangunkan tuan Carlos.


"Hhmmm!" Tuan Carlos hanya menggumam.


Dan menarik tangan Kania lalu membuat Kania terjerembab ke dalam pelukannya.


Sedangkan keadaan tuan Carlos masih belum sadar dari tidurnya.

__ADS_1


Tapi Kania bukannya segera bangkit dari pelukan tuan Carlos, ia malah merasa nyaman dengan pelukan itu, dan malah sengaja meletakkan kepalanya di dada bidang milik tuan Carlos, sehingga kepalanya bergerak turun, naik seirama dengan hembusan nafas tuan Carlos.


Kania mengingat kejadian semalam, ketika terjadi ciuman bibir, yang membuat jantungnya berdegup kencang.


Kania mendongakkan kepalanya melihat wajah lelap tuan Carlos ketika ia mengingat adegan semalam.


Entah perasaan apa yang ia rasakan hingga Kania merasa ingin mengulang nya kembali.


Merasakan kenikmatannl tarikan bibir tuan Carlos, sehingga membuatnya serasa terbang ke awang-awang.


Kania mendekatkan wajahnya ke wajah tuan Carlos, begitu dekat dan semakin dekat, sehingga kemudian sekilas mengecup bibir tubuh Carlos.


Namun tidak ada reaksi apapun dari tuan Carlos. membuat Kania makin penasaran, Kania pun mengulang kembali apa yang telah ia lakukan sebelum.


Kania kembali mengecup bibir tuan Carlos namun kali ini lebih lama bibir Kania menempel di bibir tuan Carlos.


Dan masih tak mendapat respon darinya, membuat Kania makin merasa penasaran.


kemudian Kania mengulangnya kembali.


mengecup bibir tuan Carlos lebih lama dan sedikit me'lum'at nya, Kania terhanyut dalam permainan nya sendiri, ia begitu menikmatinya.


Sehingga tanpa sadar ternyata tuan Carlos telah membalas me'lum'at bibir Kania.


Dengan nafas yang bergemuruh mereka berdua akhirnya sama sama tenggelam dalam peraduan hasrat yang menggebu-gebu.


Tangan tuan Carlos, mulai liar meraba setiap lekuk tubuh Kania.


Sampai terhenti di bagian dada Kania yang terasa menonjol namun begitu kenyal ketika tuan Carlos me,m,snya.


Re'm'san demi re'm'san yang tuan Carlos lakukan membuat Kania m,d,sis tidak karuan, sebab tangan tuan Carlos pun sudah ada di bawah baju Kania, Kania tak mengerti, mengapa dan apa yang di lakukan tuan Carlos saat itu membuat nya tak berdaya, dan malah menikmatinya semakin meminta lebih dan lebih.


Namun saat keduanya sedang sama-sama menikmatinya.


Terdengar suara Cherry menggeliat, terbangun dan sedang meregangkan otot-otot nya.


Ketika menyadari suara itu, seketika itu juga tuan Carlos dan alika menghentikan kegiatan mereka berdua.mata mereka sama-sama membuat menyadari keberadaan Cherry.


Saking asyiknya menikmati permainan Kania dan tuan Carlos hampir melupakan keberadaan Cherry di sana.


Seperti yang dilakukannya semalam Kania mendorong tubuh tuan Carlos agar menjauh darinya, karena posisi mereka saling berhadapan dengan posisi Kania di bawah tubuh tuan Carlos, entah bagaimana posisi itu bisa terjadi Kania pun tidak menyadarinya.


Tuan Carlos pun segera bangkit untuk menjauh dari Kania, tuan Carlos takut Cherry melihat posisi mereka sedang seperti itu.


Dengan wajah memerah, Kania pun segera bangkit dan menghampiri. Cherry yang belum sadar sepenuhnya.


"Selamat pagi,,, tuan putri Cherry" Sapa Kania menyambut Cherry yang sedang mengumpulkan nyawanya.


mendengar sapaan dari Kania Cherry langsung melihat ke arah Kania dan tersenyum manis.


"Pagi mami..." Cherry menimpali sapaan Kania, dengan suara serak khas bangun tidur.


Sedangkan tuan Carlos segera berlalu dari kamar itu saat itu juga, agar Cherry tidak melihat nya berada di sana, karena akan banyak pertanyaan yang akan di lontarkan oleh Cherry kepadanya,


mengapa bisa tidur di kamarnya, meskipun telah di jelaskan yang sebenarnya, Cherry akan memberikan pertanyaan pertanyaan yang akan membuat tuan Carlos mati kutu tak bisa menjawab.seperti yang sering Cherry lakukan.

__ADS_1


Kemudian Kania mengajak Cherry untuk segera bangun dan memandikannya, dan seperti biasa menyiapkan Cherry bersikap untuk pergi ke sekolah.


Sedangkan tuan Carlos di kamarnya, merasa sangat senang mekipun belum berhasil menyalurkan hasratnya, tapi ia merasa sedikit lebih lega sebab Kania sudah mulai memberikan respon yang baik kepadanya, menunjukkan suatu kemajuan dari sikapnya.


__ADS_2