
Faisal tersenyum mendapat pertanyaan dari Fitri yang menanyakan siapa orang yang mau menyukai wanita sepertinya.
"Kak Ical kok malah senyum-senyum gitu sih, jawab siapa orang yang mau sama perempuan seperti aku ini?" Fitri kembali bertanya sebab Faisal seperti malu mengutarakannya atau malah takut.
Takut Fitri tersinggung nanti mendengarnya, karena setatus Fitri adalah istri orang, dan Faisal takut Fitri menyalah artikan menganggap Faisal sedang mencari kesempatan dalam kesempatan, untuk memanfaatkan Fitri seperti dugaan Romi.
Tapi Fitri terus mendesak Faisal untuk menjawab pertanyaannya.
"Aku yang menyukaimu." Kemudian Jawab Faisal.
"Kak Ical tidak sedang membodohi ku kan!"Fitri meyakinkan.
"Oo tentu tidak Fitri, aku sungguh sangat menyukai mu." Faisal menegaskan.
Sorot mata Fitri terlihat berbinar, pipinya bersemu merah.
Entah mengapa Mendengar ucapan Faisal, Fitri merasa berbunga-bunga.
"Lalu apa buktinya kalau kak Ical suka sama aku." Fitri meminta bukti kepada Faisal akan keseriusan dari ucapannya.
"Aku akan menikah mu" Jawab Faisal serius.
Tapi Fitri memekik, " Apa?" Sebab tidak mungkin Faisal menikahinya sedangkan setatusnya kini adalah istri Romi.
Faisal menjelaskan sebenarnya pernikahan mereka berdua ( Fitri dan Romi) itu tidak sah menurut agama.
"Kenapa?" Fitri bingung.
"Sebab ketika itu, kamu masih dalam keada gangguan jiwa, karena itu orang yang sedang terkena gangguan jiwa tidak boleh dinikahi atau menikah."
"Jadi pernikahan aku dan tuan Romi itu tidak sah."
Faisal menganggukkan kepalanya, "Ya seperti itu."
"Jadi itulah alasannya mengapa tuan Romi selalu menghindari ku
"Bisa di bilang seperti itu."
"Mereka sudah mempermainkan ku."
"Bukan mempermainkan mu, memang dari awal mereka sudah menolak pemintaan ibu, tapi untuk ketenangan jiwa ibu mereka terpaksa mengikuti keinginannya, dan buktinya ketika ijab qobul itu selesai di tunaikan, ibu langsung menghembuskan nafas terakhirnya, dan pergi dengan tenang." Faisal menjelaskan yang sebenarnya kepada Fitri agar Fitri bisa mengerti.
"Oo begitu, tapi aku ingin bermain-main dengan mereka, aku ingin mereka merasakan apa yang aku rasakan selama ini, bagaimana hidup dalam permainan mereka, terutama tuan Romi, dia lah penyebab dari semua kehancuran hidupku...." Ucap Fitri penuh emosi.
Mengapa rasa cinta Fitri yang tadinya begitu besar kepada Romi, seketika berubah menjadi kebencian.
"Tidak boleh seperti itu Fitri..." Faisal menasehati.
"Lihat mereka apa mempedulikan ku setelah menyakiti hatiku, perasaan ku, bahkan juga fisik ku dengan menamparku apa mereka peduli, apa mereka mencari ku." Fitri kecewa kepada Romi dan alika.
" Ya mereka mungkin sedang mencari mu sekarang!" Faisal mencoba menebak-nebak untuk meredakan perasaan Fitri yang di liput emosi.
"Ayok sebaiknya kamu aku antar pulang." Faisal ingin mengatakan Fitri.
"Tidak usah! aku ingin kamu ajak aku jalan-jalan..." Seru Fitri.
"Kemana?" Tanya Faisal.
__ADS_1
"Ke mall boleh!"
"Oke, siapa takut." Faisal menyanggupinya.
Kemudian mereka berdua berjalan menuju mobil Faisal, dan bergegas pergi kesebuah mall sesuai permintaan Fitri.
Sampai di parkiran, mereka langsung turun dan segera masuk.
