Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 104


__ADS_3

matahari mulai tenggelam di ufuk barat menandakan siang akan segera berganti malam...!


Alika bersama kakaknya telah tiba di rumah sederhana, bernuansa klasik, suasana yang begitu tenang dan nyaman sungguh menyejukkan hati dan pandangan...


Alika turun dari mobil dan di sambut oleh nenek, bunda, kakak iparnya ayu, dan keponakannya cantika yang sedari tadi menunggu kedatangan nya.


Alika langsung menghampiri mereka dan langsung menghamburkan pelukan dan ciuman...


Alika begitu merindukan suasana seperti itu...


selama berbulan-bulan jauh dari orang orang terkasih dan lingkungan yang sangat ramah, hangat ber-kekeluargan.


beda dengan di rumah Romi alika hidup penuh tekanan, orang orang yang selalu sibuk dengan pekerjaan dan urusan masing-masing, bahkan ada atau tidak adanya anggota keluarga di rumah mereka tidak saling tau, jika ingin tau hanya sekedar bertanya kepada para ART nya, tidak ada perhatian selayaknya keluarga.


"Aku kangen sekali sama kalian...!" Seru alika


dan semua menggiring alika untuk masuk kedalam rumah, dan mengajak nya langsung ke meja makan, mereka sudah menyiapkan makanan kesukaan alika, dengan menu tumis kangkung, ayam goreng, dan sambel terasi, beserta tahu tempe goreng, tak lupa lalapan pun tersedia di meja makan, meski sederhana


tapi begitu nikmat di santap bersama orang orang terkasih, kebersamaan yang membuat nya istimewa, bahkan kemewahan pun tidak dapat mengalahkan kenikmatannya.


"Uuh kebetulan aku lapar banget...!" Seru alika sumringah melihat menu makanan kesukaan nya. dan langsung melahap nya


"Kamu makan kaya orang yang belum makan 7 bulan aja de...!" Seru ayu yang melihat Alika makan dengan lahap nya tidak seperti alika bisa nya.


"Abis ini enak banget sih,,! sumpah...!" Jawab alika dengan mulut penuh makanan


"Emang kamu gak pernah di kasih makan kaya gini di sana...!"Tanya Gani


Alika menggelengkan kepalanya


"Keluarga mereka beda sama keluarga kita, jaringan banget makan bareng kaya kita begini, makan nya masing-masing terserah mau makan apa, meski sama sama di rumah kaya tuan muda tuh, segala nya di lakukan di kamar nya, minum teh, sarapan, makan malam meski ada keluarganya tapi ia lebih suka sendiri..! kan aneh..!"alika memberi tau keluarga nya


"Ya makanya dia punya asisten peribadi kaya Bu sari... karena harus di layani husus... jadi saat Bu sari tidak bisa bekerja, sangat menyulitkan bagi nya..., makanya dia minta kamu jadi pengganti Bu sari,,,!" pendapat nenek Diah


Alika termenung mengingat semua nya saat saat ia harus menjadi asisten pengganti,


wajah nya berubah sendu....


"Ya sudahlah habiskan makan mu nak...!"ucap bunda Tiya yang melihat perubahan di wajah alika


kemudian alika pun kembali menyuapkan makanan nya sampai ia benar benar merasa kenyang...


dan semua sudah menyelesaikan makan nya setelah itu mereka berkumpul di ruangan tengah, kecuali bunda, dan ayu yang membereskan meja makan dahulu dan kemudian menyusul semua ke ruang tengah.


di sana mereka bersenda gurau bercanda penuh suka cita, keceriaan kebahagiaan yang sempat Hilang dengan kepergian alika kini sudah kembali lagi dengan kembali nya alika...


"Udah mau magrib nih...! Aku siap siap dulu buat solat magrib...!"Alika pamit untuk mandi dan bersiap.


kemudian di ikuti, Alif dan Gani yang sama sama ingin membersihkan diri dan bersiap untuk solat magrib..

