
Hari semakin malam, bintang- bintang pun semakin banyak bertaburan di atas langit sana, meskipun sang rembulan bersembunyi hanya sedikit mengintip bagai CCTV yang tak terlihat seolah malu menampakan dirinya karena ini merupakan tanggal muda di bulan hijriah. Malam ini adalah milik Rheanazwa seorang, apa pun yang ia lakukan, apa pun yang ia inginkan, entah itu tertawa, menangis, marah, ngambek dan pundung pun terserah dia dan tidak akan ada yang melarangnya,karena ini kali pertama Naz mengadakan acara di ulang tahunnya setelah kejadian tujuh tahun silam.
Ruby, Kiara, dan Andes mengajak Elsa untuk bergabung bermain kembang api seperti anak kecil berlari kesana- kemari dengan memegang kembang api yang menyala dengan kedua tangan mereka. Sedangkan Bu Mira nampak canggung duduk satu meja dengan Hardi walau sebenarnya duduk nya berjauhan, akhirnya beliau pamit masuk ke dalam rumah berinisiatif untuk membantu mbak Iyem di dapur.
Naz masih duduk bersila di atas rerumputan bersama Arfin sambil melihat kucing mereka, dan seusai pengucapan janji, Naz pun menagih penjelasan dari Arfin, “Jadi gimana ceritanya, ko bisa bikin acara kayak gini?”, tanya nya.
“Singkatnya kan?”, tanya Arfin.
“Iya singkatnya saja”, jawab Naz mengangguk.
“Jadi Aa sama ketiga sahabatmu yang merancang semua ini dari seminggu yang lalu dengan dukungan Ayah, Bunda, Opa juga”, Arfin menjelaskan singkat.
“Terus?”, Naz masih penasaran.
“Yaudah gitu”, Arfin malah menggodanya.
“Iiiihh,,, masa cuman segitu?”, Naz protes.
“Tadi katanya singkatnya saja”, Arfin tak mau kalah.
“Ya maksudnya gak sesingkat itu juga kalii ,, ihhh,,, nyebelin banget sihh”, Naz langsung cemberut.
“Ehh ehh ehh,,, gak boleh manyun gitu atuh ah,, bikin gemas”, Arfin mencubit kedua pipi Naz karena gemas.
“Aww,,, sakit,,,,ihh”, Naz langsung melepaskan tangan Arfin dari pipinya.
“Uluh- uluh ,,, maaf kekencengan ya,, maaf sayang”, Arfin mengusap pipi Naz.
“Lepasin ah,, jangan suka nyari- nyari kesempatan”, Naz kembali merajuk.
“Iya,,, ia atuh jangan ngambek lagii,,, masih mau dengar ceritanya gak”, Arfin tak habis akal.
“Iya”, jawab Naz dengan jutek.
“Iya deh iya ,,,, Jadi gini,,, waktu kamu diseret dibawa pulang sama Ayah mu, Aa ngikutin kalian dan karena panik Opa menghubungi Papa kamu. Sesampainya di rumah ini, Aa dengar percakapan mu dengan Om Rizal yang menyuruh memutuskan hubungan kita, saat itu rasanya seperti disambar petir kedua kalinya, udah mah dulu pernah ditolak, eh sekarang hubungan yang baru dimulai beberapa hari ternyata harus berakhir. Lalu Aa berniat pulang, namun di depan bertemu dengan Ruby hendak mengantarkan buku tugasmu yang tertinggal di kelas, ia menanyakan apa yang terjadi karena melihat raut wajah sedih Aa dan mengatakan padanya mengenai yang Aa dengar. Ruby malah mengajak Aa ke kafe untuk membicarakan hal penting tentang kamu dan Ayah mu yang pada intinya beliau melarang kita berhubungan karena takut identitas mu menjadi masalah dan karena masalah Abang Ku dengan Salma dulu”, Arfin berhenti sejenak meluruskan kedua kakinya yang sebelumnya duduk bersila kini menjadi selonjoran.
“Terus gimana lagi”, tanya Naz gak sabaran.
