Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 147


__ADS_3

Malam semakin larut, angin pun berhebus makin kencang. Seperti nya tidak baik untuk Cherry berlama-lama di sana.


Karena Cherry pun terlihat sudah sangat mengantuk, akhirnya turun Carlos memutuskan untuk kembali ke kamar nya untuk Agar Cherry bisa segera istirahat.


Tapi Cherry menolak papinya akan membawanya masuk.


"Cherry ini sudah malam Cherry harus istirahat, lagi pula cuaca malam tidak baik untuk mu nak" Tuan Carlos berusaha membujuk Putrinya


"Tapi Cherry masih ingat bersama Tante mami dan kak Kania papi'' Ucap Cherry enggan masuk.


"Cherry sayang, besok lagi kita bertemu, kita akan jalan-jalan bersama kan! Sekarang waktunya istirahat dulu'' Alika ikut membantu membujuk Cherry.


Tapi Cherry tetap tidak mau menurut, entah sedang bagaimana pikiran dan perasaan Cherry saat ini , biasanya Cherry akan selalu menuruti setiap ucapan papinya, namun kali ini Cherry sedikit membangkang.


Tuan Carlos tau betul jika sudah begitu ada sesuatu yang di inginkan oleh Cherry.


Tapi entah hal apa yang di inginkan oleh Cherry. Membuat semua orang dewasa di sana bingung, semua sudah berusaha ikut membujuknya.


Tapi tidak dengan Kania, ia hanya menatap Cherry yang sedang membangkang.


Karena Kania tau apa yang di inginkan oleh Cherry, tapi tidak di inginkan oleh kania.


Maka dari itu Kania memilih untuk diam.


"Coba katakan Cherry apa yang kamu inginkan agar kami semua bisa mengerti dan bisa memenuhinya?" Tanya alika berusaha membujuk Cherry.


Namun Cherry malah menatap Kania dan menunjuk nya, sontak membuat semua orang tercengang lalu semua orang menatap kearah Kania.


Kania mengerutkan keningnya, menerima tatapan mata tajam dari semua orang seakan sedang mengintimidasi nya.


"Kenapa Cherry, kenapa aku?" Tanya Kania kepada Cherry dengan wajah tak berdosa nya.


Karena sebenarnya Kania sudah tau jawabannya.


"Cherry pengen tidur sama kak Kania" kemudian ucap Cherry


Cherry seperti nya sudah ketergantungan dengan Kania, ketika bangun tidur tadi siang sebelum renang di kolam renang hotel, Kania yang menyimpan semua keperluan Cherry setelah renang pun kania yang memandikan Cherry memakaikan baju dan menyuapinya makan, kayanya seorang ibu yang sedang mengurus anak kesayangan nya. membuat Cherry ingin mempunyai ibu, ingn di perhatikan di beri kasih sayang, karena selama ini Cherry hanya di asuh oleh pengasuh yang bergonta-ganti orang, dan tak pernah merasakan kehangatan ketulusan seperti yang Kania berikan kepadanya.


Meski sipat Kania kasar, urakan, manja, minim akhlak, tapi ia memang sangat menyanyi anak-anak.

__ADS_1


Melihat ketulusan, ketelatenan Kania dalam mengurus Cherry membuat tuan Carlos benar-benar kagum kepada Kania.


Tapi Kania seperti nya sangat tidak menyukai tuan Carlos, setiap berbicara dengan tuan Carlos Kania selalu memasang muka masam


"Tuh kan sudahe Aku duga" Batin Kania, setelah Cherry mengutarakan keinginan nya.


"Okeh, aku temani Cherry tidur tapi tidur nya di kamar kakak ya" kemudian Cherry menggelengkan kepalanya.


"Cherry aku dan papi mu bukan muhrim jadi di larang oleh agama berada dalam Satu kamar" terang Kania kepada Cherry seperti seorang ustadzah.


"Om Romi dan anteu mami tidur nya satu kamar gak papa!" Seru Cherry.


"Cherry sayang om Romi dan anteu mami sudah menikah jadi boleh tidur sekamar" Tuan Carlos berusaha menjelaskan


" Kalau begitu papi sama kak Kania juga harus nikah sama seperti om Romi dan anteu mami, supaya bisa tidur satu kamar" Ucap Cherry lagi


"APA!" Pekik Kania.


Tapi Romi dan Andi malah bersorak gembira


setuju dengan ucapan Cherry.


"kak Kania sama papi mu harus nikah mereka Cocok sekali kan!" Andi ikut menimpali.


"ENGGAK AKU NGGAK MAU!" Teriak Kania kepada dua kakak nya.


lalu Kania berlari menuju kamar nya meninggalkan semua orang.


