Cahaya Sang ANAS

Cahaya Sang ANAS
Can't Help Me Falling In Love With You


__ADS_3

Setelah menanti selama 10 hari dengan mempersiapkan segala sesuatunya, akhirnya hari yang ditunggu- tunggu pun telah tiba. Suasana ballroom hotel yang sudah di dekorasi sederhana tapi elegan kini telah dipenuhi oleh keluarga dari kedua belah pihak. Naz terlihat sangat cantik dan anggun dengan memakai gaun kebaya modern dipadu padankan dengan kain batik yang coraknya sama dengan kemeja batik yang dipakai oleh Arfin. Rona bahagia terpancar dari wajah Arfin yang tengah duduk bersama keluarganya, senyuman manis pun terus terukir dari bibirnya.


Naz memasuki ruangan tersebut dengan didampingi oleh Bunda dan Mama-nya, namun ia nampak agak lesu tidak sesemangat sebelumnya. Ia berjalan sambil menunduk, entah karena merasa malu terhadap keluarga Arfin, atau pun entah karena ia tak mau semua orang melihat tampang lesu nya.


Ia duduk di kursi barisan depan diapit oleh keempat orang tuanya, di sisi kiri Papa dan Ayah-nya, sedangkan di sisi kanan Mama dan Bunda- nya, dimana kursinya saling berhadapan dengan Arfin yang duduk di damping kedua orang tua dan kakak- kakak-nya.


Sang MC pun memulai acaranya, kemudian tahapan demi tahapan acara telah dilaksanakan, dan kini sudah masuk pada acara inti dimana ayah dari pihak keduanya berbicara dengan menggunakan mikropon.


Setelah dari pihak laki- laki mengutarakan niatnya untuk melamar Naz dan menunggu jawabannya, kemudian dari pihak Naz yang diwakilkan oleh Pak Syarief pun memasrahkan jawabannya kepada putri tercintanya tersebut, lalu memberinya sebuah mikropon untuk mengutarakan jawabannya.


Naz yang sedari tadi terus menundukkan kepalanya lalu menerima mikropon tersebut, dengan tangan yang bergetar karena rasa degdegan, nervous, tegang yang dirasakannya, ia pun mulai membuka suara, ”Pertama- tama saya ucapkan terimakasih atas kedatangan Kak Arfin beserta keluarga dengan niatan meminang saya untuk menjadikan teman hidup Kak Arfin,,, dan tanpa mengurangi rasa hormat saya,, mohon maaf saya tidak bisa”, ucap Naz, dan sontak semua orang pun dikejutkan dengan jawaban Naz yang tidak ada lanjutannya lagi, apalagi Arfin yang terus mengarahkan pandangannya pada Naz yang menundukkan kepalanya.


“Sayang, kamu jangan bercanda,,, apa kamu salah bicara?”, tanya Papa-nya sambil berbisik.


“Aku gak salah bicara Pa,,, aku benar- benar gak bisa”, jawab Naz yang terdengar oleh semua orang karena masih memegang mikropon.


“Dek,, kamu teh yang bener aja,, kok membatalkan pas hari H gini,,, kan kami sudah menyuruh mu untuk memikirkannya matang- matang,,, tapi gak gini juga atuh Rheanazwa,,, bikin malu tahu gak”, ucap Bunda yang berbicara bisik- bisik tetangga degan nada kesal, karena ruangan itu pun nampak riuh dengan semua orang yang berbisik- bisik, baik dari pihak keluarga Arfin atau pun pihak keluarga Naz.


Arfin tak melepaskan pandangannya dari gadis yang sangat dicintainya itu dengan rasa terkejut yang luar biasa, seolah ada goncangan dahsyat yang menerpa dirinya,


“Kenapa Naz tiba- tiba menolak lamaran ini? Padahal sebelumnya ia sangat bersemangat,, dan sejak masuk tadi wajahnya nampak lesu,,, apa dia tidak bahagia? Apa dia berubah pikiran karena sudah sadar kalau dia akan menikah dengan pria tidak berguna sepertiku”, gumam Arfin dalam hati dengan perasaan yang sedih dan terpukul.


Pak Latief kembali bertanya dengan menggunakan mikropon, “Adinda Rheanawza,,, apakah kami salah dengar dengan jawaban yang adinda lontarkan barusan?”, tanya beliau dengan nada lemah lembut.


“Enggak Papi,,, kalian tidak salah dengar,,, saya benar- benar gak bisa, Papi…”, jawab Naz yang masih tertunduk.


