Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Serpihan sayap Raja


__ADS_3

Nafasnya susah di atur namun dia sudah ingin menanyakan perihal perkataan apa yang sedang mereka bicarakan.


“Ratu, mau apa lagi engkau kesini, bukan kah tugas raja yang sudah habis masa kejayaan seharusnya menikmati hari indah dan engkau cukup sebagai pendamping yang setia? Apakah hasrat mu kini menginginkan hal yang berbeda?”


Tanya ibu suri masih mengatur pernapasan lalu duduk di antara keduanya.


“Maafkanlah aku wahai ibu suri, hanya saja memikirkan nasib putri Helena saat ini bukanlah hal yang keterlaluan, karena Raja sudah menentukan keputusannya” jawab ibunda Ratu menyodorkan the ke hadapannya.


“Bukankah sama saja engkau ikut seolah ikut campur dengan urusan istana?”


Perkataan ibu suri yang menyakitkan itu hanya di balas oleh senyuman dengan mengepal kedua tangan. Dia melirik ke arah putri Helena, wajah putri itu sudah memerah dan seperti menahan tangis sungguhan yang hampir pecah. Dia membalas lirikan sang ibunda Ratu dan langsung pamit undur diri.


“Mohon ijin hamba untuk meninggalkan istana” ucap putri Helena mengabaikan ibu suri yang berusaha menahannya.

__ADS_1


“Sebaiknya engkau berhati-hati dan memikirkan ulang semuanya” kata ibunda Ratu tersenyum.


...----------------...


Saat Ibunda Ratu dan putri Helena bersama


“Sebaiknya langsung katakan padaku mengapa engkau masih menapakkan kaki di kerajaan yang pernah membuat wilayah gurun yang berlimpah emas dan harta seolah tidak ternilai? Aku sudah mendengar semuanya,” ibu suri meneguk teh dan memperhatikan wajah putri Helena yang sudah tampak gusar.


Sang ibunda Ratu menatap putri Helena, wajah sendu yang hampir mirip dengan putri Arska itu sudah tidak sabar menunggu jawaban dari putri Helena. Jawaban yang begitu lama sampai sang ratu menanyakan pertanyaan lain untuknya.


Ucapan ibunda Ratu itu di balas dengan mengepal tangannya sangat kuat.


“Aku pikir engkau adalah ibunda Ratu yang begitu lembut tapi kenapa engkau sangat kasar kepada ku” kata putri Helena bergetar.

__ADS_1


“Siapapun yang berusaha menyakiti Raja sekalipun engkau tidak akan aku maafkan. Silahkan tentukan pilihan mu!”


...----------------...


“Apa yang sebenarnya terjadi? Ada apa dengan putri Helena?” tanya ibu Suri lalu memerintahkan pengawal untuk menghentikan putri.


“Tidak, jangan biarkan dia tetap disini!” bantah ibunda Ratu.


“Apa? Berani sekali kau__” ibu suri menghentikan perkataan melihat panglima membawa benda yang mengejutkannya.


Tumpukan serpihan patahan sayap raksasa yang tampak tidak asing. Ibunda Ratu menjatuhkan cangkir dan berlari melihat serpihan sayap tersebut. Sayap raksasa yang dia kenal yang membuat keyakinannya berkali-kali ingin di patahkan.


“Anakku, apa yang sudah terjadi padanya?” pelan suara sang ibunda Ratu. Tubuhnya seketika sangat lemas.

__ADS_1


Sementara itu, kepergian putri Helena dari kerajaan Yaksa tidak di iringi dan di antar sampai ke perbatasan. Hal yang teramat memicu dendam di hati sang putri dengan meninggalkan dua sosok jin yang di tugaskan memantau segala gerakan kerajaan.


__ADS_2