
Sebelum beradu otot dengan sang ayah, gerakan Astro menarik ibu menuju lorong lain. Dia mengalihkan pandangan agar kehilangan jejak mereka.
"ibu, aku ingin bertanya hal penting pada mu" ucapnya menyodorkan gulungan usang dan daun raksasa kering.
Ratu Layana membuka gulungan yang tertulis tulisan tangan sang anak. Dia mengerutkan dahi dan tanpa henti mengulang setiap kata yang terdapat di dalamnya.
Surat mengudara
Teruntuk tuan putri ku Arska
Aku adalah hal yang selalu menjadi alasan untuk engkau benci dan rindu. Kemarin kita sudah melewati hari lelah bersama. Aku merasa suatu saat akan terpisah oleh mu. Namun percayalah, keyakinan ku untuk tetap meletakkan cinta biru bersama semua yang ku persembahkan ini sebagai tanda perasaan ku pada mu. Temui aku untuk yang terakhir kali di lembah sungai jin.
^^^Pangeran Permadi^^^
__ADS_1
"Wahai anakku, engkau benar-benar melupakan nya? andai sekarang engkau mengingat semua maka tidak ada sedikitpun keberanian mu menunjukkan pada ku. Cepat simpan kembali karena ayah mu akan marah" bisik Ratu menutup sedikit tubuh Astro dengan gaun besarnya.
"Sayang, ayo kita bersiap-siap. Kami segera menyusul" ucap kembali sang ibu sambil tersenyum dari kejauhan menatap sang suami.
"Baiklah, ayah menunggu di depan gerbang istana" jawabnya meninggalkan keduanya.
Saat punggung sang suami sudah tidak terlihat lagi. Layana menggenggam kedua tangan Astro dengan erat.
"Ibu, katakan padaku. Siapa Arska?"
......................
...💙💙💙...
__ADS_1
Mengemban tugas kerajaan, bersiap memakai baju besi dan berbaris paling depan. Astro menaiki kuda jin hitam raksasa dengan memegang tombak di tangannya. Tubuhnya merasa lebih kuat dari biasanya, dia melihat di belakang para prajurit dan pengawal sudah berjejer dengan wajah sangar memegang berbagai macam senjata. Peperangan pertama di hidup Astro, dia sedikit ngilu mendengar gesekan tapak kaki kuda beralas besi.
"Jalan..!" keras suaranya membawa pasukan menuju kerajaan jati jajar.
Perjalanan mereka bagai tersapu angin kencang. Bahkan burung-burung yang bertengger di dahan dan ranting pohon ikut berterbangan. Aungan suara serigala dan gemuruh pasir yang mereka bawa dari kejauhan terdengar jelas oleh para penjaga perbatasan wilayah jati jajar. Astro dan para pasukan melewati lembah sungai jin. Sosok Raja Yaksa kedua yang berbeda itu menoleh secara terus menerus ke arah aliran sungai dan perbukitan. Ada yang sangat mengganjal di hatinya. Sesuatu yang telah menghilang dan menjadi tanda tanya.
Sosok jiwa manusia yang tiba-tiba tercengang melihat kepakan sayap hewan raksasa dari atas bukit terbang ke atas angkasa. Seolah dia ingin ikut bergerak menyusul mengikuti kemana langkah mereka pergi namun tertahan oleh panggilan panglima perang.
"Raja, apakah kau masih mengenal siapa hewan itu?" tanya panglima menyejajarkan lari kuda di sampingnya.
Dia hanya terdiam dan mengamati hewan raksasa yang di naiki oleh wanita asing itu.
"Siapa dia? lalu apakah aku pernah kesana? atau Raja yang sedang bersama ku ini pernah mengalami hal menyedihkan disana?" gumam Astro menoleh membalikkan badan sampai pergerakan laju kuda jin membawanya menjauh.
__ADS_1
Suara gong memberi sinyal merah agar para pengawal jati jajar bersiap siaga. Beberapa penjaga mengelilingi kamar putri Arska dan memasang berbagai perangkap di luar tembok kamar kerajaan.