“Bolehkah Papi tahu alasannya tidak bisa nya kenapa?”, tanya beliau lagi dengan perasaan harap-harap cemas.


Naz menghela nafas sejenak lalu perlahan ia mengangkat kepalanya yang sejak tadi tertunduk, dan saat pandangannya lurus ke depan, orang yang duduk tepat sejajar dengan dirinya di seberang sana adalah Arfin. Ia melihat tatapan sendu sang kekasih pujaan hatinya itu dan seolah merasa tidak tega, ia kembali mendekatkan mikropon pada bibirnya, “Saya benar- benar minta maaf Papi,,, saya gak bisa,,, saya enggak bisa Nolak,, Papi….”, ucapnya lalu tersenyum, Pak Latief dan semua orang pun bisa bernafas lega, “Saya menerima pinangannya dan bersedia menjadi pendamping hidup- nya Kak Arfin”, ucapnya lagi memperjelas jawabannya.


“Alhamdulillah,,,,, “, ucap semua orang, dan meraka pun tersenyum bahagia ada pun sebagian yang tertawa dengan ulah gadis tengil itu, termasuk kedua orang tua dari kedua belah pihak.


“Ya ampun Syarief,,, putrimu ini hampir saja membuat putraku naik ke puncak hotel ini dan menjatuhkan dirinya ke bawah sana,,, hahahaha", ucap Pak Latief pada sahabatnya itu, sedangkan Pak Syarif hanya tertawa sambil menggelengkan kepalanya.


“Dasar kamu mah, Dek,,, cik atuh sifat tengil teh sing apal tempat, da ieu mah acara serius, malah dipake guyonan kamu mah ih,,, “, Bunda menggerutu kesal.


"Dasar kamu mah, Dek, tolong itu sifat tengil dikondisikan, ini kan acara serius, malah dibikin bercanda kamu mah ih ".


Arfin menatap tajam pada Naz yang terus melempar senyuman padanya, padahal sebenarnya Arfin ikut merasa lega dan bahagia mendengar jawaban Naz yang sudah menerima pinangannya.


“Ow ow ow,,, ternyata Nona Rheanazwa ini pandai bergurau rupanya ya… sampai semua orang terkejut dan panik mendengar jawaban enggak bisa-nya,,,, dan akhirnya kini semua orang merasa lega dan bahagia karena lamaran dari pihak laki- laki sudah diterima,,, maka dari itu mari kita ke acara selanjutnya, yakni acara tukar cincin,,, kami persilahkan kedua calon mempelai ditemani sang ibu untuk berdiri dan maju ke depan”, ucap sang MC, kemudian Naz pun berdiri di temani Bunda dan Mama nya untuk maju ke depan ke pelaminan yang sudah di sediakan, sedangkan Arfin ditemani Mami-nya.


Arfin berdiri berhadapan dengan Naz, lalu Bunda yang bertugas membawakan cincin pertunangan mereka dan berdiri di tengah menghadap pada keduanya, sedang kan Mami dan Mama berdiri si samping masing- masing anaknya.


Sesuai instruksi dari MC, Arfin mengambil salah satu cincin, kemudian menyematkannya secara perlahan pada jari manis tangan kiri Naz, dan setelah itu gantian, Naz yang menyematkan cincin ke jari manis tangan kiri Arfin, lalu Naz menunduk dan menempelkan dahinya ke punggung tangan Arfin, sedangkan Arfin malah mencium tangan Naz, dan sontak membuat semua orang menyorakinya.. "Wuuuuuuuuuuuu….. !!!! ", kemudian mereka pun bertepuk tangan.


Naz dan Arfin berdiri berdampingan menghadap ke depan para hadirin dan hadiroh sesuai instruksi MC,lalu mengangkat kedua tangan mereka yang memperlihatkan keduanya sudah memakai cincin pertunangan untuk dokumentasi. Kemudian dilanjutkan dengan acara ucapan selamat dan foto-foto bersama keluarga secara bergiliran, dan para tamu yang hadir pun dipersilahkan untuk menyantap hidangan prasmanan yang telah disediakan dengan diiringi musik dan lagu romantis yang dilantunkan oleh penyanyi yang sudah disediakan pula dalam acara tersebut.


“Awas kau ya,,, Aa akan menghukum mu untuk kejadian tadi”, bisik Arfin pada telinga calon istri yang berdiri di sampingnya itu, saat sedang berfoto ria, sedangkan para tamu tengah menyantap makanan yang sudah dihidangkan.


