
Mendengar ucapan Romi, hati alika terasa sangat sakti bagi di iris sembilu.
Pasalnya alika mengingat kisah cinta nya bersama Fahri, yang harus kandas dengan cara seperti itu, alika memikirkan keadaan Fahri...
Alika menghentikan gerakan tangannya yang sedang mengolesi salep di wajah Romi.
Romi pun menyadari bahwa alika kembali mengingat kejadian itu, lalu Romi menatap wajah alika yang berekspresi sendu...
" Kenapa...?" Tanya Romi
Alika menggelengkan kepalanya perlahan...
Romi menatap intens wajah alika yang tepat berada di depan nya dengan posisi Romi duduk menyandar di sofa dengan sedikit terlentang semtara posisi alika duduk di sebelah Romi, yang mengoleskan salep ke wajah Romi yang lebam sehingga wajah alika tepat berada di atas Romi yang berjarak beberapa senti.
Di seperkian detik, mereka saling memandang, tatapan mata Romi terpokus kepada bibir alika yang merah alami, terlihat sangat manis sehingga pikiran Romi traveling membayangkan saat dirinya mencumbu alika beberapa waktu lalu.
Tapi Romi langsung menyadari nya untuk tidak terbawa suasana, mengendalikan diri dengan memejamkan mata, jika tidak Romi bisa lupa diri.
" Ooh tuhan,,,! Andai dia bukan putri dari ayah Bayu entah apa yang sudah saya lakukan,,,!" Batin Romi, karena saat Romi tau alika putri ayah Bayu, Romi menyesali semua perbuatan kasar nya kepada alika dan berjanji tidak akan menyakitinya lagi.
Saat romi memejamkan mata nya, alika pun menunduk kan wajah nya.
" Ya ampun tuhan,,,, kenapa perasaan ku tidak karuan seperti ini... Perasaan apa ini?, saat mengingat Fahri hatiku terasa sangat sakti, dan saat bertatapan dengan nya (Romi) jantungku berdebar kencang..." Batin Alika bingung dengan perasaannya sendiri.
" Tuan...!" Seru alika memecah suasana yang hening
" Hmmm..!" Jawab Romi yang masih memejamkan mata nya.
" Bagaimana ya keadaan Fahri sekarang !!!, anda saja sampai lebam lebam begini, apa lagi Fahri yang mendapat pukulan dari anda, secara postur tubuh anda lebih atletis dari Fahri, sudah pasti tenaga anda lebih kuat dari nya, belum lagi hati nya Fahri yang sangat terluka karena kejadian ini semua..." Alika sangat menghawatirkan keadaan Fahri
Mendengar ucapan alika, Romi langsung membuka mata nya dan menatap wajah alika yang masih tertunduk, Romi sangat kesal karena alika malah menghawatirkan kondisi Fahri dari pada kondisi Romi dan dirinya sendiri.
Tanpa alika sadari Romi mengepalkan tangan menahan rasa kesalnya.
Romi memahami betul keadaan alika, tidak boleh mendapatkan tekanan karena kondisi nya yang belum setabil, Romi pun tau tidak akan semudah mengedipkan mata, melupakan perasaan alika kepada Fahri semua butuh proses pikir Romi, dan memilih memberikan waktu untuk alika supaya ia bisa lebih tenang, karena masalah hati dan perasaan tidak bisa di paksakan biarlah alika yang menentukan sendiri atas perasaan nya. Terserah bagaimana nanti akhirnya, tapi Romi akan berusaha untuk mengobati luka hati alika atas semua kesalahan yang sudah ia perbuat, selagi alika masih bersama nya.
Untuk lebih terbuka kepada alika, Romi menceritakan semua informasi yang Romi dapatkan dari yunas,
Bahwa setelah kejadian itu, Romi memerintahkan yunas mengerahkan anak buah nya mencari keberadaan Fahri, karena menurut Romi, Fahri tidak mungkin kembali ke kota nya dengan keadaan babak belur, di tambah dengan luka hatinya, dan mengingat waktu pun sudah larut malam.
