
Siang ini langit nampak mendung seolah menggambarkan suasana hati Naz yang tengah dilanda rindu yang menggebu, gelisah yang mendera hati menantikan sesuatu yang tak kunjung datang, yakni menanti kabar dari Bunda mengenai restu sang Ayah, menanti kabar dari sang kekasih yang tiba- tiba menghilang begitu saja, menanti waktu luang ketiga sahabatnya yang setiap harinya punya kesibukan masing- masing sehingga Naz tidak ada tempat untuk berkeluh kesah.
Naz yang merasa sedih dan kesepian berniat ingin menenangkan dirinya dari perasaan- perasaan negatif yang memenuhi pikirannya dengan pergi ke taman danau yang ternyata malah bertemu dengan Nervan di sana. Naz yang awalnya enggan untuk berbicara dengan Nervan karena Arfin pernah melarangnya bertemu dengan Nervan lagi, akhirnya bersedia duduk di bangku yang sama walaupun berjauhan.
Keduanya sempat terlibat percakapan mengenai asal muasal hubungan Arfin dan Naz sampai Nervan menceritakan kejadian yang menyebabkan kaki Arfin menjadi pincang.
Karena hari mulai petang mereka pun memutuskan untuk segera pulang, dan saat Naz berjalan hendak meninggalkan taman danau tersebut, ponselnya bergetar dan ia langsung mengambilnya dari dalam saku baju seragamnya. Betapa bahagianya ia melihat layar ponselnya ternyata ada pesan dari sang kekasih, lalu ia pun langsung membuka pesannya.
Aa
“Oh,, jadi selama aku tidak ada, kamu sering bertemu dengannya, Naz....”
Mata Naz langsung membulat sempurna membaca pesan dari kekasih nya tersebut, rasa bahagia karena akhirnya mendapatkan pesan darinya pun sirna berubah seketika menjadi rasa takut dan cemas kalau Arfin akan salah paham padanya.
“Yassalam ,, dari mana dia tahu aku sedang bersama Bang Evan?”, gumam Naz dalam hati sambil mengedarkan pandangan dengan ekspesi terkejut dan cemas.
Naz mendial nomor Arfin lalu ditekan lah tombol bergambar telpon dan ditempelkan lah ponsel pada telinganya….
Tut,,,tut,,,tut…. Panggilan pertama tidak diangkat.
Tut,,, tut,,, tut,,,, Maaf nomor yang anda tuju sedang sibuk.
Naz terus menelpon berulang kali sampai akhirnya terdengar suara “Maaf nomor yang anda tuju sedang berada di luar jangkauan, cobalah beberapa saat lagi,,,the number you’re calling in not active, please try again in a few minutes.
Naz berjalan dengan cepat meninggalkan Nervan sambil terus melihat- lihat sekitar, namun tetap tidak menemukan keberadaan Arfin,, ia terus menelpon dengan rasa takut dan gelisah jika Arfin akan salah paham padanya, nomornya tetap tidak aktif. Nervan yang memanggilnya beberapa kali pun tidak digubris nya.
Saat Naz sampai di pinggir jalan ia menghentikan sebuah taksi lalu memberi tahukan alamat tujuannya sambil mengirim pesan pada seseorang, dan sang sopir pun langsung tancap gas, berangkat.
Naz sampai di sebuah rumah dimana sang pemiliknya tengah memandikan motor kesayangannya, setelah membayar argo taksi ia keluar dan langsung berlari menemui orang itu, kemudian memeluknya tanpa aba- aba, “Huaaaaaaaa,,, huaaaaa,,,”, Naz menangis sambil memeluk Kiara yang tengah basah- basahan dan tangannya yang penuh dengan busa sabun motor yang berpindah ke wajahnya karena terdorong oleh Naz.
“Emmmm….. fiuh fiuhh,,, “, Kiara meniupkan busa yang menempel ke bibirnya,, “lo kenapa lagi sihh…kok nangis kayak gini ?? lepasin gue…”, Kiara berteriak protes karena Naz memeluknya dengan sangat erat sekali. ”Gue gak bisa nafas ini…”.
Akhirnya Naz yang masih menangis pun melepaskan pelukannya, lalu Kiara mengambil selang dan menyalakan kran, ia mencuci muka nya dan berkumur- kumur beberapa kali. “Gila lo ya,, mau ngeracunin gue pakai busa sabun,,, lo yang sedih gue yang menderita sih,,, ", Kiara menggerutu kesal, " udah yuk ah masuk,,,malu kalo lo nangis di sini, bisa- bisa lo minumin itu sabun sebotol ke mulut gue”, Kiara menarik tangan Naz yang masih menangis dan membawanya masuk ke dalam rumah lalu dibawa ke kamar Kiara.
