
Susah meyakinkan hati ku untuk mempercayai kepakan sayap raksasa yang katanya kokoh dan kuat dalam mengarungi bahtera kehidupan bersama, ini tentang hujan kemarin.
Semua tak kan lagi sama.
...🔥🔥🔥...
Sang putri yang kebingungan langsung mengikuti tarikan tangan para dayang cukup untuk mendengarkan perkataan dari sang kasim dari pada kepala dayang. Sang kasim mengikuti dari belakang lalu melaporkan kembali ke sang Raja. Mengetahui bahwa sang Raja sudah memerintahkannya terlebih dahulu maka sang ibu suri begitu marah sambil berjalan menuju ke Aula istana.
Seluruh para pejabat, Raja dan putri Helena sudah berkumpul disana. Ibu suri menahan sikap arogan dan tersenyum menaiki kursi kebesaran.
“Putri bagaimana kabar mu?” ucap ibu suri tersenyum.
“Saya baik-baik saja, terimakasih atas perhatian ibu suri” jawab sang putri membalas senyumannya.
Di Aula penuh dengan hidangan perjamuan dan minuman untuk menyambut kedatangan sang putri. Seluruh para punggawa, menteri bersenda gurau dan tertawa menikmati hidangan. Raja meninggalkan Aula menuju ruang kebesaran menunggu sang kasim membawakan daun untuknya.
“Ini daun yang Raja minta” ucap sang kasim.
Setelah melihat sang kasim pergi meninggalkannya, dia menulis sebuah surat untuk sang putri Jati Jajar. Segala perasaan yang tidak bisa dia bendung telah membanjiri hati dan jantungnya.
...💙💙💙...
Teruntuk tuan putri ku Arska
__ADS_1
Kimia cinta mengulang periode
Tentang senyawa oksigen yang saling berikatan satu sama lain
Sosok putri jin semungil bunga edelweiss
Putri kerajaan yang bergerak semu seperti kelopak bunga indah
Meruntuhkan keras hati ku utuh kepadanya dengan kekuatan melebihi limpahan kekuatan
oksigen di lembah ghaib
Saat itu, Aku
bagai serbuk besi
Dengan tarikan yang kuat, melekat tidak terpisah
Hati ini
Terus terhempas melanggang di langit membentang ukiran nama mu
Itu adalah cinta terakhir ku
__ADS_1
...💙💙💙...
Raja memasukkan daun ke dalam gulungan dan mengikatnya dengan pita berwarna biru Itu adalah kali kedua dia menulis untuk sang putri. Dia menerima surat itu seperti baru pertama kali membacanya.
“Jou, terbangkan surat ini melalui elang ke kerajaan Jati Jajar untuk sang putri” ucap Raja.
Berselang beberapa lama, putri Helena memasuki kamar kebesaran Raja. Dia berjalan tertatih sambil memegang kakinya.
“Raja, aku kelelahan. Bisakah engkau mengijinkan ku untuk beristirahat walau sebentar saja?” ucap putri Helena mendekatinya.
Raja bergerak menjauh dan berdiri ke arah depan pintu sambil menyeret sayap besarnya. Dia mempersilahkan sang putri dengan membukakan pintu.
“Wahai putri, kepala dayang akan mengantar mu”
Mendengar ucapan Raja, sang putri menekuk wajah keluar dari kamar kebesaran.
...----------------...
Burung Elang bertengger di pinggir jendela putri Arska. Sosok dayang yang mengetahui ada gulungan surat di kaki burung tersebut langsung di tarik dan di ambilnya. Dayang yang bertugas membersihkan kamar kebesaran putri mahkota. Dia berniat menyampaikan kabar ini ke Raja, tapi langkahnya terhenti melihat dayang utama memasuki ruangan.
“Apa yang sedang kau pegang?” ucap sang dayang melirik tangan kiri dayang yang berusaha menyembunyikan darinya.
Dia hanya menggelengkan kepala, tingkah dayang itu membuat dayang utama marah dan menamparnya.
__ADS_1
Praghhh..
“Ini adalah kamar pribadi putri Arska, jika kau tidak berkata jujur kepada ku maka aku tidak akan segan melaporkan pada sang putri” kata dayang utama lalu menarik paksa benda tersebut.