Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 92


__ADS_3

Setelah adegan pemersatu bangsa selesai.


Masih dengan napas yang bergemuruh,


Romi melihat alika meneteskan air mata, entah apa yang di rasakan oleh alika, sehingga banyak pertanyaan di benak Romi.


" Apa alika menyesalinya? apa aku menyakiti perasaannya, menyakiti hatinya, apa sangatlah sakit...?" Romi menerka-neraka


keadaan Romi dan alika hanya berbalutkan selimut, lalu Romi menarik alika kedalam pelukannya, menyandarkan alika di dada bidang miliknya.


sambil mengusap air mata alika, Romi bertanya.


" Honey apa masih sakit...? apa sakit sekali...?" Romi tidak tega melihat alika menangis


Alika menggelengkan kepalanya, dan membenamkan wajahnya di dada bidang Romi dan merangkul pinggang Romi dengan erat, mendengar pertanyaan Romi alika malah makin terisak pilu.


Padahal tangis itu, bisa di bilang tangisan kebahagiaan, alika akhirnya ia memantapkan hati, melabuhkan hatinya, memasrahkan diri seluruhnya kepada romi, alika merasakan perasaan yang sangat takut kehilangan Romi, bibirnya ingin sekali berkata


" tuan jangan tinggalkan aku,,, jika itu terjadi ragu ini kosong,,, akan sangat menyakitkan bagiku,,, karena hatiku, jiwaku telah menjadi milikmu... seutuhnya...!" bibir alika kelu tak mampu berkata hanya ada tangisan yang pecah...! membuat Romi salah paham.


Romi merasa bersalah... dan mengira bahwa dirinya telah menyakiti alika dengan keegoisannya, yang tak mampu menahan diri untuk tidak melakukannya.


"Yunas, pertarungan iman dan Imin ku di menangkan, hawa nafsu...! membuat ku menyesal telah melakukan nya...!" batin romi.


Ya karena setiap perbuatan yang di lakukan mengikuti hawa nafsu akan berujung penyesalan, sama halnya seperti yang Romi rasakan, karena tidak tega melihat alika menangis dalam pelukannya, menyesali yang telah terjadi.


Andai alika mampu berkata dan mengungkapkan isi hatinya Romi akan merasa sangat bahagia karena hal itu, dan dia pun akan berjanji dan sungguh-sungguh untuk setia sampai kapan pun.


Setelah menyadari perasaan cintanya kepada alika, bagi Romi alika segalanya dalam hidupnya bahkan sebelum alika menyerahkan kehormatannya.


...


Romi menenangkan alika yang terisak-isak.


Dengan mengelus-elus punggung alika. sampai alika terlelap.


Setelah alika terlelap Romi bangkit untuk mengenakan pakaian, dan memakaikan alika baju kemeja miliknya yang baru ia ambil dari lemari pakaiannya, agar alika tidur dengan nyaman.


Romi membuka selimut yang menutupi tubuh alika, Romi melihat noda darah di seprei tanda keperawanan alika telah ia renggut, ada rasa bangga dalam dirinya, dan merasa terhormat. karena alika telah menjaga kesuciannya, hanya menyerahkannya kepada Romi, sebagai suaminya.


Tapi ada rasa getir yang ia rasakan, rasa penyesalan yang mendalam.


Setengah selesai memakaikan baju alika, Romi menutupi tubuh alika kembali dengan selimut lalu mencium kening Alika.


"Terimakasih honey untuk malam ini,,,, terimakasih juga telah menjaga kesucian mu membuat ku merasa terhormat,,, dan mohon maaf,,, maaf untuk semua yang telah aku lakukan...!" , ucap Romi lirih.

__ADS_1


Malam itu romi sama sekali tidak bisa terlelap karena rasa bersalah yang ia rasakan.


hal yang baru pertama kali ia lakukan seumur hidupnya yang harusnya penuh kepuasan dengan rasa bangga, tapi apa !, ia malah merasa telah menyakiti dan merenggut kehormatan alika karena ia pikir alika melakukannya dengan rasa terpaksa.


Lalu Romi menghubungi yunas.


ddrrrt,,,, ddrrrt,,,, headphone yunas bergetar tanda panggilan masuk dari Romi lalu yunas mengangkatnya.


" Halo...!!!" jawab Yunas saat mengangkat sambungan telepon dari Romi dengan suara seraknya karena sedang tertidur pulas.


" Yunas siapakan semua keperluan saya dan alika..!" perintah Romi setelah mendapat jawaban dari yunas.


" Iya,,,!" jawab Yunas malas


"Yunas kamu dengar saya gak...?" tanya Romi karena merasa yunas sedang mengigau


" Iya,,,!" jawab Yunas lagi dengan nada yang sama.


" Yunas saya gak main-main ya,,, saya bisa langsung pecat kamu sekarang juga...!" Romi kesal dan mulai mengancam


" Iya,,,!!!" jawab Yunas masih sama, membuat Romi makin kesal.


" YUNAS....!!!" Romi kesal dan sedikit berteriak.


" Iya,,, iya,, tuan... lagian anda menyebabkan sekali.... inikan masih malam, kenapa anda gak tidur aja sih, ngasih saya perintah besok aja, biarkan saya istirahat dulu ...!" yunas kesal dan terpaksa bangunan.


" Tuan jadwal keberangkatan anda ke sanakan masih dua hari lagi... apa gak terlalu terburu-buru, apa gak bisa nunggu besok aja tuan... inikan masih malam, masih jam tiga,,,!"


