
Siang telah berganti menjadi sore, gemerincik hujan yang turun dari langit memberi hawa dingin yang seolah semakin membuat Naz terbuai dan terlena sehingga masih anteng bersemayam di alam mimpinya dengan memeluk boneka pingky bear kesayangannya.
Sejak kepergian Naz ke kamarnya, Bunda merasakan sesuatu yang aneh, dan beliau sempat berpikir bahwa Naz merasa sedih karena mengetahui Arfin telah memiliki kekasih, sedangkan yang beliau tahu Arfin itu mencintai puterinya, begitupun dengan Naz yang seolah memberikan respon yang sama.
“Perasan teh dua minggu yang lalu Arfin meminta izin untuk mengajak Naz makan malam, aku pikir teh dia sudah menyatakan cintanya pada Naz, kenapa malah begini yah?”, Bunda yang tengah duduk di ruang tamu sendirian sambil melihat- lihat beberapa desain baju bergumam dalam hatinya.
“Bu,, ini teh nya,,”, Mbak Iyem menaruh teh di atas meja.
“Terimakasih Mba,,,”.ucap Bunda tersenyum.
Bunda yang sedari tadi merasa gelisah dan memikirkan perasaan Naz, akhirnya memutuskan naik ke lantai dua untuk menemui Naz di kamarnya. Bunda langsung menekan pegangan pintu yang ternyata tidak dikunci dan beliau pun masuk, dilihatnya puteri kesayangannya itu sedang tertidur lelap di samping boneka besar dan memeluk boneka satunya lagi yang lebih kecil. Bunda duduk di tempat tidur tepat di samping Naz yang masih terlelap, “Dek,,, sayang,, bangun,,, sudah jam empat ini teh,,, kamu kan belum shalat ashar, ayo bangun,,,, kalau tidur kesorean nanti teh jadi pamali loh”, Bunda menggoyang- goyangkan lengan Naz untuk membangunkannya.
“Emhh,,,,, iya Bunda,,,,”, ucap Naz dengan suara serak khas bangun tidur, ia membuka matanya perlahan, “Sebentar aku kumpulin nyawaku dulu”, tambahnya lagi.
“Eh,, ari kamu suka aneh- aneh Dek,, emangnya teh kamu kucing yang punya banyak nyawa sampai mau dikumpulin nyawanya”, ucap Bunda terkekeh, “ ngumpulin lelembutan kituh”, Bunda mengoreksi.
“Hoamm,,, iya Bunda,,, itu sama bae dah….”, Naz menjawab setelah menguap.
“Dek,, mata kamu kok agak bengkak gitu kayak habis nangis?”, tanya Bunda yang memperhatikan wajah Naz.
“Hah,,,”, Naz terkejut, “Enggak kok Bunda,,, aku kelamaan tidur siang kayaknya deh, apalagi tadi habis makan terus tidur, hehehe”, jawab Naz ngeles.
“Kamu teh sedih ya karena Arfin sudah punya pacar?”, tanya Bunda sudah mulai mode interogasi.
“Ma maksud Bunda?”, Naz malah balik bertanya dengan tergagap.
Bunda menghela nafas sejenak, ”Dek,, Bunda teh sudah tahu tentang perasaan Arfin sama kamu, dia bilang kalau dia teh sayang sama kamu bahkan dia menceritakan awal mulanya dia bisa suka sama kamu, karena Bunda teh menginterogasinya saat di Bandung tiga bulan yang lalu sampai dia ngaku. Bunda mah mikirnya kalau dia teh masih berjuang buat deketin dan dapetin hati kamu, bahkan saat dua minggu lalu dia minta izin mau ngajakin kamu makan malam Bunda teh udah seneng pisan nyangka nya dia teh mau menyatakan perasaannya sama kamu,,eh tapi kok dia malah jadian sama perempuan lain, dasar si borokokok”, Bunda nampak kesal terhadap Arfin.
“Haduh,, gimana ini,,, jadi selama ini Bunda sudah tahu perasaan Kak Arfin padaku,,,, apa aku bilang aja ya sama Bunda, kalau akulah orang yang ada di foto bersama Kak Arfin itu dan aku pula pacar Kak Arfin…… tapi,, bagaimana kalau nanti ayah tahu,,,,, aaaaahhhhh,,, kenapa aku bisa jadi dilema seperti ini,,,, aku harus bagaimana ini…??”, Naz bergumam dalam hatinya.
Naz menghela nafas panjang lalu mencoba memberitahukan kebenaran tentang dirinya dan Arfin, “Bunda,,, emmm,,, sebenarnya,,, emmm,,, Bunda sebenarnya aku dan Kak Arfin…. “, belum selesai Naz berbicara langsung terhenti karena mendengar suara yang mengejutkannya.
