Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 114


__ADS_3

sudah waktunya untuk menunaikan ibadah sholat Zuhur...


Alika dan Rani pamit untuk itu.... di ikuti dengan yang lain nya akan menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim.


karena Fika sedang berhalangan jadi Fika tidak ikut dengan mereka...


setelah selesai shalat alika dan Rani sedang duduk di sudut musolah untuk merapihkan hijab nya dan sedikit memoles wajah nya dengan makeup sederhana (secantik apapun perempuan butuh perawatan) Romi hanya melihat mereka sekilas dan berlalu untuk memberikan sedikit ruang agar alika bisa merasa nyaman.


setelah selesai dan ingin kembali bergabung dengan yang lain Fahri menghentikan langkah mereka.


"Tunggu...! Alika saya ingin bicara...!" Cegah Fahri


"Apa lagi yang mau di bicarakan... tolong jangan begini,,,! sikap mu bisa menimbulkan kecurigaan dan mereka bisa salah paham...!" Alika berusaha menolak.


"Alika aku tidak perduli tentang pandangan orang terhadap ku ...!" Fahri


" Ya,,,; kamu bisa begitu tapi tidak dengan ku Fahri...! aku sudah bersuami dan di sini ada suamiku,,,!" Alika mengingat kan.


padahal semenjak alika kembali ia sudah sangat berusaha untuk menghindari Fahri.


karena melihat mereka sedang berbincang dan terlihat sangat tegang karena saling bersikeras Romi pun menghampiri mereka


"Ada apa ini tuan Fahri,,,? Apa ada masalah " Kemudian Romi bertanya


"Tuan tolong jangan salah paham, di sini tempat terbuka, dan ada Rani juga kami tidak hanya berdua" jelas Fahri


Rani memang ada di antara mereka karena alika terus memegangi tangan Rani agar tidak pergi meninggalkan nya.


"Ooh tentu saja tidak...! saya percaya sepenuhnya kepada istri saya, terlihat sekali dari sana, istri saya seperti nya menolak berbicara dengan Anda, makanya saya hampir kalian, saya tidak ingin ada yang memaksa istri saya dan membuat nya tidak nyaman...!" jelas Romi


"Oo ya saya juga tau anda selalu berusaha untuk menemui istri saya, tapi tidak berhasil kan,,,! karena istri saya memang menghindari anda...!" lanjut Romi


" Ya saya juga tau itu... karena itu saya ingin berbicara dengan Alika,,, tolong tuan kasih saya waktu sebentar...!" Fahri memohon karena ada sesuatu yang ingin Fahri sampai kan kepada alika.


"Baik silahkan bicara sekarang...!" tantang Romi


kemudian alika berusaha berlalu karena tidak ingin ada keributan, tapi Romi menahan nya dengan menarik tangan alika agar tetap tinggal,


"Okeh,,,! saya kasih kesempatan tapi hanya untuk kali ini saja...!" Romi mengijinkan dan ia pun berlalu meninggalkan mereka


Rani pun ingin pergi meninggalkan alika dan Fahri.


tapi alika mencegah nya...


"Ku mohon tetap lah di sini...!"Ucap Alika dengan menarik tangan Rani

__ADS_1


Rani melihat ke arah Fahri, dan Fahri mengangguk kan kepala nya, tanda ia setuju dengan ucapan Alika.


kemudian Fahri memulai pembicaraan nya...


" Alika kamu tau sampai detik ini aku masih menunggu mu,,,! aku percaya sepenuhnya kepada mu, bahwa kamu tidak akan mengkhianati cinta ku,,, bahwa benar pernikahan kalian hanya sebuah kesepakatan tidak lebih... omongan kalian tentang momongan itu hanya lah omong kosong benar kan alika...?" Fahri berusaha meyakinkan dirinya dengan jawaban dari alika.


dengan sendu namun penuh keyakinan alika menjawab " tidak Fahri, pernikahan ku sungguhan aku telah menjadi istri seutuhnya bagi tuan Romi, kesepakatan itu tidak pernah di Buat, aku memang telah mengkhianati mu,,,! lupakan aku, mulailah menerima Rani dan cinta Rani seperti kamu mencintai ku, karena Rani lebih baik segalanya dari pada aku, Rani tidak akan pernah meninggalkan mu, tidak seperti aku yang tega menyakiti hati mu,,,!"


