
Mengenali segala hal yang menyesakkan dada.
Dengan menggores kaki sang Raja dia terlepas di tangkap oleh Gangga.
“Putri…” panggil Raja Permadi.
Putri Arska menuju pangeran Tranggala dengan mengayunkan pedang mencari titik lengah agar bisa menancapkan pedang di jantungnya. Dari arah belakang, Raja Permadi mengepakkan sayap mendorong tubuh pangeran Tranggala. Pedang sang putri tidak berhasil mengenai sang pangeran, tapi tiba-tiba tubuh pangeran Tranggala merasa sangat kepanasan sampai dia menceburkan diri ke dalam sungai jin.
“Argghhh…!” teriak sang pangeran.
Putri Arska berjalan mendekati sang pangeran, dia memejamkan mata mengeluarkan kekuatan kegelapan ilmu hitam pembeku yang ada di dalam dirinya memasuki sungai. Air sungai berubah menjadi es bersama pangeran Tranggala. Benda pusaka milik kerajaan Jati Jajar keluar dari tubuh sang pangeran, terbang di atas telapak tangan putri Arska.
__ADS_1
Setelah mengepal benda itu sang putri jatuh pingsan tidak sadarkan diri. Demikian pula pangeran Tranggala berubah menjadi wujud semula. Raja Permadi memanggil bala tentara kuda jin dan hewan bersayap lainnya untuk membantu kerajaan Jati Jajar. Dia mengangkat tubuh putri meninggalkan sungai mendarat di atas bukit.
Tubuh kaku menggigil, putri tidak bisa mengendalikan kekuatan atau menahan gejolak kekuatan dari pusaka batu hijau Jati Jajar. Raja mengusap telapak tangan kiri sang putri berkali-kali lalu meniupnya. Tubuhnya sudah pucat membiru begitu dingin sehingga saat sang Raja mencari-cari detak jantung pada bagian urat nadi terasa begitu lemah. Raja membungkus tubuh sang putri dengan sayap besarnya lalu mengusap kembali telapak tangan sang putri.
Matahari tergelincir di atas kepala, sosok bayangan menghilang mengusir ilmu hitam membuat tubuh sang putri kembali hangat. Raja tetap memeluk sang putri membawanya menuju salah satu pohon yang rindang. Di tempat yang sama dengan waktu yang berbeda, Raja mengusap rambut putri lalu perlahan membangunkannya.
“Putri, sadarlah..”
“Raja, aku harus kembali mengembalikan benda ini atau seisi kerajaan akan hancur dan binasa.”
Putri di antar oleh Raja menuju kerajaan, jin penguasa bersayap kembali menyerupai wujud Gangga dan menurunkannya di depan gerbang istana. Di depan sana sudah berjejer sisa pasukan, Raja dan Ratu menyambut kedatangan sang putri.
__ADS_1
“Wahai anak ku, ini adalah berkah karena kita mendapatkan bantuan dari para binatang jin untuk mengusir musuh dan yang paling penting adalah engkau kembali dengan selamat” ucap sang Raja.
Putri menyadari bahwa pasukan jin yang tidak lain adalah kawanan bantuan dari raja Permadi.
Putri mengembalikan kembali benda pusaka kerajaan ke dalam tanah yang di lubangi oleh sang Raja. Tempat penyimpanan telah hancur tapi jalan pintas sebagai ruang penyimpanan teraman adalah di dalam bumi. Berpuluh kali bangunan kerajaan itu di hancurkan, kembali puing-puing itu utuh kembali.
Barak tenda darurat di dirikan di sekitar kerajaan, bermalam di tengah reruntuhan bekas peperangan hari ini. Dari kejauhan Raja Permadi mengamati segala gerakan sang putri, dia ikut bermalam di luar menemani sang putri dari kejauhan dengan memasang posisi berjaga siap menyerang musuh yang akan berusaha melukai sang putri.
...----------------...
Jangan lupa dukung author agar tetap semangat update ya, Terimakasih salam persahabatan selalu~
__ADS_1