Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 185


__ADS_3

Di meja makan, ternyata Bu sari sudah menunggu alika dan Romi untuk sarapan.


"Ya tuhan,,,, kalian lama sekali, ini sarapnya keburu dingin...!" Keluh Bu sari


Romi hanya tersenyum simpul mendengar ucapan Bu sari, sebab ia mengingat kejadian barusan di kamarnya bersama istrinya yang saling balas untuk menjahili.


Sedangkan alika terlihat mematung tanpa ekspresi, sepertinya pikiran alika terganggu dengan kehadiran Fitri, firasat alika mengatakan bahwa Fitri memiliki niat buruk terhadap pernikahan mereka berdua.


Romi mengambil makanan untuk alika dan kemudian menyodorkannya kepada alika.


Tapi tidak ada respon sama sekali dari alika.


Romi melihat wajah alika dan mengerutkan keningnya merasa heran dengan perubahan sikap alika drastis jauh berbeda dari sebelumnya.


"Honey, kamu tidak apa-apa, atau ada yang di rasa sakit...?" Tanya Romi sambil menggenggam tangan alika.


Membuat alika terhenyak dalam lamunan nya. Dan tersenyum kaku.


"Eeh, iya m'y honey... Kenapa?" Alika balik bertanya karena ia tidak mendengar ucapan Romi yang menegurnya.


"Kenapa, apa ada yang sakit?" Romi menegaskan pertahanannya.


"Oo tidak kok, tidak apa-apa!" Jawab alika kaku


"Kamu tidak bisa berbohong kepadaku, ada apa ayok katakan?" Romi tau alika sedang memikirkan sesuatu.


"Aku cuma ingin segera bertemu dengan nenek, bunda, dan kak Alif, kak Gani, kak ayu dan juga cantika" Alik sengaja berbohong untuk menyembunyikan kecurigaannya, dan sengaja mengabsen seluruh keluarganya.


"Bener kamu tidak apa-apa honey?" Romi memastikan kondisi istrinya.


"Ya aku tidak apa-apa..." Jawab alika sambil tersenyum kepada suaminya.


Lalu menyuapkan makanan yang sudah Romi suguhkan untuknya.


"Ya syukurlah kalau kau baik-baik saja!" Romi sedikit lega mendengarnya. Tapi Romi tetap curiga ada sesuatu yang mengganjal pikirannya.


"Eeh Bu sari kemana kok gak ikut sarapan bareng sama kita!" Seru alika baru menyadari bahwa Bu sari sudah tidak ada di sana.


"Makanya jangan kebanyakan bengong, Bu sari jadi pergikan sebab merasa kamu cukin" Romi Sengaja berucap seprti itu pedal Bu sari pergi dari sana karena tidak ingin mengganggu mereka berdua untuk sarapan.


"Masa,,, memangnya aku cuekin bu sari!" Alika merasa tidak percaya.


"Ya kamu bengong aja sih...!" Romi berbicara seakan alika benar-benar telah melakukan hal ia ceritakan.


Dan tak lama Fitri melintas melewati meja makan di saat alika dan Romi sedang sarapan.


Karena sipat alika memang sangat baik hati, meskipun hatinya menaruh kecurigaan terhadap Fitri tapi alika tetap berbasa-basi kepadanya.


"Fitri kamu sudah sarapan?" Tanya alika dengan maksud menyapa.


" Kebetulan belum nona..." Jawab Fitri entah dengan maksud apa.


"Benarkah,,, mari sarapan bersama kami!" Ajak alika.


Romi langsung melirik ke kepala alika sebagai respon Romi protes, sebab tidak ingin ada orang lain mengganggunya.


Tapi alika memberikan isyarat kepada Romi agar tenang, dengan memejamkan matanya dan sedikit menganggukkan kepalanya.


Dan akhirnya Romi hanya bisa diam dan pasrah dengan apa yang alika inginkan.

__ADS_1


"Fitri bisa tolong panggilkan ibumu dulu untuk sekalian sarapan bersama kita!" Alika sengaja bersikap manis kepada Fitri agar Fitri tidak merasa curiga kepada alika bahwa alika mencurigainya.


Kemudian Fitri memanggil Bu sari sesuai perintah Alika


Karena itu perintah dari nonanya, Bu sari langsung menghadap.