Rani hanya diam dan menunduk karena sebenarnya ia memang ada rasa kepada Fahri, dan karena jasa keluarga Fahri kepada nya, Rani tidak akan mungkin sengaja menyakiti Fahri dan keluarga.


"Alika walaupun benar semua yang kamu katakan, Tapi aku tau itu semua karena terpaksa,,, kamu tidak bahagia...! aku tau itu meski pun kamu menyangkalnya,,, aku janji akan selalu menunggu sampai kapan pun alika dan bagaimana pun keadaan mu,,, aku tidak perduli dengan apapun lagi, yang ku tau aku hanya mencintai mu...!" Fahri berusaha meyakinkan Alika


Karena rasa cinta yang teramat dalam kepada alika, harapan yang teramat besar untuk hidup bersama alika, Fahri seperti sudah kehilangan akal sehat nya.


"Cukup Fahri,,,! kita tidak mungkin bisa bersama, walaupun nantinya aku tidak atau tetap bersama tuan Romi, kita tidak akan bisa bersama karena cinta ku kepada mu sudah hilang, dan hanya ada rasa bersalah di hatiku untuk mu,,,! menjauh lah dari ku jika kamu ingin hidup ku tenang dan bahagia...! anggap saja dulu hubungan kita hanya teman dekat,,,!" jawab alika ingin menyudahi semua nya.


"Ku mohon Fahri,,,! bencilah kepada ku karena itu lebih baik untuk ku dan juga untuk mu,,,!" . Batin Alika.


Fahri hanya bisa diam dan tertunduk mendengar ucapan alika...!


"Fahri setelah ini kita anggap selesai, tidak ada lagi yang harus kita bicarakan... semua telah jelas, kita lanjutkan hidup kita masing-masing, ku mohon apa pun yang terjadi di hidupmu kedepannya jangan pernah di sangkut pautkan dengan ku, dan begitu juga dengan ku, apa yang terjadi di hidupku kedepannya tidak ada hubungannya dengan mu...!" lanjut alika menyudahi pembicaraan


dengan penuh kekecewaan Fahri mengangguk kan kepala nya sebagai isyarat bahwa ia mengrti dengan maksud alika.


Alika berlalu untuk menghampiri semua meski Ada rasa tidak tega di hatinya, tapi alika juga benar benar merasa lega telah menyudahi semuanya dengan Fahri menyelesaikan semuanya.


dan merasakan perasaan tidak tega terhadap Fahri...


"Sungguh aku tidak pernah menduga, kalian harus berpisah dengan cara seperti ini, cinta kalian begitu besar satu sama lain, seakan tidak akan pernah terpisahkan... tapi takdir berkata lain... aku tau ini tidak mudah bagi mu alika, aku mengrti perasaan mu... dan ini begitu berat bagi mu Fahri, aku juga tau kau sangat mencintai alika karena itu kamu sangat terluka atas penolakan alika,


tapi tenang Fahri aku akan berusaha menyembuhkan luka mu seiring waktu aku yakin luka itu akan hilang dengan sendirinya" Batin Rani


Hati Fahri benar benar hancur setelah mendengar semua nya tapi ia pun merasa lega karena telah mendapatkan jawaban dari alika.


"Baik alika jika ini yang kau mau,.. aku ikhlaskan semua nya, aku pasrah kan semu nya, semoga kau selalu bahagia dengan pilihan mu... ya mungkin kau bukan jodohku...!" Batin Fahri dan menyusul yang lain.


...


mereka kembali ke tempat peninjauan dan kembali melakukan tugas masing-masing...