“Huhuhuhuhu,, hiks hiks hiks,,,,”, Naz masih menangis.
“Lo kenapa lagi sih Naz,,, perasaaan mewek aja kerjaan lo,,, punya pacar tuh ya bahagia gitu,,, bosen gue lihat lo mewek gitu?”, Kiara masih merasa kesal.
“Lo jahat banget sih,,,, gue lagi sedih lo malah ngatain gue,,,huhuhu,,,hiks hiks,,,”, Naz menangis hingga sesenggukan.
“Iya terus kenapa?? Lo putus sama Kak Arfin??”, tanyanya.
“Belom,,, tapi kayaknya menuju kesitu… huhuhuhu,,,”, Naz menjawab disela tangisannya.
“What,,,,?? Kenapa emang?? Dia selingkuh?”, tanyanya lagi.
“Engak,, malah gue kayaknya yang disangka selingkuh,, huhuhu”, Naz menjawab dengan perkiraannya.
“Lo selingkuh,,,,?? Wanjirrr,,, gila lo ya,,, katanya sayang banget sama Kak Arfin ,,, kenapa lo selingkuh?? Lo bener- bener kacau yaa,,, Kak Arfin cinta banget sama lo, kok malah hianatin dia sih,,, “, Kiara nyerocos protes.
“Gue gak selingkuh,,, tapi kayaknya dia ngira gue selingkuh sama Bang Evan…. huhuhuhu”, Naz mencoba menjelaskan.
__ADS_1
“What,,,,, lo masih digangguin sama Bang Evan??? bukannya dia gak pernah datang lagi semenjak dia dihajar sama Kak Arfin,,, kenapa sekarang lo disangka selingkuh sama dia?”, tanya Kiara heran.
“Tadi sepulang sekolah gue pergi ke danau,,, dan saat sampai di sana gue pikir itu Kak Arfin yang duduk di bangku tepi danau, ternyata itu Bang Evan,,, tadinya gue mau pergi lagi, tapi Bang Evan ngajakin gue duduk dan ngobrol gitu,, ehh pas mau pulang Kak Arfin chat gue,, dia kira gue sering ketemuan sama Bang Evan,, pas mau gue jelasin nelpon dia gak diangkat- angkat, malah dirijeck terus gak aktif,,, gue musti gimana Ra,,, mana Ayah udah tau dan nyuruh kita putus,,, huaaaaaaaa”, Naz menangis semakin kencang .
“Hahh,,, Ayah nyuruh lo putus??”, Kiara terkejut.
“Iyaa,,,, gue sedih banget Ra,,, nyesek banget hati gue,,, udah seminggu ini Kak Arfin susah banget dihubungi, sekalinya menghubungi gue malah kayak gini dan kalian juga sibuk banget,,, gue ngerasa sendirian tahu gak,,, huhuhuhu”.Naz benar- benar curcol.
“Udah lo lanjutin aja nangisnya,, gue mau lanjutin nyuci motor,, tanggung nih gue udah basah- basahan sama makan busa sabun tadi”, Kiara malah pamit hendak kembali ke rutinitas yang tadi ia tinggalkan.
“Ra,, lo tega banget sih,, gue lagi sedih bukannya dihibur malah dikacangin”, ucap Naz protes.
“Lo pikir gue wanita penghibur,,,haahahha,,, udah sana tidur aja,, itu cuman bawaan PMS lo aja “, ucap Kiara.
“Mana ada sedih nangis nyesek gara- gara bawaan PMS,,, yang ada tuh istilah bawaan orok,,, hiks hiks”, ucapnya terisak.
“Ya kan lo lagi datang bulan bukan lagi hamil jadi ya istilah nya gue ganti jadi bawaan PMS,,, udah tidur aja sana,, gue mau lanjutin nyuci motor,, ntar gue antar lo pulang”, ucap Kiara dan langsung keluar dari kamarnya.
Dan benar saja Naz kembali melanjutkan acara termewek- meweknya sampai ia ketiduran,, udah mah sakit disangka selingkuh, ditambah nyesek karena niat curhat pada sahabatnya malah berujung dikacangin.
“Naz,,, naz,,,, bangun,, ini udah magrib”, ibunya Kiara menggoyang- goyangkan lengan Naz untuk membangunkannya.
“Emmmm,,,, udah magrib ya,,,, ya ampun lama banget sih akau tidur”, ucap Naz dengan nada serak khas bangun tidur, “Bentar ya Umi, aku ngumpulin lelembutan dulu,, hehehe”, ucapnya minta waktu sejenak.”Kiara nya kemana Umi,,?”, tanyanya.