“Enggak takut, enggak takut,, hukum saja aku kalau berani,,, nanti akan ku adu kan pada Bunda, Mami, dan Mama,,, wle”, Naz pun membalas bisikan calon suaminya itu sambil mengejek karena merasa memiliki sekutu yang ditakuti oleh Arfin.


“Dasar curang,,,, beraninya ngadu”, ucapnya kembali berbisik.


“Biarin wle… aku kan masih anak- anak,,, jadi kalo ada yang jahatin aku,, aku harus bilang sama mereka,,, wle wle wle wle“, Naz terus mengejek calon suaminya itu, kemudian Arfin melingkarkan tangannya pada pinggang Naz , “Ihh,,, apa- apaan sih malu tahu, semua orang ngeliatin kita tahu”, Naz mencoba berontak.


“Biarin aja,, biar mereka mendapatkan tontonan sebagai hiburan di saat mereka makan,,,”, ucap Arfin terkekeh, “Apa kau tahu,,, kau sudah membuat jantungku hampir copot dengan penolakan mu tadi,,, jadi kamu harus di hukum”, Arfin masih berbisik- bisik tetangga.


“Dihukum apa?”, tanya Naz menantang.


“Kamu harus menyanyi kan lagu cinta untuk Aa”, ucapnya.


“Dih,,, apaan ,, jangan lebay deh,,,”, Naz menolak dan melepaskan tangan Arfin yang melingkar di pinggangnya.


“Biarin,,, kan Aa yang ngasih hukuman jadi suka- suka Aa dong”, Arfin tetap kekeh.


“Gak mau ah,,,”, Naz terus menolak.


“Harus mau”, titahnya mewajibkan.


“Gak mau,, gak mau,, gak mau”, Naz tetap menolak.


“Mau nyanyi lagu cinta untuk Aa atau mau adegan saat di rumah sakit Aa ulangi lagi di sini sampai kena?”, Arfin kembali berbisik di telinga Naz.


“Adegan yang mana, dih,,?”, Naz ternyata pelupa.


“Itu,,, adegan saat kita kepergok oleh Bunda dan Mami,,, padahal sedikit lagi bibir Aa menempel di bibir manis mu, sayang”, ucap Arfin lalu meniup telinga Naz, dan membuatnya bergidik karena geli.


“Apa kau ingin mencium ku di depan semua orang?”, tanya Naz.


“Woahh,,,, itu pertanyaan atau penawaran?”, Arfin malah balik bertanya.


“Coba saja kalau berani,, wle”, Ucap Naz tidak gentar.


“Baiklah,,, akan Aa lakukan sesuai permintaan mu calon istri ku sayang”, Arfin kembali melingkarkan tangannya pada pinggang Naz dan menarik tubuhnya hingga menempel dengan posisi saling berhadapan, lalu menatap lekat mata Naz dan hendak memajukan wajahnya pada wajah Naz.


“Eh,, ehh,,, mau ngapain ih?”, Naz kembali berontak.


“Tadi katanya nawarin buat nyium kamu di depan semua orang”, ucap Arfin tersenyum licik.


“Jangan gila ya,,, itu semua orang melihat ke arah kita, yassalam..”, Naz terus coba berontak.


“Biarin aja,,, kan kamu yang minta,,, lagian mereka juga udah tahu kalau kita ini pasangan calon suami istri”, Arfin beralasan.


“Iiihh,, tapi kan belun sah jadi suami istri ihh,,, lepasin ihh,,, malu,, nanti Bunda bisa murka lagi tahu”, Naz terus merengek.


“Biarin,,, paling juga kita digiring ke KUA kalau orang tua kita melihatnya”, Arfin bicara dengan entengnya.


“Ihhhh,,,, yaudah yaudah,,, lepasin,, aku akan naik ke panggung,,, dasar licik”, ucap Naz yang akhirnya menyerah, lalu Arfin pun melepaskannya.


“Aa belajar darimu, sayangku”, Arfin malah membalikan.

__ADS_1


“Cihh,,, menyebalkan,,, “, ucap Naz merasa kesal, lalu Naz ia beranjak pergi dan naik ke panggung mini yang ada di samping pelaminan, kemudian ia berbicara kepada pemain musiknya, sepertinya untuk mengatakan lagu yang akan dibawakannya, dan setelah berbicara beberapa saat Naz pun maju ke depan dan mengambil mikropon yang tersedia di sana.


