Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 201


__ADS_3

Di apartemen tuan Carlos.


dengan berjalan pincang tuan Carlos membuka pintu, sebab tamu tak henti-hentinya memencet bel pintu.


"Ning-neng.... ning-neng..." Suara bel pintu yang terus saja berbunyi..


kemudian tuan Carlos segera membuka pintu.


"Mas Andi...!" Seru tuan Carlos ketika melihat kakak iparnya ternyata yang datang.


Lalu mempersilahkannya untuk masuk.


Andi memperhatikan tuan Carlos, yang mengenakan celana bokser terbalik dan kaos oblong yang juga terbalik, Andi bisa menduganya apa yang telah di lakukan oleh tuan Carlos sehingga berpenampilan seperti itu.


Dengan gerakan spontan Andi menggelengkan kepalanya meras menyadari apa yang sedang tuan Carlos lakukan dengan adiknya.


menerima tatapan dari Andi yang penuh kecurigaan, dan menyadari celana dan kaos oblong yang ia kenakan terbalik tuan Carlos begitu canggung pasalnya iya merasa bahwa Andi mengetahui apa yang sedang tuan Carlos lakukan bersama Kania.


Andi pun menyadari bahwa tuan Carlos merasa gugup terlihat dari tingkahnya.


Kemudiaan Andi bertanya untuk mencairkan suasana "Anda kenapa tuan Carlos?" Sebab Andi melihat betis tuan Carlos terbungkus perban dan tuan Carlos berjalan pincang.


"Oo ini, saya kemarin mengalami musibah..!" Seru tuan Carlos berusaha menghilangkan kegugupan nya.


"Sebentar mas andi, saya bikinkan minum dulu...!" sambung tuan Carlos.


"Tidak usah merepotkan, saya ke sini hanya ingin melihat kondisi Kania saja, sebab sudah beberapa hari Kania tidak berkunjung ke rumah, bahkan saat hari libur pun ia tidak berkunjung ke rumah... " Secara tidak langsung Andi menanyakan keberadaan Kania.


Tuan Carlos paham betul akan hal itu.


"Tunggu sebentar ya! saya bikinkan dulu minum, tidak merepotkan kok..." Ucap tuan tidak menjawab atau tidak menanggapi ucapan Andi, ia malah terkesan menghindar ketika Andi menyinggung tentang Kania.

__ADS_1


Andi tau mengapa tuan Carlos bersikap seperti itu, sebab tuan Carlos merasa sedang tertangkap basah oleh Andi, dan tuan Carlos merasa malu akan hal itu.


"Padahal tidak usah malu... biasa saja harusnya, jadi ketauan bangetkan kalau di sedang begituan, tapi aku mengerti kok itu hal yang wajar kaliankan suami istri kenapa harus tidak enak hati dan salah tingkah seperti itu..." Gumam Andi setelah tuan Carlos meninggalkannya pergi ke arah dapur untuk membuatkan minum untuk Andi.


Tapi di dapur tuan Carlos pun bergumam sendiri "Ya tuhan malu sekali rasanya, ketauan sedang begituan, ini lagi pakaian ku kenapa harus terpakai terbalik seperti ini lagi! jadi ketauan bangetkan jadinya..." tuan Carlos mengeluhkan apa yang terjadi.


Setelah itu tuan Carlos kembali dari dapur sambil membawa kopi keruang tamu, lalu menyuguhkannya kepada Andi.


Dan saat itu juga Kania keluar dari kamarnya dengan rambut basahnya yang sengaja ia gerai di depan kakaknya Andi.


Sambil bergaya centil Kania menghampiri kakak dan suaminya.


"Sayang kamu...!" Seru tuan Carlos ketika melihat Kania sudah membersihkan diri, tapi ucapan tuan Carlos terhenti sebab tuan Carlos enggan melanjutkan ucapannya.


"Iya sayang aku udah mandi kok...?" Jawab Kania dengan polosnya, padahal tuan Carlos sengaja tidak melanjutkan ucapannya karena tidak enak hati kepada kakaknya.


"Hay kak,,, tumben kak Andi pagi-pagi datang ke mari ada perlu apa...? untungnya olahraga ku bersama suamiku pas banget baru sesai" Tanya kania to the point, dan berbicara sejujurnya.


Kania sengaja ingin menggoda kakaknya, dan ucapannya membuat tuan Carlos mati gaya Karena malu dengan kejujuran sang istri.


Andi pun langsung merasa canggung Mendengar penuturan sang adik, merasa tidak enak hati kepada tuan Carlos.


