Cahaya Sang ANAS

Cahaya Sang ANAS
Aku Belum Siap Berbicara Dengannya...


__ADS_3

Suasana di ruang makan nampak hening hanya ada suara sendok dan garpu yang beradu dengan piring secara bergantian. Naz yang tengah menyantap makanannya nampak khusyu tak memalingkan pandangannya dari makanannya, ia duduk saling berhadapan dengan Bunda yang hanya terhalang oleh meja makan, Bunda terus memperhatikan puteri kesayangannya yang tengah makan dengan lahapnya hingga makannya habis,” Sayang, kamu teh jangan suka telat makan, nanti sakit maag mu bisa kambuh lagi”, Bunda mengawali percakapan karena melihat Naz yang selesai makan, “Masa nyuapin Arfin sempat, ari kamu nya sendiri gak sempet makan”.


Uhuk uhuk uhuk,,,Naz yang baru saja minum langsung tersedak, “Pelan- pelan atuh Dek minumnya, da Bunda juga gak bakalan minta minuman kamu”, Bunda tertawa kecil melihat Naz yang nampak terkejut karena ketahuan. Beuh Bunda mah malah sengaja menggoda Naz,, hadeuh.


Naz pun kembali minum dengan perlahan. “Bunda dapat gossip darimana?”, Naz yang sudah tidak batuk –batuk lagi langsung bertanya kepada sang Bunda.


“Itu mah bukan gossip atuh, tapi fakta realita asli alias original tanpa tipu- tipu, informasi yang didapat pun tajam dan terpercaya,, nih “, Bunda menyodorkan ponselnya pada Naz yang memperlihatkan sebuah foto di layarnya.


Naz langsung membulatkan kedua matanya melihat foto tersebut, “Yasalam,,, itu pasti kerjaannya Kak Dandy kampret,, iseng banget sih jadi orang,,pakai difoto segala dan dikirimkan ke Bunda lagi, hadeuhh,, pinter banget itu ambil fotonya saat aku menyuapi Kak Arfin sambil tersenyum gitu, kan jadi terlihat mesra,,,,Ya Allah hamba harus ngomong apa sama Bunda inihhh,, pasti di interogasi segala macam ini mah”, Naz hanya bisa bergumam dalam hati.


“Dek, ko malah bengong sih, nanti kesambet loh,,,”, Perkataan Bunda mampu membuyarkan lamunan Naz, “Kok kamu teh bisa ada di sana Dek,,? Kan Bunda, Ayah sama Dandy gak bilang kalo Arfin di opname ”. Nah loh proses interogasi segera dimulai, laporan selesai, Laksanakan. Kayak lagi laporan upacara aja.


“Jadi Bunda juga tahu kalau Kak Arfin masuk rumah sakit dan di opname ? Kenapa kalian semua gak ada yang ngasih tau aku sih?”, Naz malah bertanya balik pada Bunda, pengalihan tahap pertama.


“Itu mah karena Arfin sendiri yang minta supaya tidak memberitahu kamu Dek,, karena dia teh takut kamu merasa bersalah dan gak mau semua orang pada nyalahin kamu kalau kamu menjenguknya ke sana, nanti teh kan di sana bakalan ada orang tua dan keluarganya Arfin”, Bunda pun menjelaskan, fokus mulai teralihkan.


“Memangnya kenapa Kak Arfin bisa sampai masuk rumah sakit, kan kemarin setelah dikasih obat sama Kak Dandy, dia sudah terlihat baik- baik saja Bunda?”, Naz kembali bertanya.


“Kata Dandy mah pas mereka sampai di kediaman Arfin, dia teh sesak nafas lagi dan merasa gatal di bagian tubuhnya yang dipenuhi bintik- bintik merah, terus langsung we dilarikan ke rumah sakit dan ternyata setelah mendapatkan penanganan teh ia harus di opname”, Bunda kembali menjelaskan kronologi Arfin yang sampai di opname. ”Arfin teh ya saat di TK baru ketahuan kalau dia alergi keju, awalnya dia abis makan wafer lapis keju bersama Dandy dan Nervan, tiba- tiba sesak nafas sampai bintik- bintik di wajahnya dikira mah keracunan makanan yang kadaluarsa tapi Dandy dan Nervan mah baik- baik saja, pas di periksa ke dokter katanya itu karena efek alergi, dan ternyata Arfin teh nurun dari Kakeknya yang sama- sama alergi keju, aneh sih memang ya,, dia teh alergi keju tapi sama susu enggak, padahal kan keju teh permentasi dari susu nya?,,,eh tapi ketang bahaya kalau dia teh alergi susu mah” ,Bunda menjelaskan sejarah sampai ngalor ngidul.