Di sana Fitri terlihat sangat senang, ia melupakan semua kejadian yang membuatnya sakit hati.
Fitri mengajak Faisal ke tempat permainan. Fitri ingin bermain sepuas hati dan sesuka hati.
Faisal mengikuti setiap apa yang di inginkan oleh Fitri, karena melihat Fitri senang Faisal pun merasa ikut senang.
Setelah selesai bermain, Faisal mengajak Fitri untuk makan.
"Fitri sebaiknya kita makan dulu yuk!" Ajak Faisal.
"Boleh! aku memang sangat lapar kak." Fitri setuju dengan ajakan Faisal.
Kemudian mereka segera menuju tempat makan, tapi saat melintas di depan sebuah toko pakaian Fitri menghentikan langkahnya dan memaku melihat sebuah gaun yang terpajang di sebuah patung.
Faisal terus berjalan, sampai akhirnya menyadari bahwa Fitri tidak ada di sampingnya.
Faisal langsung berbalik badan mencari keberadaan Fitri.
Lalu ia melihat Fitri sedang berdiri memaku di depan sebuah toko pakaian.
Faisal kembali menghampiri Fitri dan bertanya, " Kenapa kamu, kok berhenti di sini?"
"Ya bagus sekali, kamu suka?" Faisal malah balik bertanya kepada Fitri.
Fitri menganggukkan kepalanya, karena Fitri memang menyukainya.
"Ya sudah syok kita bungkus!" Ucap Faisal mengajak Fitri untuk masuk kedalam toko tersebut.
"Tapi kak!" Seru Fitri ingin menolak.
Tapi Faisal tetap menarik tangan Fitri masuk kedalam toko bersamanya.
Lalu seorang pramuniaga langsung menghampiri mereka,
"Selamat siang tuan, nona, ada yang bisa saya bantu?" Ucap pramuniaga menyapa Faisal dan Fitri.
"Ya, emba teman saya tertarik dengan gaun yang terpajang di patung ini" Sahut Faisal sambil menunjuk gaun yang ia maksud.
"Oo ya baik tuan sebentar ya saya ambilkan." pramuniaga segera melayani mereka dengan mengambilkan apa yang mereka maksud.
Setelah di dapat bareng yang Fitri mau, Fitri di minta untuk mencobanya.
Kemudian tak lama Fitri keluar dengan mengenakan gaun itu untuk di perlihatkan kepada Faisal.
Faisal sungguh tercengang melihatnya, sebab Fitri terlihat begitu cantik dan seksi mengenakan gaun itu. sebab gaun itu memang terbuka di bagian dadanya dan menjuntai kebawah kaki namun terdapat belahan di bagian depan dari bawah kaki sampai paha otomatis bisa mengekspos bagian kaki sampai paha si pemakainya.
Kulit mulus Fitri terpampang nyata di setiap orang yang melihatnya.
Faisal sampai berdecak kagum melihat penampilan Fitri yang seperti itu.
__ADS_1
"Fitri ternyata kamu cantik sekali, dan sungguh seksi." Gumam Faisal tanpa sadar.
"Benarkah kak?" Fitri begitu senang mendengar gumaman Faisal.
Faisal langsung mengalihkan pandangannya, dengan mandang ke segala arah untuk menghilangkan pikirannya yang berfikir ingin menguasai tubuh indah Fitri.
Faisal terlihat begitu canggung.
"Maaf Fitri gaun ini akan kamu kenakan ke acara apa?" Faisal bertanya, karena merasa heran gaun itu terlalu mewah dan terlalu terbuka jika di kenakan untuk sehari-hari.
"Aku akan kenakan ini untuk menggoda suamiku, ha,,, ha,,, ha,, " Sahut Fitri lalu tertawa jahat.
"Memang apa rencana mu?" Faisal makin bingung melihat Fitri seperti itu.
"Aku ingin membuktikan kepada mereka semua, bahwa aku patut untuk mereka hargai, agar mereka sadar, tidak selalu menganggap ku sebagai wanita gila." Fitri bicara dengan penuh penekanan.
