
Asam di gunung, garam di laut bertemu di belanga. Asam tumbuh subur di gunung nan tinggi, garam terendam nun jauh di dasar laut. Siapa yang mampu mempertemukan kedua Makhluk itu kalau bukan atas kehendak Nya.
...💙💙💙...
Perjuangan membutuhkan pengorbanan yang tulus. Setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Bertemu untuk mendapatkan takdir yang akan membawa dua hati saling mencintai atau membenci. Berpisah di ujung usia atau di ujung waktu yang berbeda. Segala penantian ini akan selalu menjadi rahasia alam bangsa jin yang sedang memperdebatkan masa cinta biru.
Tidak tau pasti, apa yang membuat hati jin bersayap begitu ambisi ingin mendapatkan putri Arska. Padahal kecantikan dan kemolekan putri itu hampir sepadan seperti putri lainnya. Bahkan beku musim dingin dari putri Arska menerbangkan butiran es salju membuat sekujur tubuh pangeran semakin menggigil kedinginan. Lantas putri tetap berpikir berulang bahwa semua hanya taktik dan intrik putra mahkota untuk mendapatkan dan menghancurkan kerajaan jati jajar. Pangeran mendengar peperangan saat acara aula kerajaan di tutup. Tapi dia enggan mengikuti jejak sang Raja yang sudah menyerbu musuh.
Rindu untuk bertemu, walau dari kejauhan sosok jin bersayap menjelma mengikuti radar magnet yang di ciptakan oleh putri. Kepakan membanting angin di menggulung tiap-tiap benda yang dia lewati. Apakah hanya sebatas rasa yang menggebu? Sedang garis merah pertikaian kerajaan mereka terpecah belah. Jin bersayap menyerupai Gangga mengikuti putri Arska dari belakang. Ketika putri Arska tiba di medan perang, tampak banyak pasukan jati jajar gugur.
Putri, aku tak berniat ikut menyerang kerajaan mu. Kau malah menuju kesana, gumam pangeran.
Mata Gangga yang tajam mengetahui bahwa ada yang mengikuti, dia mempercepat gerakan menuju perbatasan.
__ADS_1
“Gangga kau dengar, bawalah ibunda Ratu menuju istana setelah aku melompat dari tubuh mu” pinta putri Arska memasang posisi terjun.
Gangga mengikuti perintah putri, dia menuju Ratu dan langsung mencengkram tubuh Ratu membawa terbang.
“Gangga apa yang sedang kau lakukan! Lepaskan aku!” teriak Ratu meronta-ronta menahan kuatnya tenaga Gangga yang hampir meremukkan tubuhnya. Dia menghentikan pergerakan, jika tidak mau di cengkram Gangga lebih erat.
Maka semua sudah siap siaga, kerajaan Yaksa menyiapkan serangan mendadak kembali bersama bala tentara. Hujan pasir suara-suara erangan para prajurit dan pertikaian sangat sengit. Disana ada Kala dan Futon, paman pangeran Permadi yang ikut berperang. Pertempuran semakin dahsyat dan tidak bisa di elakkan. Tapi karena jumlah pasukan kerajaan Yaksa lebih sedikit, putri Arska bersama panglima perang dan Raja membantai pasukan Yaksa sekuat tenaga. Tiba di hadapan putri Arska mengarah tombak Futon yang merobek lengan kanannya. Arska terjatuh terkulai ke tanah di serang kembali oleh Kala dengan mengangkat pedang raksasa menuju punggung tubuh putri.
Pangeran terbang menuju Arska, tebasan pedang beralih menuju punggung pangeran yang menyerupai Gangga. Pangeran terjatuh berlumur darah, sosok jin itu kembali berubah menjadi wujud semula. Sangat tidak bertenaga dan sekarat, sebelum menutup kedua mata dia melihat putri yang terperangah melihatnya.
“Pangeran Permadi? sekarang aku baru percaya bahwa kau yang selama ini menyerupai wujud Gangga. Tapi kenapa?” gumam putri mendekat.
“Pengawal! Jauhkan putri dari musuh!” teriak panglima perang meniup shofar menandakan peperangan usai.
__ADS_1
Pangeran di bawa menuju istana, kedua pamannya begitu gusar mengarahkan pasukan kembali pulang.
“Mundur....!” teriak Futon menuju kuda jin.
...----------------...
“Putri, kau terluka parah. Tabib tolong beri obat terbaik yang kau punya” ucap Ratu mengusap wajah Arska yang memucat menahan rasa sakit.
“Ibunda, Pangeran yang menyelamatkan_” bisik Arska menghentikan perkataannya.
Tombak Futon yang kuat dan tajam berisi bubuk mesiu yang membakar lengan putri sampai menghancurkan lapisan kulit dan memperlihatkan tulang. Darah mengalir tanpa henti membuat putri Arska tidak sadarkan diri.
“Putri bertahanlah”
__ADS_1