“Oh jadi gitu toh sejarahnya,, memangnya kenapa Bunda kalau Kak Arfin alergi sama susu??”. Naz bertanya dengan polosnya.


“Ah nya gitu we pokonya mah, bahaya,,,udah- udah ah kamu mah gak bakalan ngerti Dek,, ehh apaan ini teh, kan Bunda yang minta penjelasan kamu Dek, kenapa jadi kamu yang terus menginterogasi Bunda”, Bunda pun protes baru menyadari kalau dunia terbalik. “Kamu teh belum jawab kenapa bisa tahu Arfin di opname?”, Bunda pun mengulang pertanyaan yang sempat tertunda jawabannya.


“Hadeuh Bunda tuh kalau udah kepo susah banget untuk dialihkan, yasalam,,,,”, Naz mengumpat dalam hati, ”Gini loh Bunda, aku kan lagi main ke panti, eh Bude mau berangkat ke rumah sakit mau menjenguk donatur tetap panti katanya,,, nah masa iya kan aku membiarkan Bude berangkat sendirian, jadi aku menawarkan diri untuk mengantar Bude,, eh sesampainya di rumah sakit pas masuk ke ruangan rawat inap, ternyata orang yang Bude jenguk itu Kak Arfin,, kemudian setelah itu munculah Kak Dandy terus Bang Evan. Saat waktunya makan Kak Dandy menyuruh aku untuk menyuapi Kak Arfin karena tangan kanannya di infus jadi tidak bisa makan sendiri, ya sudah akhirnya aku suapin deh sebagai penebus rasa bersalah ku, begitulah kronologi duduk perkaranya Ibunda Ratuku sayang”, Naz menjelaskan panjang lebar.


“Oh gitu toh,, emm kamu nyuapin Arfin karena rasa bersalah atau karena kamu suka sama dia Dek?”. Bunda memberi tatapan menyelidik dengan senyum jahilnya.


Jleb,,,”Mamfoos,, jawab apa ini hadeuh, masa iya aku ngaku pada Bunda kalo aku suka sama Kak Arfin,,,Ya Allah,, hamba harus jawab apa ini??,, tengsin atuh kalo ketahuan begini mah”, Naz malah bengong sambil bicara dalam hati.


“Hei,, kok malah bengong lagi sih Dek?”, Bunda menepuk punggung lengan Naz yang sedang sidakep di atas meja dan itu membuyarkan lamunan Naz.


“It itu,,emm,,itu emang karena aku merasa bersalah aja Bunda,,, aku sama Kak Arfin emm kayak aku ke Kak Dandy aja gitu kayak ke Kakak sendiri ,,em gitu Bunda”, Naz menjawab dengan gelagapan, ”Oh iya Bunda, Kak Arfin, Mas Hardi, Bang Evan itu bersahabat sama Kak Dandy dari kapan memangnya?”, Naz kembali mencoba mengalihkan pembicaraan.


“Kalo sama Arfin dan Nervan mah semenjak TK juga mereka sudah barengan sama Dandy, nah kalo sama Hardi mah pas SMP, tadinya Hardi teh temen satu pesantren sama Arfin, lalu mereka berdua kabur teh dari pesantren, dan keduanya pindah ke SMP yang sama dengan Dandy dan Nervan, jadilah mereka bersahabat empat sekawan, haha kok kaya pelawak di TV ya empat sekawan, untung mereka gak bertiga, coba kalo bertiga teh bukan empat sekawan lagi tapi Warkop DKI atau trio kwek- kwek,,,”, Bunda dan Naz langsung tertawa renyah.


“Dasar Bunda mah suka bodor,,,, oh iya Bunda, Bang Evan itu pernah mengalami kecelakaan ya?”, Naz bertanya dengan hati- hati takutnya malah semakin memancing ke kepoan Bunda.


“Iya dulu teh pernah kecelakaan dia sebelum berangkat kuliah ke Amerika, kecelakaannya cukup tragis dan hampir saja Nervan kehilangan nyawanya, untung saja dia sempat diselamatkan dan sayangnya……”, Belum juga Bunda selesai bicara sudah terpotong.


“Sayangnya siapa Bund,,,”, Ayah tiba- tiba datang menghampiri Naz dan Bunda yang sedang ngobrol, dan beliau pun duduk bergabung bersama mereka, ”Bund, tolong bikini Ayah kopi ya”, Bunda pun bangkit ari duduknya dan bergegas ke dapur untuk membuatkan kopi.


“Dek, ko jam segini kamu baru makan?,, nanti sakit maag mu bisa kambuh loh,, pokoknya dua jam dari sekarang nanti kamu harus minum obat maag ya”, Ayah sangat perhatian pada puteri bontot kesayangannya itu.


“Siap 86 “, Naz menjawab sambil memberi hormat layaknya seorang kopral kepada kaptennya.