"Ya sudah, lepaskan kembali gaun itu!" Perintah Faisal
"Apa, kak Ical tidak jadi membelikannya untukku?" Pekik Fitri.
"Lihat harganya terlalu mahal, aku sebagai seorang supir taksi online mana punya uang sebanyak itu."
"Apa! lalu apa bedanya kau dengan mereka semua, kalian hanya ingin mempermainkan ku saja." Fitri benar-benar merasa kesal dan mulai tersulut emosi
"Baiklah, aku belikan gaun itu, karena aku ada cek yang dulu di berikan oleh tuan Romi, sesuai harga gaun itu, tapi kamu janji tidak akan menyakiti siapapun atau tidak menggunakan gaun itu sebagai siasat untuk melakukan kejahatan." Faisal memberikan syarat kepada Fitri dan mengingatkannya.
"Hah,,, hah,,,, hah,,, !" Fitri malah tertawa mendengar persyaratan dari Faisal.
Faisal sendiri malah cemas melihat tingkah Fitri, Faisal takut kejiwaan Fitri mulai kembali terganggu dan malah akan membuat onar di sana.
"Sejak kapan menggoda suami di anggap sebuah kejahatan." Kemudian lanjut Fitri setelah puas tertawa
Faisal terpaku mendengar ucapan Fitri "Ya, benar juga sih yang di ucapkan oleh Fitri, tapi akan berdampak buruk Fitri jika kamu berhasil menggoda orang yang kamu anggap suami itu." Gumam Faisal dalam hati.
Melihat ekspresi wajah Faisal yang terlihat tegang, Fitri tersenyum kepadanya.
"Kak Ical tenang saja, percayalah aku tidak akan menyakiti siapapun, aku hanya ingin membuktikan bahwa diri ku bukan lagi Fitri si wanita gila." Ucap Fitri meyakinkan Faisal.
"Dengan gaun ini?" Tanya Faisal, dengan maksud apa gunanya gaun itu , apa bisa membuktikan apa yang Fitri katakan.
"Ya, dengan gaun itu, karena minggu depan ada acara penting, tuan Romi di undang hadir ke sebuah pertemuan bisnis pesta malam yang tidak pantas untuk di hadiri wanita alami seperti Alika, lalu alika meminta ku untuk menemani tuan Romi, karena di haruskan membawa pasangan, dengan mengatakan berbagai peraturan yang harus aku patuhi."
"Ya, sebenarnya tuan Romi ingin menolak untuk hadir, tapi undangan ini menentukan siapa yang layak untuk di ajak kerjasama sama dengan si pebisnis yang mengadakan pesta tersebut, karena ini kesempatan besar untuk tuan Romi mengembangkan bisnis barunya, bisa berkerja sama dengan perusahaan besar, hanya memenuhi undangan peserta apa salahnya pikir mereka semua."
"Terus kamu menyetujui apa yang alika minta!" Tanya Faisal memastikan.
"Ya, aku gadis yang di anggap gila bisa apa, selain mengikuti apa yang mereka mau." Fitri sengaja berucap seperti itu untuk menarik simpati dari Faisal.
"Jadi kamu akan mengenakan gaun ini di acara pesta nanti?" Faisal terus saja bertanya meminta kejelasan.
"Iya?" Jawab Fitri singkat, sambil mengangguk.
"Di pesta itu akan banyak lelaki hidup belang, dan pasti akan tergoda melihat mu berpenampilan memakai gaun itu." Faisal khawatir dan seakan tidak rela.
"Justru karena itu kak Ical, aku ingin jadi pusat perhatian mereka semua, di saat itu lah aku ingin membuktikan bahwa aku bukan wanita gila, bahwa aku adalah wanita berkelas yang patut mereka hargai dan hormati terutama bagi tuan Romi, yang tidak pernah menganggap ku penting baginya." Fitri mengutarakan apa maksud dan rencananya.
Akhirnya Faisal mengerti, lalu meminta Fitri menunggu di sana, Semtara dirinya bergegas untuk mencarikan cek yang Romi berikan kepadanya untuk membayar gaun yang Fitri inginkan.
__ADS_1