Dan benar saja anak buah yunas menemukan Fahri terkapar di pinggir jalan tak sadarkan diri, karena tubuh dan hatinya terluka, yunas menyuruh mereka membawa Fahri ke rumah sakit terdekat, dan mengurus semua keperluan fahri seblum keluarga nya tiba di sana,
sementara yunas yang menghubungi keluarga Fahri dan memberi tau keadaan Fahri. Sekaligus ingin mengadakan musyawarah membahas masalah hubungan antara, Romi, alika, Fahri, dan membahas insiden pemukulan antara Romi dan fahri. Yunas menyampaikan itu semua kepada keluarga Fahri atas keinginan Romi.
__ADS_1
Romi tidak ingin ada kesalahpahaman antara dirinya dengan keluarga Fahri, karena hubungan Romi sudah sangat dekat dengan orang tua Fahri terkait dengan yayasan Nurul iman.
Seperti itu penjelasan Romi kepada alika.
" Menurut yunas keluarga Fahri baru saja sampai ke rumah sakit..." Romi memberi tau alika.
" Tuan,,, apa boleh saya melihat keadaan Fahri...?" Alika sangat sedih mendengar itu semua... Tapi ada rasa takut menghadapi keluarga nya Fahri, yang sudah pasti menyalahkan dirinya atas keadaan Fahri, tapi alika harus tetap menghadapi nya, karena kapan pun alika pasti akan bertemu mereka tidak bisa selamanya menghindar dari mereka.
" Ya tentu saja kamu memang harus bertemu dengan nya dan kita akan membahas masalah ini bersama...!" Jawab Romi
" Kita...?" Tanya alika tidak mengrti
" Ya kita,,, saya juga ingin meluruskan semua masalah kepada keluarganya, dan bukan hanya keluarga Fahri yang ikut pertemuan ini, keluarga kamu pun di minta untuk hadir dalam pertemuan untuk supaya semua masalah kita sekalian clear...!" Romi menjelaskan
" Benarkah...! " Ada perasaan senang di hati alika mendengar keluarga nya akan ikut hadir.
" Ya... Keluarga mu sedang dalam perjalanan menuju ke sini...!" Romi memberi tau.
Alika tersenyum dan memeluk tangan Romi dan menyandarkan kepalanya di bahu Romi saking senangnya mendengar keluarga nya akan datang, sampai ia refleks melakukan hal itu.
Membuat Romi terkejut menerima perlakuan alika kepada nya, dan membuat nya sangat senang.
" Kamu senang,,, ?" Tanya Romi
" Tetapi lah seperti ini alika..." Dalam batin Romi.
" Sekarang kamu istirahat dulu agar kondisi mu pulih kembali, nanti sehabis Dzuhur akan di adakan nya pertemuan itu, di rumah sakit di mana Fahri di rawat, Yunas sudah mengatur semua nya,,,!" Romi
Karena pengaruh obat alika pun menguap dan benar benar merasa ngantuk...
" Tuan ko saya ngantuk...!" Ucap alika masih dalam dekapan Romi, karena alika pun merasa nyaman sekali berada dalam dekapan Romi.
" Tidur lah..." Ucap Romi dan mengelus elus pundak alika.
Sampai alika benar benar terlelap dalam pelukan Romi...
Kemudian Romi menidurkan kepala alika di pangkuan nya, karena ia sendiri pun merasa ngantuk, dan tertidur dengan posisi duduk bersandar di sofa dengan kaki yang ia selonjorkan di meja di depan nya.
Kemudian Nina dengan dan mengetuk pintu kamar Romi, karena rasa ngantuk yang luar biasa yang mereka rasakan, di tambah Romi yang kurang tidur, dokter pun sengaja menambahkan obat tidur untuk alika agar alika bisa istirahat. Jadi mereka berdua benar-benar tertidur pulas sampai tidak mendengar suara ketukan pintu.