“Terus Ruby ngajakin kerja sama buat ngerjain kamu dengan cara nyuekin kamu dulu selama seminggu dan mereka juga akan melakukan hal yang sama buat ngasih kejutan di ulang tahun mu yang sudah lama tak pernah kamu rayakan, sedangkan kamu tidak suka yang namanya pesta- pesta. Ruby bilang yang kamu mau hanya berkumpul dengan keluarga lengkap, makanya Aa inisiatif ngadain acara ini, sederhana tapi terasa kehangatan dalam kebersamaan keluarga”, Arfin terhenti sejenak melempar senyuman kepada kekasih yang duduk bersebelahan dengannya.
“Tapi, saat Aa mengatakan pada Opa, beliau kekeh ingin pesta besar, dan kami sempat berselisih pendapat selama beberapa saat, akhirnya diputuskan acara ini dulu baru besoknya acara pesta bersama keluarga besar, dan Aa juga minta supaya Opa bisa menerima kehadiran Bu Mira di acara ini, karena untuk di pesta besok Aa yakin Bu Mira pun tidak akan mau. Awalnya Opa menolak, tapi kasih sayangnya padamu sangat besar, jadilah beliau mau mengalah. Namun ternyata membujuk Bu Mira lah yang sangat sulit, karena beliau tidak mau mengganggu ketentraman keluarga ini dan tidak mau jadi pengacau. Tapi Aa tidak menyerah, setiap hari Aa terus menghubungi beliau, bahkan sampai tadi pun beliau tidak memberi keputusan, tapi Aa menyuruh sopir sejak tadi siang untuk stay di depan halaman Bu Mira, ehh Alhamdulillah akhirnya beliau bersedia”, ucapnya mengakhiri cerita.
“Uuuunchh…. Makasih banyak,,,, aku sayang kalian “, ucap Naz dengan nada manja karena terharu.
“Kalian siapa?”, tanya Arfin.
“Sahabat- sahabatku”, jawab Naz
“Sama Aa enggak?”, Tanya Arfin.
“Enggak tuh”, Naz menjawab singkat.
“ih kok gitu?”, Arfin protes
“Tapi cinta,,,, Eaaaaa”, Naz langsung menutup wajahnya karena malu.
Karena waktu sudah menunjukan jam 10 malam, acara pun di bubarkan karena semuanya perlu istirahat untuk acara besok yang akan diadakan pagi. Semua penduduk luar pun pulang ke rumah masing- masing, Arfin pulang bersama Nervan karena sopirnya mengantarkan ketiga sahabat Naz, Pak Syarief pulang bersama Hardi dan si ganjen Nadine, sedangkan Opa ternyata sudah pulang beberapa saat setelah pamit masuk ke dalam.
Naz mencegah Ibunya dan Elsa pulang dengan segala cara ia membujuk ibunya itu dengan terus- terusan merengek, dan akhirnya ibu nya bersedia menginap, tentunya mereka bertiga tidur di kamar tamu yang bed nya lebih besar ketimbang yang ada di kamar Naz.
Pagi – pagi sekali kediaman Bunda Anita ini sudah dihebohkan dengan kedatangan penata rias professional seorang lelaki gemulai. Ting nong ,,,, “Hallo,,, spada… any body home”.
“Mbak,, siapa itu teh yang teriak- teriak atuh ih, pagi- pagi buta begini kok sudah ada yang bertamu ? dasar nurustunjung,,,,,coba lihat kesana Mba”, Bunda yang yang sedang menyiapkan sarapan dibantu oleh Bu Mira meminta Mbak Iyem membukakan pintu, dan ia pun segera melaksanakan titah sang majikan bergegas ke ruang tamu untuk membukakan pintu.
Sesampainya depan pintu, Mbak Iyem langsung memutar kunci dan membukakan pintu, ceklek,,. Orang itu langsung maen selonong aja masuk, “Aduh,,, lama banget sih,, eykeu kan masih ada jadwal lagi,, ayo mana sini yang mau dipoles wajahnya?”, tanya orang itu.
“Eit,, tunggu dulu,, Mas ini siapa,, maen masuk rumah orang seenaknya saja, orang belum dipersilahkan juga”, Mbak Iyem malah balik tanya sambil berkecak pinggang.