“Tadi habis shalat magrib Kiara pamit pergi mau ke rumah temannya katanya,,”, Umi menjelaskan.
“Maaf ya Umi, aku ketiduran lama banget,, hehe”, Naz merasa tidak enak hati.
“Iya,,, Umi aku mandi dulu,,,”, Naz mengambil handuk dan bergegas ke kamar mandi, setelah itu ia berganti pakaian menggunakan baju kaos putih dan celana jeans yang dipinjamkan Kiara, Naz pun keluar kamar lalu berpamitan kepada ibunya Kiara, dan ia pun langsung pulang menaiki jemputan nya.
Selama di perjalanan Naz masih merasa sedih juga kesal pada Kiara yang seenak jidatnya meninggalkannya di kamar sendirian sedangkan dia malah pergi bertemu dengan temannya. “Kenapa sih hari ini orang- orang pada nyebelin semuanya,, Kak Arfin, Kiara, Ruby dan Andes, orang rumah juga sama,,,, hufh… mimpi apa sih gue semalam,, sampai kena kesialan mulu hari ini”, Naz terus menggerutu sepanjang perjalanan pulang, bahkan ia sampai menangis saking merasa kesalnya.
Setelah beberapa saat Naz pun sampai di depan pintu gerbang rumahnya, ia menghapus air matanya lalu turun dari mobil, dan Pak Udin pun langsung pamit pulang. Naz membuka pintu gerbang lalu masuk ke halaman rumahnya berjalan dengan langkah gontai sampai di depan pintu rumah ia baru menyadari satu hal, “Kok rumah gelap gini,,, apa mati lampu ya?”, tanyanya berdialog sendiri lalu ia mengedarkan pandangan dan melihat tetangganya tidak mati lampu, “ Yahh,,, jangan- jangan ada konsleting listrik lagi”, ucap Naz mengira- ngira dan saat ia menekan pegangan pintu ternyata tidak di kunci
ceklek,,,, Naz membuka pintunya….
Surprise,,,,, terdengar suara teriakan beberapa orang dari balik pintu yang bau dibuka di ruangan yang gelap itu,,,, mereka pun meniupkan terompet.
Dor dor dor…. Suara balon yang sengaja diletuskan,,, Happy Birthday Rheanazwa,,,,, dan lampu ruangan pun dinyalakan.
happy birthday to you ,,,, happy birthday to you
happy birthday Happy birthday
Happy Birthday,,, Rheanazwa….
Semua orang di ruangan itu menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Naz disertai dengan tepuk tangan,,, yeeeee.
Naz yang melihat itu semua merasa terkejut dan terharu hanya diam mematung sambil mangap dan membekap mulutnya dengan kedua telapak tangannya.
“Ayo tiup lilinnya Naz,,, “, teriak Andes.
__ADS_1
“Ehhh,,, tunggu make a wish dulu dong”, Ruby langsung memportal menarik kuenya yang sedang di sodorkan pada Naz dan Naz pun memejamkan matanya sejenak lalu meniup lilin yang berada di atas kue yang dibawa oleh Ruby, “Yee,, selamat ulang tahun sahabatkuu ….”, ucap Ruby sambil cipika- cipiki.
Semua orang pun bergiliran mengucapkan selamat kepada Naz yang diawali oleh Opa dan dilanjutkan oleh yang lainnya yaitu Oma, Ayah, Bunda, Nervan, Andes dan terakhir Kiara. “Met ultah Nanaz sayang..”, Kiara langsung memeluk dam cipika- cipiki.
“Nyebelin banget sih lo,, sengaja ya lo ninggalin gue tadi”, ucapnya kesal.
“Emang,,, kita semua sengaja bikin lo kesel selama seminggu ini ,, hahaha”, Kiara tertawa bahagia sudah berhasil mengerjai Naz.
“Dasar ya kalian,,, gue kutuk kalian bertiga ya”, ucap Naz meluapkan kekesalannya sambil menabok lengan Kiara. Ketiga sahabatnya itu malah semakin menertawakan Naz.
“Sudah- sudah ,,, ayo duduk,, tuh di meja udah banyak kue dan makanan lainnya”, ucap Bunda yang ternyata ruang tamu nya itu sudah diubah tatanan kursinya ditambah dari ruang tengah dan mejanya pun di jejer tiga meja yang berbeda untuk menyimpan makanan dan minuman pada pesta kejutan Naz itu.
