Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 247


__ADS_3

Alika masih terkulai lemas, Ia berusaha memulihkan kembali tenaganya dengan di semangati oleh suaminya.


"Dokter, suster, anak saya lahir dengan sehat, sempurna kan?" Tanya Alika.


"Iya nona, Alhamdulilah Bayi anda lahir dengan sehat dan sempurna." Dokter memberi tau.


"Alhamdulillah!" Seru Romi dan Alika merasa lega setelah mendengar perkataan Dokter.


"Dokter, jenis kelaminnya apa Dok?" Alika bertanya kembali, Alika penasaran karena iya belum tau kelamin dari bayi yang baru di saja ia lahirkan.


"Bayinya perempuan Nona Alika, dia cantik sekali seperti Anda." Ucap Dokter.


Kemudian suster meletakkan bayi itu di atas dada Alika untuk untuk Inisiasi menyusui dini, ini merupakan langkah penting untuk memudahkan bayi dalam proses menyusui.


Bayi baru lahir yang diletakkan pada dada atau perut sang ibu, secara alami dapat mencari sendiri sumber air susu ibu (ASI) dan menyusu.


Ketika itu melihat putrinya di atas tubuhnya, Alika diliputi rasa haru ia sampai menitikkan air mata.


Rasa sakit, lelah bahkan segala rasa yang tadinya Alika rasakan hilang dengan sekejap ketika melihat putri kecilnya.


Alika menyentuh tangan mungilnya Sambil bergumam, "Ini putri ku? Ya Tuhanku terimakasih atas karunia mu." Alika masih merasa tidak percaya, Tapi ia begitu lega dan bersyukur atas anugerah yang telah Tuhan berikan kepadanya.


Setelah di rasa cukup suster kembali mengambil bayinya untuk membersihkannya.


Lalu tugas Romi yang harus mengazaninya sebagai Ayahnya.


Ketika melakukan hal itu Romi pun merasakan rasa haru seperti yang Alika rasakan.


Kini ia telah menjadi Ayah dari dua buah hatinya.


Setelah semua proses selesai di lewati, Sang bayi sudah di bawa keruangan khusus bayi, kini Alika yang di pindahkan ke ruangan rawat inap.


Bunda tiya dan Nenek Diah pun kini terlihat lebih lega karena Alika telah melewati proses persalinan dengan selamat.


"Selamat ya nak!" Ucap bunda tiya ketika sudah di perbolehkan untuk menemui putrinya.


"Terimakasih bunda" Suhat Alika.


"Sekarang kalian punya sepasang putra dan putri." Nenek Diah turut bahagia.


"Iya nek!" Ucap Romi dan Alika bersamaan.


Kebahagiaan mereka makin bertambah dengan lahirnya buah hati kedua mereka yang berjenis kelamin perempuan, terasa begitu sempurna kehidupan mereka saat ini.


Semua keluarga pun berdatangan menjenguk Alika dan putrinya ketika mendengar Alika sudah melahirkan.


Semua pun ikut merasakan kebahagiaan Alika dan Romi, sehingga suasana di kamar rawat Alika menjadi lebih ramai dengan kehadiran semua keluarga.


Sampai petugas keamanan rumah sakit berkali-kali memperingati mereka agar tidak membuat keributan, karena mengganggu kenyamanan pasien lain.


Sehingga Alika dan Romi beserta keluarga, memutuskan untuk segera pulang.


Untuk menjalankan masa pemulihan di rumah, dengan pantauan dari Dokter Tasya di bantu oleh keluarga.


Di rumah mereka bisa lebih leluasa untuk menemani Alika dan melihat bayi cantik Alika.


Seperti Romi tidak sedikit pun mau beranjak dari samping Alika.


Bukannya Askara putranya yang meminta perhatian, Romi malah yang lebih mencari perhatian dari Alika.


Sebab Romi terus saja bergelayut manja di samping Alika, seakan tidak ingin tersaingi oleh kedua buah hatinya.


Tapi Romi juga selalu sigap memenuhi atau membantu setiap apa yang Alika butuhkan dan kesulitan-kesulitan Alika dalam proses pemulihannya pasca melahirkan.


...


Waktu berjalan terasa begitu cepat, karena di iringi kebahagiaan yang mereka rasakan, menyaksikan tumbuh kembang Putra putri mereka.


Askara kini berusia tujuh tahun sedangkan, adik perempuannya bernama shakila berusia enam tahun.


Mereka berdua tumbuh dengan sehat, cerdas dengan Didikan dan asuhan sang ibu yaitu Alika.