Dan karena hari pun sudah sore mereka memutuskan untuk kembali pulang,,, tapi mereka masih harus melakukan pertemuan untuk pembahasan lebih rinci.


namun tiba-tiba saja cuaca berubah mendung, yang awalnya begitu terik di tengah hari, kini awan hitam menyelimuti...


dan angin pun bertiup kencang...

__ADS_1


di susul kilat yang seakan menyambar... di tambah suara petir yang menggelegar... menambah suasana semakin mencekam...


bulir bulir air pun mulai turun...


cuaca seakan menggambarkan suasana hati Fahri yang sedang mendung di tutupi awan hitam... setelah berbicara dengan alika ia berusaha berdamai dengan kenyataan membuat emosi nya berkecamuk ia hanya bisa menyimpan segala rasa dalam jiwa.


"aku menahan kecewa, pertemuan yang harus nya penuh tawa, kini hanya angan-angan semata...!" Batin Fahri merutuki diri.


semua berteduh di pos penjaga lahan di sana karena cuaca tidak memungkinkan untuk mereka melakukan perjalanan pulang...


saat kilat seakan menyambar dan suara petir menggelegar, semuanya terperanjat, terkejut karena hal itu, terutama para wanita sangat ketakutan.


Romi menarik tubuh alika dan memeluk nya karena Romi tau alika sangat takut dengan suara petir, tubuh alika gemetaran detak jantungnya tidak beraturan karena luar biasa takut nya, alika membenamkan wajahnya di dada bidang Romi dengan posisi Sama-sama berdiri.


begitu juga dengan Rani dan Fika mereka pun berpelukan saling menguatkan...


Kilat menyambar, suara petir menggelegar seakan saling bersahutan, suara gemuruh angin dan hujan menambah kericuhan, Suasana mencekam gelap gulita seperti sudah malam padahal waktu menunjukkan pukul 16:00


semua merasa panik


tak henti semua mengucapkan doa doa yang mereka bisa...


meski berada di pelukan Romi alika tetap merasa takut karena dalam keadaan seperti itu alika sampai menangis karena rasa takutnya.


"Tenang honey,,,! jangan takut,,, badai, petir ini pasti berlalu, kita akan baik baik saja...!" Romi berusaha menenangkan alika dan mengelus punggung alika yang masih membenamkan wajahnya di dada Romi, namun alika masih saja terisak.


begitu juga dengan Rani dan Fika mereka berdua pun menangis karena Takut.


"Jangan menangis,,,! lebih baik berdoa meminta keselamatan kepada yang maha kuasa...!" Seru salah satu dari mereka melihat para wanita menangis karena ketakutan.


sementara Fahri hanya diam membisu seperti tidak merasakan apa yang orang lain rasakan di sana. ternyata Fahri termenung dengan tatapan kosong


Ia sibuk mengingat masa-masa indah nya bersama alika, jika saja kejadian kecelakaan yang di alami alika dan Bu sari tidak terjadi, mungkin alika sudah menjadi istri nya, karena mereka sudah merencanakan itu semua.


namun takdir berkata lain...


Fahri hanya manusia biasa anak muda yang masih memiliki emosi labil, jabatan nya sebagai pimpinan yayasan hanya tuntutan dari para pengurus, dan keluarga...


tapi ini masalah hati dan perasaan tidak ada kaitannya dengan yayasan,,,! meski ia sudah berusaha, ikhlas, pasrah dan merelakan Alika, tapi sungguh butuh waktu bagi nya untuk bangkit dari rasa kekecewaan yang teramat dalam... apa lagi melihat dengan nyata kekasih hati berada dalam pelukan orang lain.


karena sesungguhnya sumber kekecewaan hati yang terluka yaitu menaruh harapan besar pada Seseorang tapi pada kenyataannya tak sesuai harapan nya.


...


mohon dukungan nya ya... 🙏🙏🙏

__ADS_1


tinggal kan jejak mu dengan cara like, vote, komen ya...!!!


TERIMAKASIH 🙏🙏🙏


__ADS_2