
Hangat di balik sayap jin raksasa
Bahagia menyemai segenap cinta darinya
Suka duka terlewati, sesabar itu mengatakan kata tulus menemani
Menjadi pelindung sekalipun nyawa telah di ujung tanduk
cerita ini terlalu banyak emosi menguras kesedihan dan harapan
Siang dan malam begitu cepat berganti tapi segumpal hati tidak terbagi
...💙💙💙...
cerah menyinari kekuatan bunga-bunga yang berseri. Mereka mendapat harapan baru untuk kembali hidup melambaikan kelopak bunga indah menarik mata. Sosok jin penguasa Yaksa mengepakkan sayap di udara. Dia memetik salah sekuntum bunga matahari yang asik melambai tertiup angin. Raja Permadi melanjutkan kepakan sayap menuju istana Jati Jajar.
__ADS_1
Sebelum mendekati kerajaan, dia berubah wujud menjadi seekor angsa. Menggigit bunga matahari yang tadi dia petik lalu terbang berusaha melewati tembok raksasa berduri. Raja yang teringat di era lalu, salah satu sayapnya yang berhasil terkena anak panah akibat memasuki kamar putri Arska.
"Jadi kali ini aku hanya meletakkan bunga ini saja" gumam sang Raja.
Istana seperti tertutup duri dari bunga mawar. Kupu-kupu yang biasanya berterbangan kini lenyap berganti suara ramai jangkrik dan bubuk gagak.
"Apa yang terjadinya dengan istana ini? kenapa terkesan begitu angker?" gumam Sang Raja.
Dia terbang walau kesulitan melewati tembok berduri. Hampir saja sayapnya tersangkut oleh duri keras. Jelmaan angsa itu meletakkan bunga mawar di jendela sang putri. Dayang pendamping dari tadi memperhatikan gerakan angsa putih. Sementara sang putri yang sudah terlelap tidak mengetahui kedatangan dari sang Raja.
Sosok dayang yang setia itu mengetahui banyak hal tentang kedekatan sang putri dengan Raja Permadi.
"Aku yakin sekali, ini pasti dari sang Raja yang menolong putri ketika kebakaran di istana selatan" gumam sang dayang meraih bunga mekar matahari.
Sang dayang meletakkan bunga di dalam pot yang berisi air. Tepat ketika matahari terbit, sang putri melihat bunga matahari mekar indah di dalam sebuah guci kerajaan.
__ADS_1
"Dayang katakan pada ku dari mana asal bunga matahari ini?" ucap sang putri meraih setangkai bunga itu.
"Menjawab pertanyaan sang putri, hamba menemukan bunga indah itu berada di samping jendela, jadi hamba menempatkan nya didalam suatu wadah yang berisi sedikit air" ucap sang dayang.
"Raja... tega sekali memetik bunga yang sedang mekar ini. Siapa lagi yang menggangu ku kalau tidak dirimu?" gumam putri Arska tertawa kecil.
"Putri, wajah engkau begitu memerah" kata dayang pendamping kembali menunduk.
Kerajaan Jati Jajar masih dalam fase berhenti berperang. Tapi hal itu tidak mengurungkan niat ibu suri untuk melakukan penyerangan bersama pengikutnya. Dendamnya begitu besar kepada kerajaan Jati Jajar. Semua seolah keinginannya harus terlaksana, dia juga telah mendapatkan mantra untuk pelindung dirinya dari serangan arwah penasaran. Walau ibu suri tidak bisa terbunuh, tetap saja dia masih di hantui oleh sosok berbaju putih di sepanjang tidurnya malam ini.
"Mati, mati ..." suara mengerikan terdengar di telinga ibu suri.
Ibu suri menutup kedua telinganya. Dia menoleh ke belakang merasakan sebuah tangan yang sangat dingin memegangi pundaknya.
...----------------...
__ADS_1
Terimakasih telah sabar menghadapi segala kekurangan author. Jangan lupa tetap tekan tap favorit ❤️ rate bintang 🌟🌟🌟🌟🌟 vote, like sebanyak-banyaknya, komentar positif/halu, setangkai bunga mawar 🌹 dan secangkir kopi hangat ☕ salam persahabatan selalu~