Cahaya Sang ANAS

Cahaya Sang ANAS
Siraman Rohalus


__ADS_3

“Sebaiknya kami menunda pernikahan kami sampai Bunda benar- benar sembuh, Om… ”, ucap Arfin mengusulkan pada Pak Rizal yang sama- sama berdiri di samping ranjang Bunda. Sontak itu membuat terkejut semua orang yang ada di sana termasuk Bunda.


Kemudian Bunda menggelengkan kepala secara perlahan mengisyaratkan bahwa tidak setuju dengan usulan Arfin.


“Sepertinya Bunda tidak setuju Ar,,, “, ucap Pak Rizal yang melihat ekspresi istrinya, “Lagi pula persiapannya kan sudah hampir beres,,, dan waktunya masih satu setengah bulan lagi,,, mudah- mudahan Anita bisa cepat sembuh dan bisa menyaksikan pernikahan kalian dalam keadaan sehat seperti sedia kala”, ucap Pak Rizal.


“Amiin,,,, “, ketiga orang itu pun mengamini ucapan Pak Rizal.


**


Setelah Bunda keluar dari rumah sakit, beliau berobat jalan dan melakukan terapi dengan ditemani oleh suami dan anak- anaknya secara bergantian, karena mengalami kelumpuhan sehingga beliau harus mengunakan kursi roda. Namun Arfin memberikan syarat bahwa Naz hanya boleh menemani Bunda asalkan Arsen tidak ikut serta, sehingga Naz akan ditemani ayahnya atau oleh Raline ketika ikut mengantar Bunda terapi.


Arsen yang sudah lulus kuliah pun membuktikan perkataannya, sikapnya sudah berubah drastis dari yang keras kepala menjadi penyabar. Ia merawat Bunda setiap hari, ia menyuapi Bunda nya makan, memandikannya, mengantarnya terapi, bahkan ia pun selalu memijat Bunda setiap harinya sesuai anjuran dokter. Mimih yang sebelumnya tinggal di Bandung pun dibawa tinggal di rumah Bunda, sehingga beliau tidak merasa kesepian.


**


Waktu terasa cepat berlalu, hari pernikahan pun semakin dekat. Persiapan sudah mencapai 98%, 2000 undangan sudah disebar pada sanak saudara jauh, teman- teman, para kolega bisnis dan kenalan pasangan calon pengantin beserta kenalan orang tua kedua belah pihak.


Naz pun sudah dinyatakan Lulus dari sekolahnya setelah pengumuman kelulusan di umumkan secara serentak untuk tingkatan SMA. Orang tua Naz pun mengizinkan Naz ikut kompoi kelulusan, tentunya sebagai kenang-kenangan seragam sekolah nya dicorat- coret dengan menggunakan pilok dan spidol secara bergantian dengan teman- temannya, bahkan rambutnya pun ikut disemprot, dan setelah pulang ke rumah ia mendapat omelan dari sang Mama. Keesokan harinya Naz langsung dibawa ke salon oleh Mama nya.


Sejak dua minggu sebelum hari-H, Naz dan Arfin sudah dipingit sehingga mereka dilarang bertemu, melakukan video call atau pun teleponan, dan hanya boleh chat saja. Sudah terbayang bagaimana kerinduan yang sedang melanda keduanya.


Arfin yang sudah mulai cuti sejak hari Rabu pun hanya berdiam di rumah, karena dilarang berkeliaran oleh sang Mami. Sanak saudara yang dari luar kota maupun luar negeri sudah mulai berdatangan, Kakak dan kakak iparnya Arfin yang dari Amerika pun sudah kembali sehingga semua anggota keluarga sudah berkumpul di kediaman Pak Latief.


Acara pengajian pertama di rumah kedua orang tua Naz telah dilaksanakan hari jumat kemarin sesuai kesepakatan dulu, dan hari ini yang merupakan H-1 giliran acara pengajian di kediaman Bunda, begitu pula di kediaman Arfin karena keduanya melaksanakan pengajian serta siraman di hari yang sama.


Bunda yang sudah bisa bicara lagi namun kaki dan tangannya masih belum sepenuhnya sembuh tetap memakai kursi roda dan semangatnya tidak luntur dalam mengikuti prosesi acara persiapan pernikahan Naz. Walau dirinya hanya bisa duduk manis dan terkadang mengarahkan harus ini itu, tapi tetap dalam pengawasan suami dan anak- anaknya supaya beliau tidak kecapean.


