
Tapi bukan nya merasa ilfil Kania malah merasa sedih mendengar penuturan tuan Carlos, Kania merasakan kekecewaan yang di rasakan oleh tuan Carlos.
....
Kemudian Alika dan Nina datang ke kamar Kania mereka membawa Cherry yang masih menangis, Nina yang menggendong Cherry.
"Kalian semua di sini!" Seru alika ketika tiba di sana namun raut wajah mereka semua tegang terutama Kania terlihat ingin menangis.
"Kania kamu baik-baik aja kan" kemudian tanya alika lagi
Kania tidak menjawab iya malah menunduk Wajah nya.
Ketika melihat Kania Cherry merentangkan tangannya ke arah Kania, sebagai tanda Cherry ingin pindah dari gendongan Nina ke gendongan Kania.
Kania tersenyum getir kepada Cherry, Kania menyambut rentangan tangan Cherry ingin menggapai nya, dengan bermaksud akan menggendong Cherry,
Tapi apa yang di lakukan oleh tuan Carlos, ia malah menyambar rentangan tangan Cherry dengan kasar dan segera menggendong putrinya. lalu bergegas untuk pergi.
Kania begitu terkejut dengan apa yang di lakukan oleh tuan Carlos.
begitu juga Cherry, ia tambah histeris memanggil-manggil nama Kania.
"Kak Kania... hiks, hiks, hiks, huaaaa" Tangis histeris Cherry
"Cherry...!" kania menggumam
"Dia bukan siapa-siapa mu nak, tidak usah menangis nya!" Terdengar ucapan tuan Carlos begitu emosi.
Semua syok melihat apa yang di lakukan oleh tuan Carlos, memaksa Cherry pergi dari sana.
Tapi tak satupun dari mereka yang mengejar tuan Carlos, karena memang tidak ada lagi pembelian untuk Kania.
Karena Kania jelas-jelas memang telah melakukan penolakan secara nyata, bahkan di depan umum.
....
Setelah kepergian tuan Carlos semua hanya mematung saling menatap satu sama lain.
"CIK!!!" Romi berdecak kesal
"semoga ini tidak berpengaruh terhadap bisnis kita" Gumam Romi khawatir, mengingat tuan Carlos partner bisnis di perusahaan mereka yang paling berpengaruh terhadap pasaran produk-produk perusahaan.
"BERNGSEK LU KAK!" pekik Kania
__ADS_1
" PRAYY...." suara gelas yang di banting ke lantai oleh kania
"AAAA....!" Teriak alika dan Nina bersama karena terkejut.
"Dek !!!" Seru Romi dan Andi bersama tak kalah terkejutnya dengan alika dan Nina.
"Kakak masih mikirin bisnis! Lihat anak orang menangis meraung-raung, Sadar gak sih kalian ini ulah siapa! Ini ulah kalian berdua, kalau saja kalian tidak memancing emosi ku semua gak akan seperti ini!" Seru Kania penuh emosi kepada dua kakak nya kemudian Kania menangis sejadi-jadi nya.
Alika ingin sekali mendekati Kania dan menenangkannya, namun Romi menahan nya,
Romi menghalangi alika atau membentengi alika dengan tubuh nya sambil merentangkan tangannya agar alika terhindar dari hal-hal yang tidak di inginkan.
Romi takut Kania akan menyerang siapa saja karena ia sedang sangat emosi.
Kania menangis dengan menjerit-jerit, Kania Benar-benar merasa tidak tega melihat Cherry di perlakuan kasar oleh papi nya, Kania merasa itu semua karena kesalahannya.
"Kania tenangkan diri mu...!" Alika merasa tidak tega melihat Kania yang menangis pilu, dan sesekali menjerit melepaskan emosinya
"KELUAR KALIAN SEMUA, KELUAR" Teriak Kania, Kania sedang di luar control.
"Dek tenangkan dirimu dek" Andi mencoba mendekati Kania dengan berusaha memeluk nya.
tapi Kania makin histeris dan memberontak
Romi malah mundur beberapa langkah melindungi alika agar menjauh dari Kania yang sedang hilang control.
'Dek,,, dek!" Seru Andi meminta respon dari Kania agar meresap nya.
Kania masih sadar, ia masih menangis tapi tenaganya habis setelah melakukan perlawanan kepada Andi yang terus saja memeluk dan mendekap nya.
