
kemudian Kania tidur dengan posisi berada di tengah, sebab Cherry sudah benar-benar terlelap tidur, tidak merasakan apa yang terjadi atau tidak merasakan kegelapan.
Kania berbaring dengan posisi memeluk Cherry dan membelakangi tuan Carlos.
"Lalu apa gunanya saya di sini nona Kania jika anda sendiri tidak menghargai keberadaan saya" Ucap tuan Carlos karena Kania membelakanginya.
mendengar ucapan tuan Carlos, tanpa bicara lagi Kania menarik tangan tuan Carlos, lalu melingkarkan tangan itu di pinggang rampingnya.
Ya, cara Kania berhasil membungkam mulut tuan Carlos, untuk tidak berkata apa-apa lagi.
Tapi cara itu membuat hasrat lelaki sejati tuan Carlos bangkit berkecamuk menyiksa dirinya.
Tuan Carlos sampai berkeringat menahan hasratnya yang semakin lama semakin kuat.
"Maaf nona Kania, saya pria normal saya tidak sanggup jika harus berlama-lama seperti ini" Bisik tuan Carlos di telinga Kania membuat Kania merasa merinding karenanya.
Tuan Carlos berniat untuk bangkit dari tempat tidur ia ingin menghilangkan hasrat yang serasa sudah memuncak, yang menyiksa batin nya karena menahannya.
Tapi karena keadaan masih gelap gulita, Kania benar-benar tidak ingin di tinggalkan oleh tuan Carlos.
"Tuan Aku mohon jangan pergi...!" Kania memohon Sambil menarik tangan tuan Carlos, agar tidak pergi.
"Tapi maaf nona Kania aku bisa menyakitimu karena memaksamu, sebagai lelaki normal yang menyukai perempuannya, berada dalam situasi seperti ini tidak akan sanggup untuk menahan hasratnya" tuan Carlos berusaha untuk jujur dengan apa yang ia rasakan agar Kania mengerti.
"Sial aku harus apa sekarang ?" Batin kania yang tak ingin di tinggalkan oleh tuan Carlos, tapi ia juga tak ingin tuan Carlos merenggut kesuciannya.
Kania tak menjawab ucapan tuan Carlos, tapi masih memegangi tangan tuan Carlos.
Tuan Carlos berusaha melepaskan tangannya dari cekalan tangan Kania, sambil berucap "Tidurlah nona Kania, saya tidak akan pergi dari sini, saya akan tetapi di sini menemani kalian, biar saya tidur di sofa saja" tuan Carlos
"Apa anda menyukai saya?" tanya kania
"pria bodoh jika tidak menyukai perempuan secantik dirimu, sebaik, dan setulus diri mu" jawab tuan Carlos.
Setelah mendengar ucapan tuan Carlos Kania makin kencang mencekal lengan tuan Carlos, dan malah berbalik menghadap tuan Carlos lalu mengalungkan kedua tangannya di leher tuan Carlos seperti yang di lakukan Cherry kepada Kania.
tuan Carlos tidak bisa berkutik lagi lalu ia mendekatkan wajahnya ke wajah Kania, makin dekat dan sangat dekat, aneh nya Kania sama sekali tidak menolaknya.
Tuan Carlos mencoba mengecup kening lalu pipi Kania dan sama sekali tidak mendapat penolakan dari Kania.
Tuan Carlos mencoba mengecup bibir manis Kania, dan masih saja tidak mendapat penolakan, membuat tuan Carlos semakin ketagihan dan makin menggila, me'lum'at lembut dan kemudian hasrat nya makin menggebu dan makin rakus ******* kasar bibir Kania.
__ADS_1
Awalnya Kania merasa ragu bisa menerima perlakuan tuan Carlos, Kania diam tapi hatinya menahan rasa yang ia rasakan karena ia pun tak ingin di tinggalkan oleh tuan Carlos dan akhirnya mencoba untuk pasrah menerima nya,
Tapi pada kenyataannya Kania pun menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh tuan Carlos, saat hasrat tuan Carlos sedang memuncak ******* kasar tiba-tiba lampu menyala.
"Deg" Kania dan tuan Carlos sama-sama membuka mata mereka karena menyadari lampu sudah menyala.