Acara pengajian dilangsungkan di pagi hari mulai pukul sembilan yang bertempat di rumah Bunda Anita, di ruangan tamu sampai ruang tengah di dekorasi dengan nuansa putih gold serta digelar karpet permadani, sedangkan semua kursi diangkut ke halaman samping yang terdapat tenda serta dekorasi untuk acara siraman beserta pelaminannya, yang tersisa hanya 2 kursi yang masing- masing muat untuk dua orang sebagai tempat duduk orang tua saat sungkeman nanti.


Naz kini sedang bersiap ditemani oleh kedua sahabatnya di kamar tamu, karena semenjak kejadian itu Naz enggan untuk masuk ke kamarnya lagi yang ada di lantai dua, sepertinya masih ada rasa trauma.


"Gue masih gak nyangka kalau lo udah mau married, Naz", ucap Ruby.


"Jangankan lo, By... gue aja masih gak percaya,, ini serasa mimpi buat gue", ucap Naz.


"Apa perlu gue tonjok biar lo tahu ini mimpi apa bukan, Naz?", Kiara malah menawarkan hal aneh.


"Kurang ajar Lo.. gimana nasib muka gue besok yang mau di poles bagai ratu sejagat kalo hari ini kena tonjokan,, dikira selama ini wajah cantik gue ini hasil oplas kali", Naz malah menimpali candaan Kiara.


"Eh Naz... kok gue gak sabar ya pengen denger cerita malam pertama Lo sama Kak Arfin", ucap Ruby sambil senyam senyum sendiri seolah membayangkan yang aneh- aneh.


Naz langsung melempar Ruby dengan bantal, "Dasar otak mesum lo...!!", gerutu Naz.


"Kebayang tahu gak pas Kak Arfin mau buka baju Lo terus Lo bilang 'Aa mau ngapain Neng',, hahaha", Kiara pun malah ikut menggoda Naz seolah dia tahu apa yang akan dilakukan oleh pengantin baru.


"Lo juga sama aja Ra...kelamaan bergaul sama Ruby,, jadi otak Lo terkontaminasi hal- hal mesum...", Naz kembali menggerutu kesal.


"Oh iya Naz.. entar kalau kak Arfin buka celana Lo jangan kaget ya.... ", ucap Ruby dengan muka serius.


"Emangnya kenapa ?", Naz pun bertanya dengan terheran- heran.


"Nanti bakalan....... cii luk baa ... hahahhaa", Ruby kembali tertawa renyah melihat kepolosan Naz.


"Kalian itu lagaknya kayak yang udah berpengalaman tahu gak,,,", ucap Naz dengan tatapan curiga.


"Ruby aja kali...gue mah enggak.. behh", Kiara menolak dikatain berpengalaman.


"Mana ada... gue kan belum nikah....", Ruby pun berdalih.

__ADS_1


"Lah itu kok Lo tahu isi celana cowok,, dihh", Naz kini yang mengolok-olok Ruby.


"Yaelah... itu doank... ponakan gue kan cowok noh yang masih orok... yah gitu isi celana nya,, mungkin gak jauh beda...gue asal nebak aja sih....", ucap Ruby memberi alasan.


"Udah ah... kalian ngomongnya tambah ngaco,,, gue mau ke toilet dulu", ucap Naz lalu berdiri.


"Lo nervous apa ? perasaan dari tadi ke toilet mulu..", tanya Ruby Heran.


"Enggak kok.. cuman gak enak perut aja ... ehh apa iya ya gara- gara gue nervous,, rasanya deg degan banget.. gimana besok ya,, haduh ...udah ahh gue ke toilet dulu", ucap Naz lalu beranjak pergi keluar dari kamar, karena di rumah Bunda kamar mandinya ada di luar kamar tidur. Ruby dan Kiara pun ikut keluar, dan setelah Naz selesai dengan urusannya ia pun bersama kedua sahabatnya ikut bergabung dengan para tamu yang sudah mulai berdatangan.


Acara pengajian ini dihadiri oleh keluarga besar, sanak saudara dekat dan para tetangga, juga seorang ustadz yang memimpin pengajian serta memimpin doa, sedangkan MC seperti biasa selalu memanfaatkan yang ada yakni Hardi sang kakak dari calon mempelai wanita, karena sebenarnya ia memintanya sendiri dan tentunya ketiga sahabat Naz juga ikut hadir.


Naz yang memakai pakaian serba putih dengan mengenakan jilbab nampak semakin cantik dan anggun. Acara pengajian pun berlangsung dengan hidmat dan penuh haru apalagi saat Naz meminta doa restu dari keempat orang tua nya dengan kata- kata yang begitu menyentuh hati. Tentunya setiap rentetan acara selalu di dokumentasikan oleh fotografer yang sudah disiapkan oleh pihak WO.


