Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 58


__ADS_3

Semakin malam semakin tenang, tapi tidak dengan pikiran Romi...


Pikiran Romi selalu teringat,,, ucapan dokter yang mengatakan bahwa ada kemungkinan alika depresi, walaupun belum pasti kebenarannya.


Dokter sudah meninggalkan kediaman keluarga Romi, tinggal yunas dan para keluarga yang masih nungguin Alika sadarkan diri.


" Romi ayo mamah bersihin luka mu dulu" mama Ranti membujuk Romi yang tak mau di sentuh.


" Romi apa luka mu itu akibat serangan dari Tasya juga?" Tanya papa Bagas ingin tau yang sebenarnya


"Hebat banget dokter Tasya bisa bikin kak Romi babak belur" ucap Andi


" Masa iya sih..." Kania tidak percaya.


Kemudian Romi bercerita dari awal mula saat mengantarkan rombongan kakak alika, sampai dengan alika tak sadarkan diri, semua mendengarkan. Cerita Romi.


" Tuan...! Apa harus kita lapor polisi, bikin perhitungan dengan tuh orang orang yang dah nyerang tuan dan nona alika" ucap yunas


" Gak usah... Biarkan saja, kamu fokus sama Tasya aja, perihal foto foto dan gosip murahan yang dia buat dan tersebar, buat dia minta maaf sama alika secara langsung dan di hadapan media, buat dia mengakui semua perbuatannya " Romi memberi perintah.


" Baik tuan...!" Jawab yunas


" Apa...! Jadi Tasya yang melakukan itu semua? " Tanya mama Ranti meyakinkan diri nya.


" Ya mah,,, Tasya mampu melakukan apa pun termasuk menyerang nona alika dan membuat gosip murahan tentang nona alika, karena dokter Tasya merasa cemburu, kepada nona alika yang selalu dekat dengan tuan Romi," Yunus menjelaskan


" Ya ampun Tasya..." Mama Ranti tidak percaya


Kemudian Romi meminta Nina untuk menggantikan pakaian alika dan membersihkan tubuh alika, agar alika merasa lebih nyaman.


Dan meminta semua orang meninggalkan nya, untuk beristirahat.


Saat nina mengelap ( membersihkan) tubuh alika dan mengganti pakaian nya dengan pakaian tidur nya. Alika merasakan nya, dan mulai tersadar, tapi masih setengah sadar karena Kepalanya masih sangat terasa pusing, dan tubuh nya terasa lemas tak bertenaga.


" Nina,,, saya di mana...!" Tanya alika dengan suara lirih, saat matanya sedikit terbuka dan melihat Nina sedang membolak-balikkan tubuhnya dengan perlahan, karena nina sedang mengganti pakaiannya.


" Eeh kamu dah sadar,,, kamu di rumah, udah kamu istirahat ya..." Jawab Nina


" Aku kira, aku sudah di alam baka...!" Ucap alika masih dengan suara lemah tapi Nina jelas mendengarnya.


" Astaga... alika ga boleh ngomong kayak gitu...!" Nina terkejut mendengar ucapan alika.


Romi yang berada di ruang gantinya sedang berganti pakaian, mendengar suara Nina yang terdengar sedang berbicara dengan seseorang.


Dan romi langsung keluar karena penasaran apa alika yang sedang di ajak bicara, apa alika sudah sadar? Pikiran Romi.


Saat Romi melihatnya, ya, benar saja alika sudah sadar tapi masih setengah sadar.


Kemudian Romi langsung menghampirinya.


Nina pun mundur beberapa langkah.


"Alika,,, kamu udah sadar...! Apa yang kamu rasakan..." Romi sangat khawatir dengan keadaan alika.


" Kepala saya sakit sekali,,," jawab Alika sambil memegangi kepalanya


"Kamu makan dulu ya, terus minum obat nya" Romi benar benar panik melihat Alika


Dan menyodorkan bubur ayam yang sudah tersedia, yang sempat yunas beli saat menebus obat di apotek.


Alika menolak suapan bubur dari Romi dengan menggelengkan kepalanya.


"Satu suap aja,,, abis ini minum obat,,, aku janji gak bakal maksa lagi,,,!" Romi membujuk alika

__ADS_1


Kemudian alika pun membuka mulutnya dan menerima suapan bubur dari Romi.


Setelah itu Romi menyiapkan obat untuk alika minum.


Lalu alika di baringkan lagi setelah minum obat.


" Kamu istirahat ya...!" Ucap Romi.


Nina pun keluar dari kamar Romi setelah alika tidur kembali.


.


.


" Ya Tuhan... ternyata selama ini alika istrinya tuan Romi,,, selama ini kan kita sering becanda ngomong cepat ceplos, kadang tuan Romi yang di jadikan bahan guyonan... Tuan Romi juga sepertinya sangat menyayangi alika, dilihat dari cara dia memperlakukan Alika, tadi" Nina membatin baru menyadari kebenaran setatus alika dan romi, sambil berjalan menuju kamar nya.


karena itu Nina merasa sangat malu ketika mengingat candaan, guyonan nya bersama alika setiap hari.


" Setelah semua orang tua alika istrinya tuan Romi, gimana ya sikap nya nanti sama aku dan ART yang lain, apa akan berubah sama seperti suaminya yang dingin, dan terkesan angkuh. Semoga alika tetep jadi alika yang kita kenal..." Obrolan Nina dengan teman sekamar nya sebelum tidur.


" Ya,,, semoga saja..." Jawab teman sekamar Nina sesama ART.


...


Di pagi hari....


