Cahaya Sang ANAS

Cahaya Sang ANAS
Be Smile,, Siapakah Tuan mu ??


__ADS_3

Hari yang begitu cerah akibat ulah sang mentari yang tengah membagi rata sinarnya hingga menyeruakan hawa panas di siang hari ini, berbagai jenis kendaraan berlalu lalang memadati jalanan ibu kota yang mengakibatkan kemacetan di hari minggu ini. Begitu pun dengan kendaraan yang dikemudikan Evan ikut terlibat di dalam rentetan kemacetan ini. Naz yang suasana hatinya tadi masih dalam keadaan senang dan bisa ketawa- ketiwi ceria sendiri, kini berubah menjadi pendiam seketika setelah menemukan ada boneka bee smile dari dalam tas Evan yang sama persis dengan boneka miliknya.


“Bagaimana mana mungkin Bang Evan,,,dia memiliki bee smile yang sama persis dengan punyaku…?”, gumamnya dalam hati. “Boneka ini,, boneka ini,,boneka ini hanya ada dua saja karena dibuat khusus oleh tangan Ayahnya Kak Anas sendiri,,,apakah,,, apakah,,,argh,, tidak mungkin,, tidak mungkin kalau Bang Evan ini adalah Kak Anas”, Naz masih berdialog sendiri dalam hatinya sambil menatap lekat bee smile yang di genggamnya, ia pun melihat ke arah Evan yang tengah mengemudi, “Tapi, tatapan itu,, matanya ,,sama dengan tatapan mata Kak Anas yang kulihat tujuh tahun yang lalu”, Naz masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat itu.


“Naz… Kamu kenapa.. ko terlihat pucat gitu?”, ucapan Evan membuyarkan lamunan Naz .


“Iy iya Bang kenapa?”, Naz gelagapan.


“Eh malah balik nanya, kamu kenapa kok pucat gitu, apa kamu sakit?”, Evan kembali mengulang pertanyaannya.


“Eng..enggak kok, cuman pengen cepet sampai rumah aja pengen istirahat, masih capek mungkin efek perjalanan kemarin yang cukup melelahkan, hehehe”, ucapnya mengelak, “Oh iya Bang, emmm,, ngomong- ngomong soal boneka be smile ini,,emm Bang Evan beli darimana?”, Naz mencoba mengorek informasi.


“Beli apaan ?? mana ada yang jual model begitu Naz, itu tuh barang langka dan cuman ada dua buah aja. Dulu tuh lagi musim mainan yang bisa mengeluarkan suara dengan alat bantu diputar gitu, nah bokap tuh iseng mengotak- atik bikin sendiri dan entah bagaimana caranya jadilah mainan yang dinamai be smile itu, dan beliau membuatkannya dua buah untukku dan saudaraku”, Evan menjelaskan sejarah be smile itu sambil melajukan mobilnya yang sudah keluar dari kemacetan. Sedangkan Naz tidak bisa mengatakan apa pun lagi karena keterkejutannya itu, ia hanya memijit- mijit pelipisnya karena terasa sedikit pusing, entah karena be smile dan orang yang ia panggil Anas itu, ataukah karena ia belum makan siang. Kahade bisi salatri deui neng


Setelah beberapa saat, sampailah Naz di kediamannya, ia langsung turun dari mobil lalu pamit masuk ke rumah tanpa menawarkan Evan untuk mampir, padahal sebenarnya ia masih ingin berlama- lama bersama Naz, namun ia tidak berkata apa- pun lagi karena melihat Naz yang nampak pucat dan beranggapan Naz memang butuh beristirahat kemudian Evan pun kembali melajukan mobilnya.


Naz masuk ke rumahnya dan langsung bergegas ke lantai dua menuju kamarnya. Naz masuk ke dalam kamar dengan langkah gontai dan raut wajah yang sulit diartikan, ia duduk di tempat tidurnya dan memikirkan hal- hal yang ia temukan sebagai petunjuk yang mengarahkannya pada Anas yang selama ini ia nantikan kedatangannya.