“Pertama,,, jangan panggil eykeu Mas, karena eykeu bukan tukang bakso ya,, panggil eykei Inces,, faham?”, ucapnya memperkenalkan diri dan diangguki okeh Mbak Iyem sambil ber-oh-ria,”Yang kedua, eykeu ditugaskan oleh Opa untuk merias cucu kesayangannya… dan yang ketiga, tolong bikinkan minuman segar yaa,, kok habis teriak rasanya kering tenggorokan eykeu”, lanjutnya lagi dan hanya kembali diangguki oleh Mbak Iyem. Inces langsung duduk dengan membawa peralatan makeup nya sedangkan Mbak Iyem kembali ke dapur.
“Siapa Mbak?”, tanya Bunda.
“Itu anu Bu, namanya Inces dikirim oleh Opa katanya mau merias Neng Nanaz “, jawabnya.
“Oh,,, Ya Ampuun dasar atuh si Papa jam segini ngirim penata rias, kayak yang mau nikahan aja,,,”. Bunda menggeleng- menggelengkan kepalanya, “ yasudah atuh Mba, kasih tahu Naz supaya keluar kamar gih”.
Mbak iyem pun kembali melaksanakan titah sang majikan, dan ternyata Naz sudah turun bersama Elsa dari kamarnya dengan memakai gaun cantik selutut yang sudah disiapkan oleh Bundanya, sedangkan Elsa menggunakan gaun milik Naz yang lainnya.
“Wah,,, kalian teh meni terlihat anggun ya kalo pakai gaun,, tinggal dipoles makeup tuh sama penata rias yang udah nunggu di ruang tamu,,,, ehh tapi kalian teh sarapan dulu deh,, ayo, tuh Ayah sama Dandy sudah bermunculan”, Bunda malah mengajak sarapan dulu, “Mbak mau kemana?”.
“Ini Bu, tamunya minta minuman segar tadi”.
“Oh,, sekalian aja atuh kasih roti senwich nih”, bunda menyodorkan satu senwich isi daging pada Mbak Iyem.
“Tumben Bunda sarapannya gak masak nasi?”, Tanya Naz .
__ADS_1
“Itu teh Arfin kebanyakan beli daging apa tuh namanya yang tipis- tipis sama yang bulet- bulet kayak combro tuh,,, dari pada mubazir yasudah diolah saja buat menu sarapan,,, nanti kan di pesta banyak makanan”, ucapan Bunda membuat semua orang terkekeh.
“Ibu, ikut kesana juga kan..??”, tanya Naz yang baru selesai dengan penuh harap.
“Maaf Naz,,, Elsa saja yang ikut,, ibu harus pulang,,”.
“Yah,, kok ibu gitu sih”,Naz protes.
“Naz,, gak boleh gitu ah,, kasihan atuh Bu Mira dari kemarin kena pemaksaan terus,, gak dari kamu gak dari Arfin”, Bunda menasehati Naz, karena beliau paham betul alasan penolakan Bu Mira, “Udah gih,, kalian ke ruang tamu di make up dulu”, Bunda langsung mengalihkan pembicaraan.
Seusai sarapan dan ikut membereskannya, Bu Mira akhirnya pamit untuk pulang, walau berat Naz pun merelakannya dan memeluk beliau. Kemudian Naz dan Elsa dirias oleh si Inces secara bergantian, dan ia meminta agar tidak terlihat menor dan tidak mau di mekeup tebal, Inces pun menuruti keinginan klien nya itu, dan ternyata Bunda pun ikut dirias karena ingin tampil cantik pula.
Waktu sudah menunjukan pukul 8 pagi, dan mereka pun segera berangkat ke salah satu hotel bintang lima milik Opa tempat acaranya akan dilangsungkan, karena sebagian besar sanak sodara yang dari luar kota dan luar negeri menginap di sana sejak malam sabtu.
Setelah menempuh perjalanan selama satu jam akhirnya mereka samapi di tempat tujuan, lalu mereka berjalan menuju ballroom hotel, dan ternyata sudah banyak orang di sana. Seperti pada umumnya, jika bertemu dengan sanak sodara pasti saling bertegur sapa menanyakan kabar dan lain sebagainya, apalagi para wanita suka berbincang kesana- kemari yang penting heboh. Ternyata Bu Hafsah dan ketiga sahabat Naz beserta Akmal kekasihnya Ruby sudah ada di TKP lebih dulu, mereka pun duduk berdekatan dengan Naz dan Elsa.
