Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Pilihan terberat


__ADS_3

Beralih pandang hanya akan menambah beban kerinduan di hati


Walaupun takdir dan nasib akan memisahkan tapi cinta biru ku masih bersama mu


Aku menutup luka sendiri


Mengumpulkan sisa kekuatan untuk mengikhlaskan segala praduga ke lembaran serpihan bekas Bakaran yang berusaha ku jalani


Lara dan bahagia sejengkal saja berajut saling bertabrakan


Kau baru saja mengatakan kembali mengingat diriku


^^^Sayap jin yang di tunggu^^^


...💙💙💙...

__ADS_1


Putri bersama cenayang Han duduk di dekat perapian. Malam ini putri Arska tidak bisa memejamkan mata. Cenayang Han yang masih fokus menatap sinar rembulan yang berwujud sosok jin itu seolah sedang menampakkan sinar sendu yang menggetarkan hati.


Baru saja mereka selesai membantu membereskan hasil porak poranda kerajaan yang luluh lantak akibat peperangan semalam.


"Putri, ijin kan aku membawa mu pergi jauh dari istana. Semua demi keselamatan mu di kemudian hari" ucap cenayang Han meraih tangannya.


"Apakah kau sedang meminta ku untuk melarikan diri dari istana?" tanya putri membiarkan cenayang Han menggenggam tangannya lebih erat.


"Kau kesayangan cenayang Karang, putri apakah kau sudah mendengar kabar kematiannya yang mengenaskan?"


"Aku baru saja terbangun dari tidur panjang, maafkan aku yang tidak mengetahui nya. Dia sangat baik terhadap kerajaan jati jajar. Hal apa yang menyebabkan kematiannya?"


"Kini, siapa yang akan engkau pilih?" gumam putri Arska beralih pandangan menuju keluar jendela.


"Walau bagaimanapun perbuatan ibu suri sungguh keji dan sadis"

__ADS_1


"Dia kini mengejar ku dan berniat melenyapkan mu" kata cenayang Han berbisik.


Kemudian Cenayang Han membuka telapak tangan kanan putri, jari telunjuk seperti sedang bergerak mencorat-coret di atasnya.


"Putri, aku tau sudah pernah mendapat mimpi buruk. Kau pernah terjatuh di dalam dasar jurang saat berusaha mengejar sinar matahari bukan? demikian pula matahari yang berusaha berdampingan dengan rembulan, kedua benturan itu akan membuat salah satu pecahan Waktu diantara keduanya. Jadi, kau ikutlah denganku dan terus hidup lah.." tanya cenayang Han.


...----------------...


Di kerajaan Yaksa


Raja membanting pedang di atas lantai setelah melayang kan murka. Tiba-tiba ibu suri berdiri dan meminta panglima pendamping mengambil kembali pedang tersebut dan memberikan kepadanya. Ibu suri meletakkan pedang ke tangan Raja dan memberikan dua buah pilihan untuk dua pilih.


"Wahai Raja yang agung, jika kau tidak menuruti permintaan ku maka kau harus memilih. Memenggal kepala ku di depan semua para petinggi kerjaan sebagai pengganti untuk membersihkan nama mu yang tidak bisa melindungi kerajaan atau menikah dengan putri Helena untuk memberikan rasa percaya kembali pada kerajaan Yaksa!"


Ibu suri mengarahkan pedang yang berada di tangan Raja tepat di lehernya. Dia sedikit meringis, jika benar Raja Permadi akan memenggal nya hari ini maka di luar gerbang istana. Para pasukan pemberontak sudah siap melenyapkan seluruh penghuni istana. Mendengar perkataan ibu suri, kaki Raja bergetar dan sangat sulit untuk berpijak.

__ADS_1


"Dasar nenek tua licik, aku tidak mungkin memenggal kepala mu dan tidak akan mau menikah dengan sosok jin yang tidak aku cintai" gumam Raja terus menerus menatapnya.


"Bunuh saja aku, ahahhh..."


__ADS_2