
Api terus merambat dari tiupan angin tanpa henti. Bayi jin menangis di dalam sebuah rumah yang terbakar. Sosok tangis jin begitu kuat membayang mengudara, seolah dia menginginkan kehidupan di masa kini berharap ada yang menolong dan menyelamatkannya.
“Matilah kalian semua!” ucap putri Helena.
Di sisi lain
Putri Arska baru saja beristirahat di dalam ruangan kebesarannya. Sebuah tempat menjadi saksi bisu atas kedatangan sosok Raja Permadi. Dia memejamkan mata melihat di alam mimpi, api berkobar menyala di sebuah tempat yang belum dia singgahi. Ada tangisan bayi jin melengking terdengar olehnya.
“Di mana tempat yang di penuhi dengan api itu?” gumam putri terbangun dari tidurnya.
Putri beranjak keluar ruangan meminta dayang pendampingnya mencari informasi mengenai kejadian di luar istana.
__ADS_1
“Dayang, cepat cari tau hal yang aku maksud” ucap putri Arska.
“Menjawab putri mahkota, hamba mendengar baru saja para dayang sedang membicarakan kebakaran di lembah sungai jin. Tapi hamba akan mencari kebenarannya terlebih dahulu” jawab sang dayang.
Putri berjalan menuju halaman istana mencari Gangga. Dia secepatnya naik ke tubuh Gangga menuju tempat sang dayang maksud. Beberapa kilometer dari perbatasan lembah sungai jin terlihat asap hitam mengepul di udara. Putri meminta Gangga terbang kesana lalu mencari sosok bayi jin yang ada di dalam mimpinya.
“Anak ku…” salah satu ibu sang bayi menangis ingin masuk ke dalam rumah. Dia di tahan oleh warga jin lain.
Pandangan buram, batuk dan sesak nafas putri menahan asap dan hawa panas. Lengan kanannya sudah terkena api tapi dia tetap berjalan mencari sumber suara tangisan. Setelah menemukan bayi jin, putri mengangkatnya dan meletakkan ke atas tubuh Gangga.
“Wahai Gangga, engkau adalah sahabatku yang pintar dan penurut. Bawalah bayi jin ini terbang bersama mu dan berikan kepada orang tuanya, aku akan keluar sendiri mencari jalan keluar. Sayap mu terluka sehingga tidak mungkin membawa kami berdua” ucap putri Arska.
__ADS_1
Gangga mematuhi perintah putri. Dia terbang memberikan bayi jin itu ke orang tuanya. Ketika Gangga akan kembali menjemput sang putri, dia melihat Raja Permadi.
Semakin sesak, api menyala menghanguskan benda-benda di sekitar. Putri melewati serpihan tiba-tiba dari atas sebuah benda terjatuh menimpa kakinya.
"Argghh.."
Raja Permadi menerobos api masuk mengangkat tubuh putri Arska menuju lembah sungai jin. Di tepi sungai, raja menurunkan putri bergerak membersihkan luka bakar pada kakinya. Suara meringis menahan sakit, tanpa sadar sang putri menekan lengan raja Permadi. Putri melihat wajah putri, dia memperlambat pelan membasuh luka lalu mengeringkan dengan ujung bajunya. Raja mengangkat tubuhnya ke bawah pohon. Seakan pohon itu telah menjadi pohon pilihan favorit tempat sang Raja dan putri Arska. Gangga mengikut memperhatikan sang raja.
Putri Arska bersender di pundak raja, dia terdiam menahan sakit. Lagi-lagi raja bersayap itu menyelamatkannya.
"Putri ku, aku akan segera kembali. Hanya sebentar saja" ucap raja Permadi mengangkat kepala sang putri dari pundaknya.
__ADS_1
Raja terbang beberapa jarak dari tepi lembah sungai jin. Dia memberi sinyal api di udara untuk memanggil pengawal pendamping nya.