
pesan ayah ...
nak, bertahanlah dalam keadaan apapun sembunyikan penderita dan beban mu, tetaplah kuat, tetaplah tersenyum, jika ada kata - kata yang melukai hati mu, menunduklah biarkan dia melewati mu, jangan masukkan dalam hati agar hatimu tidak merasa lelah,
Dan berbuat baiklah hingga tiba saat yang tepat Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk mu.
...
dalam diam Romi menangis... dan berkata dalam hati
akhirnya Aku paham ayah...!!!
sebaik apapun Aku
sesayang apapun aku
sebanyak manapun pengorbanan ku
secinta dan setulus apapun aku
Semua itu tidak akan pernah ada nilainya di mata orang yang tidak pernah bersyukur memiliki ku...
ayah...
sudah ku usahakan tapi tidak bisa ku paksakan... karena takdir Tuhanlah yang menentukan...!
Romi merasa sangat putus asa... dan tetap mematung dengan posisi nya, yang bersimpuh dan tertunduk menghadap pusara ayah Bayu.
.
.
Gani menghampiri alika yang berada di dalam mobil, kini alika terlihat sudah lebih tenang dan mengajak Gani untuk segera pulang.
padahal niat hati Gani ingin menunggu Romi dan pulang bersama.
Tapi Gani lebih memilih menuruti alika. dan segera melajukan mobilnya untuk pulang.
Sesampai nya di rumah nenek Diah, ternyata pak Edy dan Bu sari menunggu di sana, karena sebelum menemui alika di pemakaman, Romi menyuruh mereka berdua agar tetap menunggu di rumah nenek Diah.
Alika dan Gani keluar dari mobil dan langsung bergegas masuk ke dalam rumah menerobos hujan, karena kebetulan selepas kepergian alika dan gani dari pemakaman, cuaca mendukung dan angin yang berhembus kencang kemudian di iringi turun hujan lebat.
Saat Bu sari melihat alika dan Gani hanya berdua, ia sangat cemas dan langsung menanyakan keberadaan Romi.
"Kalian hanya berdua, di mana tuan Romi...?" tanya Bu sari cemas
" Beliau masih di pemakaman, kami sudah mengajak nya pulang ke mari tapi ia tetap tidak bergeming,,,!" Gani yang menjawab.
karena perasaan alika belum setabil ia memutuskan untuk segera masuk ke kamar nya.
__ADS_1
" Waduh gawat...!" Seru Bu sari sangat menghawatirkan kondisi Romi
" Pak Edy,,,! kita harus segera ke sana untuk menyusulnya,,," Sambungan Bu sari, membuat semua heran dan bertanya mengapa Bu sari sangat menghawatirkan kondisi Romi seakan ada sesuatu, alika yang hendak membuka pintu kamar nya sampai terhenti mendengar seruan Bu sari.
" Ada apa Bu sari,,,? " Tanya gani ikut hawatir
"Nanti saya jelaskan, sekarang tolong antara kan saya dan pak Edy ke sana !" Pinta Bu sari mendesak
" Ya sudah ayo,,,!" Gani pun bergegas.
karena merasa sama hawatirnya dengan yang lain, ketika mendengar Bu sari panik memikirkan kondisi Romi, alika pun merasa penasaran dan curiga, seperti nya ada sesuatu yang terjadi pada Romi. ia pun memutuskan ingin ikut bersama Bu sari, Gani dan pak Edy yang hendak menyusul Romi ke pemakaman.
mereka semua masuk mobil yang di Kendari oleh Gani, pak Edy duduk di sebelah Gani, alika dan Bu sari duduk di bangku belakang.
" Bu,,,! sebenarnya ada apa dengan tuan Romi,,,?" Tanya alika penasaran
" Mengapa seperti nya ibu begitu menghawatirkan kan nya,,, seprti telah terjadi sesuatu kepada nya,,,?" Sambungan alika
Tapi bukan nya menjawab Bu sari malah menangis, membuat alika makin curiga dan penasaran.
" Bu, kenapa menangis,,,? jawab saya Bu!" Alika malah panik melihat Bu sari menangis.
kemudian Bu sari berusaha untuk menceritakan kondisi Romi yang sebenarnya.
" Sebenarnya tuan Romi sedang dalam keadaan sakit saat ini,,,?" Bu sari mencoba menjelaskan di sela - sela tangis nya.
" Entah lah hasil lab nya belum keluar, akhir-akhir ini ia sering mengeluhkan sakit kepala, dan pada puncak nya kemana malam saat kami sudah bersiap akan berangkat ke sini (kota alika), tuan Romi mengeluh sakit tapi ia tetap akan memaksa berangkat, dan pada akhirnya ia terjatuh dan tak sadarkan diri, dan sampai harus di rawat di RS, di pagi hari, tepat nya tadi pagi ia memaksa tetap keluar dari RS, meski dokter telah melarang nya ia di haruskan istirahat dulu dan menjalankan serangkaian pemeriksaan, tapi karena tidak mau mengecewakan mu (alika) ia tetap kekeuh berangkat ke seni,,,!" Bu sari menjelaskan sejelas jelasnya.
membuat alika sangat syok dan sangat menyesali apa yang telah ia lakukan kepada Romi, dadanya terasa sesak sampai ia tak sanggup lagi berkata kata. hanya derai air mata mewakili rasa penyesalan nya.
sesampai nya di pemakaman mereka masih melihat mobil Romi terparkir di sana, Gani dan pak Edy langsung turun mengecek keberadaan Romi di dalam mobil, dan ternyata Romi tidak ada di sana.