Naz POV


“ Tidak mungkin,, ini tidak mungkin, bagaimana mungkin Kak Evan itu adalah Kak Anas yang selama ini ku nantikan,, tapi matanya sama dengan tatapan mata yang kulihat tujuh tahun yang lalu,,arghhh….”. Entah mengapa rasanya sulit sekali bagiku menerima kenyataan ini, padahal selama ini aku selalu menunggu kedatangannya dan ingin sekali bertemu dengannya, dengan orang yang selalu memberiku kekuatan dalam menghadapi segala masalah apapun. Mungkinkah karena takut hal ini terjadi, ia selalu menolak saat aku mengajaknya saling bertukar foto kami dan hanya membiarkan kami bersahabat lewat tulisan di chat saja bak sahabat pena di dunia maya tanpa tahu identitas dan rupa kami masing- masing.


Flashback


Aku Rheanazwa yang biasa dipanggil Naz masih duduk di kelas empat SD, aku memiliki tubuh yang bongsor dan berpipi chuby, karena itu semua orang sering mengatakan aku seperti Tina Toon artis cilik yang gemuk bulat chubby, yah seperti itulah aku. Hari ini kami mengadakan pesta untuk merayakan ulang tahunku bersama Raline karena kami lahir di hari tanggal dan tahun yang sama, pestanya dirayakan kecil- kecilan di sebuah restoran dan hanya semua anggota keluarga saja yang hadir, kemudian seorang wanita datang ke pesta kami mengaku sebagai ibu kandungku dan ia memberitahukan kepada semua orang bahwa aku bukan puteri kandung Ayah Rizal dan Bunda Anita, semua orang terkejut mengetahui hal itu apalagi aku yang masih sekecil itu harus menerima kenyataan pahit. Aku dan Raline dibawa keluar restoran agar tidak terlibat dengan pembicaraan orang tua.


Di sana kulihat dari luar terjadi perdebatan yang sangat serius apalagi Opa dari Ayah sangat murka dengan kebohongan yang Ayah dan Bunda lakukan, aku hanya bisa menangis melihat itu semua dan entah apalagi yang mereka katakan, setelah beberapa saat kemudian semua orang bubar dan pulang ke rumah masing- masing. Selama di perjalan pulang hanya ada kesunyian di dalam mobil kemudian saat sampai di rumah Bunda pun mengatakan bahwa semua yang dibilang ibu itu hanya kebohongan aku tetaplah anak Ayah dan Bunda sampai kapanpun dan selamanya.


Keesokan harinya di rumah seakan tidak terjadi apa- apa, kami melakukan kegiatan seperti biasanya, Ayah berangkat kerja ke rumah sakit, Bunda ke butik yang baru dirintisnya dan aku pun berangkat ke sekolah seperti biasanya, sedangkan Kak Dandy sudah berangkat sejak pagi- pagi buta katanya mau mengantar temannya ke bandara.

__ADS_1


Sekolah ku tempatnya berdekatan dengan sebuah panti asuhan yakni Panti Asuhan Kasih Ibu yang berjarak kira- kira hanya 200 meter dari sekolahku. Aku satu sekolah dengan Raline anak dari Kakaknya Ayah, kami sangat dekat seperti anak kembar dan kami sangat dimanja oleh Opa dan Oma , karena mereka sangat menginginkan cucu perempuan. Namun setelah kejadian kemarin, sikap Raline berubah drastis bahkan dia memberitahukan kepada semua teman dikelas kalau aku ini anak pungut yang tidak jelas asal usulnya.


Mereka mengolok- olok dan menghina ku, sedangkan aku yang begitu terkejut dan sedih hanya bisa menangis tanpa ada siapapun yang menemaniku ataupun membela ku saat itu, karena ketiga sahabatku Ruby, Kiara dan Andes belum datang ke sekolah. Mereka yang berdiri mengelilingiku terus menertawakan ku yang terus menangis, aku pun merasa tidak tahan dan keluar dari kelas menerobos mereka dan aku berlari hingga keluar dari gerbang sekolah, aku terus berlari dengan air mata yang terus mengalir membanjiri pipiku, aku berlari sekuat tenaga menyusuri jalan yang ku kenali, terus melajukan langkah kakiku dengan cepat kemudian aku sampai di taman yang terdapat danau kecil, aku mendudukkan diriku di bangku besi di bawah pohon rindang dan menghadap ke danau itu.


“ Hiks hiks hiks hiks hiks…” Aku terus menangis, menangis dan menangis meluapkan rasa sakit dan kepedihan ku, hingga tak ku sadari ternyata ada orang yang menghampiriku.


“Dek, kamu kenapa ko nangis sendirian disini,kemana orang tuamu ?”, ku dengar ada suara seorang laki- laki dari arah sampingku, sedangkan aku malah semakin menangis sambil menggosok mataku yang terus mengeluarkan air mata dengan lenganku “Huaaaaa,,,,Huaaaaaa”.