Kemudian Andi berbicara menjawab pertanyaan kania untuk menghilangkan rasa canggung nya "Aku ke sini pengen liat keadaan mu abisnya kamu akhir-akhir ini jarang main ke rumah...!" ucap Andi menjawab pertanyaan kania.


"Oo....! aku baik kok, malah baik banget, suamiku saja sampai memujiku karena mau mengikuti semua kemauannya, mau memimpin permainan saking baiknya aku, iyakan sayang....!" seru kania sengaja membuat kedua lelaki di hadapannya benar-benar merasa malu dengan tingkah Kania.


"Ya Ampun Kania kenapa harus blak-blakan seperti itu, kan aku yang malu ..!" Batin tuan Carlos.


Andi pun sama membatin nya seperti tuan Carlos "Sialan maksudnya apa nih, si pokemon berbicara seperti itu, gak malu apa dia, aku malah malu dengernya...!" batin Andi yang tidak mengerti dengan tingkah Kania.


melihat ekspresi kedua peria di depannya, yang terlihat canggung dan salah tingkah Kania pun membatin " Rasain kalian aku kerjain, aku bicara sejujurnya kalian yang malu... senang sekali aku melihat ekspresi wajah kalian yang salah tingkah he,,, he,,, he,,, hee....!" Batin kania merasa puas dengan apa yang telah iya lakukan.

__ADS_1


Untuk menghilangkan rasa gugupnya Andi berbicara mengalihkan pembicaraan "Nanti sore sepulang dari kantor, aku bersama Nina akan berangkat menyusul mama dan papa, untuk menjenguk alika, jika kalian mau kita bisa berangkat bersama..." Andi memberi tau rencananya sekaligus menawarkan untuk berangkat bersama kepada tuan Carlos dan Kania.


Mendengar itu, seketika raut wajah Kania berubah yang tadinya ceria kini berganti sendu dan terlihat tidak bersemangat.


"Kenapa kamu seperti itu...?" tanya Andi heran.


"Aku ingin sekali ke sana, tapi sepertinya aku tidak bisa, sebab suamiku sedang cedera kakinya, jadi gak bisa kemana-kemana..." Jawab Kania dengan nada lesu.


Melihat dan mendengar istrinya tuan Carlos merasa tidak tega "Yang... kamu boleh ikut kok sama mas Andi, aku tidak apa-apa di tinggal sendiri sebab aku juga sudah biasa sendiri juga...!" tuan Carlos mengijinkan Kania untuk pergi ikut bersama kakaknya.


Tapi ucapan tuan Carlos membuat Kania merasa kecewa, kania merasa tuan Carlos tidak mengharapkan kehadirannya.


"Kamu tidak menginginkan ku...?" tanya Kania dengan nada penuh kekecewaan.


"Ya bukan begitu yang,,, aku malah tidak tega melihat mu yang ingin pergi tapi terhalang dengan keadaanku....!" Ucap tuan Carlos menjelaskan.


"Masa ia aku nengokin kak lika yang jauh di sana, sementara aku harus meninggalkan suamiku yang sedang sakit...!" Kania enggan pergi tanpa tuan Carlos.


Dan ucapan Kania sangat menyentuh hati tuan Carlos, meskipun usia Kania masih muda tapi iya tidak Egois, Kania tidak ingin pergi karena tuan Carlos sedang sakit.


Tuan Carlos merasa Kania sangat peduli kepadanya dan mengkhawatirkan kondisi tuan Carlos, membuat tuan Carlos merasa tersanjung dan makin mengagumi Kania tentunya tuan Carlos juga makin menyayangi dan mencintai Kania.


Kemudian tuan Carlos pun memutuskan untuk ikut pergi agar Kania tidak merasa kecewa " Oke aku ikut pergi bersama kalian" Ucap tuan Carlos.


Mendengar itu Kania langsung melirik ke arah suaminya dengan memicingkan mata, merasa tuan Carlos hanya sedang bergurau.


Tuan Carlos pun mengerti dengan respon yang di berikan oleh istrinya.


"Aku serius yang....!" tuan Carlos meyakinkan Kania.


"Jangan memaksakan tuan Carlos, Anda kan sedang cedera...!" Andi menimpali.

__ADS_1


"Tidak apa-apa mas Andi, kan yang cedera hanya kakiku, yang lainnya baik-baik saja kok... Iya kan sayang! " tuan Carlos berbicara kepada Kania mengulang perkataan Kania saat akan melakukan olahraga di atas tempat tidur.


Mendengar ucapan tuan Carlos Kania merasa malu teringat saat ia menggoda suaminya.


__ADS_2