Pesta yang diadakan Opa ini hanya dihadiri oleh keluarga dan sanak sodara saja, serta ada tambahan beberapa orang terdekat dari Naz yang sebelumnya sudah diberitahukan oleh Arfin. Pesta ini tidak semegah yang sebelumnya direncanakan, dikarenakan Opa takut kalau cucu tengil kesayangannya itu akan melarikan diri dari pestanya. Opa pun naik ke atas panggung dan memberikan sambutan.
“Selamat pagi menjelang siang para hadirin yang saya hormati,,, silahkan untuk menempati tempat duduk yang sudah kami sediakan di ruangan ini, supaya kalian tidak merasa pegal apalagi encok bagi yang sudah bermasalah dengan faktor U seperti saya ini,,”, ucapan Opa mengundang gelak tawa para tamu undangan ,”Saya ucapkan selamat datang di acara,,,,,, apa ya namanya,,, emmm ini lebih ke acara syukuran dan kumpul keluarga gitu ya,, tidak usah formal- formal ya,, kita sambil santai saja di sini oke”.
“Ashiapppp,,,,,”, jawab serentak.
“Dasar kalian ternyata geng petir,,,, hahaha…. Dan saya ucapkan terimakasih karena semuanya sudah bersedia hadir di acara ini, mohon maaf sudah mengganggu akhir pecan kalian,,,, “, ucap Opa lagi.
“Yang sering aja Opa,, kapan lagi kita nginep dan menikmati fasilitas hotel bintang lima secara gratis seperti ini”, celetuk salah seorang keponakannya.
“Wah,,, jangan sering- sering dong,, rugi bandar nanti”, jawabnya dengan candaan lagi, “Oh iya,, di acara ini saya sekalian ingin merayakan bahwa hubungan saya dengan si anak bungsu, Rizal sudah membaik seperti sedia kala,, I Love U my son,,,,,”, ucapnya sambil memberi ciuman dari jarak jauh kepada Pak Rizal, “Nah,, jadi di hari ulang tahun kedua cucu perempuan ku yang cantik- cantik bagai bidadari ini, saya jadikan ajang silaturahmi bersama kalian semua,,, meski ada yang tida bisa hadir,, tapi, mari kita bersenang- senang,,, Saya sengaja hanya menyewa pemain musiknya saja tanpa penyanyi,, supaya kalian bisa menunjukan talenta dan suara emas kalian di atas panggung sini,,,, dan tentunya akan ada saweran nantinya”.
“Wahhh,,, Apa sawerannya Opa,,,,?”, tanya Ruby.
“Biasa,,, kalo biduan ya disawernya 2ribu dong”, jawab Opa ngasal.
Wuuuuu,,,,,, semua orang bersorak dan sebagian tertawa.
“Gak, mau ah Opa kalo Cuma dua ribu mah”,celetuk salah seorang lagi.
“Oh,, gak mau?? Yasudah saya kantongin lagi uang dua ribu dolarnya”, Opa tak mau kalah.
“Mauu”, ucap mereka serentak.
“Dasar kalian mata dolaran,,,,, hahaha,,,, Dan nanti akan ada sedikit games dari anak- anak biar kalian tidak bosan katanya,,,, baiklah karena saya sudah tua renta dan tidak akan kuat berdiri terlalu lama, kalau begitu saya dan istri tercinta yang akan menyanyikan lagu pertama…. Yaitu sepanjang jalan kenangan,,,, Tarik sis,,, semongko”, ucapan Opa kembali mengundang tawa, dan beliau pun menyanyi bersama Oma diiringi alunan musik yang santai.
“Diem lo,,, awas aja kalo dia gak datang”, ucap Naz ketus.
“Mau diapain kalo gak datang?? Mau di cium kah,,, hahhaa,,,, telepon aja atuh Neng”, Ruby memberi saran.