Ceklek terdengar suara pintu terbuka kemudian munculah seseorang dari balik pintu , “Kamu dan Arfin kenapa Naz…??”, tanya nya.
Naz yang sangat terkejut terus menghela nafas untuk menenangkan dirinya, “Aku,,, aku sama Kak Arfin hanya menganggapnya seperti aku ke Kak Dandy”, jawab Naz dengan gugup lalu menundukkan kepalanya karena jauh di lubuk hatinya ia merasa bersalah karena telah membohongi Ayah dan Bundanya.
“Syukurlah kalau begitu,,, Ayah sempat mencemaskan mu dan menyangka kamu sedih juga kecewa saat mengetahui Arfin sudah memiliki kekasih”, ucap Ayah tersenyum dan bernafas lega, sedangkan Naz hanya tersenyum saja nampak tidak enak hati.
“Ayah,, Bunda,, aku ke kamar mandi dulu ya, aku belum shalat sudah jam empat lebih nih”, Naz mencoba menghindar karena takut mereka akan bertanya hal- hal lainnya lagi sehingga bisa menambah kebohongannya kelak. Setelah kedua orang tuanya mengangguki Naz segera bergegas ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan kedua orang tuanya pun ikut keluar dari kamar Naz.
Setelah berwudhu, Naz pun melaksanakan shalat dan berdoa, kemudian Naz melipat mukena dan sajadahnya lalu diletakan kembali di lemari. Ia duduk di tepi tempat tidurnya sambil memainkan be smile dan ia teringat akan kata- kata Arfin, “Jangan terus memikirkan orang lain, pikirkan lah kebahagiaanmu sendiri ”, kalimat itu seolah menjadi jalan pembuka dikala kebimbangannya, ia memikirkan dalam- dalam dan akhirnya ia pun memutuskan yang baik menurutnya saat ini.
" Be smile,, mungkin kali ini akan ku coba belajar egois untuk kebahagiaanku, karena menurutku hal ini tidak merugikan atau menyakiti siapa pun,,, aku akan tetap menjalin hubungan dengan Kak Arfin, dan akan mencoba menjelaskan kepada Ayah secara perlahan,, benar kata Kiara kalau Ayah sangat menyayangiku dan semoga suatu saat nanti Ayah bisa memahami keputusanku ini”, ucapnya berbicara pada boneka kecil mainan kesayangannya.
Semenjak itu Naz menyembunyikan hubungannya dengan Arfin dari Ayah dan Bunda nya, dan ia pun meminta Arfin jika ingin menelpon atau video call dengannya di sore hari saja karena malam nya ia beralasan mengerjakan tugas sekolah, padahal ia tidak ingin jika kedua orang tuanya mendengar Naz teleponan malam- malam karena kamar mereka yang dekat hanya terhalang oleh kamar mandi saja, sedangkan sore hari biasanya rumah masih sepi karena orang tua dan kakaknya Naz masih belum pulang. Dan beruntungnya sang kekasih pujaan hatinya pun menuruti keinginan Naz yang memang dianggapnya masuk akal karena ia juga tidak ingin mengganggu Naz belajar. Resiko ya Aa pacaran sama OSIS.
Selama beberapa hari semua berjalan dengan lancar dan acara backstreet nya Naz pun aman terkendali. Kini tibalah saatnya hari dimana penagihan pajak jadian alias Peje, ketiga sahabat Naz minta di traktir makan juga main games di mall. Mereka pun janjian bertemu di sebuah mall karena kalau saling menjemput jarak rumah mereka berlawanan arah. Satu persatu kini telah mulai bermunculan memasuki mall tersebut, dan mereka tiba saat dzuhur jadi keempatnya janjian di mushala mall untuk shalat terlebih dahulu, kemudian mereka pun memasuki salah satu foodcourt dan yang jadi pilihannya kembali lagi ke restoran Jepang, mereka memesan hot pot kombinasi BBQ dan aneka sushi. Mereka pun makan dengan celotehan- celotehan heboh dan konyol seperti biasanya.
“Pokoknya ya,, hari ini kita bikin Nanaz bangkrut,,,”, Andes si tukang malak berkomentar.
“Yoyoy,,, kalau belum kenyang silahkan pesan lagi,, jangan malu- malu karena hari ini kita sedang membobol ATM seseorang”, ucap Ruby seolah menjadi orang yang mentraktir.
“Ya ya ya ,,, terserah kalian lah,, yang penting kalian senang dan kenyang”, Naz hanya pasrah.
