Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 81


__ADS_3

Karena merasa di kecewakan, rasa cinta yang tadi nya teramat besar berubah menjadi kebencian.


itu yang di rasakan oleh Kania, saat melihat sendi menghampiri mereka semua, Kania langsung bergegas masuk mobil.


Sendi pun menyadari sikap Kania yang enggan bertemu dengannya. ia hanya menyapa yang lain, keluarga Rahardian, Nita dan ayahnya, ya! awalnya sendi memang ingin menemui Kania, melihat sikap Kania hati sendi pun merasa sedih tapi ia memaklumi sikap Kania seperti itu karena kesalahannya sendiri.


" Maaf kan aku sayang,,, aku tau kamu membenciku atas apa yang aku lakukan kepada mu...!" batin sendi dan hanya bisa menatap Kania Lewa jendela mobil.


Semuanya pun pamit untuk pergi kepada Nita dan ayahnya, termasuk kepada sendi, mereka pun memohon maaf tidak bisa menjenguk putri Nita karena kondisi alika yang harus banyak istirahat.


Melihat kondisi alika, Nita dan ayahnya memaklumi hal itu.


Romi dan keluarga pun pergi dari sana untuk segera pulang...


" Sendi sepertinya ingin menemui mu dek,,, kok kamunya malah menghindar gitu! bukannya kamu masih sayang sama dia...?" ucap Andi


" Males aku tuh,,, liat mukanya aja aku sebel banget, apa lagi liat dia sama si ular betina terus ( Melly) seperti yang di sengaja banget mau nyakitin aku... siapa yang gak sakit coba,,,! tapi air mata aku tuh terlalu berharga kalau hanya untuk menangisi dan meratapi dia. aku bisa kok tanpanya, hidup ku masih panjang, di tinggalkan olehnya bukan berarti hidup ku akan berakhir...!" jawaban Kania mengundang rasa kagum mereka semua.


" Hebat juga kamu pokemon...! ternyata kamu sudah dewasa ya,,, kakak belum tentu bisa bersikap seperti kamu ,,,!" Romi salut dengan jawaban kania.


" Kan kak Lika yang ngajarin...wak,,, wak...!" Kania malah berguyon.


" Juh dasar Mpok...Mpok...!" seru Andi gemes dengan adiknya.


Dan semua keluarga tertawa. "Ha,,, ha,,, ha,,!" tawa mereka serentak.


Karena dukungan dari alika, nasihat dari alika membuat Kania berpikir dewasa dan dengan mudah mengatasi emosi nya.


Kemudiaan mereka sampai di rumah, kali ini Romi menggendong alika dengan membopongnya kedalam rumah, dan langsung menuju ke kamarnya. Romi memperlakukan alika dengan baik, merawat alika dengan penuh kasih sayang, Romi tidak membiarkan alika untuk bergerak sendiri sampai Romi memastikan alika benar-benar sembuh, selama tiga hari Romi merawat alika sampai Romi cuti masuk kekantor demi untuk merawat alika,


Sampai kini alika telah benar-benar merasa sangat sehat.


Setelah kejadian itu, Romi melarang alika melakukan apapun, tugas tugasnya sebagai asisten di ganti kan oleh Nina, alika hanya boleh mengontrol dan mengawasi pekerjaan Nina agar tidak melakukan kesalahan.


Pagi ini Romi meminta alika ikut dengannya ke kantor nya, karena tidak tega meninggalkan alika sendirian di rumah.


" Saya gak sendiri tuan, ada Nina dan para ART yang lain, ya memang biasanya juga seprti itukan tuan, saya di rumah bersama mereka, dan bila waktunya makan siang saya kan memang harus ke kantor anda...!" jawab alika seakan mengingatkan Romi.


Romi tetap meminta alika untuk bersiap dan ikut dengannya.

__ADS_1


" Baru aja kemaren manis banget,,,! sekarang dah mulai lagi deh kecut nya...! " Alika ngedumel kesal dengan sikap Romi yang suka memaksa


" Tapi kamu suka kan,,,?" Romi menimpali ucapan alika karena jelas-jelas Romi mendengarnya.


" Ya untung anda wangi kalau gak,,,! tau deh...!" Alika memang sangat suka dengan aroma tubuh Romi, karena sudah terbiasa bersama Romi setiap ia merasa kesal, gelisah, bahkan saat ini marah aroma tubuh Romi berkali-kali mampu meredam emosinya, menenangkan dirinya. sampai menjadi candu bagi alika.


