Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Tumpuan hari di negeri jin


__ADS_3

Katanya cinta kita sebening embun di pagi buta,


Kau selalu mengatakan bahwa hatiku sedingin tetesan sisa hujan


lantas kau tetap mempertanyakan lagi kemana sinar harapan


Aku masih seperti dulu di dunia nyata


sungguh ini bukan kabel penyambung dua hati yang dengan mudah pula pergi


Duhai sosok pangeran pembawa angin meniup kobaran api di masa lalu


kau selalu menebar serbuk bunga cinta untuk ku


menenggelamkan aku terbawa oleh arus bermuara pada mu


...----------------...


...Detak jantung putri masih terpompa tidak menentu. Putri menyeimbangkan langkah menyusun bait kata cinta yang pernah di berikan oleh pangeran Permadi....


...----------------...

__ADS_1


Malam ini aku mengambil sinar bintang harapan yang khusus kau berikan padaku. Teduh ku di bawah sayap besar mu yang menghangatkan jiwa


kata setia dan menunggu bagai setipis kulit bawang yang tersemat membuat segala praduga


Seketika angin dingin bersama rintik hujan yang datang merubah suasana romantis malam


Di sudut kerajaan Yaksa masih tersemat nama Putri Arska yang sedang di puja pangeran


Dia selalu membius berusaha mengunci setiap pintu agar seutuh tergenggam


...----------------...


"Putri, aku ingin berbicara dengan mu" ucap pangeran menarik paksa.


Putri berusaha melepaskan tangan dia mengerutkan dahi. Langkah putri menuju halaman kerajaan. Di ikuti oleh pangeran Tranggala, dia masih saja ingin menarik kembali tangan putri Arska.


"Tenanglah wahai pangeran, aku bersama pangeran Permadi sudah berdamai sejak dia menyelamatkan" kata putri tersenyum tipis.


Mendengar perkataan putri, membuat pangeran semakin hampir hilang kesabaran. Dia berencana membawa pasukan telaga hitam untuk menghabisi pangeran. Dengan mengepal tangan kanan, pangeran Tranggala membalas senyuman putri.


"Jangan buat segalanya tidak aman terkendali sebab aku yang akan menjaga mu" ujar pangeran Tranggala memberikan memetik sekuntum bunga lalu dia sematkan di pinggir telinga putri.

__ADS_1


Sungguh aku tidak mempunyai rasa pada mu, gumam putri melepas bunga.


"Terimakasih kau telah menawarkan kebaikan, tapi aku masih merasa cukup karena Gangga selalu menemani ku"


"Hewan besar pemarah itu? kemarin dia hampir menarik setengah Anggota tubuh ku"


"Sungguh dia tidak sengaja melakukannya pada mu. Kalau gitu aku pamit undur diri untuk melakukan misi rahasia"


"Katakan pada ku, aku ingin menjadi bagian terpenting di dalamnya" ucap pangeran mendekat.


Langkah pangeran yang mendekati putri membuat putri berjalan menjauh. Di balik kedekatan pangeran ada siasat tersendiri untuk mengetahui segala rahasia kerajaan jati jajar. Dia berusaha untuk mengambil hati putri Arska agar bisa mengambil alih kekuasaan.


"Putri, kenapa kau hanya diam dan menjauh? aku sudah lama di kenal oleh raja" perkataan pangeran yang mendesak membuat putri menghentikan langkah.


"Aku tidak bisa menceritakannya, kau tanya saja sendiri pada raja."


"Ahahahh, kau tidak pernah berubah putri. Aku semakin tertarik pada mu."


Dari angkasa terbentang sayap gagah Gangga terbang menuju putri. Dengan mata tajam dan kepakan menyisir angin. Dia bergerak mengibas pangeran yang membuat dia hampir tersungkur.


"Gangga.."

__ADS_1


__ADS_2