Setelah selesai dilanjutkan dengan acara prasmanan, kemudian setelah dzuhur Naz mengenakan pakaian adat sunda serba hijau tua bak nyi ratu pantai selatan, disertai untaian sorban bunga melati melingkar di dadanya yang menjuntai hingga ke perut dan juga dilengkapi bandana dari melati yang dipasangkan di rambut bagian depannya, Naz pun mengenakan kain samping yang dipasangkan sebagai pengganti rok dengan warna hijau tua pula. Keempat orang tua Naz pun berganti pakaian dengan pakaian adat Sunda dengan warna gold.


Acara siraman pun dimulai dengan pembukaan oleh MC khusus yang disediakan pihak WO dan tentunya diiringi dengan alunan musik Sunda dengan ciri khas alunan suling bambu. Keempat orang tua Naz duduk di kursi yang disediakan di acara pengajian tadi. Naz diperkenankan mencuci kaki keempat orang tua nya secara bergiliran yang diawali dari Papa nya, Naz berjalan dengan membawa nampan yang berisi kendi kecil dan dua buah handuk kecil pula. Ia berlutut dihadapan sang Papa lalu meletakan kedua kaki papanya di atas handuk, kemudian menyiramkan air dari kendi kecil itu sedikit, lalu di lap dengan handuk yang satunya lagi. Dan setelah itu Naz mencium kaki beliau, kemudian sungkem dan meminta doa restu dari Papa nya itu dengan deraian air mata haru, kemudian Papanya mencium pucuk kepala Naz dan diakhiri dengan memeluk nya. Itu dilakukan Naz pada keempat orang tuanya satu persatu secara bergiliran.


Bukan hanya Naz dan orang tua nya, para tamu yang menyaksikannya pun ikut menangis karena terharu dengan pelaksanaan sungkem yang diiringi untaian kalimat dari sang MC yang begitu menyentuh hati serta alunan musik seruling yang membuat mereka terhanyut dalam perasaan haru biru.


Seusai sungkeman, sang MC kembali mengarahkan Naz berjalan dari dalam rumah menuju tempat siraman dengan di damping oleh Papa dan Mama nya, dan dari belakangnya diikuti oleh yang lainnya. Kemudian Naz diantarkan ke pelaminan oleh Papa dan Mama nya, lalu dipersilahkan duduk di kursi pelaminan khusus siraman yang di sampingnya sudah tersedia kendi yang agak besar dan setinggi 60 cm yang sudah diisi air beserta bunga tujuh rupa dan juga uang koin tentunya, lengkap dengan sebuah gayung yang pegangannya agak panjang,,, Cie panjang,,,oops.🤭


Entah menurut kepercayaan dari mana katanya kalau siraman yang menyiramkan air bunga pada calon pengantin harus berjumlah ganjil, dan beruntung disini ada Mimih yang seorang jendeus sehingga jumlahnya bisa menjadi ganjil. Karena sesuai kesepakatan yang akan kebagian yakni Pak Syarief, Bu Rahmi, Pak Rizal, Bunda, Opa , Oma dan Mimih. Ketujuhnya duduk di barisan kursi terdepan yang menghadap ke pelaminan dari barisan yang menghadiri acara siraman tersebut.


Sang MC memulainya dari yang lebih tua dulu, dan Opa kebagian urutan pertama, beliau maju ke depan menghampiri Naz yang duduk seorang diri, kemudian beliau mengambil gayung dan mengisinya dengan air dari kendi, kemudian menyiramkannya pada kepala Naz secara perlahan kemudian beliau mencium kepala Naz sesuai instruksi sang MC, dan tentunya hal itu pun diabadikan oleh sang fotografer untuk dokumentasi foto dan video.



Satu persatu dari 7 orang itu pun silih berganti maju ke depan untuk melakukan hal yang sama, tak terkecuali Bunda, hanya bedanya beliau dibantu oleh suaminya untuk melakukan hal itu, sedangkan untuk mencium Naz itu tidak diwakilkan pada suaminya,, Rugi donk maenya si Ayah nyium dua kali,, 🤭😂✌️


Setelah ketujuhnya selesai, dilanjutkan dengan acara sawer ala adat sunda, yang diawali dengan melantunkan kawih Sunda spesial oleh Mimih si Biduan Bandung tea dengan diiringi alunan musik suling bambu.


