Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 206


__ADS_3

Setelah momen pernyataan cinta gani dan tasya, semua memutuskan untuk beristirahat termasuk nina.


Nina diminta untuk beristirahat di kamar.


...


Malam hari keluarga romi kembali berkunjung ke rumah nenek diah, untuk berkumpul dengan yang lain nya,


Ketika sampai di rumah nenek diah mereka mengucap salam.


"Assalamualaikum...!" seru keluarga romi yang hendak ber tamu.


"Waalaikumsalam ...." jawab semua orang yang di dalam rumah.


Kebetulan mereka ( keluarga alika) sedang membahas hubungan gani dan tasya.


"Ada apa ni? Seperti nya seru sekali pembahasan kalian" tanya Andi yang baru.


"Iih kepo deh..!" Seru nina menimpali pertanyaan andi.


"Apan sih lu nina , aku kan bukan bertanya kepada mu!" Seru andi


"Oo..." Gumam nina, kemudian nina ikut ke dapur bersama ka ayu untuk membuatkan minum untuk para tamu yang datang.


Setelah selesai di buat minuman itu kemudian langsung di suguhkan kepada para tamu.


Nina masih ikut membantu kak ayu menyuguhkan minuman yang telah mereka buat sebelum nya, tapi ketika menyodorkan minuman ke depan andi, tak sengaja nina menatap wajah andi yang ternyata sedang menatapnya.


Seketika itu nina memaku melihat tatapan andi yang terlihat dingin, namun mengapa, nina merasakan perasaan yang bergemuruh di hati nya, jantung nya berdetak lebih kencang dua kali lipat dari biasanya.


" oh tuhan mengapa mas andi terlihat begitu tampan di mata ku" batin nina.


"*Ternyata cinta bertepuk sebelah tangan itu sungguh sangat menyakitkan, pantas saja banyak orang yang bunuh diri karen cinta tak ter balas, masa iya aku harus ngalamin hal sepeti itu*..." Gumam nina dalam hati nya.


Entah mengapa akhir-akhir ini andi pun merasakan perasan yang canggung terhadap nina.


Dan ternyata sikap keduanya (andi dan nina) di perhatikan oleh Kania.


Lalu kania berdehem "Hhhmmm" memecah susana canggung di antara ani dan nina.


Nina langsung menyadari rasa canggungnya dan segera bersikap biasa saja.


Nina tersenyum manis kepada andi, untuk menghilangkan rasa canggung itu.


Dan senyuman nina malah membuat hati andi bergetar " Ada apa ini mengapa hatiku bergetar melihat nya tersenyum seperti itu.." Batin andi tak mengerti dengan perasannya sendiri.


Sedangkan nina memang sedang menjalankan aksinya, yang ingin membuat and mencintainya dan bertekuk lutut kepadanya.


" Jangan panggil aku nina! Jika aku tida bisa menaklukan mu mas andi..." Batin nina seakan menantang dirinya sendiri.


Karen andi terus saja menatap nina tanpa ekspresi di wajahnya.


Nina makin tersenyum lebar dan langsung bertanya kepada andi.


" Mas ngapain liatin aku kaya gitu ,,, mas andi suka ya sama aku?" celetuk nina sengaja untuk menyadarkan andi dari pikiran nya.


Sebab nina tau andi sedang memikirkan sesuatu.


Ya, andi langsung menundukkan wajahnya ketika nina menegurnya sambil berucap "Apaan sih kamu nina kok geer bangt jadi orang..." andi menimpali ucapan nina.


Nina masih tersenyum "Dih mas andi, gak usah malu kaya begitu , ngaku aja kali kalau emang suka sama aku gak papa kok!" nina makin sengaja menggoda andi.


Mendengar ucapan nina, andi mencibirkan bibirnya memasang ekspresi wajah seakan tidak suka.


" Kepedean bangt sih kamu jadi orang...!" ucap andi ketus.

__ADS_1


Ya, sikap Andi cukup membuat hati nina kembali sakit, tapi menganggap ini menjadi suatu tantangan baginya, untuk menaklukan hati andi.


