
Berlarut dan nestapa
Di perjalanan memadu kisah,
dayung menjadi lebih berat ketika tidak ada kerja sama ,
Kapal sedikit lagi akan tenggelam
Semua ini tidak ada hubungan
Hanya harapan kecil dari kelopak bunga yang bertaburan di sepanjang angin yang menerbangkannya.
..._Raja Penguasa Yaksa_...
Pucuk bunga muda berhasil di hidupkan bersama sukma pembangkit roh. Sang putri kembali ke istana Jati Jajar di sambut bahagia Putri kembali ke istana, ada yang merasa hilang ketika melihat hewan kesayangannya tidak ada di dalam kandang.
“Kemana perginya Gangga?” tanya sang putri kepada para pengawal.
__ADS_1
“Siapa yang engkau maksud wahai sang putri?” tanya kepala pengawal istana.
Jin algojo berdiri memegang tombak raksasa mengawal di sepanjang perjalanan putri berkeliling di halaman istana.
“Ingat lah wahai ratu akan pesan ku ini. Setelah mimpi mengenai ilmu sihir yang akan membunuh tuan putri Arska” titah Ratu Jati jajar kepada para punggawa istana.
Perihal musim kering yang membuat tanah tandus, tumbuhan kering. Di masa tahun lalu, munculnya kehadiran suku Taraya menggemparkan dunia jin. Sihir hitam masih melekat menjadi takdir untuk putri Arska dan raja Permadi. Mimpi ratu Jati jajar menjadi perbincangan di wilayah istana.
Kini para kasim menyampaikan ke hadapan raja mengenai pertanyaan dari sang putri kepada para punggawa siang ini.
Kepala kasim menunduk tak kala raja terhentak berdiri begitu kaget. “Raja, mohon tenanglah, kesehatan engkau beberapa hari ini sedang tidak baik” ucap kepala kasim.
_
Di kamar kebesaran, putri menatap jendela sambil termenung. Pandangan sesekali melihat kelopak bunga Alysum biru berterbangan. Putri berlari keluar kamar di susul oleh para dayang. Langkah kaki terhenti lalu mendongakkan kepala melihat pohon bunga Alysum biru.
“Pohon ini seakan mempunyai banyak kenangan di dalamnya” gumamnya.
__ADS_1
Tiba-tida terdengar suara berisik dari luar benteng istana. Putri ingin melihat apa yang sedang terjadi disana. Teriakan para pasukan menjerit ketakutan..
“Argghh..”l
Para dayang ikut panik mendengar jeritan pasukan yang terlempar masuk ke dalam benteng. Apa yang sedang terjadi? Cepat cari tau!” perintah sang putri.
“Dan kalian yang berdiri di sana, ambilkan cemilan dan jubah milik ku” tambahnya.
Setelah semua dayang pergi, putri Arska mengambil kesempatan untuk memanjat pohon Alysum biru. Dia meraih dahan demi dahan hingga sampai melewati ketinggian benteng halaman belakang istana. Alangkah terkejutnya dia melihat sosok makhluk bersayap sedang membalas tatapannya. Mewan raksasa bersayap itu semakin mendekatkan tubuhnya ke dekat benteng.
“Cepat selamatkan putri!” teriak panglima perang membidik hewan tersebut.
Putri seolah mempunyai ikatan yang kuat akan kedekatan dia dengan hewan itu. Dia melompat ke tubuhnya sehingga para pengawal istana kesulitan melepaskan busuk anak panah. Kepakan sayap raksasa mengibas pasir di tanah jin. Pengawal istana dan gerbang penjaga depan istana kesulitan untuk menyerangnya Tanpa keraguan, panglima menunggangi kuda mengejarnya. Kecepatan kepakan hewan yang gagah dan kuat itu tidak bisa tertandingi oleh kuda jin perang terkuat milik panglima. Dia kehilangan jejak sang putri di dekat perbatasan jalan. Sinyal darurat menggunakan geranat ke udara, pengawal pendamping rasa beserta pasukan jin pengikutnya menuju tempat panggilan berada.
“Apa yang sudah terjadi” panglima tanya jn
pendamping raja.
__ADS_1
”Putri terbawa hewan raksasa berkuku tajam!” seru salah satu prajurit.