Naz mencari keberadaan ponsel di dalam tas nya, “Hah,, kok ponsel gue gak ada”, Naz merasa heran dan terus mencari di dalam tas kecilnya itu, “Ya ampun,, ponsel gue ketinggalan di kamar tamu, tadi subuh gue charger di sana pas bangun tidur”, ucapnya menepok jidat.
Opa yang sudah selesai bernyanyi, kemudian beliau turun dan menyerahkan kendali pada MC dadakan yaitu cucu dari anak pertamanya yang diberi mandat, yakni siapa lagi kalo bukan Hardi, kemudian sang MC pun mempersilahkan yang lainnya tampil bernyanyi, dan benar saja pada berebut mau bernyanyi karena ada doorprize nya, mulai dari earphone, powerbank, beberapa jenis ponsel keluaran terbaru, jam tangan, tas laki- laki dan wanita dengan brand ternama, sampai uang tunai,, Yaa walaupun sebagian ada yang suaranya merdu dan ada pula yang pas- pasan bahkan ada yang rasanya lebih baik diam daripada mengeluarkan suaranya saking merdunya. Acara bernyanyi pun seolah menjadi acara lawak yang banyak mengundang tawa, dan entahlah apa komentar para pemain musiknya.
Setelah beberapa orang bernyanyi dari beda generasi dan langsung mendapatkan dorprize saat turun dari panggung dengan mengambil nomor secara dari dalam toples, kemudian sang MC pun menghentikan sejenak, “Wow,,, yeyeyeye,, ternyata banyak sekali dari keluarga besar dan para sahabat yang bertalenta disini yaa,, bertalenta sebagai komedian maksud saya,,,hahahhaa,,, oke- oke ini ada surat cinta nih,,, yang menyatakan bahwa cucu termuda Opa akan memberikan penampilan khusus di atas panggung, kami persilahkan Rheanazwa untuk naik ke atas panggung”, ucap Hardi dengan penuh semangat.
“Apa- apaan ini,,, gue gak mau Ruby,,,, apaan nyanyi di kamar mandi aja gue fals,, ini nyanyi depan orang banyak,,, mau ditaruh di mana muka gue”, Naz berbisik pada Ruby.
“Ayo kita naik ke panggung,,, aku temani”, ucap seseorang yang berbisik di telinga kanan Naz.
“Ihh,,, apaan sih datang- datang langsung ngajak ke panggung”, Naz menjawab dengan jutek.
“Aa udah datang sebelum kamu,,, cuman lebih memilih duduk di belakang, biar bisa merhatiin seseorang yang dari tadi mencari- cari ku”, ucapnya.
“Apaan sih”.
“Ayo donk Reanazwa,,, naik ke panggung,,, ayo kasih semangat,,, ayo ayo ayo”, Hardi memprovokasi semua orang untuk memanggil Naz dan berhasil, akhirnya Naz dan Arfin naik ke atas panggung.
“Cie,,,,,”
“Suit swiwwww”
“Ehem… ehem,,,,,, “
Semua orang malah menggoda Naz dan Arfin yang tengah duduk berdampingan, Arfin memegang sebuah gitar yang di hadapannya ada dua micropon dan Naz memegang sebuah Micropon, “Selamat siang semuanya,,,,, perkenalkan nama saya Arfin,, izinkan saya untuk menjadi pengamen sejenak di sini, sebagai musik pengiring yang akan dinyanyikan oleh Nona Cantik yang ada di sebelah saya ini, dengan judul Saat Kau Bahagia lagu dari Ungu feat Andien”, ucap Arfin.
“Aa,,, apa- apaan ini,,, aku gak mau nyanyi”, Naz berbisik.
“Udah nyanyi aja,, kata Ruby kamu suka nyanyiin lagu ini kalo ikut latihan Band sama pacarnya Ruby, sekarang sama Aa nyanyi nya".
“Yasalam,,,, ternyata kerjasama kalian masih belum selesai,,, awas kau ya setelah ini aku akan menghajar mu,, tanganku dingin sekali ini,,,, ”, ancam Naz.
“Uwww,,, aku akan menunggunya dengan senang hati,, gimana ya rasanya dihajar pakai rasa cinta,,, sudah kita mulai saja,,,, rileks aja,, tarik nafas,, buang… anggap saja semua orang sejenis sama family pacarnya Ruby”, Arfin pun menenangkan Naz dan mengakhiri acara bisik- bisik tetangganya.