__ADS_1


Sesungguhnya Alika ingin sekali melanjutkan pendidikannya dan mewujudkan cita-cita menjadi seorang pengajar.


Namun ia urungkan demi untuk mengasuh dan mencurahkan semua perhatian, kasih sayangnya hanya untuk putra, putrinya dan suaminya.


mengurus semu kebutuhan-kebutuhan mereka semua, Alika pun tidak pernah mengabaikan suaminya sesibuk apapun ia mengurus Putra putrinya, Namun tetap suaminya pun lebih penting dari segalanya.


Dengan pengertian dari Romi Alika selalu bisa memenuhi segala kebutuhan-kebutuhan yang di perlukan semua keluarganya.


...


Hari ini hari libur, Romi dan Alika beserta semua keluarga sedang mengadakan libur di perkebunan milik Romi yang di kelola Bekerja sama dengan yayasan Nurul Iman.


Perkebunan itu makin berkembang pesat, makin banyak menghasilkan hasil perkebunan, yang awalnya hanya sebuah lahan kosong dan di tumbuhi semak-semak saja.


Kini telah di sulap menjadi tempat wisata oleh para ahli sesuai dengan impian Romi.


Dengan Konsep wisata ramah lingkungan, dengan pemandangan alam yang begitu menakjubkan yang memberi kesan ketenangan pada setiap insan yang berada di sana.


Di bangun pulang rumah-rumahan kecil. sebagai penginapan untuk para pengunjung dengan desain interior berkonsep pedesaan, namun membuat pengunjung begitunya berada di sana.


Dan kini keluarga Alika bersama keluarga Romi, dua keluarga tersebut sedang berada di sana.


Berkumpul, berlibur bersama menikmati kebersamaan dan keindahan alam dengan suasana pedesaan yang begitu terasa damai.


Cherry, dan cantik, beserta boy putra dari yunas kini telah menginjak remaja, begitu juga dengan dua putra Erditha kakak kandung Romi telah sama-sama menginjak remaja,


mereka pun ikut hadir dalam acara liburan tersebut.


Para remaja sibuk bermain bersama dengan menggunakan Gadget mereka.


Askara, Shakila, dan putra putri dari pasangan Gani dan Tasya, Andi dan Nina, Kania dan tuan Carlos, Faisal dan fitri, yang tak jauh Selis usianya.


Merek bersukacita, dan bergembira bermain di wahana permainan anak-anak yang tersedia di sana.


Sedang para orang tua sibuk dengan kegiatan mereka yang mengadakan pesta barbeque untuk menambah keseruan mereka.


Alika berdiri memaku sambil memperhatikan putra putrinya yang sedang asik bermain.


Sambil berseru, "Ibu...!"


"Ya,,, sayang!" Alika membalas putra, putrinya dengan kembali melambaikan tangan.


Melihat itu Romi yang sedang berkumpul dan berbincang-bincang dengan para lelaki dewasa segera menghampiri Alika.


Romi memeluk tubuh Alika dari belakang tubuhnya.


"Honey sedang apa kamu di sini?"


"Lihat lah mereka m'y honey! aku sungguh bahagia melihatnya." Jawab Alika.


"Aku tidak pernah menyangka kehidupan kita akan sesempurna ini dan sebahagia ini m'y honey." Ungkapan perasaan Alika, karena mengingat awal pertemuan mereka yang penuh kebencian bahkan dan rasa sakit hati yang Alika rasakan.


"Inilah takdir kita honey, karena aku terlalu menyakitimu dulu, maka dari itu, aku berjanji akan membahagiakanmu, dan tuhan pun mengabulkan permohonan ku, sehingga membuat hidup kita sebahagia ini." Romi


Ketika melihat Ayah dan Ibunya sedang bersama, Askara langsung berlari menghampiri keduanya.


Karena Askara selalu merasa cemburu jika ayahnya mendekati Ibu.


"Ayah jangan peluk-peluk Ibu! Ibu itu milikku, Aku tidak suka ayah mendekati ibu!" Seru Askara bermaksud memisahkan Ayahnya dari Ibunya (Romi dan Alika).


Tapi Romi malah semakin menggoda putranya dengan sengaja makin memeluk tubuh Alika dan menciumi wajah Alika.


membuat Askara makin tidak rela dan merajuk.


Kemudian Askara berlari kearah Ayah dan Ibunya, "Ayah... beraninya Ayah mencium Ibu di hadapan ku, hadapi aku sekarang Ayah." Askara berniat memberi perhitungan kepada Romi, karena ia tidak rela Ayahnya menggoda Ibunya.