Seketika tatapan mereka beradu dalam jarak yang sangat dekat, Kania langsung mendorong tubuh tuan Carlos agar menjauh dari dirinya.
Tuan Carlos terpaksa melepaskan tautan bibirnya.
lalu berdecak kesal "CIK sial..."
Kania merasa gugup dan salah tingkah, ia kembali berbalik ke arah Cherry yang masih anteng terlelap.
kemudian lampu kembali padam seakan sedang mempermainkan perasaan mereka berdua.
Tuan Carlos berpindah ke sofa untuk menahan emosinya.
Kania gelisah tidak karuan, suasana mencekam membuat Kania tidak bisa terlelap. suasana gelap gulita di tambah Sambaran Kila dan petir, kadang sesekali suara petir pecah menggelegar membuat Kania takut bukan main.
Tapi ia pun mengerti dengan apa yang di rasakan oleh tuan Carlos, jika berdekatan dengannya, sebab Kania sendiri merasakan debaran yang aneh ketika berdekatan dengan tuan Carlos.
Dan akhirnya Kania pergi menghampiri tuan Carlos karena rasa takut yang luar biasa ia rasakan mengalahkan segala rasanya.
"Iya ada apa Nona Kania!" Sahut tuan Carlos
"Saya ingin ke kamar kecil, apa anda bisa mengantarkan saya" Kania takut pergi sendiri
"Anda benar benar sedang menguji iman saya nona!" gumam tuan Carlos sembari bangunan dari tidurnya, sesungguhnya tuan Carlos pun tidak tega membiarkan Kania ketakutan sendiri.
Lalu tuan Carlos menghampiri Kania untuk mengantarkannya ke kamar mandi, dan bergantian dengan nya, buang air kecil.
setelah itu tuan Carlos, membuka kemeja dan celana panjangnya hanya mengenakan kaos dalam dan celana bokser. sekalian di kamar mandi, ia mencuci muka untuk membersihkan diri.
Kania begitu terkejut melihat tuan Carlos berpenampilan seperti itu,
"Hey tuan, mengapa Anda seperti itu,,,!" Kania kaget melihat tuan Carlos hampir telan'jang.
"Saya gerah nona, AC mati, di tambah saya belum membersihkan diri sedari pulang kerja" Jawab tuan Carlos santai.
saat akan kembali ke tempat tidur Kania kembali menggandeng tangan Tuan Carlos karena takut.
__ADS_1
.
.
Sementara itu di rumah keluarga Rahardian.
papa Bagas pulang dan di sambut oleh mama Ranti.
"Bagaimana keadaan kantor pah" Tanya mama Ranti.
"Kacau mah!"
"Lalu bagaimana,,,?" tanya mama Ranti lagi.
"Nanti kita bahas bersama Romi, dan juga Andi,,, kumpulan mereka, papa mau membersihkan diri dulu mah!" papa Bagas menginteruksi kepada mama Ranti
"Iya pah..." Mama Ranti patuh
Lalu memanggil putra putra nya untuk berkumpul sesuai permintaan papa Bagas.
"Honey ini sudah malam, sebaiknya kamu istirahat saja ya, aku tinggal dulu sebentar!" ucap Romi kepada alika ketika ia mendapat panggilan dari mama nya, sekalian Romi pamit untuk meninggalkan alika.
"Ya my honey, aku juga sudah ngantuk sekali,,,!" Jawab alika yang sudah ingin tertidur.
kemudian sebelum beranjak dari tempat tidur nya Romi mengecup kening, pipi dan bibir alika.
lalu berlalu keluar kamar untuk menemui papa dan mamanya.
Dan memang sudah menunggunya.
"Pah!" Seru Romi ketika melihat papanya.
"Ya, duduklah...." Sahut papa Bagas lalu mempersilahkan Romi untuk duduk.
kemudian tak lama Andi pun datang menghampiri mereka.
Kini mereka berempat, Papa, mama, dan anak- anak nya sedang diskusi membahas tentang perusahaan.
mencari jalan keluar yang terbaik agar nasib perusahaan bisa di selamat kan.
Kemudian Romi mengusulkan agar perusahaan di bagi sesuai pembagian nya, berikan kepada Robert bagiannya. jadi Robert tidak bisa untuk menghancurkan bagian organ lain.
__ADS_1
dengan begitu perusahaan tidak akan hancur di tangan Robert.