
Setelah melihat Tuan Carlos menjauh darinya Kania berdiri mematung, Iya merasa tidak tega melihat Cherry menangis
" oh Tuhan Bodohnya Aku telah membuat anak kecil yang tak berdosa
Itu menangis" Kania merutuki dirinya sendiri
Kemudian Kania berlari mengejar Tuan Carlos yang sedang menggendong Cherry sembari menenangkannya.
Ternyata Tuan Carlos berjalan menuju kamar hotelnya, Tuan Carlos membuka pintu lalu segera masuk, namun saat Tuan Carlos hendak menutup pintunya ditahan oleh Kania yang berhasil mengejarnya.
" tunggu tuan! saya ingin bicara dengan Cherry berdua saja, bolehkah!" seru Kania setelah berhasil menahan pintu agar Tuan Carlos tidak menutupnya terlebih dahulu.
Kemudian Tuan Carlos mempersilahkan Kania untuk masuk. Dan menemui Cherry yang masih terisak di dalam kamar hotelnya.
Kania berjalan perlahan mendekati cherry, Kania takut Cherry akan menangis histeris ketika melihatnya, maka dari itu Kania sangatlah bertindak hati-hati ketika mendekati Cherry.
Setelah mendekatinya Kania mengelus kepala Cherry dengan lemah lembut, penuh kasih sayang.
Namun cherry masih saja merajuk,
" Cherry sayang maafin kakak ya, bukan maksud kakak untuk memarahi mu, tadi Kakak pikir yang menekan tombol bel pintu kamar kakak terus menerus itu Om Romi, sebab Om Romi sangatlah nakal terhadap kakak, jadi iya pantas untuk kakak marahin" Kania Berusaha menjelaskan kepada Cherry agar ia mengerti dan berhenti menangis
" kamu anak baik dan menggemaskan Mana mungkin Kakak tega untuk memarahimu" lanjut Kania
Tapi Cherry tetap diam dan terisak
" jadi Cherry nggak mau maafin kakak nih!" seru Kania dengan nada merajuk manja berlaga sedih agar Cherry mau memaafkan dan meresponnya.
Dan itu berhasil membuat Cherry menatapnya, Cherry lalu merentangkan tangan sebagai tanda meminta sebuah pelukan
Melihat itu Kania langsung mengembangkan senyumnya lalu segera membalas memeluk gadis kecil itu.
" oh dengan senang hati " gumam Kania
" Kakak beneran gak marahin aku kankan?" ucap Cherry memastikan
Dengan lembut Kania mengusap sisa Air Mata Di Pipi Cherry selalu menciumnya.
Kemudian Kania bertanya ada maksud apa Cherry datang menemuinya. Padahal sebenarnya Kania sudah tahu karena Tuan Carlos telah menjelaskannya kepada Kania.
Namun Kania sengaja bertanya kembali kepada Cherry karena ia ingin mendengarnya langsung dari Cherry.
Kemudian cari mengulang kembali penjelasan yang telah disampaikan oleh Papinya kepada Kania.
"Oh jadi Cherry pengen renang sama kakak!" Kania bertanya untuk memastikan
Cherry langsung menganggukkan kepalanya mengiyakan pertanyaan Kania.
" Oke Nanti sore kita renang bersama, sekarang kita istirahat dulu, soalnya semalam kakak kurang istirahat jadi harus istirahat dulu supaya tidak sakit" Ucap Kania kepada Cherry
__ADS_1
Cherry mengangguk kepala tanda bahwa ia mengerti.
"Sekarang kakak balik dulu ya ke kamar kakak, nanti jika waktunya renang kita akan menemuimu okeh!" Seru Kani
Tapi Cherry malah menggelengkan kepalanya, tidak ingin ditinggalkan oleh Kania, membuat kania merasa bingung.
Lalu Kania bertanya" kenapa"
Cherry malah merengek meminta Kania agar tidur bersamanya di kamarnya, membuat Kania bingung, tidak mungkin dia akan tidur di sana sementara di ruangan ada Tuan Carlos.
Kania menatap tuan Carlos yang sedang duduk di sofa sembari memperhatikan cherry dan Kania sedari tadi.
Sekali lagi Tuan Carlos merasa kagum kepada Kania karena mampu meredakan putrinya yang sedang merajuk.
Kania begitu bingung dengan permintaan Cherry dan mengajak Cherry ikut dengannya untuk tidur di kamar Kania.
Namun Cherry menolaknya, Iya tetap pingin tidur di kamarnya sendiri, yaitu kamar tuan Carlos.
" Tidurlah saja di sinis, tidak apa-apa karena kita tidak hanya berdua saja ada Cherry di sini!" ucapkan Carlos sambil mengedipkan mata memberi isyarat kepada Kania
Namun kania malah salah paham, ya pikir Tuan Carlos bersikap genit kepadanya
" Iis menjijikan sekali dia, Apa maksudnya dia main mata kepadaku" batin Kania dengan menampakkan ekspresi wajah seakan jijik
Melihat ekspresi Kania tuan Carlos mengerti bahwa Kania telah salah paham dengan maksudnya.
