Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 186


__ADS_3

Alika sedang bersiap di kamarnya ia sedang memoles wajah dengan make-up natural, tapi sekali pun terlihat sederhana mampu menambah kecantikan alika berkali-kali lebih cantik.


Tak lama Romi masuk kedalam kamar dengan ekspresi wajah yang di tekuk.


Alika mengerutkan keningnya ketika melihat suaminya datang dengan ekspresi wajah seperti itu.


"Kenapa m'y honey, apa ada masalah?"


"Tidak, aku juga akan bersikap ayok cepat kita berangkat...!"


Alika tak habis pikir dengan sikap Romi yang tadinya begitu hangat kini malah sebaliknya.


Selang beberapa menit, Remi telah bersiap begitu juga dengan alika, kini mereka berdua segera berangkat.


Ketika sampai di terasa villa, Bu sari yang sedang menyiram tanaman yang sengaja di tanam di sana.


Bertanya menghentikan langkah Romi dan alika " Tuan dan nona mau kemana?"


Tapi Romi hanya melirik sekilas ke arah Bu sari tidak menjawab, lalu berlalu melanjutkan langkahnya menuju mobil.


Karena itu alika lah yang harus menjawab pertanyaan Bu sari "Kami ingin ke rumah nenek Bu, sekali tuan Romi ada pertemuan di yayasan Nurul iman!"


"Tapi kalian pulangkan?"


"Kita lihat nanti saja ya Bu, nanti kami akan kabari ibu...!"


Romi yang sudah siap dengan mobilnya memanggil Alika dari pintu jendela mobilnya.


"Honey ayo cepetan!" Seru Romi.


Melihat sikap Romi yang begitu dingin, Bu sari curiga ada sesuatu yang membuat Romi bersikap seperti itu, pasalnya selama kenal dengan alika, sikap dingin itu telah berubah menjadi hangat.


Tapi mengapa kali ini sikap dingin itu kembali muncul "Semoga kalian baik-baik saja...!" Gumam Bu sari setelah keduanya berlalu.


Dan tentunya Fitri mengintip mereka di balik jendela kamar yang ia tempati, dengan tatapan mata penuh kebencian.


.

__ADS_1


.


Di perjalanan hanya ada keheningan tak ada kata yang keluar dari mulut ke duanya, alika merasa bingung dengan sikap suaminya yang tiba-tiba berubah dingin, ingin rasanya ia bertanya tapi ia takut hanya akan memancing emosi nya, alika hanya mematung, pikirannya tenggelam dalam lamunan.


"ada apa dengan Romi dan Fitri mengapa mereka begitu mencurigakan, pasti ada sesuatu di antara mereka, jika tidak ada, tidak mungkin mereka berdua bersikap seperti itu" Kecurigaan alika makin kuat.


Oleh sebab itu alika merasa takut, ia takut di hianati, "Harus bagaimana aku, harus bersikap seperti apa aku,,, !" Pertanyaan dalam benak alika.


Sedangkan Romi sendiri ingin sekali mengusir Fitri dari villanya tapi merasa tidak enak hati kepada Bu sari, jika Romi melakukan itu pasti Bu sari akan merasa sangat tersinggung.


Romi takut Fitri akan berbuat nekad seperti yang selalu ia lakukan, seperti tindakannya tadi pagi yang berani memeluk Romi dari belakang, bukan tidak mungkin Fitri bisa melakukan lebih dari itu, pikir Romi.


"Apa aku melakukan kesalahan,,,?" Tiba-tiba alika bertanya memecah keheningan.


Sontak pertanyaan itu memancing reaksi dari Romi, ia langsung melihat ke arah alika.


"Apa maksudmu mu?" Romi malah Balik bertanya.


"Kamu mendiamkan ku seperti ini?" alika


"Apa!" pekik Romi


"Lalu apa yang membuat mu seperti ini, jika bukan karena aku" Alika mendesak jawaban dari Romi


"Maafkan aku honey jika sikapku menyinggung perasaanmu, memang ada sesuatu yang sedang aku pikirkan!" Jawab Romi dengan ekspresi wajah datarnya


"Jika aku boleh tau apa itu?" Alika makin penasaran, dan sebagai seorang istri alika berhak tau atas apa yang di pikirkan suaminya, yang menjadi beban pikirannya.