Dan nina malah makin menggoda andi dengan terus saja tersenyum kepada andi dan berucap " Yakin mas andi gak suka sama aku, nanti aku tinggalin mas andi malah merana jadinya...!" ucap nina terus saja menggoda andi.


Celotehan nina mengundang gelak tawa bagi siapa saja yang mendengarnya terutama kania, yang sangat heboh mendukung kenarsisan nina.


"Ha,,, ha,,, ha,,, nina ,,, nina,,, aku suka sekali tingkah konyol mu,,, narsis sekali dirimu" Ucap kania sambil tertawa lepas


Mendengar seruan kania nina malah mengedip-ngedipkan mata nya di depan andi membuat Andi makin kesal di buatnya.


Lalu berdecak kesal "Click,,, menyebalkan" gumam andi tidak suka dan terlihat sangat kesal.


Karena tingkah nina andi jadi bulan-bulanan bahan tertawaan orang-orang yang ada di sana.


Kemudian tuan carlos menanyakan keberadaan romi yang tida terlihat di sana "Kemana tuan romi, apa dia sedang pergi" Pertanyaan tuan carlos berhasil mengalihkan perhatian mereka semua yang sedang berguyon meledek andi.


Kemudian bunda tiya yang menjawab nya "Romi ada di kamar , iya sedang menemani alika, yang sedang mendapatkan penanganan dari nenek diah" bunda memberi tau.


Kemudian kania dan mama ranti berniat menemui alika dan romi di kamarnya karen mereka pun penasaran penanganan seperti apa yang di lakukan oleh nenek diah untuk alika dan bayi dalam kandungan alika.


Tapi sebelum beranjak dari sana kania bertanya terlebih dahulu kepada bunda tiya untuk meminta izin " Bunda apa boleh kami menemui kak lika di kamarnya sekarang!" ucap kania.


Bunda tiya mengangguk sambil berucap " Boleh.. Mari saya antar,," Bunda tiya malah mengajak mereka untuk mengikutinya.


Kemudian bunda tiya mengetuk pintu kamar alika.


"Tok... Tok... Tok..." suara pintu di ketuk.


"Siapa..." kemudian tanya romi memastikan siapa yang datang.


"Ini bunda, bersama mama ranti dan juga kania!" seru bunda tiya memberi tau.


"Ooo ya silahkan masuk...."romi mempersilahkan bunda dan mamanya juga kania untuk masuk. Alika sedang mendapat penanganan sebuah pijatan semacam pijatan refleksi di bagian-bagian tertentu jadi tubuh alika sedikit terekspos.


Karen yang datang orang-orang terdekat atau keluarga jadi romi mempersilahkan mereka untuk masuk.


Ketika mereka masuk merek melihat Alika sedang dalam posisi terbaring dengan nenek diah du sampingnya terlihat sedang mengelus-elus bagian bokong alika dengan tujuan memperbaiki posisi bayi alika yang masih dalam kandungan yang sempat bergeser pindah posisi karen terjatuh akibat penyerangan yang di lakukan oleh fitri.


Dan romi pun duduk di sebelah sisi lain untuk menemani alika dan memberi support kepada alika.


Sebenarnya kondisi alika sudah lebih membaik karena penanganan dari dokter dan juga penanganan dari nenek diah.


Jadi tidak usah di khawatirkan lagi, alika tidak perlu melakukan tindakan pengangkatan janin.


Tapi alika tetap saja harus melakukan pemeriksaan kandungan untuk memastikan kesehatan kandungannya dan juga dirinya.


Setelah bunda tiya, mama ranti dan juga kania masuk kedalam kamar romi pun menyapa mereka.


"Mah, bun, nia!" seru romi berbasa-basi.


"Ya,,," Jawab yang di sapa serentak.


Kemudian mama Ranti bertanya kepada Alika yang sedang mendapat penangan dari neneknya.


"Bagaimana lika apa masih sangat sakit nak?" tanya mama ranti sangat mengkhawatirkan kondisi alika.


Alika pun menjawab "Sudah lebih baikan kok mah ,,, tidak terlalu sakit seperti kemarin" ucap alika, membuat semua yang mendengarnya merasa lebih lega.


Ketika romi melihat, mamanya, dan bunda tiya, romi teringat kepada bu sari yang telah romi anggap septi ibunya sendiri.