Bismillahi kawitaning muji


Nu welas asih ka kabeh


Ngurus sadaya mahluk


Eusi alam  taya nu kari


Gusti urang sadaya


Geusan  sumalindung


Ka bingah sareng ka sesah


Nu karaos musibat ageung jeung alit


Manatna nu ngaraksa.


Neda widi kanu sami linggih


Sim kuring permios sakedap


Bade nyelang heula nyawer


Minangka turun kaul


Ka calon panganten istri

__ADS_1


Etang-etang hiburan


Tatali karuhun


Sugan aya pawedahna


Ka panganten sare ng sadayana nu


Linggih nya ieu piwulangna.


Wuuurr,,,, wuuurrr,,,, saweran pun dilemparkan oleh keempat orang tua Naz, yang berupa uang koin dan uang kertas yang sudah dilipat, permen yang beberapa diantaranya terdapat kupon hadiah yang berupa uang tunai, mejikom, setrika, handphone, mesin cuci, kulkas, bahkan satu buah sepeda motor bagi yang beruntung dan yang pasti ada beberapa rajut kundang yang sudah diisi dengan uang 100 ribuan di dalamnya ikut disawer kan pula.


Seusai saweran, Naz yang basah kuyup di beri handuk rambut dan handuk kimono, sang Opa yang begitu menyayanginya membantu Naz mengeringkan wajahnya, lalu rambutnya, kemudian kembali mencium pucuk kepalanya.



Naz memakai handuk kimono kemudian digendong oleh Papa dan Ayahnya dan dibawa masuk ke dalam rumah sampai ke depan pintu kamar tamu yang sebelumnya ia tempati. Namun Naz bukannya masuk ke kamar, ia malah berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Naz kini sudah kembali ke kamar tamu dan baru selesai berganti pakaian. Ruby dan Kiara kembali masuk ke kamar untuk berpamitan.


"Haii Nyi Roro Kidul.... cantik banget sih lo.. siraman pranikah Lo kayak siraman Rohalus tahu gak... serasa roh nyi toro kidul bersemayam ke dalam tubuh Lo,, sehingga kecantikan lo terpancar menggemparkan jagat raya ",ucap Ruby memuji.


"Gombal banget sih Lo ....", ucap Naz terkekeh.


"Emang iya,,, aura kecantikan Lo bener- bener keluar tahu gak... ", Kiara pun ikut memuji.


"Eh Naz.. kita pulang dulu ya,, ",ucap Ruby.


"Yah..kok pulang sih.... kan mau nemenin gue sampai besok...", Naz seolah tak rela mereka pulang.


"Yee... kan ntar sore kita ketemuan di hotel tempat kita nginep nanti,,, kita kan harus bawa baju dan segala macamnya buat persiapan besok", ucap Ruby menjelaskan.


"Yaudah deh.. tapi awas ya jangan sampai telat",ucap Naz mengingatkan.


"Iya ,,,,", jawab Ruby dan Kiara serentak, kemudian mereka cipika cipiki dan kedua sahabatnya pun berpamitan, hendak menghampiri Andes yang menunggu di luar.


"Naz....", seru Ruby yang hendak menutup pintu.


"Iya.. kenapa ??", tanya Naz menoleh ke arah Ruby.


"Jangan mikirin soal yang tadi ya...", ucap Ruby sambil nyengir.


" Soal apaan?", tanya Naz heran.


"Soal isi celana Kak Arfin...hahahha", ucapnya tertawa lalu langsung menutup pintunya dan kabur.


"Dasar otak mesum... ", Naz menggerutu kesal, lalu ia mengambil hairdyer dan mencolokkannya ke colokan listrik yang ada di dinding sebelah cermin twalet. Saat sedang mengeringkan rambutnya tiba- tiba Naz mendengar suara ketukan, lalu mematikan hairdryer nya.


Tok tok tok,,,,,, “Naz,,, buka jendelanya”, ucap seseorang itu dari balik jendela kamar tamu yang ditempati oleh Naz.


Naz merasa terkejut mendengar suara yang ia kenali itu, dan ia pun merasa ragu antara membuka jendelanya atau tidak.


----------------- TBC -----------------


***************************


Permisi permisi ,,, othor mau mulung dulu,, mudah- mudahan bisa dapat kupon berhadiah motor…😂😂😂😂


Happy Reading….😍

__ADS_1


Jangan luva tinggalkan jejakmu…😉😍


Tilimikicih,,, Aylapyu oll….😍😘😘😘


__ADS_2