Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 219


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan sore hari, Kania keluar dari kamar Alika dengan membawa bayi Alika.


"Hay... Dede alomi come!" Seru Kania mengalihkan perhatian semua orang yang sedang berada di ruangan itu.


"Eeh Dede udah bangun!" Seru mama Ranti yang langsung menghampiri sang cucu,


Lalu mengambilnya dari pangkuan Kania.


"Duuh,,, cayang banget cih nyenye ma camu mmmcuh..." Ucap mama Ranti gemes, lalu mencium sang cucu.


Sang bayi malah menggeliat, lalu menguap kemudian memanyunkan bibirnya seperti gerakan orang dewasa sedang meniup sesuatu.


Membuat mama Ranti dan Kania makin gemes melihatnya dan menunjukkan reaksi sangat heboh.


"Uwuh.. cucu nenek macih antuk , iya macih antuk..." Masih ucap mama Ranti, dengan maksud berucap, ( cucu nenek masih ngantuk, iya masih ngantuk)


Yang lain hanya tersenyum mendengar mama Ranti bicara seperti itu.


Mereka semua merasa punya main baru dengan hadirnya putra Romi dan alika.


Sementara yang lain sedang sibuk dengan putrinya Romi malah masuk kamar menemui istrinya, yang Romi pikir masih tidur, tapi ternyata Alika telah bersiap untuk keluar kamar.


Alika telah membersihkan dirinya, telah mandi dan berpakaian rapi.


Romi melihat alika sambil tersenyum penuh arti.


Alika langsung curiga melihat gelagat Romi.


"Apa?" Tanya alika kepada suaminya dengan ekspresi wajah datar.


Romi malah mendekat kepada alika lalu mencium wajah alika " Istri ku cantik sekali ya,,, hhhmm! harum lagi...!" Romi malah menggoda alika.


Alika pun merasa panik dengan apa yang di lakukan oleh suaminya.


" Aduh gawat nih, gimana kalo dia maksa minta jatah, bisa habis aku sama nenek kalau ketauan..." Batin alika ketakuan.


"Kenapa honey kok kamu keringetan begini, apa kamu sakit?" Tanya Romi melihat gelagat Alika yang sedang panik.


"Aku kan udah bilang kamu jangan begini, bulu-bulu ku jadi meremang..." Alika mengingatkan suaminya agar jangan mencumbunya.


"Loh kun tidak melakukan apa-apa, masa kaya gini aja gak boleh!" Jawab Romi.


"Ya tapi jangan mesra-mesra bisa aja" Alika


"Terus aku harus mesranya sama siapa dong, masa sama Bu sari." Jawab Romi ngasal.


Tapi "Deg..." Ucap Romi membuat jantung Alika terasa di pukul.


"M'y honey, kok aku mendengar ucapan mu rasanya hati ku sakit sekali." terang alika


"Kenapa, kok bisa begitu, akan cuma bercanda honey." Romi

__ADS_1


"Aku takut kamu berpaling dari ku, karena aku tidak bisa melayani mu" Alika


"Tenang honey percaya kepada ku, si Otong ku hanya akan menegang jika hanya sedang bersama mu." Romi


"Itu tadi mungkin! sebagian pria normal, jika ada wanita telan ** jang di hadapanmu, tidak mungkin si Otong tidak akan bangun." Alika tidak yakin dengan ucapan suaminya.


"Ya, jika itu memang terjadi aku berjanji akan menahan nafsuku demi kamu dan memang hanya kamu yang halal bagi ku." Romi meyakinkan Alika dengan ucapannya.


Tapi alika tidak bisa sepenuhnya percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Romi.


tiba-tiba nenek Diah masuk dan melihat alika dan romi sedang bersama, Dan dalam situasi yang terlihat tegang.


"Hayo kalian sedang apa! " Seru nenek mengagetkan Alika dan Romi.


"Ya seperti yang nenek lihat, kita tidak sedang berebut apapun!" Jawab Romi, agar nenek diah tidak berpikir macam-macam tentang mereka berdua (Romi dan alika).


Sedangkan alika hanya berdiri mematung, tidak bereaksi apapun.


"Nenek mau ngapain?" Kemudian alika bertanya dengan nada lesu. setelah alika melihat nenek sedang mencari sesuatu.


"Nenek mencari perlengkapan bayi mu sebab mau nenek mandikan." Jawa nenek diah.


Kemudian Alika berjalan meninggalkan Romi untuk membantu nenek menyiapkan perlengkapan mandi dan baju ganti untuk Dede alomi, eeh Dede askara.


Setelah semua lengkap nenek segera membawanya keluar untuk segera memandikan sang bayi.