"Kak Kania...!" pekik Cherry, namun tak di gubris oleh Kania.


Cherry pun menangis sesenggukan karena mendapat penolakan dari Kania bahkan di tinggalkan begitu saja.


Kemudian Alika dan Nina yang berusaha menenangkan nya, semua bubar dari tempat itu


Alika dan Nina ikut tuan Carlos ke karma tuan Carlos untuk menenangkan Cherry yang terus saja menangis, Romi kembali kembali ke kamar nya begitu juga dengan Andi pergi kekamar nya.


Karena Alika tak kunjung kembali kekamar Nya akhirnya Romi menyusulnya ke kamar tuan Carlos.


tapi sebelum itu Romi dan Andi mendatangi Kania di kamarnya, untuk meminta maaf atas lelucon mereka yang menyebabkan Kania merajuk, lalu mereka membujuk Kania agar mau menenangkan Cherry.

__ADS_1


"Aku sudah bilang tidak mau ya tidak mau, dia bukan tanggungjawab ku jadi bukan urusan ku, aku tidak mau di paksa!" Ucap Kania menolak permintaan dua Kakak nya.


Tapi penolakan itu di dengar oleh tuan Carlos, ketika tuan Carlos pun ingin membujuk dan memohon kepada Kania untuk menenangkan Cherry.


begitu sakit nya tuan Carlos mendengar ucapan Kania yang mengatakan Cherry bukan tanggung jawab nya dan bukan urusannya, yang memang kebenaran nya seperti itu.


Tapi cara penyampaian Kania yang terkesan tidak perduli dengan anak kecil yang menangisi nya membuat hati tuan Carlos sangat terluka.


Setelah lima tahun lebih di tinggalkan oleh Refa ibu dari Cherry, baru saja hati tuan Carlos akan tersentuh lagi oleh seorang wanita, yaitu Kania lah orangnya, tuan Carlos baru saja merasa kekaguman, dan mulai menyukai Kania.


Kini harus menelan pil pahit, menerima kenyataan penolakan Kania yang begitu terang-terangan, jika saja kania hanya menolaknya tuan Carlos mungkin bisa mengrti dan memakluminya, karena terdapat banyak perbedaan antara mereka berdua terutama dalam segi usia.


Tapi apa yang Kania lakukan ia pun menolak Cherry anak kecil yang tak berdosa.


"Apa salah saya dan salah putri saya kepada mu, sehingga kamu tidak Sudi berada di antara mereka, kamu begitu cantik kah! apa kamu terlalu sempurna untukku! sampai kamu sebegitu teganya menyakiti perasaan putri saya" ucap tuan Carlos


"Oke maaf beribu maaf jika saya memiliki banyak salah kepada mu , dan terimakasih atas kedekatan mu dengan putri saya walaupun pada akhirnya kamu hanya menyakiti nya, dan setelah ini saya akan pastikan Cherry tidak akan pernah merepotkan mu karena memang dia bukan tanggungjawab mu dan bukan urusan mu" Ucapan tuan Carlos kepada Kania penuh penekanan.


ketiga kakak beradik itu tak menyangka bahwa tuan Carlos mendengar ucapan Kania.


Dan saat mendengar ucapan tuan Carlos mereka sangat merasa tidak enak hati terutama Romi.


"Tuan Carlos kita bisa bicara baik-baik, maklumi lah Kania itu masih bocah pemikiran nya masih labil tuan" Romi berusaha menenangkan tuan Carlos


"Justru karena itu saya menyesal telah mengaguminya, awal nya saya sangat mengagumi adik anda meski pun masih bocah tapi siap ke ibunya begitu tinggi, setelah lima tahun hati saya tertutup oleh wanita manapun, saya pikir dia mampu membuka pintu hati saya untuk sebuah rasa cinta. tapi sayang kenyataan nya saya harus kembali menelan pil pahit" Tuan Carlos mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya kepada Kania.


Tapi bukan nya merasa ilfil Kania malah merasa sedih mendengar penuturan tuan Carlos, Kania merasakan kekecewaan yang di rasakan oleh tuan Carlos.


...


Hay kawan, mohon dukungannya ya, dengan cara like, vote, komen di kolom komentar di setiap bab nya.


Sertakan juga bintang lima nya kawan agar Rating ku naik!


gak usah sampai bintang tujuh, karena aku gak mau kaya tuan Carlos menelan pil pahit, sebab kalau kalian kasih bintang tujuh aku dapat nya obat puyer... 😂😂😂


pahamkan? paham dong! pahamilah....


masa nggak....✌️✌️✌️

__ADS_1


__ADS_2