“Tes,,,, “, ucapnya mengetes suara mikropon tersebut, “Selamat siang semuanya, para hadirin dan para hadiroh yang saya hormati,,, saya berdiri di atas panggung ini atas permintaan seorang pria yang kini sudah menyandang status sebagai calon suami saya, dan beliau meminta saya untuk menyanyikan sebuah lagu untuknya. Sebelumnya mohon maaf apabila suara saya ini bisa merusak telinga, apabila tidak berkenan silahkan tutup saja dengan telinganya menggunakan earphone,, hehhee”,ucapnya terkekeh.


“Ciee,,,,”.


“Suit swiwww,,,”.


"Uuhh,,, so sweet,,,,”.


“Ayah,,, itu si tengil teh mau ngapain lagi,,, dari gelagatnya meuni mencurigakan,,, jangan sampai dia bikin malu lagi di depan keluarganya Arfin,,, aduhhh,,,, “, ucap Bunda pada suaminya yang baru selesai makan.


“Hahaha,,, sudah,, biarkan dia berekspresi,, mungkin dia ingin menuangkan bakat terpendamnya yang selama ini hanya suka nanyi di kamar mandi”, Pak Rizal malah tampak mendukung bontot kesayangan nya itu.


“Saya akan menyanyikan lagu yang berjudul,,,,, goyang dombrett”, ucapnya sambil membekap mulutnya karena menahan tawa,


“Aku bisa lebih licik dari mu fulgoso,, ha-ha-ha-ha”, gumam Naz dalam hati sambil tersenyum dan memandang ke arah Arfin yang duduk di kursi pelaminan dan nampak menepok jidatnya karena menyadari calon istrinya itu akan berulah lagi,,, Sedangkan semua orang yang duduk di kursi yang kini menghadap ke pelaminan dan panggung, mendengar hal itu ada yang tertawa, ada yang menggelengkan kepalanya, bahkan tak sedikit yang berbisik- bisik tetangga.


“Tuh,,, kan ayah,,, apa kata bunda juga,,, si tengil teh udah mau berulah deui,, kumaha atuh ieu ihh,,, dia mah kan gak pernah nyanyi dangdut kalo di kamar mandi ge kedengarannya nyanyi lagu pop atau lagu bahasa inggris gitu”, Bunda kembali nyerocos.


“Udah tenang saja,, kita nonton saja,,, lagian kan tadi dia bilang kalo Arfin yang memintanya menyanyi”, Ayah tetap jadi sang pembela.


“Guys,,, apa si Nanaz udah gila?? Sejak kapan dia suka musik dangdut,,, dia kan sukanya nyanyi pop atau barat kalau lagi ikut latihan sama band-nya Akmal”, Ruby yang duduk bersama kedua sahabatnya pun merasa heran.


“Iya,, mungkin setelah dilamar dia jadi dangduters”, Jawab Andes ngasal.


“Tahu tuh anak,,, udah oleng kali,,, tadi dia bikin orang- orang kaget,,, dan sekarang bikin keanehan lagi,, yasslam,, emang kalau orang habis dilamar gitu ya?”, Cerocos Kiara


“Ya enggak lah,,, itu mah khusus spesies langka model si Nanaz doang,, hahhaa”, ucap Ruby yang membuat kedua sahabatnya tertawa.


“Tarik sis,,, semongko,,,, “, seru Naz memberi aba- aba pada pamain musiknya kemudian benar saja musik yang dimainkan adalah lagu dangdut, dan Naz pun ini menjadi pusat perhatian semua orang.


Goyang dombreeeeeet,,, goyang dombret,,


Goyang dombreeeeeet,,, goyang dombret,,


Kang Arfin,, paling ganteng,,, saya suka Akang suka sekali….


Kang Arfin,, paling tampan,,, saya suka Akang suka sekali….


Ayo dong Kang bergoyang,, biar saya temenin,,,


Jangan lupa sawernya,, buat tambahan saya,,,


Makin banyak saweranyaaaa,,,,, makisn asik goyangannya,,,


Semua orang tertawa dengan penampilan Naz itu, sedangkan orang tua nya merasa malu,,, apalagi Arfin yang terus menundukan kepalanya dengan wajah memerah karena malu dan kesal. Beruntung Naz hanya menyanyi dua bait itu saja, kemudian Naz memberi aba- aba agar menhentikan musiknya, karena sesungguhnya ia pun sudah tak kuat menahan tawa. Naz membalikan badannya sejenak untuk tertawa tanpa suara, dan setelah itu ia pun kembali menghadap ke penonton.