“Kalian lagi ngomongin apa sih, pakai ada sayang- sayangan segala?,,,Kamu sudah punya pacar ya Dek??”, Ayah ketularan kepo dari istri tercintanya.


“Apaan sih ayah mah suka ngarang orang lagi bahas persahabatan empat sekawan yang bagai kepompong”, Naz menjawab ngasal.


“Itu yah, ternyata Naz sudah tahu kalau Arfin di opname, dan dia sudah menjenguknya bahkan sampai menyuapinya makan loh”. Bunda yang datang langsung menyodorkan kopinya pada Ayah.


“Wahh,,masa sih ko bisa Bund”, Ayah jadi semakin kepo dan Bunda pun menjelaskan kronologi yang diceritakan Naz sebelumnya.


“Hadeuh kenapa itu dibahas lagi sih, kalo begini kan aku harus menghadapi duo kepo lover,,yasalam,,,”, Naz berdialog dalam hati, ”Udah ah aku permisi dulu mau mandi, badanku serasa lengket banget, dah Ayah dah Bunda”, Naz langsung bangkit dari duduknya dan langsung ngacir menuju lantai dua. Naz masuk ke kamarnya melihat ponselnya tergeletak di kasur, ia baru ingat ponselnya itu mati kemudian ia mencharger nya, lalu Naz membuka lemarinya dan mengambil pakaian ganti dan pembalut tentunya karena belum selesai haidnya, dan tak lupa ia pun membawa handuk dan bergegas ke kamar mandi. Setelah selesai dengan ritual mandinya, Naz kembali ke kamarnya dan duduk di tempat tidur lalu membaca komik kesayangannya.


Siang pun kini tengah berganti malam, seusai ritual magrib sampai isya nya lalu makan malam, penghuni rumah kembali ke kamarnya masing- masing. Naz kembali memandangi be smile beserta sapu tangan yang ia temukan tempo hari di bawah bangku tepi danau. “Apa benar Bang Evan itu Kak Anas??,,Dia memiliki be smile, dia juga kuliah di Amerika bahkan sebelum ke sana ia pun mengalami kecelakaan,,, yaa ampuun kenapa begini, harusnya kan aku senang bisa bertemu dengan Kak Anas,,ada apa ini,, apakah aku berharap kalau Kak Anas itu orang lain dan bukan Bang Evan”, Naz berdialog sendiri dalam hatinya,,”Arghhh,,,, “, Naz membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dan mengacak- acak rambutnya.


Ia menyimpan sapu tangan dan be smile ke atas nakas dan mengambil ponsel yang tergeletak di sana yang ternyata belum ia hidupkan semenjak selesai di charger tadi sore. Ditekan lah tombol di samping kanan atas ponselnya dan menyalah lah….

__ADS_1


Ting ting ting…. Ponselnya langsung berbunyi menandakan adanya pesan beruntun, saat aplikasi WhatsApp nya dibuka ternyata banyak pesan dari Arfin dan Geng Bontotnya.


The Bontot Unyu


Ruby Marisol


“Assalamualaikum warohmatullohi wabarokaatuh,, ya ahli kubur”


“P”


“P”


“P”


“P”


“Kok gak pada jawab sih, salam itu wajib dijawab loh”


Kiara Rosi


“Sory ya gue bukan ahli kubur, jadi gak perlu jawab”.


Andes Mami


“Idem”.


Kiara Rosi


“Gak kreatif lo Des”


Ruby Marisol


“Pada liburan kemana euy?, gue mah liburan ke Surabaya nemenin kakak gue ngunjungin mertuanya, anjay masa iya gue mau dijodohin sama sepupunya kakak ipar gue, ogah deh”.


Andes Mami


“Malangnya nasib Akmal”


"Turut berduka cita "


Kiara Rosi


“Emangnya sepupu kakak ipar lo mau gitu sama lo?”


Naz


“Cie,, Ruby mau mantenan dong”


“Mantul ya liburan dapat jodoh”


Naz tertawa membaca chat grup absurd nya itu, lalu ia hendak membuka chat dari Arfin yang di notifnya terdapat 24 chat, “Yasalam,, ni orang hobi banget nyepam,, gak ada kerjaan banget”, Naz menggerutu saat akan mengklik chat Arfin tiba- tiba ada panggilan video call, lalu digesernya lah tombol biru bergambar video untuk mengangkatnya.


“Assalamu’alaikum”, sapa Naz sambil tersenyum.


“Wa’alaikum salam,,hahaha”,setelah menjawab salam malah tertawa.


“Kak Arfin kenapa ko tiba- tiba tertawa gitu, dihh, belum minum obat ya? ”. Naz memonyongkan bibirnya.