Setelah Askara mendekat, Romi sengaja melarikan diri dengan berlari kecil memutari Alika untuk menghindari putranya agar tidak bisa menangkap.


"Ayah berhenti kau!" Seru Askara yang belum berhasil menangkap ayahnya.


Namun Romi dan Alika malah Tertawa bahagia.

__ADS_1


Dalam waktu yang bersamaan, Shakila pun berlari ke arah Ayah, Ibunya beserta kakaknya.


"Ayah... Ibu!" Seru Shakila sambil berlari.


Alika langsung berjongkok dan merentangkan tangannya untuk menyambut putri kecilnya, lalu memeluknya.


Dan saat itu pula Askara berhasil menangkap Ayahnya.


Romi sengaja menjatuhkan tubuhnya di rumput dan malah ia yang berhasil menangkap Askara lalu menggelitiki putranya, sampai berguling-guling di rumput karena kegelian, sebab ulah Ayahnya.


pada saat itu juga bunda tiya memanggil Romi dan Alika beserta putra putrinya untuk makan bersama.


Alika pun menghentikan Ayah dan anaknya yang sedang Asik berguyon.


Dan mengajak mereka untuk segera makan bersama keluarga yang lain.


"Aya jagoan kita makan dulu, kita lanjutkan nanti!" Seru Romi sambil membayangkan putranya.


"Ayah curang, masa aku di kelitikin seperti itu." Protes Askara.


"Oke kalau gitu kita balap lari, siapa yang sampai dulu di sana, dialah yang menang, imbalannya siapa yang menang tidur sama Ibu nanti malam." Penawaran Romi.


"Beneran!" Askara sangat antusias mendengar imbalannya.


"Oke siap takut...!" Askara langsung menyetujuinya.


"Shakila juga ikut ya sayang...!" Romi ingin bermain-main juga dengan putri kecilnya.


Lalu Romi mengambil Shakila dari pangkuan Alika dan menurunkannya.


"Kita mulai ya! Satu, dua, tiga...!" Seru Romi memberi aba-aba.


Seketika itu Askara langsung berlari di susul oleh Shakila.


Sedangkan Romi berlari mundur ia malah menggoda Alika, "Honey aku sengaja mengalah, karena setelah mereka tidur nanti, kamu tetap harus menemaniku." Ucap Romi kepada Alika.


Alika hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, "Dasar curang! benar kata Putraku..." Sahut Alika.


"Tapi kamu suka kan?" Tanya Romi menggoda Alika.


Alika sendiri hanya tersenyum, lalu berlari mengejar putra, putrinya, mendahului Romi.


"Hey honey, kok kamu yang curang sih!"


"Honey tunggu Aku!" Seru Romi yang tertinggal dan mengejar istri dan anak-anaknya.


....


Hidup kita adalah sebuah misteri. Hidup kita menyimpan eposide-episode yang kita sendiri tidak tahu jalan ceritanya. Kita bagaikan berjalan ditengah kegelapan, tidak bisa melihat apapun disekitar kita. Tuntunan kita hanyalah rasa kepercayaan bahwa Tuhan telah menggariskan semua takdir kehidupan kita.


Jalan cerita kita sendiri yang menentukannya. Kita adalah pemeran utama dalam sebuah drama yang berjudul kehidupan. Kita bisa memilih apakah kita akan menjadi pemeran antagonis atau tidak, apakah kita akan menjadi orang yang baik, jahat, sombong, atau rendah hati. Semua itu adalah pilihan, tergantung bagaimana kita mau menjalankan cerita kehidupan tersebut.Tapi saya yakin bahwa semua orang ingin menjadi orang yang baik. Semua orang ingin jalan cerita hidupnya senantiasa bahagia. Dan itu adalah impian kita semua.


...TAMAT...


*Terimakasih untuk kalian semua yang telah memberi dukungan di karya pertama ku ini...


Masih banyak kekurangan kesalahan terutama dalam penulisan masih banyak sekali Typo,


Saya akan berusaha untuk memperbaiki, dan lebih baik lagi dalam berkarya.


Kepada kalian semua mohon maaf atas segala kekurangan dan kesan saya dalam cerita ini....


saya tetap butuh dukungan kalian, yuk! mampir di karyaku yang lain*...



*Kisah Amara dan Erditha...


Silahkan mampir!!! mohon dukungannya beri like, komen dan vote dan klik gambar hati 💙 di kolam komentar jika berkenan berikan bintang limanya juga ya....!


Terimakasih semuanya...

__ADS_1


see you bye bye... 😘😘😘*


__ADS_2