Setelah Naz duduk, ia pun mendapatkan kado dari tiap orang dengan bentuk dan ukuran yang berbeda beda, ada yang dibungkus dengan kertas kado, ada yang menggunakan paper bag, bahkan ada yang menggunakan kantong kresek hitam, ulah siapa lagi kalau bukan ulah ketiga sahabatnya yang super jahil itu yang sontak mengundang tawa orang yang ada di ruangan tersebut.
"Kalian ngasih kado apa mau ngarungin gue sih... pake kantong kresek hitam gede banget gitu? ", ucap Naz protes.
" Ya,, ntar kalo kado didalamnya udah diambil, boleh deh tuh lo masuk ke dalam nya", ucap Ruby membalas ledekan dari Naz.
Naz merasa sangat bahagia dengan kejutan yang diberikan orang- orang yang sangat ia sayangi, sampai ia meneteskan air mata saking bahagianya, walaupun ini hanya pesta kecil – kecilan tapi baginya ini adalah hal yang sangat istimewa karena setelah tujuh tahun lamanya baru kali ini ulang tahunnya dihadiri kembali oleh Oma dan Opa yang selalu ia rindukan yang kini duduk di sebelahnya.
“Hei,,, ini hari bahagia mu,, Opa tidak mengizinkan kamu menangis sayangku”, ucap Opa mengusap kepala Naz lalu mencium keningnya sambil memeluknya dari samping, “Ini hanya pesta kecil,, besok kita akan rayakan pesta sweet seventeen mu bersama keluarga besar kita sayang, Opa sudah menyiapkan segalanya”, ucap Opa.
“Ini sudah sangat cukup Opa, gak usah berlebihan,, aku senang bisa kumpul sama Opa, Oma, Ayah, Bunda seperti ini saja sangat membuat ku bahagia,,,”, ucapnya terisak sambil menghapus air mata bahagianya itu.
“Kalau begitu sudah ya, jangan menangis lagi,,Bunda mu sudah menyiapkan pesta BBQ itu di halaman samping, dan kalau Papa mu sebentar lagi nyusul ke sini katanya", ucap Opa.
“Oh iyakah Ayah ?? “, tanyanya antusias.
“Iyaa Sayang.... ", Ayahnya menjawab.
Naz tersenyum bahagia mendengarnya, lalu ia memandangi satu- persatu orang yang hadir di sana dan senyumnya pun memudar.
"Kenapa dia gak datang,,, apa dia tidak tahu kalau hari ini ulang tahunku?,,, atau Ayah yang melarangnya datang? Kok malah ada Bang Evan sih?”, gumamnya dalam hati, lalu ia mendengar ada suara mobil yang masuk ke halaman rumahnya, ia langsung bangkit dari duduknya dengan tersenyum sumringah, “Itu pasti Kak Arfin”,gumamnya dalam hati, “Opa,, aku keluar sebentar ya”. Ucapnya yang diangguki Opa nya tanda setuju.
Naz langsung berjalan menuju keluar hendak menyambut sang pujaan hatinya, dibukalah pintu dan ternyata yang datang adalah Dandy dan Arini yang sudah membawakan kue ultah yang lilinnya baru dinyalakan.”Happy birthday adik bontotku,,,,”, ucapnya.
“Yeee ,,,Kak Dandy sama Kak Arini telat iihhh,,, sini aku ambil foto kalian bertiga”, ucap Andes dari balik pintu, lalu ia pun mengambil foto ketiga orang tersebut.
“Naz ayo kita ke halaman samping,, kita kan mau pesta BBQ,, noh kokinya udah datang”, Ucap Andes menunjuk ke arah Dandy.
“Oke,,, ayo kita mulai pestanya”, ucap Dandy penuh semangat, kemudian mereka masuk ke dalam rumah dan berjalan menuju halaman samping, yang ternyata di sana sudah di siapkan alat BBQ beserta daging dan kawan-kawan yang siap dipanggang.
Di sana juga terdapat 1 meja kayu yang dikelilingi empat kursi untuk dan sudah tersedia minuman kaleng dan jus serta cemilan snack, Naz duduk di kursi sendirian menonton Dandy dan Nervan yang tengah memanggang yang direcokin terus oleh Ruby dan Andes yang membuatnya sesekali tersenyum geli, kemudian ia terdiam sejenak menghela nafas seolah membuang rasa yang menyesakan dadanya dan menundukan pandangannya.
“Selamat ulang tahun sayang”, tiba- tiba ada yang berbisik di telinganya dari arah belakang yang tentu ia hafal suara itu, Naz langsung duduk tegak dan menolehkan pandangannya ke samping untuk melihat orang tersebut, namun ada rasa kecewa yang datang kembali di hatinya.
--------- TBC ------------
*********************
__ADS_1
Happy Reading.... 🥰😉