Karena pintu kamar sedikit terbuka dan sipat Nina yang kepo, kenapa pintu tidak di tutup ketika dirinya mengetuk pintu dan menyapa tapi tidak ada sautan dari mereka (Romi, alika)...
Kemudian Nina masuk perlahan, karena Nina ingin merapikan dan membersihkan kamar Romi seprti yang alika lakukan setiap hari, karena kali ini ia yang mendapat tugas itu, ia pun ingin segera melakukan tugas itu.
__ADS_1
Saat nina masuk Nina melihat Alika dan Romi sedang tertidur di sofa panjang di sana...
" Hiih dasar orang orang aneh... Tempat tidur seluas itu malah di anggurin, malah milih tidur di sofa kaya begini..., Kan mending tidur di tempat tidur lebih luas bisa pelukan juga, apa si Otong tuan Romi bener-bener gak bisa bangun ?, ya sampai gak minta bermesraan..." Celoteh Nina tanpa di dengar oleh Romi dan alika karen sedang tidur pulas.
" Alika, alika...! Kasian banget ya kamu... Secantik itu, punya suami setampan dan sekaya tuan Romi tapi di anggurin..." Nina meratapi nasib alika.
" Sayang banget ya,,, tuan Romi padahal ganteng banget,,, kaya raya pula tapi si Otong nya gak bisa bangun... Buat apa coba...! Pantesan gak kawin kawin, sekali nya nikah karena terpaksa, dan di umpetin hadeeh...." Nina menyangkan kondisi Romi...
" Aku sih ogah punya suami yang Otong nya gak bangun...! " Nina masih saja ngoceh sendiri
....
Otong : eeh Nina aku juga ogah sama kamu... Sama othor aja aku nolak !!!
Othor : loh.... Ko bawa bawa othor sih...😏
Otong : abis nya othor nyiksa aku, othor bikin aku pegel doang...
Othor : yang sabar donk tong... Yang sabar di sayang Tuhan...!!!
Otong : lah itu mah bisa bisanya othor aja...
Othor : eeeh beneran kok kalau gak percaya tanya tuh sama para AL... Ya gak para AL...?
Otong : serah Lo deh Thor... Aku mah dah terlanjur pegel...😒
Othor : lah dia ngambek... !!! 😅😅😅 ayang Omi juga nyantai aja ...!!!
Ayang Omi : diem lah Lo Thor... Kesel aku sama kamu...
Othor :😂😂😂
Ayang Omi : lah... Dia malah ketawa!
Othor : lagian kalau othor diem ntar othor gak nulis, gak bisa nerusin cerita nya dong, tar si Otong nangis gak dapet dapat jatah, tar para AL kangen deh Ama othor kalau gak update 😅😅😅 bener gak para AL...? 😊
....
para AL maaf kan othor ya akhir akhir ini sering telat up nya, karena othor punya kesibukan lain di dunia nyata... othor di kejar kejar kerjaan, karena kalau othor dah nulis atau menghalau, othor suka lupa waktu, mencari kata kata yang tepat untuk merangkai sebuah cerita yang bisa dan mudah kalian pahami itu tidak mudah lo !!! buat othor, malah sering banyak kata kata yang salah meski othor sudah berusaha melakukan yang terbaik, othor nulis, othor baca ulang sampai bekali-kali itu juga menyita waktu othor sebenarnya, tapi othor ingin menyalurkan hobi othor ( menghalau) menjadikan sebuah karya, yang bisa menghibur para AL sekalian, meski ada saja kesalahan. mohon di maklumi ya,,, maka dari itu othor mohon dukungan dari kalian semua agar bisa lebih baik lagi dalam berkarya dan othor bisa lebih semangat lagi.
***jangan lupa ritual nya ya sayang sayang ku...
tinggalkan jejak mu dengan cara like vote komen ya...
__ADS_1
terimakasih 🙏🙏🙏 😘😘😘***