__ADS_1
“Apa,,,”, Naz bingung.
“Simpangse itu loh,,, hahaha”, Naz pun langsung terkekeh….. jreng…… Arfin mulai memainkan gitarnya,,,,
Saat bahagiaku duduk berdua dengan mu
Hanyalah bersama mu,,, Hmmm….
Mungkin aku terlanjur tak sanggup jauh dari dirimu
Ku ingin engkau selalu
Reff:
Tuk jadi milikku ,,, Kuingin engkau mampu
Ku ingin engkau selalu bisa
Temani diriku sampai akhir hayat ku
Meskipun itu hanya terucap
Dari mulutmu,,, huuuuu
Dari dirimu ,,, yang terlanjur mampu,,, Bahagiakan aku
Hingga ujung waktu ku,,,, selalu….
Seribu jalan pun kunanti
Bila berdua dengan dirimu
Melangkah bersamamu
Ku yakin tak ada satu pun
Yang mampu merubah rasaku untukmu
Kuingin engkau selalu
Naz yang awalnya merasa gemetaran dan kaku, saat menyanyi berbarengan dengan Arfin mulai merasa enjoy hingga Arfin mengulang reff nya dua kali, dan setelahnya Arfin benar- benar mendapat cubitan dari Naz tanpa ampun. Setelah mereka selesai bernyanyi pas adzan dzuhur, jadi sebagian kembali ke kamar masing- masing dan sebagian ada yang masih menikmati hidangan yang beraneka ragam tersedia di sana.
“Sayang kamu lagi PMS ya,,, galak banget sih dari kemarin,,, nyubit nya kebangetan ih,, kayaknya Aa harus ke dokter bedah deh”, Arfin meringis.
“Emang aku lagi PMS,,, Gak usah lebay deh,, aku Cuma nyubit bukan merobek ihh”, Naz malah mengejek.
" Yang lain habis nyanyi dapat doorprize barang-barang bagus,, Aa malah dapat cubitan ", Arfin pura-pura merajuk.
" Itu namanya doorprize istimevah", ucap Naz terkekeh.
“Ar, ke mushola yu”, ajak Hardi
“Ayo,,,, pergi dulu ya,,,, “, Arfin pamit pada Naz.
“Udah ayo cepetan,,, gak usah sungkem dulu sama adek gue,,”, Dandy langsung menarik tangan Arfin dan pergi bersamanya juga Hardi, sedangkan Naz berbaur dengan para sepupu dan sahabatnya yang tentunya mereka terus menggoda Naz karena penampilannya duetnya yang romantis bersama sang kekasih.
“Gila lo Ar,, gak nyangka gue kalo lo bisa sebucin itu sama Adek gue”, ucap Dandy.
“Ternyata ya,, untuk menaklukan seorang Arfin itu cukup dengan membantingnya dengan ke tart,,, jadi bisa sampai klepek- klepek gini,,, hahaha”, Hardi mengejeknya.
“Coba si Nadine tahu ini sejak dulu,, mungkin dia yang bakal banting lo duluan pakai kue tart yang lebih gede malah biar lo sampai geger otak,,,”, Dandy pun semakin mengejek.
“Udahlah yuk jalan,,,, kalian itu gak ada mending nya,, gue jomlo dikatain mulu, sekarang punya cewek,, lebih- lebih dikatain", gerutu Arfin.
“Naz,,,, ada yang mencarimu di lobi….. “, ucap salah seorang sepupunya.
“Siapa Kak,,,,?”, tanya Naz.
“Katanya pengasuh mu,,,, “, jawabnya.
“Pengasuh?”, Naz merasa heran.
“Iya,,, beliau cuma bilang seperti itu”, jawab sepupunya lagi.
“Ra, By,,, temenin gue ke lobi yuk…. “.
“Ayok,,,,”, mereka pun bergegas pergi meninggalkan ballroom untuk menemui orang tersebut.
------------- TBC --------------
*************************
Mohon maaf baru up lagi,,,,, karena sibuk di dunia nyata.., 🙏🙏
Happy Reading......
__ADS_1