
Sosok wanita itu meminta sang Ratu untuk menurunkannya.
“Apakah engkau yakin tidak ikut dengan ku ke istana Jati Jajar? Luka mu harus di obati” ucap sang Ratu khawatir melihat keadaannya.
“Terimakasih atas tawaran yang mulia Ratu, terimakasih juga sudah menyelamatkan ku” ucap sosok wanita tersebut.
Mendengar ucapan jin itu sang Ratu tersenyum lalu mengusap perut besarnya.
“Bukan aku yang menolong mu, tapi anak pintar yang dalam sini. Jika saja dia tidak membuatku terlihat kesakitan maka engkau sudah tertangkap oleh sang pengawal” ucap Ratu.
Ibu suri tidak menyadari bahwa sosok jin wanita yang dia tolong adalah cenayang terkuat yang tinggal di pura muara hijau. Sosok jin itu melihat sorot mata sang Ratu lalu, dia mendapati bayangan bayi perempuan kecil yang mirip dengan dirinya. Sosok kelahiran di garis edar bulan purnama. PUtri Mahkota pewaris kerajaan Jati Jajar yang menjalani takdir buruk dan kepahitan demi menstabilkan dua kerajaan yang selalu berperang. Sosok kehadiran matahari yang berusaha mendekatinya namun tidak bisa dia hindari.
“Ratu, aku akan membalas budi mu dengan menjamin seluruh hidup ku sekalipun sudah kematian ku hanya untuk menjaga bayi mungil yang sangat engkau sayangi” ucap sang cenayang menggenggam tangan sang Ratu.
__ADS_1
Setelah berpisah dengan Ratu Jati Jajar, sosok jin yang tidak lain adalah cenayang Karang itu berlari menghindari kejaran para pengawal. Dia tidak ingin bersembunyi di kerajaan Jati Jajar atau membuat bencana disana. Tepat di ujung jurang, cenayang tertangkap oleh sang prajurit ketika akan terjun kedua kalinya.
“Arghhh…”
Flashback on
Ini masih tentang kelahiran putri Arska dan berbagai kaitan gangguan ghaib yang di alami sang Ratu sebelum melahirkannya. Sang Ratu mengalami mimpi yang sama namun terlupakan saat membuka mata kembali di alam sadar. Segumpal sinar putih terang yang masuk ke dalam perut sang Ratu terasa sedikit dingin dan membuat tubuh sang Ratu semakin lemah.
Itu adalah efek dari sinar ghaib yang di rasakan sang ratu saat bayinya menjadi sosok yang memiliki takdir cahaya rembulan.
Putri membuka mata melihat sang ratu berada di sampingnya.
“Ananda dari mana saja? Apa yang ananda rasakan sekarang?” tanya sang Ratu membantunya bersandar.
__ADS_1
“Maafkan putri wahai ibunda, semalam ada sosok jin yang menyerang di kamar kebesaran”
Mendengar perkataan putri Arska, ibunda Ratu langsung melaporkan ke raja Jati Jajar lalu memerintahkan seluruh pengawal untuk memperketat penjagaan kamar putri Arska.
...----------------...
Di kerajaan Yaksa, Raja Permadi menyerahkan lembaran kertas pada ibu suri. Ketiga kertas itu basah akibat terkena air hujan saat menolong sang putri. Dia menemui ibu suri yang terlihat gelisah mencari-cari sesuatu di kamar permadani.
“Nenek, apakah engkau mencari benda ini?” tanya Raja Permadi menyodorkan kertas-kertas tersebut.
Anak panah mata lurus melihat kertas berisi mantra yang basah,ketiga lembar kertas seolah kini tiada manfaatnya lagi. Fokus sekali ibu suri mengamati setiap tetesan air yang jatuh pada kertas. Lemas tubuhnya, kaki tidak bisa tegak berdiri berjalan untuk menggapai kertas harapan itu. Dia hanya bisa menjerit histeris seperti sosok jin yang sedang kesurupan.
“Argghh.. arghh…” pekik suara ibu suri mengacak-acak rambutnya sendiri.
__ADS_1
..._To be continued_...