"Honey, aku sangat risih dengan adanya Fitri di villa kita, tinggal bersama kita!" Romi berterus terang.


"Apa penyebabnya?" Alika meminta Jawaban lebih tepat.


"Sulit sekali aku untuk menjelaskannya honey, yang jelas Fitri itu bukan orang baik-baik"


"Apa dia menyerang mu?" Tanya alika lagi.


"Ya bisa di katakan seperti itu!" Jawab Romi membuat alika semakin resah.

__ADS_1


"Apa aku tak pantas tau penyerangan seperti apa yang di lakukan oleh Fitri" Pertanyaan alika dengan nada menggumam, alika kecewa Romi tidak percaya kepadanya, sebab romi enggan untuk menceritakan tentang apa yang telah terjadi.


Mendengar ucapan alika, Romi menepikan mobilnya. Membuat alika makin bingung, alika takut Romi menurunkannya, mengingat kejadian dulu Romi tega meninggalkan nya di parkiran mall.


Dengan ekspresi wajah panik alika bertanya kembali "Ada apa, Apa aku melakukan kesalahan?" Alika takut salah berbicara dan menyinggung perasaan Romi, sehingga Romi sampai harus menepikan mobilnya.


"Kamu ingin tau yang sebenarnya?"


Alika hanya mengangguk...


"Tapi janji kamu tidak akan berubah sikap sedikit pun kepada ku, dan akan percaya dengan apa yang aku ceritakan?" Romi menegaskan.


"Ya aku berjanji"


Romi mulai menceritakan apa yang telah Fitri lakukan kepadanya, dari awal mula sampai kejadian tadi pagi.


Alika merasa merinding setelah mendengar semua cerita Romi, sebab alika mengingat wajah penuh amarah Fitri ketika alika memergokinya mengintip dan menguping mereka berdua ketika sedang bercanda gurau.


"Kamu harus hati-hati honey ketika berduaan di villa bersamanya, ketika aku dan Bu sari sedang tidak berada di villa"


"Apa Bu sari tidak tau tentang semua kelakuan putrinya..." Tanya alika.


"Entahlah..." Ucap Romi sambil mengangkat kedua bahunya.


Setelah menceritakan semua apa yang terjadi kepada alika, beban di hati dan pikiran Romi terasa sedikit lega, tapi Romi memikirkan keselamatan alika dan tentu semua itu akan menjadi beban pikiran bagi alika.


"Oke untuk keselamatanmu, dan kenyamanan kita, untuk sementara kita tinggal di rumah nenek, sampai aku menemukan cara agar Fitri pergi dari villa kita"


"Aku belum bisa memberhentikan Bu sari sebab Bu sari masih memiliki konterak kerja dengan ku, jika salah satu dari kami memutuskan kerja sama secara sepihak sebelum batas waktu yang di tentukan habis, maka di antara kami harus mengganti denda sebanyak 1 miliar" Romi mengingat kontrak kerja yang telah ia buat sendiri.


"Sedangkan Bu sari telah memohon kepada ku agar mengizinkan Fitri untuk tinggal bersamanya, untuk mengisi hari-hari yang telah Bu sari lewat karena aku, yang harus nya Bu sari habiskan bersama dengan putrinya"


Alika mengerti dengan apa yang Romi bicarakan


"Sedangkan jika aku memberhentikan Bu sari untuk saat ini aku harus membayar denda sebanyak itu, kamu tau sendiri, keadaan ku sekarang seperti apa, kita sedang membutuhkan banyak uang untuk keperluan kita, dan untuk memulai bisnis ku" Itu semua penjelasan dari Romi


"Ya aku sangat mengerti dengan keadaan kita".

__ADS_1


"Apa kamu tidak apa-apa tinggal di rumah nenek yang seperti itu, rumah tua jauh dari kata mewah...!" Alika meyakinkan Romi.


Mengingat kehidupan Romi selama ini bahkan apartemen miliknya di kota sebenarnya lebih mewah dari pada rumah nenek nya.


__ADS_2