Carlos makin mendekat ke arah Kania lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Kania.
Tapi bukannya memberontak Kania malah memejamkan matanya dengan kasar. Iya pikir Tuan Carlos ingin menciumnya, tapi ternyata tuan Carlos hanya berbisik di telinganya.
" ikuti saja maunya, setelah ia tertidur barulah kamu boleh meninggalkan nya" berisik Tuan Carlos di telinga Kania
Kania membelalakkan matanya ketika menyadari bahwa Tuan Carlos hanya ingin berbisik di telinganya.
" Oalah... aku udah deg-degan banget kirain aku dia mau..." Batin Kania dengan bernapas lega
Ya lalu dengan terpaksa Kania akhirnya mengikuti kemauan Cherry dengan tidur di kamar tuan Carlos, padahal rasanya sangat tidak nyaman berada satu kamar dengan pria asing. Tapi demi agar Cherry tidak merajuk dan menangis apa boleh buat pikir Kania.
Kania merebahkan tubuhnya nya di kasur yang telah di tidur oleh tuan Carlos semalam, membayangkan itu Kania merasa sangatlah tidak nyaman.
" iiiww kasur ini bekas peria asing..." Batin Kania merasa tak tega harus tidur di kasur orang yang tidak pernah ia kenal selama nya.
" Ooh Tuhan liburan macam apa ini mengapa aku selalu terseret dalam derama orang lain, kapan aku bikin derama sediri" Masih Batin Kania
Padahal ia sedang memulai dramanya sendiri,
Kania tidur dengan posisi berpelukan bersama Cherry, lalu mulai terlelap karena ia benar-benar lelah, Kania melupakan semua rasa tak nyamannya dan kini Kania bersama Cherry sudah benar-benar terlengkap.
Tuan Carlos menatap Kania dan Cherry yang sedang tertidur pulas.
__ADS_1
"Dasar gadis cabe rawit, syok ingin menolak padahal pengen dasar jaim" Gumam tuan Carlos bicara sendiri sambil tersenyum simpul.
Seperti nya tuan Carlos mulai tertarik kepada Kania.
.
.
.
Sementara Romi dan Alika di kamarnya.
" Honey bagaimana perasaan mu saat ini?" tanya Romi pada Alika
Alika mengerutkan kening merasa heran dengan pertanyaan Romi, Mengapa Romi bertanya demikian, pikir Alika.
"Kenapa my honey, aku bisa aja" Jawa alika
"Justru aku ingin bertanya kepadamu, ada apa denganmu, semenjak dari rumah sakit kamu lebih banyak diam, apa kamu masih marah kepada ku" Tanya alika kepada Romi karena merasakan perubahan sikap Romi yang lebih pendiam.
"Entah mengapa hatiku terasa begitu sakit ketika mengingat semua peristiwa yang terjadi kepada mu karena ulah ku" Jawab Romi masih saja merasa sangat menyesal
Alika yang sedang duduk di tepi tempat tidur menarik lengan Romi yang berdiri di depan nya agar mendekat ke padanya.
" My honey tolong jangan seperti ini, anggap ini pelajaran bagi kita, ambil hikmah dari kejadian ini, agar kita bisa lebih baik lagi kedepannya, agar lain kali jangan mengambil keputusan dalam kemarahan, berusahalah mendengarkan penjelasan orang lain, jangan selalu merasa paling benar" Ucap Alika menasehati Romi
"Ya honey, honey maaf kan aku" kemudian Romi berlutut di depan alika.
"Jangan berlarut-larut dalam penyesalan yang hanya akan membuat kita terpuruk, perbaiki semua nya dengan bersikap lebih baik lagi" Alika berusaha menenangkan perasaan Romi
Alika menarik tangan Romi untuk mengelus perutnya, setelah mengelus perut alika, Romi menciumi perut alika yang di mana ada buah hati mereka berdua, kemudian memeluk pinggang alika dengan posisi berlutut, dan meletakkan kepalanya di pangkuan alika.
Alika mengelus kepala Romi dengan kelembutan penuh kasih sayang...
"Maaf kan aku honey, Dede bayi maaf kan papa nak" Batin Romi masih diliputi kesedihan.
kemudian alika menengadahkan wajah Romi agar melihat wajah nya.
"My honey kita kesini mau liburan kan, masa sedih-sedihan kaya gini, aah gak seru deh jadinya" Ucap Alika sengaja mencarikan suasana.
"Oke, nanti kita jalan-jalan tapi jangan sekarang, sekarang kita istirahat dulu!" Romi mengiyakan keinginan alika
"Oke !" seru alika penuh semangat
....
Mohon dukungan nya kawan 🙏, tinggalkan jejakmu dengan cara like, vote, komen, di kolom komentar di setiap bab nya.
Sertakan bintang limanya juga ya! jangan lupa... terimakasih 🙏🙏🙏
__ADS_1