" Kalau kamu gak mau ikut saya ke kantor sekarang, kamu gak boleh nyium aroma tubuh saya lagi,,,!'" ancaman Romi


" Mana bisa begitu,,, orang anda sendiri yang suka narik-narik saya ingin memeluk saya, bahkan tidur pun gak bisa lepas dari saya, ya kalau gitu anda juga gak boleh meluk-meluk saya dong...!" Alika mencibir ucapan Romi, dan balik mengancam.


" Gak bisa,,,!!!" jawab Romi tegas


" Ya udah kalau gak bisa, anda juga harus rela aroma tubuhnya saya cium!" Alika tidak mau kalah.


Romi mendekati alika dan memeluknya,


Alika pun sudah terbiasa dengan sikap Romi yang seperti itu, jadi dia tidak merasa cemas lagi seperti awal-awal Romi melakukan nya.


" kenapa cuma cium aroma tubuh, mau cium, pipi, tangan, apa lagi bibir juga boleh banget!" Romi menggoda alika sambil memanyunkan bibirnya ke arah wajah alika.


Jelas alika memberontak dan histeris dan tindakan Romi.


" Tuan,,,, lepaskan saya,,,!!! tolong saya sesak tidak bisa bernafas...!" teriak alika dan berusaha melepaskan diri dari pelukan Romi. namun Romi malah makin menjadi menggoda alika.


Karena sulit sekali melepaskan diri, dan tenaga Romi makin kuat memeluknya, jika alika terus memberontak tentu percuma saja tenaga Romi bukan tandingan Alika, akhirnya alika melemaskan badan lalu berpura-pura pingsan.


Dengan begitu Romi pun melepaskan pelukannya, dan merasa panik.


" Honey,,, ! kamu tidak apa-apa,,!" seru Romi dengan maksud menyadarkan alika.


Alika merasa Romi lengah, lalu dengan sekuat tenaga alika mendorong tubuh Romi agar menjauh dari nya,


" Tapi bohong uwek...!" seru alika meledek Romi, dengan menjulurkan lidahnya ke arah Romi.


" Sial...!" ucap Romi kesal karena telah berhasil di kerjain oleh alika.


Saat Romi mencoba untuk mendekat lagi, alika memasang ancang-ancang menjaga jarak agar Romi tidak mendekat


dan berucap " Cukup tuan,,, saya sudah tidak sanggup lagi saya kehabisan tenaga...!"

__ADS_1


" Oke,,, ! ya udah sekarang kamu cepetan siapa-siapa ikut saya ke kantor, lihat yunas sudah menghubungi saya dari tadi supaya saya segera berangkat ke kantor karena ada meeting ..." Romi memberi tau.


" Ya berangkat aja sana,,, saya kan gak ikut meeting, saya ke sananya ya seperti biasa, pas waktu makan siang saya pasti sudah ada di kantor anda,,,!" Alika tetap tidak mau ikut.


"Ini perintah,,, saya dah gak punya waktu untuk main-main lagi... cepetan...!" Romi menegaskan.


dan jika sudah seperti itu Romi sudah tidak bisa di bantah lagi alika sudah paham betul.


Lalu alika menghentakkan kakinya dengan kesal dan terap bergegas bersiap.


" Dasar kepala batu...!" umpat alika di ruang ganti.


" Hey saya masih bisa mendengar nya...!" Romi menjawab umpatan alika.


" Hiss... dasar,,, hiiiih " alika geregetan sendiri dengan sikap Romi yang suka memaksanya.


Mendengar alika geregetan sendiri Romi hanya tersenyum penuh kemenangan.


...


Kania : othor makasih ya 🙏 ga bikin aku merana, soalnya aku gak suka tipe cewek cengeng bukan aku banget deh...!


othor : othor baik kan sama kamu,,,!


Kania : pasti ada maunya... iya kan...!


othor : ya bisa bantu othor peromsi...😁


Kania : tuh kan... ada udang di balik bakwan !!!


othor : enak dong...😅


Kania : ya ialah othor jadi ke enakan...!


othor : mau bantuin gak? kalau gak othor rubah ni cerita nya bikin kamu merana BUCIN tingkat dewa...!


Kania : diiih othor mah gitu deh...! ya deh aku bantuin peromsi....


Hay.... para AL terkasih 😍😘 yuk dukungan author kita, othor Al-del, kasih dukungan dengan cara like, vote, komen... biar aku gak di bikin merana ama othor terkasih 😍 yuuk!!! pencet jempol di tiap BAB nya jangan lupa dan jangan males, satu jempol dari kalian sangat berharga untuk othor yuuk di pencet jempol nya 👍👍👍 🙏🙏🙏

__ADS_1


othor : terimakasih 🙏🙏🙏 😍😘😘😘


__ADS_2