
Memenggal rajutan kemilau sisa menghalau badai yang masih menerpa
Bila hari ini kita terpisah maka aku akan tetap mencintai dan menanti
Tidak ada kata pisah dan meninggalkan mu
Lantak penggalan kata itu membuat diriku kini sendiri
#Astro
...💙💙💙...
Darah di kolam teratai masih menyala, air yang sudah di ganti itu masih tetap sama. Para dayang saling berbisik, karena tadi malam salah satu sosok jin mendengar suara rintihan tangisan yang berasal dari kolam tersebut. Mereka mengerumuni tempat itu dengan masing-masing peralatan di tangan. Ada yang mengatakan bahwa arwah sang penasehat sedang penasaran dan tidak terima dengan kematiannya.
__ADS_1
Tepat di aula kerajaan istana jati jajar di gelar pertemuan bersama aparat, punggawa dan pejabat lain untuk membahas musuh yang sedang bersembunyi di balik istana atau pemberontak yang sudah melawan Raja. Goresan wajah kebahagian terpajang di wajah pangeran Tranggala, dia seolah mendapat rekan bisnis untuk bersama melengserkan Raja.
“Setelah Raja itu turun tahta maka dengan mudah aku membereskan putri” gumam pangeran.
Di saat kerajaan Jati Jajar sedang di ambang krisis, pangeran Tranggala memanfaatkan dengan mencari segala informasi mengenai seluk beluk istana Jati Jajar dan strategi perang. Dia juga menyuap beberapa para prajurit dengan kepingan perak agar menutup mulut. Prajurit yang di utus menggiring Gangga kembali tidak melihat keberadaan hewan itu disana.
...----------------...
“Sekarang tubuh mu sudah kembali sehat, wahai raja apa yang akan engkau lakukan dengan cenayang ku Han?” tanya kepala pura.
“Gawat, kekuatan hitam itu akan segera menembus dinding tepat di malam gerhana bulan!” ucap cenayang Han.
“Wahai Raja, cepat katakana apa mau mu terhadap cenayang Han?” tanya kepala pura.
__ADS_1
Keraguan untuk menjawab, bahkan pesan terakhir yang dia dapat dari dayang pendamping tuan putri Arska adalah hanya menemui cenayang Han. Raja menunduk dan bersujud di hadapan kepala suku dan cenayang Han.
“Bantulah aku menemukan tuan putri Arska, hanya engkau wahai cenayang Han yang bisa menolongnya”
Kepala pura merasa hal yang di lakukan Raja Permadi sungguh menjatuhkan harga dirinya sebagai penguasa Yaksa. Sang raja melakukan gerakan bersujud dengan menyatukan kedua tangan membuat kedua cenayang itu memohon agar sang raja tidak melakukannya lagi.
“Raja, jangan seperti itu, jika rakyat mu mengetahuinya maka kami akan di penggal” ucap kepala pura.
“Aku akan membantu mu menemukan sang putri” kata cenayang Han membantu sang Raja kembali berdiri.
Situasi sangat sulit, tembok dinding pura bergetar di hantam serangan sihir yang semakin hebat.
“Maafkan aku menempatkan pura hijau dalam posisi yang sulit” ucap sang Raja.
__ADS_1
Para cenayang berbaris di belakang tembok istana sembari duduk mengucap mantra menahan dan mengusir sihir dari suku Taraya. Sementara cenayang Han sendirian bermeditasi mengeluarkan cenayang Karang untuk memanggil dan mencari putri Arska kembali. Mereka bergotong-royong mengeluarkan tenaga dalam terakhir. Kini suku Taraya melemparkan perang untuk pura muara hijau. Sihir hitam dan putih itu kini berperang dan bermusuhan.