
Di dunia manusia
Astro menangis masih tidak percaya bahwa wanita yang kini di hadapannya adalah sosok lain yang mendiami tubuh Maharani. Dia meraih tangan wanita itu meletakkan tepat di pipinya.
“Katakan sekali lagi bahwa ini bukan engkau” ucap Astro menatapnya.
Lelaki yang kembar dengan sang Raja Yaksa, tidak ada satupun perbedaan di dalamnya baik sikap dan perilaku. Lantas bagian mana yang bisa sang putri abaikan?
“Aku…” sang putri menunduk.
Kepalanya terasa sangat sakit, putri berusaha mengeluarkan kekuatannya namun semua itu menghilang di dunia manusia.
“Apa yang sudah terjadi?”
Ucapnya lalu tidak sadarkan diri.
“Maharani…”
Maharani di bawa oleh Astro ke kediaman nenek Trianta di hamparan padi kuning di kaki bukit. Dia tidak berani membawa gadis itu ke rumah orang tua Maharani ataupun orang tuanya. Di pikiran Astro, ini pasti tentang penyakit Maharani yang sedang kambuh.
“Apa yang sudah terjadi?” tanya nenek Trianta membukakan pintu.
__ADS_1
Nenek angkat Astro itu langsung menyelimuti tubuh Maharani dan mengompresnya. Dia melihat raut wajah Astro yang gusar.
“Nenek maafkan aku, Maharani tiba-tiba pingsan saat kami bertemu” kata Astro membawakan dua gelas air hangat.
Maharani menggerakkan ujung jari dan membuka mata, ini pertama kali dia pingsan di dunia manusia. Dia melihat wajah wanita tua yang berbeda di alam jin. Rambut putih, wajah keriput, kulit kusut dan gerakan pelan mengamati dirinya.
“Kamu sudah sadar nak?” tanyanya lalu mengambil kain yang menempel pada dahinya.
“Sudah, dimana aku?”
“Kamu di rumah nenek, Astro yang membawa mu kemari karena pingsan”
“Aku ingin pulang, terimakasih nek” jawab Maharani.
Maharani keluar meninggalkan mereka, dia berlari sampai pada kaki bukit dan terhenti karena melihat jalan begitu asing.
“Maharani..”
Mendengar panggilan Astro, dia bersembunyi di antara pepohonan dan menutup mulutnya.
Dia tidak ingin di temukan oleh lelaki itu. Namun tiba-tiba dari arah belakang terdengar suara panggilan lain yang memanggil nama putri Arska. Suara semakin jelas ketika dia memasuki wilayah perbukitan.
__ADS_1
“Wilayah manusia yang lebih hijau dan udara segar” gumam putri merentangkan tangannya.
Langkah demi langkah membawa dirinya pada deras air terjun di tumbuhi berbagai macam bunga liar di dekatnya.
“Indah sekali..” ucap sang putri.
Satu langkah memijakkan kaki masuk ke dalam air, tangan sang putri di tarik oleg Astro. Dia melingkarkan tangan sebelahnya di pinggang gadis itu. Wajah keduanya yang sangat dekat, tapi sang putri menolaknya. Walau bagaimana pun dia bukan Raja Permadi dan dia berharap tidak selamanya tinggal di dunia manusia.
“Kenapa? Siapapun kamu, di hadapanku adalah Maharani. Wanita yang sangat ku cinta, aku berharap kau adalah Maharani yang bereinkarnasi di dari kehidupan sebelumnya” kata Astro memeluk erat tubuh sang putri.
“TIdak, aku bukanlah Maharani, kau dengar? Cenayang Han telah memanggilku pulang di dalam air terjun itu!” teriak sang putri berusaha melepaskan pelukan Astro.
Lagi-lagi air mata lelaki sejati yang seharusnya jangan sampai menetes itu tumpah, dia tidak bisa membayangkan apa jadinya dirinya jika kehilangan Maharani kembali. Kematian Maharani sudah membuat dia berputus asa dan ingin membunuh dirinya sendiri. Maharani yang hidup kembali tidak mengenali dirinya dan bersikap seolah tidak pernah mencintainya.
“Ijin kan aku pergi, kerajaan ku sedang di ambang kehancuran dan Raja Permadi___” ucapan sang putri terhenti prihatin melihat wajah lelaki itu di penuhi air mata.
“Aku tidak mengerti maksud mu, kau tetap Maharani di mata ku. Jangan pergi!”
...----------------...
...🔥🔥🔥🔥🔥...
__ADS_1
Terimakasih dengan sabar tetap mendukung author. Jangan lupa tinggalkan jejak like👍🏻, komen, favorit♥️, vote, bunga mawar🌹 dan rate bintang lima🌟🌟🌟🌟🌟. Terimakasih🙏🏻