Romi duduk di tempat tidurnya, di sebelah alika yang terlelap, dengan menyandarkan kepalanya di kepala ranjang tempat tidurnya, dan kakinya ia selonjoran kan, Romi berusaha memejamkan mata dengan Maksud ingin tidur tapi pikiran nya sama sekali tidak bisa bersahabat, selalu terjaga.


Kemudian alika berbalik menghadap ke arah Romi, dan melingkarkan tangannya di atas pangkuan Romi.


Melihat itu, Romi sedikit terkejut, dan merasa sangat bahagia.


" Andai saat kamu sadari, kamu tetap bisa bersikap seperti ini, terbuka, dan bermanja-manja dengan ku, mungkin aku akan sangat bahagia, tapi kenyataannya kamu selalu menjaga jarak, dan saat kamu meluapkan emosi mu, seakan kamu sangat membenci ku, kamu anggap aku penyebab semua masalah mu, kamu tau karena itu aku takut kehilanganmu..." Romi bicara dalam hati dan saat Romi ingin menyentuh wajah alika,


" Tok - tok - tok..." Pintu di ketuk


" Masuk." Jawab Romi


" Sarapan nya tuan..." Ucap Nina saat sudah masuk kamar, dan melihat Romi dan alika.


Nina merasa risih dan tidak nyaman.


Nina di perintahkan oleh mama Ranti untuk melayani Romi dan alika.


" Letakkan di meja" ucap Romi, dengan mata terpejam dan tangan kanannya memegang kepala alika, tangan kirinya memegang tangan alika yang melingkar di pangkuan nya.


Tiba tiba terdengar suara


" Tuut..!!!"


Romi langsung membuka mata dan menatap Nina dengan tajam penuh kecurigaan.


Nina sendiri terkejut mendengar suara itu, dan merasa dirinya terintimidasi dengan tatapan Romi, lalu nina berucap


" Bukan saya tuan " Nina lalu menunduk.


Mendengar ada suara yang berbicara, alika mulai tersadar dan menggeliat, lalu suara itu terdengar kembali.


" Tuuut..." bahkan kali ini lebih panjang durasinya.


Pandangan Romi dan Nina tertuju kepada alika, dan mereka tau kalau suara itu berasal dari alika yang buang angin.


" HHmmm,,, merdunya!" Gumam Romi penuh sindiran, dengan ekspresi wajah datar.

__ADS_1


Nina hanya tertunduk dan menahan tawa dengan melipat kedua bibirnya.


Mendengar ucapan Romi, alika langsung membuka mata dan baru sadar bahwa ia telah buang angin sembarangan, di depan Romi.


Alika sangat merasa malu, wajah nya seperti tomat matang yang siap untuk di masak saat menyadarinya.


" Preet...,!!!" Suara itu terdengar kembali.


Saking bingungnya alika malah kelepasan.


Romi memalingkan muka.


" Sial seumur umur baru kali ini ada orang yang berani buang angin di depan ku, sampai berkali-kali lagi, untung nya aku sayang Sama orang nya..." Dalam hati Romi


Kalau bukan alika orang nya jangan harap Romi Sudi melihat orang itu lagi seumur hidupnya.


Alika meringis karena takut dan malu setengah mati.


" Mmmmffff" suara Nina yang tak kuat menahan tawanya.


" Maaf,,, kelepasan,,,, perut saya mules banget..." Ucap alika sambil meringis.


" Gak papa ko,,,! mo sama ampasnya juga sekalian,,, ada Nina yang bersihin,,,! " Ucap Romi sambil menatap tajam ke arah Nina karena kesal, sebab Nina seperti sedang mentertawakannya.


" Memang nya aku Bayi apa...! " Alika kesal dan memanyunkan bibirnya.


" Bukan Bayi, tapi lebih kaya nenek nenek jompo... hahaha...! " Ucap Nina keceplosan.


Dan membuat alika makin kesal kepada Romi, karena alika pikir Romi mengatai dirinya nenek nenek jompo.


" NINA...!" Bentak Romi karena Romi pikir Nina sudah lancang


Nina seprti itu, karena memang sudah kebiasaannya bersama alika saling menimpali guyonan masing masing, sampai Nina lupa kalau alika adalah nyonya di rumah itu.


Nina menutup mulutnya ketika Romi meneriaki nama "maaf tuan" ucap Nina menyadari kemarahan Romi.


....


Alika : othor...!!!


othor: ada apa sih neng... manggil - manggil othor...?


Alika : othor tega Ama aku... masa aku kelepasan buang angin di depan ayang Omi nya othor, kan aku malu sama para AL... (reders )


othor : ko malu nya sama mereka sih... Ama othor ngga...?


Alika : ya padahal itu kelakuan othor kan, suka buang angin sembarangan...


othor : 😂😂😂 neng Alika tau aja !!!🤭 kata suami othor juga, mending di lepasin dari pada di tanah malah sakit... gak dosa kali kalau suami nya ikhlas mah, Wak Wak Wak...!!! ✌️✌️✌️


Alika : serah othor aja deh,,,!!! 😏


othor : ya kan othor mah bebas...😅😅😅


....


**JANGAN LUPA RITUAL NYA YA AL... (REDERS) DENGAN CARA LIKE, VOTE, KOMENTAR...


SUPAYA OTHOR TAMBAH SEMANGAT NGEHALUNYA... 💪💪💪


MAKASIH DUKUNGAN NYA 🙏🙏🙏


LOVE YOU BUAT PARA ALRS...😘😘😘**

__ADS_1


__ADS_2