" Seperti nya dia masih di sana (di makam ayah Bayu) ...! Seru Gani dan mereka bergegas mencari keberadaan Romi.
karena melihat Gani dan pak Edy berlarian ke arah makam, kemudian alika ikut turun dari mobil dan ikut mengejar mereka berdua. tapi sebelum turun alika meminta Bu sari agar tetap di dalam mobil.
sebenarnya Bu sari pun melarang alika untuk turun karena cuaca sedang turun hujan lebat, tapi alika tetap memaksa untuk turun dan mengikuti Gani dan pak Edy karena rasa penasaran nya dan rasa khawatirnya dengan apa yang telah terjadi dengan Romi.
di sana mereka melihat Romi sudah terkapar tak sadarkan diri, dengan posisi telungkup di pusara ayah Bayu, karena rasa sakit hati, dan rasa sakit kepala yang luar biasa Romi rasakan. sampai ia tak sanggup lagi penopang tubuh kekarnya dan membuat tubuh nya ambruk begitu saja dan terguyur air hujan.
melihat kondisi Romi, Gani dan pak Edy begitu panik dan bergegas menolong nya dengan mengangkat tubuh Romi dan membawanya ke mobil
Alika begitu syok dan tubuhnya pun ikut melemas seakan tidak bertenaga dan hampir ambruk, tapi ia berusaha untuk mengendalikan diri nya.
" Tuan,,, bertahan lah tuan...! saya mohon...!" Ucap alika lirih. dan mengikuti Gani dan pak Edy.
saat melihat kondisi Romi, Bu sari langsung histeris " Tuan...! kenapa anda begitu bandel gak mau denger saya...!" Ucap Bu sari sambil menangis
Gani meminta pak Edy untuk mengendarai mobil Romi dan mengikuti nya ke rumah sakit
__ADS_1
sementara Gani bersama, Bu sari, alika dan Romi.
Bu sari pindah duduk di depan di samping Gani, alika duduk di bangku belakang dengan terus memeluk tubuh Romi dan terus menangis. tubuh mereka basah kuyup kecuali Bu sari karena ia tidak turun dari mobil.
Romi sempat tersadar dan merasakan pelukan alika terus menyebut " Honey...! honey...! honey...! " Romi terus saja mengulang kata itu.
" Ya tuan saya di sini...!" Jawab alika sambil terus menangis memeluk dan terus menggenggam tangan Romi.
Dan Romi terlihat sedikit tersenyum saat dia menyadari alika bersama nya memeluk nya, dan masih peduli kepada nya.
" Masih sempat - sempat nya anda tersenyum tuan dalam keadaan seperti ini...!" gumam alika dengan suara berbisik, kemudian menangis pilu.
" Honey, don't cry...!" Ucap Romi dengan suara berbisik nyaris tak terdengar
Alika malah makin memeluk Romi.
sesampai nya di rumah sakit, Romi di bawah ke ruangan IGD, dan dokter pun langsung menangani nya.
tapi kondisi Romi makin melemah dan di nyatakan kritis sampai harus di larikan ke ruang ICU karena memerlukan perawatan intensif.
Dokter memberi tau keluarga, tepat nya Bu sari, alika, Gani, dan pak Edy yang mengantarkan Romi ke rumah sakit, karena keluarga baru di beri tau dan sedang dalam perjalanan. bahwa kondisi Romi dalam keadaan kritis. dan harus di rawat di ruang ICU.
" Lakukan yang terbaik untuk suami saya Dok...!" Alika mempercayakan tindakan apa pun yang di lakukan pihak medis untuk kesembuhan Romi.
dan tak henti hentinya alika menangisi kondisi Romi.
Kemudian Romi di pindahkan ke ruangan ICU Romi di pindahkan menggunakan hospital bed yang di dorong oleh beberapa suster dengan tergesa - gesa karena keadaan darurat. di ikuti mereka yang mengantarkan Romi ke RS. walaupun dalam keadaan kritis tapi Romi seakan tau alika berjalan tergesa mengikuti di samping nya, Romi berusaha meraih tangan alika dan seakan ingin menggenggam nya. lalu alika lah yang menggenggam tangan Romi.
sampai saat di depan pintu ruang ICU suster menahan alika tidak memperbolehkan alika ikut masuk, dengan berat hati alika melepaskan genggaman tangan nya sampai ujung jari tengah mereka saling terpisah alika masih saja menggapai kan tangan nya.
kemudian tubuh alika ambruk seketika itu, ia menangis sejadi jadinya nya takut kemungkinan terburuk terjadi kepada Romi.
ia tidak memperdulikan keadaan nya yang masih basah kuyup dan menggigil kedinginan.
Gani dan Bu sari berusaha untuk menenangkan nya tapi tubuh alika malah terkulai lemas dan tak sadarkan diri.
mereka segera meminta pertolongan Bu sari pun memanggil suster untuk meminta bantuan.
Suster menyarankan agar alika di bawa ke IGD untuk di tindaklanjuti karena kondisi nya pun sangat menghawatirkan.
Sebab alika pun kesulitan untuk bernafas dadanya sesek.
Gani langsung membopong tubuh alika dan membawanya ke IGD.
*bersambung...!
jangan lupa ritual nya ya !!! tinggal kan jejak mu dengan cara like, vote, komen terimakasih 🙏🙏🙏*
KEPO'in juga ya karya othor yang baru " Hati yang tersakiti " gak kalah seru nya sama cerita babang Omi dan neng lika....!!!
__ADS_1