__ADS_1


.....


selepas kepergian alika, suasana keluarga Rahardian semakin mencekam, hanya ada kesedihan dan penyesalan di diri mereka, terutama Romi, papa Bagas, dan Kania karena mereka lah alika merasa terzalimi...! dan memilih pergi, tanpa memikirkan setatus nya sebagai seorang istri bahkan alika menyatakan ingin ada perpisahan.


padahal tiap permasalahan nya, semua di sebab kan oleh Melly, ya,,,! Melly lah dalang dalam semua masalah.


sehingga Andi pun merasa tidak enak hati kepada seluruh keluarga, pasalnya Melly adalah kekasih nya, Andi merasa ikut bersalah atas apa yang telah Melly lakukan.


Romi duduk termenung di kamar nya dengan luka di tangan dan masih berlumur darah karena belum di bersihkan,


Bu sari mengetuk pintu kamar Romi meminta izin untuk masuk


tok,,, tok,,, tok,,,! suara pintu di ketuk


"Siapa...?" Tanya Romi


"Saya tuan...!" ucap Bu sari


mendengar Bu sari yang ingin masuk Romi pun mengizinkan nya... "Masuk....!"


kemudian Bu sari masuk dengan membawa kompresaan untuk membersihkan luka Romi dan kotak P3K untuk mengobati luka Romi.


saat Bu sari masuk langsung menyapa nya


"Tuan...!" Seru Bu sari


"Anda baik-baik saja...?" Bu sari


"Menurut anda bagaimana Bu...!" Romi Balik bertanya


"Tuan maaf kan saya tidak bisa melakukan apapun untuk anda...!" Bu sari


"Bukan salah anda Bu,,,!" ucap Romi dengan lirih


"Ini yang saya takutkan Bu,,,! mengapa saya tidak ingin jatuh cinta, dan tidak ingin bergantung kepada siapa pun selain kepada anda bu...! hati ku sungguh sakit Bu, seumur umur baru dia perempuan yang menolak ku... harga diri ku Serasan di hempaskan!" ucap Romi penuh tekanan


"Maaf tuan boleh saya membersihkan luka anda dulu,,,! karena kalau di biarkan bisa infeksi , dan kalau sudah begitu bisa di amputasi,,,,!"Bu sari sedikit menggoda Romi untuk menghibur hati nya


mendengar ucapan Bu sari yang menakut-nakuti nya Romi langsung mendelitkan mata nya ke arah Bu sari.


Bu sari tersenyum melihat ekspresi Romi karena ia merasa berhasil memancing reaksi Romi.


"Anda harus sehat,,, buktikan kalau anda ini benar benar hebat dan kuat bukan hanya di bidang bisnis tapi dalam segala hal, boleh sedih bahkan menangis karena itu manusiawi, tapi jangan berlarut-larut... itu hanya akan membuat kita terpuruk !, karena hidup harus tetap berjalan meskipun tanpa nya,,,!"Bu sari menasehati Romi...


"Dia pernah bilang kepadaku Bu,,,! biar takdir lah yang menentukan segala nya, dia akan tetap berusaha pergi, tapi jika takdir berkata dia tetap tinggal makan dia akan tetapi tinggal...! Sekarang takdir tidak berpihak kepada ku, di ingin pergi dan takdir berkehendak dia tetap harus pergi...!"Romi


mendengar ucapan Romi, Bu sari malah tersenyum simpul, membuat Romi bingung mengapa Bu sari malah tersenyum.


"Ibu mentertawakan saya...?" tanya Romi melihat senyum yang di lontarkan Bu sari

__ADS_1


Bu sari menggelengkan kepalanya tanda dia tidak sedang mentertawakan nya.


"Lalu apa...?" Romi mulai kesal dengan tingkah Bu sari


"Tenang tuan,,,! anda harus banyak bersabar dan bertindak setenang mungkin, seprti yang di lakukan oleh alika...! begitu sabar dan tenang nya ia dalam mengatur emosi nya, sampai anda sendiri tidak menyadari permainan nya...!" Ucap Bu sari membuat Romi makin bingung...


"Dah lah Bu,,! to teh point aja,,,! gak usah berbelit-belit, ibu kan tau suasana hati ku seperti apa sekarang aku lagi males mikir...!"ucap Romi kesal


Bu sari malah makin tertawa... dan Romi mendengus kesal.


