
Menerobos pekat dan dingin malam
Menepikan ilusi dalam sajak guratan hari kelam
Lara membasahi jalan setapak
Menyisakan kejadian dalam tangis terisak
Dunia jin terombang-ambing di semusim perbatasan kolam keabadian
Mengusik para meditasi yang bertapa menjaga keseimbangan rantai kehidupan
__ADS_1
Gejala-gelaja yang timbul akibat kerisauan tidak bisa di abaikan. Kegelapan ini mulai terjadi, dingin meratapi segelintir pasukan gelap yang berusaha membunuh ketenangan di alam jin. Bila hari cerah perlahan pergi, sayap-sayap pelindung mulai mengepak berusaha menemani kelopak bunga yang mereka kehendaki.
Sepi dan keramaian menipu segala kejanggalan misteri di dalam dunia jin. Sayap raksasa terkuat pemilik wilayah Yaksa sudah menuju hal penting miliknya. Setengah di masa lalu sudah dia ketahui, mencoba agar kejadian pahit tidak terulang pada cintanya.
...----------------...
Setelah melewati hawa dingin di dalam ilmu hitam pada gerhana bulan di tubuhnya, sang putri perlahan mulai terlihat tenang. Hingga terbit sang mentari, sang Raja meninggalkan kerajaan Jati Jajar dengan menjelma menjadi wujud seekor angsa. Untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan atau sesuatu penggalan ingatan yang pernah memisahkannya dengan sang putri. Raja mengutus sosok jin untuk memantau dan menjaga segala gerakan sang putri. Setelah sampai di istana Yaksa, Raja menuju kamar kebesaran untuk beristirahat sejenak.
Tapi dari kejauhan dia mendengar rombongan kereta kuda dan bunyi gesekan pintu gerbang ramai dengan suara sosok jin penjaga. Raja melihat dari jendela tampak ibu suri yang tambah sibuk turun dari kereta dengan jubbah dan gaun dengan berbagai omelan kepada para penjaga.
...----------------...
__ADS_1
Para cenayang yang lain ikut mondar mandir saat beristirahat dan membersihkan diri, melihat sang kepala cenayang tidak beranjak dari tempatnya membuat mereka khawatir. Terlihat sinar hijau di telapak tangannya masih terbuka dan menyala. Hal itu akan berdampak pada dirinya yang semakin lemah jika kelebihan menggunakan tenaga dalam.
“Apa yang arus kita lakukan?” ucap salah satu cenayang.
“Hanya Han yang bisa membujuk dan menolongnya” ucap cenayang lain menemui Han.
Sama dengan dengan Han di ruang persemedian lain, dia tampak tidak bergeming. Angin tidak terasa di sekitar ruangan dan sehelai dedaunan yang masuk ke dalam ruangan berhamburan berkeping-keping seperti ada pisau halus tajam mengoyaknya. Mereka mengingat lagi tempo jarak tiga hari untuk memberikan mantra kepada ibu suri. Hal yang akan menjadi awal kerisauan pura karena sifat ibu suri yang kejam dan sadis.
Matahari sudah naik di atas kepala, bayangan yang tidak nyata membentuk ilusi garis mata ghaib saat melihat ruang lain yang tidak kasat mata. Salah satunya kepala dayang yang tidak melihat iblis yang mendekati ibu suri, tapi sinar hijau di balut asap hitam. Begitu juga cenayang Han yang langsung membuka matanya, dia merasakan bahwa sinar hijau yang terasa seperti berasal dari kantung cenayang Karang yang di berikan oleh Karang saat sudah meninggal.
“Karang? Apakah engkau mengincar ibu suri? Walau bagaimanapun engkau tidak akan bisa membunuhnya” ucap Han mengusap keringatnya.
__ADS_1
...🔥🔥🔥🔥🔥...
Terimakasih atas kunjungannya, jangan lupa tinggalkan jejak dukungan ya salam persahabatan selalu 🙏🏻