“Dek, kamu kenapa,,,seharusnya jam segini kamu di sekolah kan?”, Dia bertanya kembali dan malah mendekatkan diri padaku, dan aku menundukkan kepalaku tidak berani menatapnya, aku takut orang itu akan menculik ku, "Dek, kamu dijahatin orang,atau kamu diculik?”, Orang itu terus bertanya dengan nada panik, dan ternyata dia bukan penculik, aku pun hanya menggelengkan kepalaku. “Dek, kalo adek berhenti nangis nanti kakak kasih sesuatu deh...nihh ”, Dia mencoba menghentikan tangisanku sambil memperlihatkan kedua tangannya yang ditelungkup kan menutupi sesuatu.


Aku yang tertunduk pun melirik ke tangannya itu, “hiks hiks hiks…itu apa? “Tanyaku sambil sesenggukan.


“Rahasia….ini sulap loh,,,heheheh…kalo adek berhenti nangis jika tangan Kaka dibuka akan ada hadiahnya, tapi jika adek masih menangis maka saat dibuka di tangan kaka nanti ada kecoanya”, Dia mengeluarkan triknya, dan itu berhasil membuat tangisanku mulai mereda dan sambil sesenggukan aku mengetuk telungkup tangannya itu. “Sim salabim….” Ucapnya sambil membuka telungkup tangannya.


Aku terkejut melihatnya “ Hah,,ini apa, Kak?” tanyaku itu sambil memegang mainan yang ada di telapak tangan Kakak itu.


“Ini namanya emmmm…-be smile-“, Ucapnya.


“Hahaha, bukan maksudnya be smile itu bahasa Inggris yang artinya tersenyumlah”, Dia menyebutkan kembali nama itu dan menjelaskannya. “Kalau kakak sedang sedih, Kakak suka memainkan ini,,lumayan lah untuk sedikit hiburan”, tambahnya dan ia membiarkan ku memegang dan melihat lihat mainan itu serta mengajarkan cara memainkannya, “ Gini nih, coba tarik lingkaran ujung talinya sampai talinya habis, lalu lepas”.


Aku pun melakukan sesuai dengan petunjuk aturan pakai yang ia jelaskan “Tersenyumlah tersenyumlah,,,hehehe hehehe”, aku merasa terkejut dengan suara yang tiba- tiba dikeluarkan mainan itu seperti suara burung beo, dan aku pun tersenyum sesuai yang diperintahkan si be smile itu.


“Nah gitu dong, senyum kan cantik,,jangan nangis lagi ya Dek”, Dia mengatakan aku cantik padahal itu seperti fitnah bagiku, karena perawakan ku yang gendut dan chuby, dan aku pun kembali menangis, “Ehh,,ko nangis lagi,,,nanti jelek loh,,,sstt sstt ssstt kamu kenapa dek??”.


“Huaaaaaaa….huaaaa… aku bukan anak Ayah …aku bukan anak Bunda, aku gak mau jadi anak orang lain” , Aku terus menangis dan menggosokkan lenganku kembali pada kedua mataku yang terus mengeluarkan air mata.


“Dek, kamu jangan bersedih ya,...emm berarti kamu memiliki dua pasang orang tua, itu artinya lebih banyak yang menyayangimu”, Ucapnya menasehati ku .”Kamu tau gak, di luaran sana banyak yang tidak punya orang tua dan kurang kasih sayang dari orang tuanya, termasuk anak- anak yang di panti asuhan itu. Yang penting kamu sayang sama Ayah Bunda mu dan mereka juga sayang sama kamu ya Dek, dan kamu merupakan anak yang beruntung”.


Aku terdiam sejenak mendengar perkataannya dan mulai berfikir tentang nasihatnya itu memang benar aku beruntung memiliki banyak orang yang menyayangiku, ”Tapi kenapa teman- teman di sekolah ku menghinaku karena aku bukan anak Bunda?”, lirihku sendu mengingat kejadian di kelas tadi.

__ADS_1


“ Dengerin Kakak ya Dek, Jika ada yang menghina mu jangan dengarkan dia ataupun balik menghinanya, kita ini sama- sama makhluk ciptaan Allah jika kita menghina makkhluk ciptaan-Nya, sama saja kita menghina Allah sang pencipta, memangnya kamu mau dihukum sama Allah di masukan ke neraka??”. Tanyanya dan aku menggelengkan kepalaku masih dalam posisi menunduk karena aku tidak berani menatap orang tersebut.