"Iya, nona memanggil saya?" Tanya Bu sari ketika sudah di hadapan Alika dan Romi.


"Iya bu, mari sarapan bersama...!" alika mempersilahkan bu sari dan Fitri untuk duduk bersama nya di meja makan.


"Tapi nona, tidak usah Kami bisa sarapan di belakang,,,,!" Tolak Bu sari merasa tidak enak hati.


"Ayoklah Bu, tadi usaha sungkan...!" Alika sedikit memaksa.


Tapi bu sari melirik kearah Romi, karena Romi hanya diam tak merespon. membuat Bu sari enggan mengikuti ajakan Alika sebab Romi lah tuannya.


alika pun mengerti dengan apa yang Bu sari pikiran.


Alika langsung melirik ke arah Romi, dan menggenggam tangan Romi.


Romi langsung mengerti dengan apa yang di maksud oleh alika.


Dan langsung meresponnya "Ayok silahkan Bu ikut sarapan bersama kami...!" Dan akhirnya bisa memahami apa yang alika inginkan.


Setelah di persilahkan oleh Romi Bu sari dan Fitri akhirnya duduk bersama dan ikut sarapan bersama alika dan romi.


Dalam diam alika memperhatikan Fitri mencari tau lebih detail tentang Siapa itu Fitri.


Dan alika menangkap suatu ke aneh, di lihat dari gelagat nya Fitri seperti memiliki suatu masalah dengan Romi sebab di sela-sela makanya dan dalam diamnya Fitri selalu mencuri pandang ke arah Romi.


Beda dengan Bu sari yang terlihat biasa-biasa saja.


Alika sampai berpikir "Ada masalah apa ya Fitri dengan suaminya,,," kecurigaan alika terhadap Fitri makin kuat, dan membuat nya makin penasaran.


terlihat sekali seperti di sengaja, Romi langsung melepaskan tangannya ketika menyadarinya.


Bu sari membelalakkan matanya saat melihat semua itu.


"Fitri jaga sikapmu...!" Bu sari mengingatkan putrinya.


"Maaf tuan Saya tidak tau jika gelas itu milik anda,,,!" Fitri mencari alasan, tapi Romi tidak menggubrisnya.


"Maafkan putri saya tuan dia telah lancang kepadamu" Bu sari meminta maaf atas nama Fitri, sebab Bu sari merasa tidak enak hati kepada Romi dan alika.


"Ya tidak apa-apa Bu hanya seperti itu, tidak jadi masalah...!" Alika yang menimpali Bu sari.


Romi hanya diam sebab moodnya sudah berubah buruk semenjak alika mengajak Fitri ikut bergabung bersama mereka.


Kemudian Romi minum di gelas Alika, Romi seakan tak Sudi memegang gelas yang sudah di sentuh oleh Fitri, meski pun Fitri hanya menyentuhnya tidak meminum airnya.


Seakan muak dengan situasi seperti ini, Romi bergegas beranjak dari sana, tanpa berkata sepatah kata pun.


membuat alika merasa heran, dan yakin ada sesuatu di antara Romi dan Fitri.


Kemudian alika pun menyudahi makannya lalu segera mengejar suaminya.


"My honey, kamu tidak apa-apa,,,?" tanya alika menghampiri suaminya yang berdiri di teras villa untuk menikmati suasana pagi yang terasa sejuk.


"Sini honey!" Romi menarik tangan alika lalu memeluk tubuh alika dari belakang, kini aroma tubuh alika menjadi candu bagi Romi.

__ADS_1


"Memang harus seperti ini setiap waktu, aku jadi risih, tidak enak jika di lihat oleh Bu sari dan Fitri.."perotes alika yang di peluk oleh Romi.


"Memang kenapa, kamu istriku, ini villaku biarkan saja dengan orang yang melihat, suruh siapa mereka melihat kita!" Jawab Romi cuek.


"Kamu kok gitu sih...!" Seru alika.


"Terus kamu mau aku sekapa sepanjang hari di kamar, supaya bisa kaya gini dengan leluasa..." Jawab Romi tak mau kalah.


"Hhmmm, terserahlah,,,!" Alika pasrah dan mengalah sebab Romi jika sudah begitu sulit untuk di kalahkan.