Kini tubuh kania melemas dan lunglai.
Andi membawanya ke tempat tidur dengan masih memeluk tubuh Kania, lalu menidurkan nya, Romi mendekat kearah Kania, dan meminta Nina untuk menjaga alika, Romi melarang alika untuk mendekati Kania.
Romi khawatir Kania akan kembali berutal.
Romi mengambil air minum dan meminumkan kepada Kania.
" Dek kamu istirahat ya"ucap Romi sambil mengelus kepala Kania.
Romi pun tidak tega melihat Kania seperti itu.
Setelah Kania sudah benar-benar tenang, alika di minta untuk kembali ke kamar nya dan Nina agar menemani alika,
__ADS_1
" Kania aku balik dulu ya kekamar ku" alika dan Nina pamit
"kamu istirahat ya tenang saja semua akan baik-baik saja!" Alika menenangkan Kania
posisi mereka, Kania berbaring di tempat tidur nya, Andi duduk di samping Kania dengan menyandarkan kepalanya di kepala ranjang tempat tidur. Alika dan Nina berdiri di sisi lain Kania, semtara Romi duduk di tepi ranjang menghadap ke arah wajah Kania.
saat alika hendak melangkah untuk pergi tiba-tiba Kania berucap.
"Aku ingin pulang aja besok, aku lelah di sini, aku pikir liburan akan membuat ku senang dan bahagia, tapi apa nyatanya, dari kemarin aku selalu menangis, aku Lelah mengikuti cara hidup kalian emosi ku terkuras, iyakali kalau bak mandi dikuras bakalan bersih, emosi ku, otaku di kurasa aku bisa oleng jadi nya" Kania berkata-kata sendiri mengeluhkan hidup nya.
Yang lain Hanyar dengarkan, bingung menanggapi nya. Sebab Kania bicara seperti sedang serius, tapi kenapa bawa-bawa bak mandi segala, pikir mereka semua.
Semua orang hanya saling menatap Karena tidak ada yang merespon ucapan Kania.
"Kamu pengen pulang? beneran mau pulang! yakin!" Kemudian Alika yang menjawab menegaskan ucapan Kania.
"Entah lah, bagimana besok aja, deh tapi kalau aku pulang, kalian semua juga harus ikut aku pulang!" Ucap Kania dengan ekspresi wajah datar.
"Iiid ogah aku, baru aja nyampe masa mo balik lagi, sendiri aja Sono kalau mau Pulang" Andi yang menimpali
Kania malah terisak kembali, dan mulai menangis lagi.
"Eeeh nggak dek! iya, Iya, kita bakal ikuti kemauan kamu, tapi udah dong derama nya!" Andi ketakutan, takut Kania histeris lagi
Tapi Kania masih saja terisak.
"Udah dong dek, kenapa lagi, masih saja menangis!" kali ini Romi yang menanggapi nya.
"Gimana ya kabarnya Cherry sekarang?" Kania teringat kepada Cherry dan sangat menghawatirkan kondisi nya.
"Tenang Kani Cherry bersama papi nya di pasti baik-baik saja tidak usah menghawatirkan nya" ucap alika yang masih berada di sana dan kini duduk di pangkuan Romi karena Romi menariknya agar duduk di pangkuan Romi.
sementara Nina duduk lebih jauh dari mereka di sofa yang ada di kamar itu, nina sadar betul siapa dirinya hanya seorang ART, meski pun semua keluarga baik kepadanya, tapi nina tidak melebihi batasannya.
"Kak aku pengen minta maaf sama tuan Carlos, aku sadar aku salah, dan karena kesalahan ku Cherry yang menjadi korban nya!" Kania menyadari kesalahannya nya
"Iya dek, bukan hanya kamu yang harus minta maaf tapi kita semua" Romi mengiyakan dan mendukung niat baik Kania.
....
Hay kawan mohon dukungannya ya, tinggalkan jejak mu dengan cara like, vote, komen di kolom komentar di setiap bab nya ya !!!!
Jangan lupa sertakan bintang lima nya juga ya agar menambah Rating karyaku
__ADS_1
ingat cukup lima bintang aja, gak usah sampai tujuh karena kalau sampai tujuh aku dapat puyer.... bukan Rating!!! ✌️✌️✌️
terimakasih 🙏🙏🙏