"Kalau ibu cuma mau meledek ku, dan mentertawakan ku, sebaiknya ibu keluar deh...!"Romi benar benar kesal


"Okeh ,,, saya sudah membersihkan luka anda dan sudah memberikan nya obat dan membalut nya, niat saya kesini kan cuma buat itu... kalau di suruh keluar saya akan pergi,,!" Bu sari sengaja menantang Romi.


ya! tanpa Romi Sadari dengan tangan terampil nya, Bu sari sudah selesai membalut luka di tangan Romi dengan perban, tentunya dengan membersihkan nya dan membubuhkan obat terlebih dahulu.


Bu sari kembali merapihkan semuanya dan hendak keluar mengikuti perintah Romi... tapi Romi menghentikan langkahnya


"Bu sari anda curang sekali,,, setelah melakukan yang anda inginkan Anda pergi begitu saja, apa bedanya anda dengan alika jika begitu...!"seru Romi


"Bedanya,,,! dia membuat luka, saya menyembuhkan luka,🤭! lalu bedanya apa dengan anda, setelah mendapatkan yang anda mau anda juga pergi meninggalkan nya begitu saja tanpa sepatah kata pun,,, sakit kan...!"Bu sari makin menggoda Romi


itulah cara Bu sari berkomunikasi dengan Romi yang mood nya sedang down, Bu sari selalu berhasil membuat mood nya kembali dengan kesabaran nya dan cara berkomunikasi secara santai tanpa adanya tekanan membuat Romi selalu nyaman curhat tentang apa saja kepada bu sari


"Iya,,, aku salah Bu,,,! tapi aku kan dah minta maaf,,, sekarang katakan aku harus gimana Bu...!" Romi meminta pendapat Bu sari


"Tanya hati mu ingin tetap bersama nya, atau ingin dia tetap pergi...!" Bu sari


"Ya jelas aku ingin tetap bersama nya,,, aku sangat mencintai nya Bu,,,!" Jawab Romi jujur


Bu sari tersenyum,,, karena sudah menduganya


"Sekarang ikuti permainan nya, kejar dia tapi jangan terlalu memaksa, tetap tunjukkan perhatian mu, kepedulian mu, kepada nya layak nya seorang suami,,,! dia hanya ingin memberi pelajaran kepada mu, sebenarnya hatinya tulus dan ibu percaya dia juga mencintai mu!" saran dari Bu sari


"Benarkah Bu...?"Romi meyakinkan dirinya


Bu sari mengangguk dan tersenyum...


"Baik lah...! kalau begitu aku ingin tau takdir berpihak pada siapa, jika takdir berpihak kepada ku, akan seperti apa mempersatukan ku dengan nya, tapi aku berjanji Bu,,,! aku tidak akan pernah menyerah meski nyawaku taruhannya...!"Bu sari berhasil membangun kembali sikap ambisi Romi, seperti yang sering Bu sari lakukan untuk memotivasi Romi. agar tidak down.


tapi Bu sari terkejut mendengar ucapan Romi menjadikan nyawanya sebagai taruhan, itu berarti jika Romi tidak bersatu dengan alika ia memilih untuk mati...!


"Tuan jangan bicara begitu...! jodoh, rezeki, maut sudah ada yang mengatur berusaha lah dan jangan lupa berdoa...!"Bu sari mengingat kan


"Itu pasti Bu,,,! tapi jika tidak bisa mendapatkan nya dan kenyataan nya aku harus berpisah dengan nya untuk apa lagi aku hidup Bu,,, lihat keluarga ku, ibu tau apa ada yang peduli dengan keadaan ku, setidaknya mereka menjaga perasaan alika untuk ku, tapi mereka malah sebaliknya aku kecewa Bu kepada mereka semua...!"Romi mengeluh


"Sabar tuan,,,! anda tau sebenarnya mereka menyayangimu, seperti saya menyayangi mu, hanya cara penyampaian nya saja yang berbeda...!" Bu sari mencoba menenangkan hati Romi...


Romi mencoba memahami keadaan dan sedikit lebih tenang dan lega setelah berbincang dengan Bu sari...! memang hanya Bu sari yang bisa berkomunikasi dengan baik bersama Romi sedari dulu.

__ADS_1


__ADS_2