“Abisnya kamu lucu dengan tampilan rambut singa seperti itu, model terbaru ya”, jawabnya dan terus menertawakan Naz.

__ADS_1


“Astagfirullah” Naz baru menyadari kalau tadi dia sudah mengacak acak rambutnya, kemudian ia menyimpan ponselnya di atas kasur, lalu berjalan ke meja rias untuk menyisir dan merapikan rambutnya kembali.


“Naz, kok kamu hilang, aku kayak ngobrol sama langit- langit kamarmu”, Arfin baru menyadari Naz tidak ada.


Naz pun kembali ke tempat tidurnya dan melanjutkan panggilan video call nya itu, ”Iya sabar kenapa,, kan abis benerin rambutku dulu,,kakak ko belum tidur? kan harus banyak istirahat biar cepet sembuh”.


“Dari pagi pada nyuruh tidur terus, aku kok kayak anak bayi baru lahir yang kerjaannya tidur terus, bosen tidur mulu, sekarang jadi gak ngantuk”, Arfin protes dan mengeluh.


“Makanya cepet sembuh biar bisa beraktivitas seperti biasanya lagi, dan gak banyak tidur, nanti matanya sepet loh”.


“Biarin sepet juga masih tetep kasep kok kalau kata Mimih mah”, si Kasep agul.


“Dih PDOD “, Naz mencebikkan bibirnya sebal.


“Apaan tuh PDOD?”


“Percaya Diri Over Dosis, hahahaha”. Naz menjawab lalu tertawa puas.


“Biarin lah over dosis percaya diri, dari pada over dosis obat- obatan terlarang, yak an”, becandanya garing ah aa Arfin mah.


“Hemmm,,, ya iya lah kalo pilihannya itu mah,,, dasar semprul”, Naz malah menggerutu.


“Hahaha,, oh iya ,, mana teman tidur baru mu itu, aku belum lihat”, Arfin menanyakan keberadaan tedy bear jumbonya.


Naz mengambilnya dan mendudukkan boneka itu di sampingnya,”Nih, si pinky bear jumbo,, oh iya kapan Kakak belinya, kan sepulang dari Bandung Kakak langsung masuk rumah sakit?”.


“Itu aku pesan saat Dandy bilang kita akan pulang, maaf ya gak jadi naik roller coaster nya, nanti saja kalo aku sudah sembuh”.


“Makasih ya,,,Kak Arfin baik banget sama aku”, ucap Naz sambil tersenyum lalu ia menguap dan menutup mulutnya.


“Sudah ngantuk ya,,? Yasudah kamu tidur gih, aku juga mau istirahat, assalamu’alaikum,,,”, Arfin benar- benar pengertian sekali dan ia pun menutup panggilan video call nya setelah Naz menjawab salam dan memberikannya senyuman.


Naz memang sudah sangat mengantuk rupanya karena tidak tidur siang, ia pun membaringkan dirinya dengan memeluk si pingky bear jumbonya itu, saat hendak menaruh ponsel ke atas nakas, ponselnya berdering kembali, lalu ia mengangkatnya tanpa melihat nomor yang terpampang di layar ponselnya itu. “Hallo, apalagi,, aku udah ngantuk banget nih”, Ucap Naz dengan nada malas.


“Hallo Cantik, ini Bang Evan”, ucapnya memperkenalkan diri.


Naz langsung kembali duduk dan melihat layar ponselnya, dan di sana tertera nomor baru yang belum ada di kontaknya, “Hah, Bang Evan,,, ?? hadeuh ini pasti kerjaannya Kak Dandy atau Kak Arfin yang ngasih nomerku pada Bang Evan”, Naz menggerutu dalam hati. “Iy iya halo Bang, ada apa”, Naz menjawab sambil menguap.


“Oh, kamu nya udah mau tidur ya, yasudah nanti lagi saja teleponnya, dah assalamu’ alaikum”.


“Wa'alaikumsalam”, Naz menjawab dengan perasaan lega lalu menutup sambungan teleponnya, “Untunglah dia gak ngajak ngobrol,, mau ngomong apa coba aku bingung”, Naz kembali berbaring dan menaruh ponselnya ke atas nakas, ia kembali memeluk boneka jumbonya itu, ”Pingky Bear, aku belum siap berbicara dengannya”, Naz memeluk boneka disebelah nya sampai ia tertidur.


--------------- TBC ---------------


Nervan ( Bang Evan)



********************


Kenapa Naz belum siap dengan orang yang selama ini sangat dinantikan kehadirannya?


Saat tak nampak dicari, saat hadir dihindari.


visual Bang Playboy.... semoga sesuai dengan penggambaran Evan... 🙏


Happy Reading😉🥰


Jangan Lupa tinggalkan jejakmu 😉🥰😘

__ADS_1


__ADS_2