" Udah jangan ngatur saya kamu, cepat laksana perintah saya, dan kamu temui saya, sekarang juga, kita meeting dulu...!" Romi tidak mau di bantah.


Dengan rasa kesal yunas bergegas menjalankan semua perintah Romi, dan pamitan terlebih dahulu ke pada istrinya untuk pergi. sudah tidak aneh lagi bagi istri Yunas, suaminya pergi tengah malam untuk melaksanakan tugas dari bosnya, karena Romi memang sering memberikan tugas tidak mengenal waktu.


Sekitar setengah jam Yunas sampai di apartemen Romi dan langsung menemui Romi, menyerahkan semua keperluan alika terlebih dahulu, lebih tepatnya pakaian untuk alika yang ia pinjam dari istrinya, untung istrinya selalu punya Setok baju baru yang belum ia kenakan.


Romi menyiapkan semua keperluan alika di kamar nya dan meninggalkan pesan di selebar kertas.


Dan bergegas pergi.


...


Sebelum subuh seperti biasa alika terbangun dan merasakan tubuhnya terasa nyeri semua, lemas sekali rasanya.


Biasanya setiap alika bangun tubuhnya selalu terasa berat karena di dekap oleh Romi, dengan mata yang masih tertutup alika meraba-raba keberadaan Romi di sampingnya alika membuka mata dan ya Romi memang tidak ada.


" Kemana dia...? apa di kamar mandi,,,? " gumamnya.

__ADS_1


" Tuan,,, !" Alika memanggil Romi karena mengira Romi di kamar mandi.


Dengan tubuh lemas dan seluruh tubuhnya terasa nyeri, apa lagi di bagian Mi** vnya terasa perih dan seperti ada yang mengganjal.


Perlahan alika beranjak bangun, dan baru menyadari bahwa dirinya memakai baju milik Romi.


" Pasti dia (Romi) yang memakaikannya...!" gumam alika, seingatnya setelah adegan itu ia langsung tertidur karena rasa lelah hingga ia tak sempat berpakaian.


Dengan langkah perlahan alika menuju kamar mandi dan mengetuknya.


Tok,,, tok,,, tok,,,, !!! suara pintu di ketuk


" Tuan... apa anda di sana...?" seru alika mengira Romi ada di dalam.


Berkali-kali alika mengetuk pintu dan memanggil-manggil Romi, namun tidak ada jawaban sama sekali, kemudian alika mencoba membuka pintu dan ternyata tidak di kunci, alika masuk berharap Romi sedang menjalinya, tapi kenyataannya kamar mandi benar-benar kosong.


Alika keluar dan mengira Romi sedang di luar kamar sampai alika mencari keseluruhan ruangan apartemen Romi, ke balkon, ke ruangan tamu, ke dapur namun hasilnya nihil, Romi tetap tidak ada, perasaan alika sudah merasa cemas dan curiga pasti ada sesuatu.


Dengan perasaan yang tak menentu alika kembali ke kamar, dan melihat secarik kertas di atas meja tempat di samping tempat tidurnya, alika curiga dengan kertas itu. lalu mengambilnya dan benar saja di sana terdapat tulisan Romi sebuah pesan-pesan dari Romi.


...💌💌💌...


" Honey,,,! mungkin saat kamu bangun aku sudah pergi...! maafkan aku pergi tanpa memberi taumau,,, aku ada urusan penting dan mendadak, aku pergi untuk beberapa hari, melihat mu sedang tidur pulas aku tidak tega membangunkan mu, maka dari itu aku tulis surat ini, aku sudah siapkan semua keperluanmu, pakaian, sarapan vitamin agar tubuhmu tetap fit, jangan lupa di minumya honey... !!!


Jika ada keperluan atau butuh sesuatu hubungi yunas... dia juga yang akan mengantarkanmu pulang...!!!


Honey maaf aku....!!!


...💌💌💌...


Setelah membaca surat itu alika menangis histeris... ternyata dugaannya benar, Romi mencampakkannya, menghempaskan perasaannya, setelah merasakan perasaan seperti di awang-awang karena telah memantapkan hati, memberi kepercayaan kepada Romi untuk berbakti sepenuhnya, tapi pada kenyataannya ia di tinggalkan begitu saja.


Rasanya lebih sakti dari pada saat Romi menghempaskan tubuhnya, saat alika baru menginjakan kaki di rumah keluarga Rahardian.


" Tuan,,, sebegitu bencinya kah anda terhadap saya,,, sehingga tega melakukan ini kepada saya.... apa belum cukup semua perlakuanmu selama ini kepadaku, untuk menebus kesalahanku yang telah membuat Bu sari cedera..." ucap alika di sela sela tangisnya.


"Nenek,,,! bunda,,,! kakak,,,! aku menyerah,,,! aku kalah...! semua milik ku, harga diri ku, bahkan kehormatan ku sudah hilang...! dia (Romi) yang penyebabnya, dia yang membuat aku kehilangan semua nya...!!!" alika masih terisak.


" Nenek,,,! bunda,,, kakak aku menyerah,,,! bawa aku pulang...!!!!"


Alika terus menangis ia merasa harga dirinya telah di permainkan oleh Romi.


Awalnya alika yakin akan bisa membuat Romi benar-benar mencintainya, tapi pada kenyataannya, apa yang ia hawatirkan terjadi, setelah Romi mendapatkan kehormatannya Romi akan mencampakkannya. dan menghempaskan perasaannya


....

__ADS_1


Hay para ALrs jangan lupa ritual nya ya tinggal kan jejak mu dengan cara like, vote, komen ya...!


terimakasih 🙏🙏🙏


__ADS_2