"Honey aku jenuh sekali aku ingin ke rumah nenek, boleh ya!" permintaan alika.


" Ya boleh sekali aku mau ke yayasan Nurul iman aku sudah punya janji dengan kak Alif di sana" Romi memberi tau bahwa ia ada pertemuan di yayasan Nurul iman.


"Lalu kapan kita berangkat!" Tanya alika antusias.


"Ya udah kamu siapa-siap dulu sana, perempuan dandan nya lama!" Seru Romi agar alika segera bersiap.


Dan ketika alika berbalik hendak menuju kamarnya untuk bersiap, ternyata Fitri sudah ada di belakang mereka berpura-pura mengelap meja.


"Kamu sedang apa Fitri" Tanya alika Karena merasa aneh melihat gelagat Fitri, sekalian alika ingin tau apa jawabannya.


"Aah ini nona, saya sedang mengelap meja " Jawabnya gugup.


"Sebenarnya apa pekerjaanmu di sana!" Alika penasaran sebab alika tidak tau apa tugas Fitri di villa itu.


"Saya hanya membantu ibu saya nona,,," jawab Fitri lagi.


"Oo begitu,,, baik sekali dirimu, mau membantu ibumu!"


"Memang sudah seharusnya nona!" Jawa Fitri lagi,


"Ya sudah silahkan di teruskan..." Kemudian alika berlalu untuk bersiap.


Sedangkan Romi masih berdiri mematung di terasa.


Dan tiba-tiba ada seorang yang datang memeluknya dari belakang, Romi pikir itu alika.


"Kenapa Balik lagi honey, bukannya segera bersiap"Romi merasa aneh.


"Tadi dia sendiri yang protes tak mau di peluk di sembarang tempat, Sekarang dia sendiri yang malah memeluk ku.." Tapi Romi langsung tersadar bahwa yang memeluknya dari belakang tubuhnya bukanlah alika isterinya.


Dari cara orang itu memeluk dan dari aroma tubuhnya bukan alika.


Romi langsung berbalik ketika menyadari bahwa ada orang lain yang memeluknya, dan alangkah terkejutnya Romi ketika melihat siapa orang yang memeluknya.


"Fitri !!!" Seru Romi.


"Beraninya kamu bersikap tidak sopan kepada ku,,," Romi tidak terima Fitri bertingkah seperti itu kepadanya.


"Kenapa tuan, apa salah saya, saya pun tidak ingin seperti ini, hati saya dan jiwa saya sangat tersiksa, bertahun-tahun saya memendam perasaan saya kepadamu, tapi apa yang saya dapatkan hanya rasa sakit hati yang luar biasa sakitnya, ketika melihat mu bercumbu, bermesraan dengan perempuan lain" Fitri mencurahkan isi hatinya kepada romi.


" Jangan gila Fitri, itu juga bukan salahku, sudahku katakan sedari dulu aku tidak pernah mencintaimu"


"kurang apa saya tuan, saya perempuan berbakti, kepada orang tua, saya cantik, saya mencintaimu dengan tulus, bahkan saya rela menyerahkan kehormatan saya kepada anda tuan!!! untuk membuktikan ketulusan saya, tapi anda selalu menolak anda" Fitri makin emosi sebab tak pernah dihargai oleh Romi.


"Asal kamu tahu dari sebab itu aku sangat membencimu, kau terlalu murah rela memberikan kehormatan mu kepada orang yang tidak pernah sama sekali mencintaimu"


Ya, sedari dulu Fitri sudah tergila-gila kepada Romi, tapi Romi tidak pernah memperdulikannya , sampai Fitri memiliki rencana buruk untuk menjebak Romi, ia ingin menyerahkan kehormatannya kepada Romi dengan mengurung diri di kamar bersama Romi dan telah melucuti semua pakaiannya.

__ADS_1


saat itu Romi masih sangat muda, bahkan masih menjadi pelajaran.


Tapi saat Fitri melakukan hal itu Romi berhasil melepaskan diri dari jebakan Fitri, dan dari semenjak itu Romi sangat membenci Fitri, dan tak pernah ingin bertemu lagi dengan Fitri. jika terpaksa bertemu atau tak sengaja bertemu Romi selalu berusaha menghindari.


__ADS_2