“Gak mau, kata Bunda neraka itu tempat orang- orang jahat,,”, jawabku takut.


“ Nah makanya kalau mereka menghina mu abaikan saja anggap saja kentut yang bersuara dan mengeluarkan bau tak sedap lalu hilang begitu saja ,kasih saja mereka senyuman, dan tunjukan bahwa kamu anak yang kuat, tidak cengeng tapi harus tetap baik hati ya, jadikan itu kelebihan mu, bukan cuman berat badannya aja dilebihin”, ucapnya sambil tertawa renyah. “Oh iya, siapapun orang tuamu Dek, kamu sebagai anak harus tetap berbakti dan menyayangi mereka ya, jika kamu sedang sedih kamu mainin be smile ajja ya untuk menghiburmu, jangan perlihatkan kesedihan mu pada orang- orang yang menyayangimu, apalagi dihadapan orang tua mu, karena itu akan membuat mereka merasakan kesedihan berkali lipat”, Dia kembali memberiku nasehat dan ku beranikan diri mengangkat kepalaku yang sejak tadi ku tundukan untuk melihat ke arahnya.


“Iyaa Kak terimakasih…emm tapi kan ini punya kakak kenapa dikasih ke aku? Nanti kalo Kaka sedang sedih gimana?” tanyaku polos.


“Tenang saja Kakak masih punya satu lagi kok, mainan ini khusus dibuatkan Papiku dengan tangannya sendiri dan hanya ada dua buah saja, tadinya dibuat untukku dan satunya lagi untuk saudaraku, karena dia tidak menginginkannya jadi itu untuk kamu saja Dek..” Kakak itu tersenyum padaku, senyuman yang manis dan mata kami saling bertatapan sambil saling melempar senyuman.


“Kakak kenapa pakai itu ? kok kepalanya juga di perban?”, tanyaku heran melihat kondisinya, karena wajahnya terlihat lebam dan walaupun tertutup poni tetap terlihat ia memakai perban di pelipis kanannya.


“Ah iya, beberapa hari yang lalu Kakak habis kecelakaan”, Jawabnya dan tiba- tiba ada seorang pria datang menghampiri dan berbisik kepadanya, ”Maaf ya Dek, Kakak pamit dulu karena sekarang Kakak harus ke bandara, Kakak akan pergi ke Amerika untuk kuliah di sana, ingat pesan Kakak tadi ya, jangan menangis lagi”, Kakak itu pamit, dia mengusap- usap kepalaku sambil tersenyum kemudian pergi meninggalkanku bersama bapak- bapak yang tadi berbisik padanya.


Aku masih duduk termenung sendiri di bangku besi dengan memainkan be smile peninggalan Kakak itu yang bisa membuatku tersenyum, kemudian tak lama setelah itu ada Bude datang menghampiriku, beliau mengatakan kalau Bunda menghubunginya menanyakan keberadaan ku setelah mendapat laporan dari sekolah bahwa aku menghilang, karena Bunda tahu jika aku sering bermain ke panti jika pulang sekolah sambil menunggu jemputan pulang.


Flashback off


Kuambil be smile dari dalam tas ku dan memainkannya, kemudian aku terus menatapnya dalam-dalam " Be smile,, sebenarnya siapa tuanmu?? ", gumamku dalam hati.


Tok tok tok… “ Sayaang buka pintunya, Mbak Iyem bilang kamu teh belum makan sejak kepulangan mu”, terdengar suara teriakan Bunda dari balik pintu kamarku dan membuyarkan lamunanku. Ku lihat jam tangan menunjukan pukul tiga lebih, Aku pun bangkit dari tempat tidurku berjalan menuju pintu dan membukanya. “Ayo sayang makan dulu, Bunda gak mau ya nanti kamu teh pingsan lagi “. Ucap Bunda sambil memelukku dari samping dan kami pun berjalan beriringan turun ke bawah menuju ruang makan. Seperti biasa Bunda menyiapkan makanan untukku dan aku pun menyantap makan siang menuju sore ku ditemani Bunda yang katanya sudah makan siang bersama Ayah tadi sebelum aku pulang.


---------------- TBC --------------------


******************************


Ternyata itu toh asal usul si be smile,,,,


Happy Reading..... 😉🥰

__ADS_1


Jangan Lupa tinggalkan jejakmu... 😉🥰😍


__ADS_2