"Demikianlah lagu pembuka sebagai pemanasan global dari saya,, hehehehe, dan sekarang saatnya saya akan mempersembahkan sebuah lagu special untuk Aa Arfin sebagai permintaan maaf saya karena dari tadi sudah menjahilinya,, hehehe,,, “, ucapnya kembali terkekeh, dan musik pun kembali diperdengarkan setelah menerima aba- aba dari Naz. Namun kali ini berbeda, hanya ada suara musik piano yang akan mengiringi Naz menyanyi. Arfin yang sejak tadi tertunduk malu, kemudian mengangkat kepalanya dan mengalihkan pandangannya pada Naz yang berdiri di atas panggung.


Wise men say


Only fools rush in


But I can't help falling in love with you


Shall I stay?


If I can't help falling in love with you?


Like a river flows


Surely to the sea


Darling, so it goes


Some things are meant to be


Take my hand


Take my whole life too


For I can't help falling in love with you


Like a river flows


Surely to the sea


Darling, so it goes


Some things are mean to be


Take my hand


Take my whole life too


For I can't help falling in love with you …….


For I can't help falling in love with you ……


Naz mengeluarkan suara merdunya dengan penuh penghayatan, dan membuat Arfin terbuai dengan lagu Can’t help falling in love with you- Elvis Prasleyy yang dinyanyikan oleh sang kekasih, hatinya begitu tersentuh, senyuman bahagia terukir di bibirnya, hingga matanya berkaca- kaca dan ia pun perlahan berjalan naik ke atas panggung saat Naz belum selesai menyanyi. Arfin pun berdiri berdampingan dengan Naz, kemudian menggenggam tangannya hingga Naz selesai menyanyi, dan mereka saling bertatapan.


For I can't help falling in love with you …….


For I can't help falling in love with you ……


Setelah Naz selesai menyanyi, mereka berdiri saling berhadapan kemudian Arfin mencium tangan Naz, lalu ia memeluk gadis pujaan hatinya,


“Terimakasih,,, terimakasih cahayaku,, sayangku,, cintaku,, belahan jiwaku,,, kau juga membuat ku selalu jatuh cinta pada mu, dan aku juga tidak akan pernah berhenti mencintaimu”, ucapnya hingga meneteskan air mata karena merasa sangat bahagia atas lagu cinta yang dinyanyikan Naz yang begitu menyentuh hatinya, seolah itu adalah ungkapan dari hati Naz yang terdalam.


“Wuuuuuuuuu,,,,,”, semua orang bersorak gembira. Lalu bertepuk tangan dan ikut bahagia melihat keromantisan pasangan terWuwu itu…..

__ADS_1


----------------------- TBC -----------------


************************


Monmaap baru up lagi,,, baru selsai dengan kesibukan di RL,,,🙏


Monggo para detershay,,,, siapa hayo kemarin yang tebakannya benar…??🤭


Aku nulis ini sambil mendengarkan lagu Can’t help falling in love with you- Elvis Presley, ko aku juga terharu ya,,, wkwkwkw.


Hepi Reding


Jangan Luva tinggalkan jejakmu, like, komen, vote, hadiah,,,,,😉


Tilimikicih,,, aylapyu oll….. 😍😘😘😘😘


***


Ini terjemahan lirik lagu Can't help me falling in love- Elvis Presley


Kata orang bijak


Wise men say


Hanya orang bodoh yang masuk


Only fools rush in


Tapi aku tidak bisa menahan jatuh cinta padamu


But I can't help falling in love with you


Haruskah saya tinggal?


Shall I stay?


Apakah itu dosa


Jika aku tidak bisa tidak jatuh cinta padamu?


If I can't help falling in love with you?


Seperti aliran sungai


Like a river flows


Pasti ke laut


Surely to the sea


Sayang, begitulah


Darling, so it goes


Beberapa hal memang ditakdirkan


Some things are meant to be


Pegang tanganku


Take my hand


Ambil seluruh hidupku juga


Take my whole life too


Karena aku tidak bisa tidak jatuh cinta padamu


For I can't help falling in love with you


Seperti aliran sungai


Like a river flows


Pasti ke laut


Surely to the sea


Sayang, begitulah


Darling, so it goes


Beberapa hal memang ditakdirkan


Some things are meant to be


Pegang tanganku


Take my hand


Ambil seluruh hidupku juga


Take my whole life too


Karena aku tidak bisa tidak jatuh cinta padamu


For I can't help falling in love with you


Karena aku tidak bisa tidak jatuh cinta padamu


For I can't help falling in love with you

__ADS_1


__ADS_2