“Tapi lo ikhlas kan Naz??”, tanya Kiara.
“Mau gak mau ya harus ikhlas,,, orang gak dikasih pilihan”, Naz menjawab dengan santainya.
__ADS_1
“Ya harus ikhlas dong,,, biar berkah,,, dan kita- kita gak sakit perut”, Kiara sepertinya trauma dengan keripik level 25 dulu 😂.
“Yasalam,, kalau kalian sakit perut ya salah kalian sendiri, apaan tuh makan banyak cabe kayak gitu, malu- maluin lagi minta cabe rawit, giliran dikasih cabe merah kalian malah protes,,,emang lo pikir ini warung Bi Sumi apa,, kalau beli bala- bala dikasih sama cabe rawitnya”, Naz menggerutu kesal.
“Noh si Ruby bikin malu aja,,, harusnya lo itu kalau pergi makan di luar bawa sekantong cabe rawit di tas lo,,, nanti tuh dia kalo udah naik roller coaster pasti minta popmi pake irisan cabe rawit kayak waktu kita study tour SMP dulu “, ucap Kiara.
“Naz,,, games kard ditraktir juga kan ya?”, tanya Andes.
“Yasalam,, kalian bener- bener pemerasan ini mah,,, awas ya Ra, Des kalo kalian punya pacar bakal gue palakin habis- habisan juga”, Naz protes sambil menggelengkan kepalanya.
“Yaudah yu ahh,,, udah selesai ni… kita jalan ke wahana permainan,,, tapi yang enteng- enteng aja dulu ya,,, biar turun dulu ni makanan sekalian pemanasan,, nanti baru yang ekstrem”. ajak Ruby.
“Yaelah,, disini paling yang ekstrim nya cuman roller coaster mini,,, yang lainnya games enteng, ada juga noh go kart,,, kenapa gak ke tran*tudio aja sih yang lengkap?”, Andes protes.
“Kan abis ini kita mau pergi ke tempat bowling, lo lupa?”, Ruby mengingatkan.
“Eh iya,, ayo dehh”, jawab Andes.
Mereka berempat memainkan semua yang ada di wahana permainan satu- persatu sampai tidak terlewatkan, kemudian mereka pun pergi meninggalkan mall tersebut menuju tempat bermain bowling. Setelah beberapa saat tibalah di sebuah gedung arena bermain bowling, dan mereka pun langsung masuk dengan Naz sebagai menteri keuangan yang menjamin segala pengeluaran tiket masuk, makan dan minum bahkan sampai sewa sepatu khusus untuk bermain bowling.
Ruby, Kiara dan Andes bermain di jalur masing- masing, sedangkan Naz hanya duduk di kursi yang disediakan di sana, karena sang kekasih yang terus saja mengirimi chat dan banyak panggilan tak terjawab, sejak di mall tadi Naz lupa tidak membuka ponselnya karena keasyikan bermain games bersama ketiga sahabatnya. Dan seperti biasa Arfin selalu meminta Naz mengirimkannya foto jika Naz sedang pergi bermain keluar.
Setelah selesai mengirim foto, Naz pun ikut bermain bersama ketiga sahabatnya, sayang kan waktu di sia- siakan karena bayarnya itu perjam ya shay. Bukan the bontot unyu kalau di tempat umum tidak membuat kegaduhan dan kehebohan dengan tingkah konyol mereka.
“Guys,,, gimana kalau kita main pakai hukuman,, siapa yang pin nya gak jatuh semua, wajahnya dicoret pakai lipstik?", Kiara mengusulkan.
“Hei jangan gila ya kalian,,, aku kan masih anak bawang, belum bisa jatuhin semua pin,, jatuh sebiji aja udah sujud sukur aku tuh”, Andes protes.
“Ya gak bisa lah,, lo harus ikutan,, enak aja kita main lo enggak,, jangan mau enaknya sendiri Des,,, “, Ruby memprotes Andes.
“Aaaahh ,, mamii doakan anak kesayanganmu ini”, ucap Andes manja sambil melihat ke langit-langit.
“Eh,, ngapain lo berdoa minta tolong mami lo sampai lihat ke atas gitu,, mami lo kan masih hidup,, lo telepon aja kali kalo buat minta doa restu mah”, Kira mengejek.
“Yee,,, aku kan sama mami bisa main telepati,, jadi nanti dia bisa ngerasain kalo aku memanggilnya”, Andes menjawab ngaco.
“Yasalam,,, selain lo gemulai otak lo ternyata udah mulai sengklek ya Des,,, apa kurang 1 ons”, Naz ikut mengejek.