Alika kembali menghampiri Romi yang berdiri membelakanginya.


"Kenapa honey?" Tanya Romi.


karena Romi tau perasaan alika sedang tidak baik-baik saja.


"Kamu tidak percaya kepada ku?, kamu ingat dulu berbulan-bulan aku tidur denganmu, sepanjang malam aku menahan hasrat ku dan itu berlangsung setiap malam, selama selama itu, tapi aku bisa melakukannya menahan hasratku." Romi mencoba meyakinkan alika.


"Ya mungkin hasrat pasti ada tapi tergantung hati kita, harus teguh pendirian, aku bisa menahan karena tidak ingin menyakiti mu ketika itu, apa lagi sekarang setelah melihat dengan mata kepalaku sendiri pengorbanan mu dan perjuangan mu untuk kebahagiaan ku, aku tidak akan tega melukai hatimu dengan cara apapun..." Romi masih meyakinkan alika,Yang kini berada dalam pelukan Romi.


kemudian Kania masuk ke kamar itu.


"Heeuleeuh... ampun deh yang dah ngebet pengen mesra-mesraan, inget bukan puasa masih lama! " Seru Kania yang menangkap basah alika dan Romi sedang berpelukan.


Kemudian Alika mengurai pelukannya.


"Apa sih lu dek, ganggu aja." Romi menimpali Kania.


"Siapa juga yang mau ganggu! aku kesini cuma mau ngasih tau dedek Alomi nangis, minta Mimi..." Kania menjelaskan maksud kedatangannya.


Kemudian Alika pamit kepada Romi untuk keluar ingin memberi ASI kepada putranya.


"Aku keluar dulu ya kasihan si dedek nangis."


"Ya, nanti aku nyusul kesana, aku mau mandi dulu." Ucap Romi.

__ADS_1


....


Setelah memberi ASI kepada putranya, kini alika duduk berkumpul bersama keluarga yang lain.


Tapi mengapa setelah pembahasan soal Romi yang bisa berpaling dari alika, hati alika merasa tidak tenang dan merasa takut kehilangan suaminya.


Alika terlihat murung dan terlihat sering memaku, sepertinya ia sibuk dengan pemikirannya sendiri.


Kebahagiaan yang sedari tadi pagi ia perlihatkan, kini tak terlihat lagi di wajahnya.


Nenek diah dan orang-orang yang lain sangat menyadari perubahan emosi alika.


Mereka berpikir pasti ada sesuatu antara Romi dan alika.


Karena rasa penasaran nya mama Ranti memberanikan diri untuk bertanya, "Alika nak, ada apa dengan mu, mama perhatikan kamu terlihat murung, apa ada yang sakit nak?" mama Ranti ingin memastikan ada masalah apa, dengan alika.


"Tidak mah, tidak ada yang sakit kok, mungkin aku masih merasa ngantuk saja." alasan alika, karena ia tidak ingin bercerita, hal apa yang telah mengganggu pikirannya.


"Apa Romi memaksa mu...?" Tanya nenek Diah khawatir.


Alika menggelengkan kepalanya sebagai jawaban tidak.


"Ya kebangetan sekali dia jika masih saja tetap memaksa, padahal sudah di peringatkan berulang kali, dan oleh hampir semua orang memperingatinya, agar jangan dulu melakukan kewajibannya." Sambung nenek Diah geram.


"Enggak kok nek, suami ku tak memaksa ku." Alika berusaha membela suaminya.


Dan kebetulan Romi datang menghampiri semuanya.


Dan melihat ketegangan di antara mereka semua.


"Ada apa nih, kok mencurigakan sekali...!" Romi merasa curiga sebab saat kedatangannya semua orang malah terdiam, dan menatapnya dengan tatapan seakan mengintimidasinya.


"Kamu memaksa alika? " Tanya mama Ranti to the point.


Romi langsung mengerutkan kening Mendengar pertanyaan dari mamanya.


Lalu Romi menatap alika yang tertunduk.


"Masalah istriku yang terlihat sedih ya."Ucap Romi menebak.


Dan tebakan nya benar sekali.


Sebab mama Ranti mengangguk dan minta penjelasan dari Romi.


Kemudian Romi menjelaskan semuanya.


Tentang prasangka Alika kepadanya.


Kemudian Romi kembali berjanji di depan semua orang bahwa ia tidak akan pernah menyakiti Alika.


Tapi mengapa sang bayi malah menangis kejer setelah mendengar ayahnya berjanji.

__ADS_1


Seakan memberi isyarat akan terjadi sesuatu dengan janji sang ayah, yaitu Romi.


__ADS_2