Sebab beberapa hari ini Romi tida bertemu dengannya, karena romi sibuk dengan alika, begitu juga bu sari sibuk dengan kondisi fitri yang makin parah.


Kemudian romi bertanya kepada mamanya tentang bagaimana kabar bu sari, sebab bu sari masih tinggal di villa milik romi, bersama para keluarga romi, yang saat ini sedang berkunjung ke kota itu.


Otomatis mereka bertemu dengan bu sari di sana.

__ADS_1


"Mah bagaimana kabar bu sari" tanya romi kepada mamanya.


Ya, ada rasa sedikit rasa cemburu di hati mama ranti ketika romi menanyakan kabar bu sari.


Romi begitu perhatian kepada bu sari, tapi kadang kepada Mama ranti sendiri romi kadang bersikap dingin.


Sebelum menjawab mama ranti menghela napas panjang untuk mengatur emosinya untuk tida terbawa oleh perasannya sendiri.


"Bu sari sepertinya baik-baik saja, tapi iya memang terlihat sendu, karena memikirkan kondisi putrinya, sebab iya juga terlihat sibuk bolak-balik ke rumah sakit untuk menjenguk putrinya" mama ranti menerangkan yang iya tau tentang bu sari.


Romi menganggukkan kepalanya mendengar penjelasan dari mama ranti.


Romi sangat mengerti bagaimana perasan bu sari saat ini, iya pasti sangat terpuruk menyaksikan kondisi putri semata wayang nya mengalami gangguan jiwa.


Padahal bukan itu saja yang bu sari pikirkan bu sari juga memikirkan kondisi alika, rasa bersalahnya kepada alika dan juga kepada romi teramat dalam sehingga sangat mengganggu pikiran nya.


...


Kini nenek diah sudah menyudahi kegiatannya.


Karena di sana ada pra ibu dan juga kania yang menemani alika, akhirnya romi permisi untuk keluar berniat menemui, papanya, andi, dan juga tuan carlos di ruang tamu yang sedang di temani oleh kak alif.


Sedangkan gani sedang mengantar tasya pulang kerumahnya setelah seharian di rumah nenek diah bersama semuanya menemani alika.


Tapi sebelum menemui yang lain di ruang tamu Romi memilih untuk menelpon bu sari terlebih dahulu.


Untuk menanyakan kabarnya , dan ingin memberikan support kepada bu sari.


Romi mulai melakukan panggilan nya.


Dan tak lama bu sari langsung mengangkat sambungan telepon dari romi.


"Halo assalamualaikum,,," seru bu sari ketika sambungan telpon sudah terhubung.


"Ya, walaikumsalam....!" jawab romi


"Tuan bagaimana kondisi nona alika saat ini,,," tanya bu sari memang sangat mengkhawatirkan kondisi alika.


"Ibu tenang saja, kondisi istri saya sudah membaik sekarang..." jawab romi


"Ya, syukurlah kalau begitu tuan..!" seru bu sari merasa lega.


Meskipun bu sari sudah menanyakan kondisi alika kepada mama ranti, dan jawaban nya sama sepeti jawaban romi.


Namun bu sari belum merasa lega jika tidak mendengar langsung dari mulut romi sendiri.


Kemudian romi bertanya kepada bu sari bagaimana kondisi busari sendiri.


Bu sari menjawab "Saya baik tuan" Tapi jawaban bu sari terdengar lirih, menandakan hati dan pikiran nya tidak sedang baik-baik saja.


Romi paham betul itu, romi berusaha untuk menenangkan bu sari dengan memberinya perhatian.


"Bu...! seru Romi


"Iya tuan..." Jawab Bu sari.


"Ibu jangan telat makan, nanti sakit ibu harus jaga kondisi kesehatan ibu...!" ucap Romi.


Tapi Bu sari malah terdengar terisak setelah mendengar ucapan Romi.


"Eeh ,,, kok ibu nangis sih!" Seru Romi.


"Ibu terharu nak...!" Jawa Bu sari sambil terisak.


"Ternyata ibu tidak sendiri, ibu masih punya anda tuan... terimakasih..." Ucap Bu sari.

__ADS_1


__ADS_2