“Sudah- sudah,, ayo kita mulai main,,, jadi kita main barengan langsung ya,,,”, ucap Kiara.
Mereka pun mempersiapkan diri, memilih bola yang sesuai dengan berat dan ukuran jari masing- masing, setelah menunggu aba- aba dari Kiara mereka pun mulai mengangkat bola yang diarahkan pada posisi depan jalur bowling, kemudian jari manis dan jari tengah diletakan pada dua lubang atas serta meletakan jempol pada lubang bagian bawah. “A’udzubillahiminassyaitonirrajiim bismillahirrahmaanirrahiim… “, Andes terus berdoa sambil menatap bola yang tegah dipegangnya.
“Yaelah Des,,, kita ini cuman main bowling bukan mau ngusir setan,, segala macam ayat- ayat lo baca”, ucap Kiara mengejek namun tak di hiraukan oleh Andes, “Siap ya ,,,yok,,, “, ucap Kiara memberi tanda mulai, kemudian mereka menargetkan sasaran lalu mengayunkan bola melangkah dan melemparkannya.
Prakk,,,, “Yeeeeee,,, alhamdulillah,,, terimakasih Mami,,, telepati kita masih berfungsi, sepertinya sinyal sangat mendukung kita",ucap Andes penuh rasa syukur, “Rasain kamu Kiara,,, kamu sisa dua noh,, senjata makan tuan itu namanya,, ayo guys,, kita melukis wajah Kiara dengan lipstik”, Andes berjingkrak- jingkrak kegirangan.
“Hahaha… mantul Ra,,, ayo ayo,, mana lipstiknya By”, Naz pun ikut mengejek Kiara dan Ruby pun mengeluarkan lipstik dari dalam tas nya yang kebetulan ia membawa lipstik merah merona.
“Apes banget gue,,, jangan banyak- banyak lo ya”, Kiara memperingatkan.
“Yang kalah mah harus pasrah kepada yang sang juara,,, hahaha”, Andes semakin merasa di atas awan, lalu mereka bertiga mencoret- coret wajah Kiara dengan lipstik secara bergantian. Dan permainan pun kembali dilanjutkan dengan korban yang berbeda- beda. Saat Naz kebagian yang kalah ketiga sahabatnya hendak mencoret kan lipstik ke wajah Naz dimulai dengan Ruby lalu Andes dan terakhir Kiara.
“Naz,, kalo gue spesial ya,,, lo harus tutup mata dulu, terus lo nyariin gue sampai dapat dan lo meraba sampai ke wajah gue ,,baru gue coretin muka lo, ntar Ruby ngasih petunjuk sama lo”, Kiara membuat peraturan aneh.
__ADS_1
“Apaan sih pakai tutup mata segala, lebay ah,, permainan macam apa itu ?”, Naz memprotes.
“Udah cepetan nurut aja sih,, durasi nih durasi,, lo mau perpanjang pembayaran kalo waktunya kelebihan”, Kiara tak habis akal.
“Iya,, iya deh,,dasar lo aneh- aneh aja”, Naz pun menuruti kemauan Kiara.
“Awas jangan ngintip lo, bintitan entar”, Ucap Kiara mengancam dan Naz pun melakukan titah sahabatnya itu, Ruby membantu memutarkan tubuh Naz seolah sedang balet lalu membiarkan Naz berjalan dengan menutup kedua matanya sambil meraba- raba udara.
“Ke kiri kiri Naz,,,,, lurus ke depan,,,, ke kanan,,,,,lurus lurus jangan belok,, ke kiri ,,,, nah lurus Naz,, terus terus terus ”, Ruby terus memberi petunjuk kepada Naz yang seolah sedang menjadi si buta dari goa hantu sampai tangan Naz berhasil meraba tubuh seseorang yang ada di hadapannya.
“Hah… kok dada nya Kiara rata banget,, baru nyaho gue,, haha ”. Gumam Naz dalam hati sambil terus meraba orang di hadapannya sampai kedua telapak tangan Naz menyentuh kedua pipi orang tersebut, dan ia langsung membuka matanya perlahan sampai memandang jelas wajah orang yang ada di hadapannya yang sedang melempar senyuman kepadanya.
“Surprise,,,,,”, Ruby, Kiara dan Andes yang berada di belakang orang itu berteriak bersamaan dan mereka tertawa bahagia, " Hahahaha ".
“Iiiiihhhh,,, kalian nyebelin banget sihh”, ucap Naz memandang ke arah ketiga sahabatnya, sedangkan orang itu memegang tangan Naz yang masih menempel di kedua pipinya dan menurunkannya, “I miss you so much”, ucapnya tersenyum bahagia.
“I miss you too,,,,”, jawab Naz yang juga melemparkan senyum bahagianya, mereka pun saling bertatapan melepas kerinduan seolah memuaskan mata mereka memandangi kekasih yang sudah lama tak berjumpa padahal mereka baru berpisah empat hari saja. yasalam
“Ekhem,,,, kita ngontrak nih ye,, dunia milik kalian berdua aja”, ucap Kiara berdehem dan sontak mengakhiri acara tatap menatap sepasang kekasih yang tengah dimabuk cinta itu, Arfin pun reflex melepaskan kedua tangan Naz yang sejak tadi digenggam lembut olehnya.
“Kita gak lihat kok,,, kita kan masih dibawah umur,, merem nih kita mah yaa”, Ruby ikutan menggoda sambil menutup matanya dengan telapak tangannya.
“Kak Arfin,,, kita boleh perpanjang waktu main bowling nya gak,,, biar kita gak jadi laler gitu”, Andes pintar sekali mengambil kesempatan.
“Iya,, terserah kalian saja mau perpanjang sampai besok juga silahkan,,,”, Arfin pun menjawab Andes tanpa melepas pandangannya dari kekasih pujaan hati yang ada di hadapannya itu. “Ayo kita duduk di sana”, Arfin mengajak Naz duduk sedangkan ketiga sahabatnya kembali bermain bowling.
“Ko bisa ada di sini sih Kak,,? kapan kembali dari Surabaya? Ko gak ngabarin aku dulu sih?”, Naz memberikan rentetan pertanyaan pada kekasihnya itu.
“Kalo nanya itu satu- satu dong sayang,,,,”, Ucap Arfin lalu mengusap- usap pucuk kepala Naz dengan gemas, ”Pertama panggil aku Aa,, lupa terus kamu ya,,, kedua, Aa kesini karena sudah sangat merindukan cahayaku yang menggemaskan ini, ketiga Aa pulang dari Surabaya tadi malam karena hari ini tanggal merah, dan yang terakhir kalau Aa bilang dulu sama kamu bukan surprise dong namanya”, Arfin benar- benar menjawab setiap pertanyaan kekasih yang duduk berhadapan dengannya itu yang tidak berhenti tersenyum sumringah. “Kok malah senyam- senyum gitu sih? Kamu sengaja ya dandan karena mau ketemu Aa hem?”, tanyanya terkekeh.
“Ihh,, ge-er banget,,, siapa juga yang dandan,,, yeee”, Naz mengelak.
“Itu buktinya, lipstick sampai meleber kemana- mana”, Arfin menunjuk wajah Naz sambil tersenyum.
Naz langsung terkejut dan ia baru teringat kalau tadi wajahnya sudah dicorat- coret dengan lipstik oleh sahabatnya, ”Yasalam,,,, kenapa gue lupa kalau saat ini wajah gue pasti cemong kayak badut sirkus,,, cermin mana cermin ini haduhh,,”, Naz menggerutu dalam hati sambil celingukan karena malu.
“’Nih,, bersihkan dulu gih”, Afin menyodorkan tisu basah minipack pada Naz dan langsung di terimanya.
“Aku ke toilet dulu ya,,,”, ucap Naz lalu bangkit dari duduknya dan bergegas pergi ke toilet. Setelah beberapa saat di toilet Naz pun berjalan kembali menuju tempat duduk yang tadi, namun ada yang berbeda, di sana Arfin nampak sedang berbicara dengan seorang pria yang duduk tapi hanya tampak bagian belakang tubuhnya saja, “Kak Arfin ngobrol sama siapa ya,, kok orang itu kayak gak asing ?”, Naz bertanya- tanya dalam hatinya namun terus melangkah menghampiri mereka.
“Aa maaf ya lama, tadi kebelet juga hehe”, ucap Naz dan sontak pria yang duduk membelakangi Naz langsung menolehkan pandangannya ke arah Naz.
“Sayang,,, kok kamu ada di sini,,, bukannya lagi pergi ke mall bersama ketiga sahabatmu?”, tanya orang itu dan sontak membuat Naz diam terpaku karena sangat terkejut.
“Yasalam,,,, ketahuan deh gue sama Kak Arfin,,, gimana ini??”, Naz menjerit dalam hati.
------------- TBC --------------
*************************
Nah loh ketahuan kamu ya..... sepandai pandainya menyembunyikan parfum pasti tercium juga.... 😂🤣
Happy Reading..... 🥰😉
Jangan lupa tinggalkan jejakmu 🥰😉😍
__ADS_1